Pensiun merupakan jalan yang diambil ketika seorang pemain sepakbola merasa bahwa usia atau kemampuannya sudah tidak mampu lagi berbicara banyak di level tertinggi. Ada banyak alasan yang mendasari seorang pemain untuk tidak mau lagi masuk ke dalam riuhnya pertandingan sepakbola.
Ada juga beberapa dari mereka yang putuskan pensiun setelah merasa bahwa sepakbola bukan jalan baginya lagi untuk menikmati kehidupan. Seperti pada bahasan kali ini, starting eleven akan merangkum deretan pemain yang putuskan pensiun setelah merasa bahwa sepakbola sudah tak mampu lagi memberi kebahagiaan.
Daftar Isi
André Schürrle
Pemain asal Jerman, André Schürrle, secara tiba-tiba mengumumkan bahwa dirinya memutuskan untuk berhenti dari dunia sepakbola. Padahal, dia merupakan salah satu pemain berbakat yang usianya baru menginjak 29 tahun. Di usia tersebut, usai sembuh dari cedera, Schürrle juga dilaporkan bakal segera bergabung dengan klub promosi Serie A ketika itu, Benevento. Namun akhirnya rencana tersebut gagal terealisasi.
André Schürrle yang merupakan bagian dari skuad juara timnas Jerman di ajang Piala Dunia 2014 menyatakan, bahwa dirinya sudah tidak lagi memiliki hasrat untuk bermain bola. Schürrle mengatakan bila dunia sepakbola saat ini sudah menjadi bisnis. Dia merasa tidak diizinkan untuk memainkan sepakbola dengan kebahagiaan yang sesungguhnya.
Sebelumnya, Schürrle sempat dikabarkan memilih pensiun karena punya masalah cedera. Akan tetapi, hal itu dibantahnya. Dia mengaku bila sepakbola yang sudah sarat akan bisnis inilah yang membuatnya terpaksa keluar dari permainan yang dicintainya.
“Halo semua. aku ingin memberitahu bahwa aku memilih pergi dari bermain sepakbola profesional. Atas nama ku dan keluarga, aku ingin mengucapkan terima kasih kepada semua orang yang merupakan bagian dari tahun-tahun yang fenomenal ini!” tulis Schurrle di akun Instagram pribadinya.
BREAKING
Andre Schürrle has retired from football after recently terminating his contract with #BVB. pic.twitter.com/CfCEMo40lQ
— DW Sports (@dw_sports) July 17, 2020
Hidetoshi Nakata
Asia pernah berbangga karena memiliki pemain bernama Hidetoshi Nakata. Nakata bukan talenta sembarangan. Dia merupakan pemain dengan skil tinggi, yang mampu bersaing di kompetisi sepakbola Eropa.
Hidetoshi Nakata sendiri memulai karir sepakbolanya di level sekolah. Kemudian, dia ditarik ke timnas Jepang untuk tampil di ajang Piala Dunia U-17. Mampu menunjukkan performa gemilang, Nakata direkrut oleh klub yang bermain di kompetisi J-League, Bellmare Hiratsuka.
Tampil apik di Bellmare Hiratsuka sekaligus menjadi bintang di ajang Piala Dunia 1998 membuatnya mendapat tawaran, hingga akhirnya dia resmi menjadi pemain Perugia yang tampil di kompetisi Serie A. Tampil ciamik bersama Perugia membuatnya punya kesempatan untuk bermain bersama AS Roma, Parma, Sampai Fiorentina.
Namun pada usia 29 tahun, Nakata putuskan pensiun. Bukan karena cedera atau alasan semacamnya, Nakata mengaku bahwa sepakbola sudah tidak mampu memberinya kebahagiaan. Kecintaan nya pada sepakbola yang telah luntur kemudian menuntunnya ke dunia model yang kini terus digelutinya.
Former @ASRomaEN midfielder and Japan icon Hidetoshi Nakata turns 39 today! #UCL pic.twitter.com/Ym7CVI3ke0
— UEFA Champions League (@ChampionsLeague) January 22, 2016
Eric Cantona
Nama Eric Cantona tentu begitu tersohor di seluruh jagad sepakbola. Pemain asal Prancis ini telah banyak berikan cerita, terutama di kompetisi Liga Primer Inggris.
Meski tergolong kedalam pemain kontroversial, kedatangan Eric Cantona ke Liga Primer Inggris pada tahun 1992 telah mengubah sejarah kompetisi tersebut. Cantona yang awalnya tampil bersama Leeds United sukses menunjukkan kehebatannya, hingga membuat pelatih Manchester United Sir Alex Ferguson kepincut untuk merekrutnya.
Bersama Manchester United, Cantona menjelma menjadi dewa. Dia tampil dalam 143 pertandingan dan berhasil mencetak 64 gol.
Namun sang legenda sepakbola ini tiba-tiba putuskan pensiun di usia 30 tahun. Alasannya? Dia telah kehilangan gairah dalam bermain bola. Dia bahkan mengaku bila sudah kehilangan hasrat bermain di usia 20, maka ia tak segan untuk melakukannya.
Pada hari ketika dia memutuskan pensiun, banyak sekali pihak yang menyayangkan nya. Pasalnya, Cantona tengah berada pada masa jayanya sebagai seorang pemain. Namun respon Cantona ketika itu adalah, dia justru sengaja pensiun di masa puncak, karena merasa bahwa dia datang sebagai raja dan ingin pula pergi sebagai raja.
Sir Alex Ferguson sent Eric Cantona this letter after his decision to retire at 32 in 1997. pic.twitter.com/BUpld6T8zp
— 90s Football (@90sfootball) December 2, 2016
David Bentley
David Bentley, merupakan pemain yang sempat digadang-gadang sebagai penerus David Beckham. Dia meniti karir bersama Arsenal dan sempat dipinjamkan ke Norwich City serta Blackburn Rovers, yang mana pada akhirnya ia perkuat secara permanen di tahun 2006.
Kemudian pada tahun 2008, dia dipinjamkan ke Tottenham Hotspurs. Sempat tunjukkan performa yang tak diharapkan, Bentley lalu menghabiskan waktu dengan dipinjamkan ke Birmingham City, West Ham, dan klub Rusia FC Rostov. Tak kunjung temukan performa terbaik, dia lalu kembali ke Blackburn pada akhir musim 2012/13.
Setelah mencatatkan 266 penampilan untuk klub dan memainkan tujuh pertandingan untuk timnas senior Inggris, Bentley tiba-tiba putuskan untuk berhenti dari dunia sepakbola. Ketika ditanya, sang pemain yang saat itu berusia 29 tahun tersebut mengaku sudah menyerah untuk menjadi pemain sepakbola. Dia yang dalam setahun sebelumnya berstatus sebagai pemain tanpa klub mengaku sudah tidak lagi cinta terhadap sepakbola.
Dia bahkan mengatakan kalau sepakbola sudah terasa sangat membosankan. Akhirnya, ditengah kebosanannya itu, Bentley menggeluti bisnis restoran di Marbella, Spanyol, dan berinvestasi di beberapa bar di pesisir pantai Spanyol.
Bentley mengatakan bahwa aktivitasnya di luar sepakbola tersebut sudah amat ia nikmati, dan sekali lagi, dia membeberkan betapa sepakbola tak lagi memberinya gairah yang sama seperti dulu.
Former #THFC midfielder David Bentley broke down live on TV after deciding to retire aged 29. http://t.co/OFOHhfD1wa pic.twitter.com/sYUM6LG4XK
— Spurs News (@Spurs2day) June 14, 2014
Didier Deschamps
Didier Deschamps, selain kini dikenal sebagai pelatih jempolan, juga pernah dikenal sebagai seorang gelandang bertalenta. Ketika masih bermain di atas lapangan, dia merupakan sosok gelandang bertenaga kuda. Cara bermainnya bahkan sukses mengilhami nama-nama seperti Claude Makelele hingga N’Golo Kante.
Selama menjadi pemain, dia juga tergolong sangat sukses. Dia tercatat pernah meraih empat trofi Liga Italia bersama Juventus, dan dua gelar Liga Champions bersama Marseille dan Juventus. Di level Internasional, dia juga berhasil memenangkan trofi Piala Dunia dan Piala Eropa bersama Prancis.
Sayangnya, pada tahun 2001 ketika usianya menginjak 32 tahun, Deschamps membuat keputusan yang sangat mengejutkan. Dia memutuskan pensiun tanpa pernah memberi tahu apa alasannya. Banyak yang mengira kalau sang pemain pensiun karena berkutat dengan masalah cedera. Namun, sampai saat ini, keputusan Deschamps dalam berhenti dari dunia sepakbola masih menjadi misteri.
20 years later…
Didier Deschamps is only the third man to win the World Cup as a player and manager 🇫🇷#WorldCupFinal pic.twitter.com/PvIoDekdoS
— Football on BT Sport (@btsportfootball) July 15, 2018


