4 Tim Ini Saling Sikut Berebut Scudetto, Siapa Yang Bakal Juara?

spot_img

Kalau di Liga Inggris hanya ada 2 klub yang bersaing untuk menjadi juara, kemudian di La Liga Spanyol, Bundesliga maupun di Ligue 1 sudah hampir pasti ditebak siapa juaranya, Berbeda dengan Serie A.

Kini Serie A makin ketat dan tidak hanya 1 klub yang berpeluang, namun 4 tim sekaligus yang poin selisihnya tidak terlalu jauh. Meskipun banyak yang mengatakan kualitas liganya menurun seiring dengan kegagalan timnasnya lolos Piala Dunia. Akan tetapi, nyatanya dalam persaingan perebutan juaranya kini sangat ketat, bahkan sulit untuk diprediksi.

AC Milan

Pemuncak klasemen sementara, AC Milan, pada awal musim bersama Pioli menargetkan peningkatan prestasi. Jika musim lalu mereka hanya finis di belakang Inter, kini juara adalah targetnya. Milan pun berbenah. Kehilangan Donnarumma yang hengkang ke PSG, Milan langsung menemukan gantinya pada diri Maignan.

Bukan hanya Maignan, Milan juga mendatangkan banyak pilar macam Giroud, Tonali, Brahim Diaz, Florenzi, sampai Fikayo Tomori. Skema yang tak berubah dari Pioli serta amunisi baru di pos masing-masing membuat Milan makin kokoh dari sisi kedalaman skuad maupun kualitas.

Hasilnya bagus. Milan membungkus 12 kali unbeaten di awal musim. Meskipun pada November 2021, Rossoneri takluk atas Fiorentina dan Sassuolo, tapi laju Milan terbilang sangat positif. Dan tetap berada pada jalur juara.

Dengan poin sekarang 68 unggul 2 poin dari Inter di posisi kedua yang masih menyisakan satu pertandingan, membuat Milan makin yakin menatap laga sisa demi Scudetto yang telah lama ia impikan sejak terakhir didapat zaman Max Allegri.

Paling tidak, fokus mereka kini hanya Serie A dan Coppa Italia yang masih menyisakan satu laga melawan Inter untuk menuju final. Sedangkan di Champions League, Milan sudah tersingkir di fase grup.

Beberapa laga sisa yang akan menentukan Rossoneri juara tercatat tidak mudah. Milan akhir-akhir ini justru menurun performanya setelah dua kali imbang lawan Torino dan Bologna. Milan masih harus berhadapan tim macam Fiorentina maupun Sassuolo yang pernah mengalahkan mereka di paruh pertama.

Kemudian juga masih ada lawan alot seperti Atalanta, maupun Lazio. Jika Milan dan Pioli mampu berbenah dan konsisten sapu bersih sisa laga ini, bukan tidak mungkin mereka makin pede secara mental untuk menuju juara.

Inter Milan

Kemudian dibawah AC Milan ada Inter yang membuntuti dengan selisih 2 poin dan 1 laga sisa. Sebagai juara bertahan, Inter meskipun akhir-akhir ini sering naik turun bak roller coaster masih menjadi kandidat kuat peraih gelar juara musim ini.

Dibawah pemilik Tiongkok dan Dirtek Marotta, Inter pada awal musim dilanda krisis yang membuat para pilar juara musim lalu pergi. Termasuk pelatih Antonio Conte dan bomber mereka Romelu Lukaku.

Kini Inter mempunyai nahkoda baru eks Lazio yakni Simone Inzaghi. Marotta menunjuk Inzaghi yang notabene mempunyai pakem sama dengan Conte yakni 3-5-2. Jadi tidak terlalu merombak tim yang sudah ada.

Inter hanya menambal posisi yang ditinggalkan Lukaku, Hakimi, maupun Eriksen dengan Edin Dzeko, Dumfries dan Calhanoglu. Serta ditambah amunisi bagi kuatnya kedalaman skuad macam Joaquin Correa, Gossens, Caicedo maupun Darmian.

Mengawali musim dengan 7 kali tak terkalahkan sebelum dikalahkan Lazio, mengindikasikan Inter makin cocok dengan Inzaghi dan formula barunya.

Meskipun setelah itu hasilnya sering inkonsisten, namun mereka tetap menjaga jarak poin di papan atas Serie A. Inkonsisten dipicu dari padatnya jadwal mereka di Eropa. Mereka hanya melaju hingga 16 besar Champions League setelah disingkirkan oleh Liverpool.

Kini, fokus Inter bersama Inzaghi hanya terpaku pada mempertahankan gelar dan juga Coppa Italia yang harus saling sikut dengan Milan untuk menuju final. Terlebih dari sisa laga yang akan dilewati Inter cenderung lebih ringan.

Tim-tim macam Bologna, Udinese, Cagliari dan Sampdoria, adalah calon lawan yang di atas kertas bisa mereka atasi. Praktis yang alot hanya bertemu AS Roma. Kini peluang mempertahankan gelar ada. Tinggal mental juara Inzaghi dan skuadnya ada apa tidak.

Napoli

Kemudian di posisi ketiga klasemen Serie A sementara yakni Napoli. Klub asal Kota Naples yang sudah merindukan gelar juara terakhir mereka sejak 1989/90. Sekalipun mau mendapatkannya, jatuhnya mereka sering hanya mentok sebagai runner up ,yakni di musim 2012/13, 2015/16, 2017/18 dan 2018/19.

Mengawali musim dengan evaluasi. Karena Napoli musim lalu hanya duduk di peringkat 5 klasemen bersama pelatih Gennaro Gattuso. Napoli akhirnya menunjuk Luciano Spalletti untuk menggantikan Gattuso.

Gaya main Spalletti yang menyerang kontras dari sebelumnya. Nampaknya keberadaan Spalletti di Napoli cocok dengan skema penyerangan tim. Pemain macam Insigne, Mertens, Lozano maupun Zielinski terbukti mampu beradaptasi cepat dengan pola menyerang ala Spalletti.

Dengan ditambah amunisi baru macam Osimhen, Politano, Zambo Anguissa, Juan Jesus maupun Tuanzebe, Napoli makin solid dalam menjalani musim dengan harapan baru.
Mengawali musim dengan 11 kali tak terkalahkan sebelum dikalahkan oleh Inter. Skuad Spaletti terbukti mengalami kebangkitan dari musim lalu.

Kini dengan sementara bercokol di peringkat 3 di bawah Inter dengan poin sama 66 dan selisih 2 poin dari Milan di puncak membuat Napoli mulai diperhitungkan menjadi kandidat juara.

Pasalnya mereka sudah tidak fokus di kompetisi mana pun. Mereka hanya fokus di Serie A karena sudah terhenti di Europa League oleh Barcelona dan Coppa Italia oleh Fiorentina.
Dengan laga tersisa bukan tidak mungkin mereka secara mengejutkan bisa mengulang mimpi mereka 1989/90 menjadi juara.

IL Partenopei di sisa laganya hampir mirip seperti Inter. Praktis yang agak alot hanya bertemu AS Roma. Selebihnya mereka hanya bertemu Empoli, Sassuolo, Torino, Genoa dan Spezia, yang diatas kertas bisa mereka sapu bersih.

Juventus

Dan yang terakhir sebagai kandidat pesaing perebutan juara adalah Juventus. Kini Juventus makin merangsek naik di posisi perebutan juara, dengan poin 62 selisih 4 poin dari Inter dan Napoli, serta selisih 6 poin dari pemuncak klasemen AC Milan membuat asa Bianconeri bersama Allegri musim ini makin terbuka.

Situasi Juventus musim ini memang pelik. Banyak masalah yang melanda, di sisi lain musim lalu dominasinya direbut oleh Inter dan Milan. Kondisi internalnya pun semrawut. Didepaknya pelatih Pirlo yang digantikan dengan Allegri ,serta kepergian Cristiano Ronaldo menjadi problem Juventus di awal musim ini.

Belum ditambah kepergian pemain di paruh musim seperti Ramsey, Bentancur, Kulusevski. Juve hanya mampu menambah amunisi macam Manuel Locatelli, Kaio Jorge, Moise Kean, Denis Zakaria dan juga Dusan Vlahovic.

Mengawali musim dengan meraih 2 poin dari 4 pertandingan pembuat Juventus diragukan performanya untuk menjadi kandidat juara. Pasalnya bersama Allegri, mereka masih tetap mengandalkan taktik apa yang pernah Allegri aplikasikan di Juventus dulu dan cenderung usang.

Dengan perkembangannya apa yang dievaluasi Juve, perlahan sedikit demi sedikit membuahkan hasil. Meskipun dengan kemenangan yang cenderung dengan skor tipis seperti 1-0 atau 2-1, Allegri paling tidak bisa mengamankan 3 poin untuk kestabilan langkah Juve musim ini.

Fokus Juve yang juga menargetkan di kompetisi Eropa juga sedikit mengganggu. Kedalaman skuad yang masih kurang, membuat Juve juga sering inkonsisten dalam perjalanannya. Mereka yang akhirnya tersingkir oleh Villareal di 16 besar Champions League mau tidak mau harus mengejar sisa gelar yang ada yakni di Serie A dan Coppa Italia yang masih harus menyingkirkan Fiorentina di semifinal.

Dengan laga tersisa Bianconeri seperti melawan Bologna, Genoa, Venezia maupun Sassuolo harusnya bisa mereka sapu bersih. Hanya dengan bertemu Lazio dan Fiorentina yang cenderung alot. Kalau bisa melewati semua sisa rintangan yang ada sembari berharap menunggu Milan, Inter, Napoli terpeleset, bukan tidak mungkin mental juara dan pengalaman Allegri mampu kembali membawa Si Nyonya Tua Scudetto musim ini.

https://youtu.be/5nrVLu3wl4s

Sumber Referensi : si.com, theanalyst, sportskeeda

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru