Tottenham, Arsenal, West Ham, dan MU Berebut Jatah Liga Champions

spot_img

Di Villa Park, seorang bocah kelahiran Chuncheon, Korea Selatan senyumnya merekah. Ya, bocah itu adalah Son Heung-min yang baru saja mencetak hattrick ke gawang Emiliano Martinez. Tiga gol Son plus satu dari pemain bekas Juventus membawa Tottenham Hotspur menang 4-0 atas Aston Villa.

Tottenham pun kian melaju dan merangsek di peringkat empat Liga Inggris. Tentu pasukan Antonio Conte punya misi balas dendam agar bisa tampil di Liga Champions. Dan ya, The Lilywhites bisa saja melakukan hal itu. Syaratnya Arsenal, West Ham, dan Manchester United yang menguntit di belakangnya tak sanggup menyalip.

Apakah Tottenham Hotspur Bisa?

Apakah Tottenham bisa? Tentu. The Lilywhites sedang dalam tren positif belakangan ini. Taktik Antonio Conte tampak makin nyetel. Para pemain Tottenham sudah mulai paham apa yang diinginkan pelatih berkebangsaan Italia tersebut.

Sebelum mengalahkan Aston Villa 4-0, Tottenham menggasak Newcastle 5-1, melumat pesaing mereka, West Ham 3-1, menghancurkan Everton 5-0, meski setelah itu kalah dari Manchester United 3-2. Tottenham masih dalam perburuan empat besar. Setidaknya mereka kini sudah mengumpulkan 57 poin sampai laga kontra Aston Villa.

Antonio Conte jelas punya ambisi untuk membawa Tottenham kembali ke jalur Liga Champions. The Lilywhites terakhir kali melakukannya musim 2018/19 saat dilatih sang maestro, Mauricio Pochettino dan bahkan Tottenham sampai ke final. Conte kurang lebih ingin mengulang kesuksesan itu.

Apalagi kini, skuad Tottenham juga mendukung untuk ke sana. Dengan kedatangan Dejan Kulusevski yang sok-sokan dibuang Juventus. Makin moncernya Son Heung-min. Harry Kane yang kian berkembang, dan tak hanya menjadi mesin gol tapi juga turut menjadi kreator serangan.

Belum lagi sosok Hugo Lloris yang dahsyat di bawah mistar. Sekadar lolos ke Liga Champions adalah hal yang sepele bagi Tottenham Hotspur. Terlebih pasukan Conte masih menyimpan sekitar enam laga. Keenam laga itu pun beberapa hanya melawan tim-tim gurem macam Leicester City, Brentford, Norwich, dan Burnley.

Sandungan terbesar Tottenham adalah ketika mereka harus menghadapi Liverpool pada 8 Mei mendatang, dan Arsenal lima hari berselang. Partai melawan Arsenal menjadi sangat menarik, meski belum tentu menjadi laga penentu. Sebab, Tottenham di putaran pertama takluk 3-1 atas Arsenal bulan November lalu.

Namun, itu saat Nuno Espirito Santo yang melatih. Sementara kini, juru kemudi ada di tangan Antonio Conte. Perlu dicatat juga, bahwa Conte di laga kontra Liverpool membuat Jurgen Klopp tak bisa membawa pulang tiga poin.

Arsenal Siap Menikung

Langkah Tottenham tidak akan mulus. Antonio Conte juga boleh jadi tak nyenyak tidurnya. Sebab tetangga sepersusuan mereka, Arsenal tinggal menunggu kesempatan untuk merebut tempat keempat. Apalagi The Gunners kini memiliki 54 poin dan berjarak tiga poin saja dari Tottenham.

Ya, kamu nggak salah dengar. Hanya tiga poin saja! Itu artinya Arsenal hanya butuh sekali menang dan sekali imbang untuk bisa menikung Tottenham Hotspur di peringkat keempat. Itu kalau Tottenham kalah di dua laga berikutnya. Tapi apakah bisa? Ya, silakan fans Arsenal bermunajat saja.

Namun, belakangan Arsenal sedang dalam mode medioker. Kekalahan atas Brighton 2-1 di markas sendiri, dan pembantaian yang tak terperi oleh Crystal Palace 3-0 membuat Arsenal seperti kembali ke setelan pabrik. Meski seorang Arteta tetap meyakini The Gunners akan kembali ke Liga Champions.

Keyakinan seorang Arteta tidak layak untuk kita caci maki. Selain karena ia adalah sosok yang selalu percaya proses, sebuah situs prediksi sepakbola FiverThirtyEight memprediksi bahwa kemungkinan Arsenal lolos ke Liga Champions per 6 April adalah 53 persen. Tottenham, yang fansnya sudah mulai tahu caranya tersenyum itu saja, kans lolos ke Liga Champions hanya 44 persen.

Maka dari itu, para gooners silakan berdoa saja. Doa yang rutin. Etapi, harus realistis juga sih. The Gunners setelah ini masih harus menghadapi Chelsea, United, West Ham, dan Tottenham Hotspur. Tentu keempatnya bukan lawan yang ringan, apalagi Chelsea dan United yang sebelumnya sudah mengalahkan Arsenal.

Arteta boleh mengharap kemenangan atas West Ham. Di sisi lain, menghadapi Tottenham di jelang tiga laga akhir, bisa jadi penentu apakah Arsenal masuk UCL atau tidak. Keuntungannya, Arsenal unggul head to head atas Tottenham karena di laga sebelumnya berhasil menang 3-1.

Meski sedang tampil impresif, Arteta tentu punya cara untuk menumpas Tottenham Hotspur. Kendati kehilangan Aubameyang, Arsenal masih punya sosok seperti Lacazette. Lacazette setidaknya tampil di lima laga terakhir The Gunners. Ia bahkan mengalami peningkatan performa.

Menurut Understat, nilai expected goals Lacazette di angka 1,32. Bukan hanya Lacazette, Arsenal juga masih punya Emile Smith-Rowe yang memiliki nilai xG 1,30. Meski, harus diakui, pertahanan Arsenal sedang buruk belakangan ini. Dari lima laga terakhir, sebelum menghadapi Soton, The Gunners sudah kebobolan 7 gol.

Biar West Ham yang Menyalip Tottenham

Jika Arsenal lengah, West Ham bisa jadi akan menyalipnya, atau bahkan bisa menggantikan Tottenham di posisi keempat. Terlebih sampai pekan ke-32, West Ham berada di posisi 6 dengan mengumpulkan 51 poin, terpaut tiga poin saja dari Arsenal, dan terpaut enam poin dari Spurs.

Namun, perlu dicatat, pasukan David Moyes sebetulnya belakangan ini sedang tidak bagus. Di lima laga terakhir saja, sebelum kontra Burnley, West Ham sudah kebobolan 8 gol Mereka bahkan belum lama ini kalah dari Brentford 2-0 dan Tottenham Hotspur 3-1. Meskipun West Ham berhasil menggilas Everton 2-1.

Jika West Ham ingin merangsek ke peringkat empat, Moyes dan anak-anaknya harus bekerja lebih giat lagi. Tapi itu sepertinya agak rumit. Apalagi West Ham sudah bermain 32 kali, sementara Arsenal baru 30 dan Tottenham 31.

Lagi pula, selain Arsenal, West Ham masih harus menghadapi lawan tangguh seperti Chelsea dan Manchester City di laga sisa. Sementara lawan mudah West Ham hanya Norwich dan Brighton.

Ya, kalau tidak mampu menyalip Arsenal apalagi Tottenham, setidaknya West Ham masih punya harapan ke UEFA Conference League. Dan oh iya, West Ham juga bisa membuat semua orang berterima kasih karena bikin Manchester United tidak bermain di kompetisi Eropa.

Selanjutnya MU, Daripada Nggak Masuk Nanti Fansnya Ngamuk

Ngomong-ngomong soal Manchester United, sebenarnya MU agak diragukan bisa tampil di Liga Champions musim mendatang. Namun, ya, supaya fansnya nggak ngamuk, kita masukkan saja MU sebagai pesaing Tottenham, Arsenal, dan West Ham. Meski sulit untuk mengakui bahwa MU bisa masuk empat besar.

Tak peduli MU hendak dilatih Ten Hag atau bukan, yang pasti Setan Merah hari ini sedang dalam masa idah, alias menunggu. Apa yang ditunggu? Tentu saja trofi. Namun, alih-alih sebuah piala yang berkilauan, masuk 4 besar saja bagi MU susahnya setengah mampus.

Kini, pasukan Ralf Rangnick ada di peringkat 7 dengan 51 poin per 14 April 2022. Jarak poinnya dari Tottenham adalah 6 poin. Ya, setidaknya MU harus memenangkan dua pertandingan agar poinnya menyamai Tottenham. Itu pun kalau Tottenham kalah, dan itu pun baru menyamai doang.

Masalahnya, mendapat tiga poin bagi MU sekarang sulitnya bukan main. Dari lima laga terakhir saja, MU hanya memenangkannya satu, kala bertemu Tottenham. Sisanya MU digiling City 4-1, remuk atas Everton 1-0, dan hanya mampu bermain imbang dengan Leicester dan Watford.

Sudah dapat tiga poin susahnya setengah mati, eh di laga berikutnya MU masih harus berjumpa Liverpool dan Brentford. Lucunya lagi, sedang bapuk gini, MU tetap saja ngebet mencari manajer baru, yang konon mau “membangun ulang” tim. Yhaaa… keburu Arsenal juara UCL nanti.

https://youtu.be/aoJN1ikaNHM

Sumber referensi: TheAthletic, TheAnalyst, SportingNews, EuroSport, 90Min, FootballLondon

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru