Terpuruk! Akankah Chelsea Depak Potter dan Cari Yang Lain?

spot_img

Balada keterpurukan Chelsea di bawah Boehly kini banyak disorot dalam bentuk lawakan di beberapa pergunjingan massa. The Blues kini dalam tahap terpuruk dengan berbagai permasalahan pelik. Di sisi lain tuntutan publik Stamford Bridge semakin kencang akan perubahan.

Sihir Graham Potter nampaknya berbeda jauh dengan sihir Harry Potter yang bisa menyulap apa saja dalam sekejap. Tagar “Potter Out” pun mulai bertebaran. Kini apakah sang pemilik akan betah dengan Potter, atau bahkan tak mau ambil pusing mengambil tindakan pemecatan segera? Lantas, siapa penggantinya?

Harapan Baru Chelsea

Masih ingat ketika harapan baru Chelsea menggelora dengan kehadiran Graham Potter, pelatih yang dibangga-banggakan karena kejeniusannya menyulap Brighton ke papan atas Liga Inggris. Chelsea bahkan dibela-belain menebusnya dengan mahar yang lumayan besar.

Tanggung jawab yang tak ringan bagi Potter memegang proyek baru Chelsea di bawah Boehly. Ia sebagai nakhoda harus memikirkan mau dibawa seperti apa Chelsea yang baru ini.

Dilansir Goal, Potter mengaku kaget setengah mati dengan pengeluaran belanja Chelsea. Seperti diketahui, The Blues menggelontor hingga 320 juta pounds di Januari lalu, atau secara total sejak rezim Boehly klub sudah menghambur nyaris Rp 10 triliun.

Lho, jadi semua pembelian mewah ini bukan maunya Potter? Ya, ia tak kuasa membendung keinginan Boehly untuk “pamer” di dunia jual-beli pemain. Maklum, sebagai taipan baru di Inggris, gengsinya amatlah tinggi.

Terpuruk dan Tak Mau Disalahkan

Apa boleh buat, Potter hanya manggut-manggut saja dalam hal ini. Ia hanya bisa fokus di lapangan dengan sentuhannya. Potter datang dengan metode yang baru dan gerbong staff yang baru. Ia otomatis punya kerangka metode yang baru. Mau tidak mau ia harus beradaptasi menyesuaikan kondisi pemain yang ada.

Ditambah pemain baru seabrek yang datang. Belum lagi pemain inti yang jadi motor penggerak kesuksesan Chelsea musim lalu macam Kante, Reece James, maupun Chilwell cedera.

Potter pusing. Ia berulang kali bereksperimen dengan skuad barunya itu. Tercatat menurut The Athletic ia telah membuat 61 perubahan pada starting eleven dalam 16 pertandingan. Hal ini menunjukan bahwa ia masih mencari formula yang tepat dengan tim barunya.

Hasilnya hingga sekarang menunjukan gejala yang buruk. Chelsea terpuruk dengan rasio kemenangan terendah bagi Potter. Dari berbagai pelatih Chelsea terdahulu, menurut The Athletic, Potter termasuk dalam salah satu urutan terendah di atas Glenn Hoddle. Rasio persentase kemenangan hanya 38% dari 25 pertandingan yang dijalani pelatih baru Chelsea.

Akibatnya The Blues kini terdampar di papan tengah klasemen Liga Inggris. Namun anehnya, Potter sebagai pelatih tak mau disalahkan dalam keterpurukan yang terjadi. Tugasnya hanya terus melangkah maju serta mendukung tim. Ia pun terbuka dari kritik yang membangun, namun di satu sisi ia menyadari tak bisa mengubah hasil secara instan di tengah transisi yang ada.

Proyek Jangka Panjang dan Pesangon Pemecatan

Pembelaan Potter atas tagar “Potter Out” itu apakah sampai ke telinga Boehly? Nampaknya Boehly adem ayem saja melihat kondisi carut marut timnya itu. Sikap pesimis dari sebagian publik Stamford Bridge terhadap Potter harusnya menjadi pijakan Boehly untuk mengevaluasinya.

Namun celakanya, publik harus bersabar. Dikatakan Mirror setidaknya Boehly masih punya alasan untuk masih menerima Potter tetap berada dalam proyek jangka panjangnya. Salah satu alasannya adalah sikap kompromi Potter terhadap pemilik. Berbeda dengan Tuchel yang sering ngoceh ke publik tentang pemilik. Sikap kalem dan penurut Potter di hadapan publik nyatanya disukai Boehly.

Untuk memecat Potter di tengah jalan, Boehly juga dihadapkan dengan pesangon yang besar, yakni sebesar 50 juta euro. Sudah menebusnya mahal, eh kini akan memutus kontraknya pun dengan mahal pula. Tapi bagi Boehly itu masalah sepele, semua bisa diatur dengan uang.

Ujian Boehly

Namun menurut Football London, ini adalah ujian bagi kesabaran Boehly. Ada bisikan, besar kemungkinan ia akan mencapai kata “muak” atas carut marut yang terjadi jika berkelanjutan. Dan itu bisa saja akan mengakhiri masa abdi Potter di Stamford Bridge.

Karena toh nalurinya Chelsea adalah klub yang instan. Selama di bawah Abramovich, tak sedikit pelatih yang sudah jadi korban. Gagal, langsung pecat. Bagaimanapun kalau sampai tuntutan yang sudah sangat masif dari publik Stamford Bridge, bukan tidak mungkin Boehly akan kembali ke cara lama.

Lalu siapa pelatih yang disiapkan Boehly berikutnya? Kini sudah beredar di publik nama-nama yang dikira cocok dengan sikap pemilik maupun dengan materi pemain yang ada.

Calon Pengganti Potter

Menurut Fabrizio Romano dalam kolom barunya yang ditulis di Caught Offside, ia merinci beberapa nama yang santer beredar di Board Chelsea. Nama-nama pelatih itu seperti Pochettino, Luis Enrique, Simeone, maupun Zidane. Adapun nama-nama kejutan lain yang disiapkan board Chelsea jika Potter dipecat adaah Oliver Glasner dari Frankfurt.

Nah dari nama-nama tersebut, pertanyaannya tinggal siapa yang bisa melanjutkan proyek besarnya di bawah Boehly. Dengan pemain yang ada, mungkin profil Pochettino jadi yang terdepan.

Ia juga bisa datang langsung tanpa harus menunggu musim berakhir karena masih menganggur. Adaptasinya di Liga Inggris dan para pemain muda ketika di Spurs tak usah diragukan lagi. Yang terpenting, dia harus lebih baik dari Potter dengan mengembalikan Chelsea di jalur kemenangan terlebih dahulu.

Nama Zidane juga sempat dicetuskan oleh legenda Chelsea, Frank Leboeuf. Menurutnya disamping masih menganggur, secara profil, mental, dan prestasi juga mentereng. Ide yang sangat bagus jika Boehly berani menunjuknya sebagai dewa penyelamat.

Profil Luis Enrique juga jadi pilihan menarik dengan kesamaan visi sepakbola menyerang dan atraktif di Chelsea. Mentalnya dalam melatih tim besar macam Barcelona bisa jadi jaminan performa Chelsea akan terangkat di sisa musim ini.

Nama kejutan Oliver Glasner pun patut dipertimbangkan. Karena menurut Bild, ia adalah salah satu pelatih yang dikagumi Boehly selain Potter. Boehly terkesan dengan gaya melatih serta man manajemen-nya menangani Frankfurt selama ini. Akan tetapi, untuk pelatih yang satu ini Boehly harus menebusnya karena kontraknya baru berakhir pada 2024 mendatang.

Sebuah Pilihan

Semua profil pelatih yang ada, bagaimanapun harus sesuai kehendak Boehly. Dan pasti, harus ada hasil nyata di sisa musim ini. Chelsea harus segera bangkit dan mengincar salah satu tiket ke Eropa musim depan. Kalau tidak, ini akan menjadi tamparan besar bagi Boehly di mata publik.

Balik lagi ke Boehly, ia juga harus bertanggung jawab jika berubah sikap dengan mendepak Potter di tengah jalan. Artinya, ini adalah perjudian baginya. Sebuah hasil konkret harus didapat dengan langkahnya itu.

Kalau masih sama hasilnya, mengganti Potter hanyalah sebagai langkah mubazir belaka. Kini bagi fans The Blues tinggal pilih, memilih bertahan dengan keterpurukan bersama Potter, atau memecat Potter dengan pesangon mahal dan belum tentu hasilnya?

https://youtu.be/RGBNcmHLtPc

Sumber Referensi : mirror, theathletic, footballondon, talksport, sportsmole, express, theathletic

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru