Jendela Transfer Terbaik yang Dilakukan Klub Eropa. Mana yang Terbaik?

spot_img

Setiap tahun, selalu saja ada aktivitas transfer yang menarik perhatian dunia. Entah itu kepindahan yang dilakukan oleh pemain besar di klub yang telah lama dibela, atau kedatangan seorang bintang baru yang dianggap bakal bersinar di masa depan.

Dalam sejarah sepakbola, sudah terdapat beberapa klub yang melakukan transfer terbaik dalam edisi tertentu. Mereka biasanya mendatangkan sejumlah pemain besar dalam satu waktu, sehingga menyebabkan dunia alihkan sorotan.

Pada kesempatan kali ini, Starting Eleven akan coba merangkum deretan jendela transfer terbaik yang pernah dilakukan klub Eropa. Penasaran seperti apa pergerakannya? Simak ulasannya berikut ini!

Chelsea – 2020

Sempat dihukum melakukan proses jual beli pemain dalam dua jendela transfer, Chelsea yang kemudian bebas langsung berselancar untuk dapatkan pemain incaran. Mereka yang pada musim 2019/20 finish di posisi ke empat menghabiskan sekitar 250 juta euro atau setara 4,2 triliun rupiah untuk menambah amunisi baru.

The Blues ketika itu berhasil mendatangkan nama-nama seperti Timo Werner dari RB Leipzig, serta rekan senegara nya, Kai Havertz dari Bayer Leverkusen. Dua bintang asal Jerman itu telah menyedot dana Chelsea sebesar 133 juta euro atau setara 2,2 triliun rupiah.

Selain dua nama besar tersebut, Chelsea juga sukses mendatangkan pemain seperti Edouard Mendy, Ben Chilwell, Hakim Ziyech, dan Thiago Silva. Terbukti, mayoritas pemain yang didatangkan berhasil tampil apik untuk Chelsea.

Werner dan Havertz yang sempat memulai musim debut dengan kepayahan perlahan mampu temukan performa terbaiknya. Malah, Havertz yang setelah dibesut Thomas Tuchel berhasil menjadi pemain yang terus tampil konsisten. Dia yang menjadi andalan berhasil menjadi pahlawan Chelsea di partai final Liga Champions Eropa. Sementara itu, Edouard Mendy juga mampu tunjukkan kelasnya sebagai seorang penjaga gawang jempolan.

Thiago Silva dan Ben Chilwell tampil cukup solid dalam menjadi pertahanan Chelsea. Untuk Ziyech, pemain yang terbilang lamban beradaptasi ini mulai temukan apa yang seharusnya ia tampilkan di atas lapangan.

Inter Milan – 2009

Mundur lebih dari sepuluh tahun ke belakang, kita sebagai penikmat bola telah disuguhkan dengan permainan ciamik tim asal Italia, Inter Milan. Memiliki musim 2009/10 yang begitu layak dikenang, Inter sebelumnya telah melakukan proses belanja yang patut diacungi jempol.

Salah satu rekrutan terbaik mereka adalah Samuel Eto’o. Dalam mendapatkan jasa Eto’o, Inter diminta untuk melepas Zlatan Ibrahimovic sebagai pemulus. Namun itu tak mengapa. Sebab, pemain yang didatangkan dari FC Barcelona itu berhasil menjadi andalan dalam membawa Inter meraih treble. Lebih dari itu, pemain asal Kamerun ini juga berhasil mencetak 16 gol dalam 48 pertandingan yang dijalani.

Kemudian jangan lupakan pula pembelian Diego Milito dari Genoa seharga 30 juta euro atau setara 506 miliar rupiah. Penyerang asal Argentina yang didatangkan itu terbukti menjadi pemain yang sangat diandalkan. Sepanjang musim, Diego Milito berhasil mencetak 30 gol, termasuk dua golnya di partai final Liga Champions Eropa melawan FC Bayern.

Selain dua nama tersebut, masih ada lagi Wesley Sneijder dan Thiago Motta yang langsung memantapkan diri di tim utama Inter Milan. Kedua pemain tersebut terlibat dalam 32 gol yang dicetak Inter, dari 40 kesempatan yang dijalani. Di posisi pertahanan, ada nama Lucio yang meski didatangkan secara gratis, mampu tampil konsisten dalam 50 pertandingan yang dijalani.

Real Madrid – 2009

Masih di tahun 2009, kali ini ada tim asal Spanyol, Real Madrid, yang melakukan pembelian besar-besaran. Ketika itu, el Real yang dikomandoi Presiden Florentino Perez telah berencana merampungkan proyek Galactico nya yang kedua.

Meski beberapa pemain yang dianggap potensial dilepas, Los Blancos tetap berhasil mendapatkan ganti yang dinilai setimpal. Beberapa nama besar yang datang saat itu adalah Cristiano Ronaldo dengan nilai 94 juta euro atau setara 1,5 triliun rupiah, Ricardo Kaka senilai 67 juta euro atau setara 1,1 triliun rupiah, sampai Karim Benzema yang saat itu masih sangat bersinar bersama Lyon.

Namun, kedatangan itu masih belum cukup untuk memuaskan hasrat Real Madrid yang memang ingin kumpulkan banyak pemain hebat. Di belakang mereka, masih ada nama-nama seperti Xabi Alonso, Raul Albiol, Alvaro Negredo, sampai Alvaro Arbeloa yang juga turut didatangkan.

Meski tak langsung memberikan dampak signifikan, sejumlah pemain seperti Cristiano Ronaldo berhasil ciptakan sebanyak 450 gol untuk klub, plus persembahkan seluruh trofi yang tersedia. Kemudian ada Xabi Alonso yang juga berhasil persembahkan trofi La Liga dan juga Liga Champions Eropa sebelum putuskan hengkang.

Saat ini, hanya tersisa nama Karim Benzema sebagai galactico jilid II. Pemain asal Prancis tersebut masih terus diandalkan di lini depan, dimana kini torehan gol nya nyaris menyentuh angka 300.

Chelsea – 2004

Pada tahun 2004, Chelsea melakukan belanja besar-besaran. Selain mendatangkan pelatih Jose Mourinho yang baru saja menjuarai trofi Liga Champions Eropa bersama Porto, klub yang dinahkodai miliarder asal Rusia, Roman Abramovich, ini berhasil datangkan banyak pemain bintang.

Dari sebanyak sebelas pemain yang didatangkan, Chelsea begitu berjaya dengan nama penyerang Marseille Didier Drogba, pasangan pertahanan FC Porto Ricardo Carvalho dan Paulo Ferreira, serta pemain sayap berbakat milik PSV Arjen Robben. Revolusi besar-besaran yang dilakukan Chelsea ketika itu berhasil runtuhkan dominasi Manchester United dan Arsenal di kompetisi Liga Primer Inggris.

Sejak saat itu, Chelsea juga menjelma menjadi salah satu klub dengan kekuatan terbesar di Eropa, tak hanya dari segi pemain namun juga finansial.

Puncaknya pada tahun 2012, Didier Drogba yang termasuk ke dalam salah satu generasi pertama revolusi Chelsea, berhasil persembahkan trofi Liga Champions Eropa pertama sepanjang sejarah klub.

PSG – 2021

Meski belum teruji kehebatannya, bursa transfer yang dilakukan Paris Saint Germain pada tahun ini disebut sebagai yang paling spektakuler sepanjang sejarah. Meski banyak dari pemain yang didatangkan berstatus free transfer, daftar belanja PSG tahun-tahun benar-benar gila.

Setelah berhasil mendaratkan Sergio Ramos dari Real Madrid, PSG lalu sukses menggaet bintang Liverpool asal Belanda, Georginio Wijnaldum. Selain itu, mereka juga berhasil dapatkan Achraf Hakimi yang pada musim lalu tampil sangat brilian bersama Inter Milan.

Satu rekrutan yang mungkin paling cerdas, yang dilakukan PSG tahun ini adalah kesepakatan yang didapat bersama kiper masa depan Italia, Gianluigi Donnarumma. Donnarumma, selain berhasil membawa AC Milan kembali ke kompetisi tertinggi Eropa, juga berhasil membawa Italia meraih gelar juara Eropa. Selain itu, dia juga dinobatkan sebagai pemain terbaik turnamen.

Masih belum usai, PSG kembali datangkan pemain besar dalam diri Lionel Messi. Messi yang mendapati dirinya tidak lagi mungkin lanjutkan kerja sama dengan Barcelona, memilih PSG sebagai pelabuhan baru. Kedatangan Lionel Messi ke Paris benar-benar telah mengubah sejarah. Semua mata tertuju pada gerak-geriknya di klub tersebut.

Bahkan, banyak yang memprediksi bila dengan kedatangan banyak pemain bintang tersebut, serta ditambah dengan kekuatan besar yang memang sudah ada, PSG tak akan kesulitan untuk meraih gelar Liga Champions Eropa musim depan.

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru