Terus Buang Pelatih Berkualitas! Deretan Pelatih yang Dipecat Tottenham Hotspur

spot_img

Kisah lama yang terulang kembali. Manajemen Tottenham Hotspurs kembali memecat pelatihnya. Lagu lama manajemen Spurs kini dialami pelatih sekaliber Antonio Conte.

Riwayat masalah terhadap pemilik, selalu menjadi akar dari para pelatih Spurs disingkirkan. Tak heran siapa pun pelatihnya, akan terus seperti ini pada akhirnya. Berikut pelatih The Lilywhites yang telah jadi korban dari sang pemilik yang katanya “tak jelas” itu.

Martin Jol

Datang ke White Hart Lane November 2004, Martin Jol dianggap memiliki harapan untuk membenahi Tottenham Hotspur. Bersama Jol, The Lilywhites tembus Piala UEFA dua kali beruntun, yaitu pada musim 2006/07 dan 2007/08.

Namun di musim ketiganya, ia mulai memiliki banyak masalah. Salah satunya keinginannya untuk membeli Gareth Bale yang sudah dituruti belum membuahkan hasil positif. Oleh sebab itu, tuntutan besar dari pihak manajemen berimbas pada inkonsistensi performa Martin Jol di awal musim 2007/08.

Dalam 10 laga awal di Liga Inggris, mereka hanya menang sekali. Dan akhirnya, kekalahan 2-1 melawan Getafe di Piala UEFA jadi akhir karir Martin Jol di Spurs. Pemecatan ini adalah buah dari sikap sembrono sang pemilik. Dilansir The Sun, Jol mengetahui dirinya dipecat ketika baru datang di White Hart Lane sesaat sebelum laga kontra Getafe dimulai.

Terkejut dengan pernyataan tersebut, Jol langsung berniat pulang ke rumah. Namun sang asisten, Chris Hughton berhasil membujuknya kembali ke stadion. Jol bahkan dikabarkan sempat bersitegang dengan Levy dan sangat marah atas perlakuan tidak hormat tersebut.

Juande Ramos

Ketika keluar, Juande Ramos masuk menggantikan Martin Jol di Tottenham Hotspur. Ia adalah pelatih yang mengantarkan Sevilla juara Piala UEFA. Penunjukkan Ramos terbilang tepat. Sebab ia seketika memberikan trofi Piala Liga bagi Tottenham. Trofi mayor satu-satunya yang diraih Spurs hingga sekarang.

Dipertahankannya Ramos di musim berikutnya memunculkan kembali harapan. Akan tetapi, Ramos malah sering mengkritik manajemen Spurs karena pemain intinya, Dimitar Berbatov dan Robbie Keane dijual. Perekrutan pemain baru di bawah direktur Damien Comolli pun dianggap biang kerok penurunan performa Spurs musim 2008/09.

Kemarahan Ramos itu sampai ke telinga pemilik. Alhasil tak ada toleransi bagi Ramos. Disaat yang bersamaan, performa anak asuh Ramos juga jeblok. 8 laga awal The Lilywhites diraih tanpa kemenangan. Spurs pun terjerembab di zona degradasi. Ramos pun dipecat pada Oktober 2008. Ia dipecat semalam sebelum laga melawan Bolton di Liga Inggris.

Harry Redknapp

Kedatangan Redknapp di Spurs langsung memberi imbas setelah menggantikan Juande Ramos. Performa Spurs kembali naik. Spurs dibawanya naik level masuk Liga Champions pada musim 2010/11.

Akan tetapi, kegagalan Roy Hodgson di EURO 2012 sebagai pelatih Timnas Inggris mendorong kepergian Harry Redknapp dari Tottenham. Saat itu, federasi sepakbola Inggris, FA mencoba mencari pengganti Roy Hodgson. Mendengar kabar itu, Redknapp menyanggupi untuk melatih Inggris.

Padahal ia sedang terikat kontrak dengan Spurs. Levy pun marah. Hubungan Redknapp dan pemilik Spurs itu pun renggang. Akhirnya Redknapp benar-benar dipecat pada tahun 2012.

Andre Villas Boas

Pengganti Redknapp adalah Andre Villas Boas. Pelatih muda Portugal yang hanya semusim menangani Chelsea. Namun kedatangannya justru Spurs banyak menuai masalah. Selain banyak pemain bintang yang pergi, prestasinya juga masih kalah jauh dibanding Redknapp.

Spurs kembali tak mampu masuk zona Liga Champions. Pemain seperti Luka Modric dan Gareth Bale juga hengkang ketika Spurs ditanganinya. Pembelian banyak pemain dari hasil jual mahal Gareth Bale pun tak membuahkan hasil yang positif.

Justru malah di musim keduanya, Spurs sering dibantai. Termasuk dua pembantaian 6-0 melawan City di Etihad, dan 0-5 di kandang sendiri oleh Liverpool. Pembantaian itulah yang akhirnya mengakhiri karier Villas Boas di Spurs.

Menurut kabar internal, selain hasil minor tersebut ada alasan lain kenapa ia dipecat di tengah jalan adalah karena berani menentang Levy. Levy ingin Emmanuel Adebayor dimainkan agar nilai jualnya naik. Tapi Villas Boas mengabaikan permintaan itu.

Mauricio Pochettino

Setelah dilatih semantara oleh Tim Sherwood, Levy akhirnya menunjuk pelatih baru di musim 2014/15. Ia adalah mantan pelatih yang sukses bersama Southampton, Mauricio Pochettino.

Keahliannya memoles pemain muda dan murah menjadi pemain bintang yang berharga tinggi, sangat disukai Levy. Terbukti pemain macam Kyle Walker, Trippier, Son maupun Harry Kane muncul di era Pochettino

Dengan dana yang tak terlalu besar, ia sudah bisa meramu tim jadi langganan Liga Champions. Ia juga membawa The Lilywhites runner up Liga Inggris musim 2016/17. Ditambah pencapaiannya di Liga Champions yang mampu menjadi finalis di 2018/19. Namun apa yang terjadi setelah itu?

Pochettino mengalami masalah di awal musim 2019/20. Lima laga Liga Inggris di bulan Oktober-November ia tak pernah menang. Tersingkir di Piala Liga oleh Doncaster, serta kekalahan 7-2 di Liga Champions melawan Munchen, membuat dirinya mulai dievaluasi.

Menurut Sky Sports, Pochettino mengaku dirinya tak diberi wewenang lebih dalam mendatangkan pemain musim itu. Kebijakan Spurs di bursa transfer musim itu pun sempat membuatnya jengkel.

Dilansir The Times, Pochettino telah melakukan pembicaraan panjang dengan Levy untuk menentukan masa depannya. Laporan tersebut menyebut bahwa Pochettino menolak permintaan klub yang menyuruhnya mundur dari kursi pelatih. Alhasil Levy pun marah dan tanpa ampun memutus kontraknya beserta seluruh gerbong stafnya pada November 2019.

Jose Mourinho

Tepat 24 jam setelah pemecatan Pochettino, Jose Mourinho langsung ditunjuk sebagai pelatih baru Spurs. Namun pada akhirnya petaka juga menghampiri karir The Special One di Spurs. Ia yang dipuji setinggi langit oleh Levy pada masa awal kedatangannya malah dipermalukan ketika dipecat sebelum Final Carabao Cup dihelat.

Itu adalah pertama kalinya dia meninggalkan klub tanpa memenangkan trofi. Pemberhentian dadakan Mourinho itu memunculkan tanda tanya. Ada yang mengatakan pemilik tak sabar dengan gaya main Mourinho yang usang dan cenderung bertahan. Ada juga yang menyebut Mourinho sering mengkritik pemain jika tak perform.

Dan ada pula yang menyebut bahwa ia menginstruksikan para pemainnya untuk tidak datang berlatih karena kebijakan pemilik yang pro terhadap pembentukan Liga Super Eropa. Atas semua hal itulah, kemarahan Levy memuncak. Pelatih sekaliber jaminan trofi seperti Mourinho pun bisa jadi korban kekejaman Levy.

Nuno Espírito Santo

Setelah memecat Mourinho, Spurs justru kesulitan mencari penggantinya. Paulo Fonseca, Gattuso, sampai Antonio Conte menolak saat itu. Pilihan justru jatuh pada Nuno Espirito Santo, eks pelatih klub medioker lainnya, Wolverhampton. Awal kedatangannya saja, ia sudah diremehkan.

Nuno kurang mendapat kepercayaan dari para pemainnya. Banyaknya opsi dan dana yang digelontorkan, justru membuatnya kelabakan saat melatih The Lilywhites. Harapan agar Spurs main cantik di eranya, diruntuhkan oleh dirinya sendiri.

Terdampar di papan tengah Liga Inggris hingga November, membuat Levy tak ambil pusing memecat dirinya. Nuno pun menyesal dan sempat curhat bagaimana kejamnya dunia sepakbola terutama di kubu Spurs.

Antonio Conte

24 jam setelah pemecatan Nuno, Antonio Conte yang sempat menolak di awal musim dikabarkan bersedia menerima pinangan Spurs asal permintaannya dipenuhi Levy. Jadilah Conte diangkat sebagai manajer baru dan merombak tim dengan sistem serta pemain baru yang didatangkannya.

Sempat berhasil menuai pujian di musim pertamanya setelah masuk ke Liga Champions, namun memasuki musim keduanya masalah mulai menerpanya. Para pemain cenderung inkonsisten dan tak mendukungnya. Conte nampak kesulitan membangun tim ini dengan kendali dan tuntutan yang besar.

Levy tak mau uang yang sudah banyak dihamburkan tak membuahkan hasil. Ironisnya di tengah kompetisi, Conte justru mengamuk. Pelatih asal Italia menghardik para pemainnya yang loyo di tengah hasil minor Tottenham Hotspur. Conte tidak hanya menyemprot para pemain, tapi juga manajemen.

Ia mengatakan, jika manajemen masih mempertahankan sikapnya, pelatih mana pun akan bernasib sama. Puncaknya, Conte diberhentikan sebagai pelatih pada Maret 2023. Posisinya kini diambil alih asistennya, Cristian Stellini yang dibantu Ryan Mason sebagai asisten hingga akhir musim.

https://youtu.be/KDIGv0qA8w8

Sumber Referensi : bleacherreport, theguardian, bleacherrport, bbc, espn, skysports, goal

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru