Tergabung di Grup Neraka, Bagaimana Peluang AC Milan di UCL 2021/2022?

Skenario terburuk telah menanti AC Milan di ajang Liga Champions 2021/2022. Absen selama 7 tahun di ajang Liga Champions membuat nilai koefisien Milan terjun bebas ke peringkat 53 UEFA. Karena hal itulah, rossoneri jadi terlempar ke pot 4 alias masuk kategori tim non-unggulan.

Imbasnya, Milan sangat berpeluang bertemu tim-tim besar yang sudah jadi langganan peserta Liga Champions beberapa musim terakhir dan berpotensi besar membentuk grup neraka. Benar saja. Prediksi tersebut terbukti saat hasil undian Liga Champions musim ini diumumkan.

Tergabung di Grup B, AC Milan Masuk Grup Neraka

AC Milan tergabung dalam Grup B. Sebelumnya, grup tersebut telah diisi oleh Atletico Madrid, Liverpool, dan FC Porto. Dengan bergabungnya Milan ke grup B, banyak pihak yang menyebut bahwa grup tersebut merupakan grup neraka.

Wajar, 4 tim tersebut punya basis fans yang besar di seluruh dunia. Banyak pemain bintang yang pernah merumput di klub tersebut. Selain itu, baik Atletico Madrid, Liverpool, FC Porto, dan AC Milan adalah klub besar dengan sejarah panjang di pentas Eropa.

3 dari 4 penghuni Grup B Liga Champions musim ini diisi oleh para mantan juara. Milan punya koleksi 7 trofi Liga Champions, disusul Liverpool dengan 6 trofi, dan FC Porto yang pernah juara Liga Champions 2 kali. Sementara itu, Atletico Madrid pernah jadi runner-up sebanyak 3 kali.

Meski Atletico Madrid jadi tim yang belum pernah juara, tetapi bukan berarti mereka yang jadi tim terlemah. Yang ada, justru AC Milan yang menyandang status tersebut. Selain masuk kategori tim non-unggulan, dibanding peserta lainnya, kekuatan Milan di pentas Eropa sudah lama tidak teruji.

Maklum saja, 7 tahun absen adalah waktu yang sangat lama. Di saat itu, Porto selalu rutin mentas di Liga Champions. Atletico Madrid 2 kali mencapai babak final, dan Liverpool yang mendapat gelar keenamnya di tahun 2019 silam. Sementara Milan disibukkan dengan berbagai krisis dan kegagalan mereka finish di zona Liga Champions. Pelatih AC Milan, Stefano Pioli juga mengakui bahwa hasil undian tersebut akan menyulitkan para pemainnya.

“Ini adalah grup yang sangat sulit, tetapi kami adalah Milan dan benar bahwa nama kami dikaitkan dengan klub yang, seperti kami, telah membuat sejarah. Bersama-sama, di grup kami, kami memenangkan 15 Liga Champions. Kami mengharapkannya, ini adalah Liga Champions dan kami tidak sabar untuk memulai. Kami akan mencoba melakukan hal-hal penting.” kata Stefano Pioli dikutip dari sempremilan.

Hasil undian tersebut tentu jadi kabar buruk bagi milanisti. Bagaimana tidak, mereka telah menunggu begitu lama untuk dapat kembali berkompetisi di Liga Champions dan begitu kesempatan itu hadir, mereka mesti tergabung ke grup yang cukup berat.

Fakta Hasil Undian AC Milan di Liga Champions 2021/2022

Selain jadi hasil undian yang berat, tergabung di Grup B adalah hasil undian yang emosional untuk Milan. Terakhir kali mereka mentas di Liga Champions terjadi di musim 2013/2014. Mereka tersingkir di babak 16 besar dan tim yang menyingkirkan mereka adalah Atletico Madrid. Rossoneri tumbang dengan agregat 1-5 dan kekalahan tersebut jadi awal absennya Milan di Liga Champions.

Sementara dengan FC Porto, Milan cukup sering bertemu. Menurut catatan UEFA, Milan dan Porto telah bertemu sebanyak 9 kali di pentas Eropa. Pertemuan terakhir keduanya tersaji di laga UEFA Super Cup 2003 dimana Milan menang tipis 1-0.

Namun hasil paling emosional tentu perjumpaan AC Milan dengan Liverpool. Tak bisa dipungkiri, keduanya adalah rival berat yang saling respect satu sama lain. Wajar saja, sepanjang sejarahnya, kedua tim baru berjumpa 2 kali di kompetisi Eropa dan pertemuan keduanya selalu tersaji di partai final Liga Champions.

Liverpool melakukan apa yang disebut dengan ‘Miracle of Istanbul’ saat mereka melakukan comeback luar biasa untuk memenangkan final Liga Champions 2005. Kala itu, The Reds yang tertinggal 3 gol di babak pertama berhasil menyamakan skor di babak kedua dan menumbangkan Milan di babak adu penalti.

Dua tahun berselang, AC Milan dan Liverpool kembali berjumpa di final Liga Champions 2007 yang digelar di Athena. Kali ini Rossoneri sukses membalas dendam. 2 gol Filippo Inzaghi memberi Milan kemenangan 2-1 atas Liverpool.

Peluang dan Tantangan AC Milan di Liga Champions Musim Ini

Jika dilihat dari rekor pertemuannya, maka FC Porto adalah lawan yang cenderung sepadan bagi rossoneri. Kedua tim sudah berjumpa sebanyak 9 kali. Milan unggul dengan 4 kemenangan berbalas 2 kemenangan milik Porto.

Selama pertemuannya dengan Porto, Milan mampu mencatat 6 cleansheet, 4 di antaranya terjadi di fase grup Liga Champions. Namun, kondisi Milan yang sekarang tentu jauh bila dibandingkan dengan kondisi Milan yang dulu mampu mendominasi Porto.

Masalah terbesar adalah pengalaman dan mentalitas. Selain sudah lama absen, di dalam skuad AC Milan yang sekarang banyak pemain muda yang masih minim pengalaman di pentas Liga Champions. Menurut catatan transfermarkt, rata-rata usia skuad rossoneri hanya 25,9 tahun.

Itulah kenapa manajemen rossoneri mulai mendatangkan pemain-pemain sarat pengalaman sejak musim lalu. Hadirnya Zlatan Ibrahimovic dan Simon Kjaer terbukti sangat mendongkrak performa Milan di Serie A musim lalu.

Di musim panas ini, langkah serupa kembali ditempuh dengan mendatangkan Olivier Giroud dan Alessandro Florenzi. Mereka semua adalah pemain senior yang sudah akrab dengan Liga Champions. Apalagi, Giroud baru saja mengantar Chelsea juara UCL musim lalu, sementara Florenzi baru menjuarai EURO 2020 bersama Timnas Italia.

Tak bisa dipungkiri bahwa kehadiran para pemain berpengalaman dalam skuad rossoneri akan sangat mendongkrak performa para pemain mudanya. Namun, hal itu tak lantas membuat Milan dalam kondisi aman.

Rossoneri akan memulai perjalannya di Liga Champions musim ini pada 15 September mendatang atau 16 September dinihari WIB. Pertandingan pertama mereka langsung tandang ke markas Liverpool. Setelah itu, Milan akan menjamu Atletico Madrid pada 29 September, kemudian melawan FC Porto pada 20 Oktober dan 4 November. Dilanjutkan dengan tandang ke markas Atletico Madrid pada 25 November sebelum menjalani pertandingan terakhir babak grup dengan menjamu Liverpool di San Siro pada 8 Desember nanti.

Laga pertama adalah kunci. Sayangnya, jadwal tersebut jatuh di pekan yang berat, sebab 3 hari sebelum tandang ke Anfield, rossoneri harus menjamu Lazio di pekan ke-3 Serie A dan pada 20 September sudah ditunggu Juventus di Allianz Stadium.

Jadwal yang makin padat sudah menunggu rossoneri dan mereka wajib menjaga stamina dan kebugaran pemainnya. Pasalnya, Milan cukup keteteran di paruh kedua musim lalu saat banyak pemainnya tumbang karena masalah cedera dan kelelahan.

Langkah pertama untuk mengantisipasi hal tersebut adalah berbuat semaksimal mungkin di bursa transfer pemain. Milan masih perlu mendatangkan pemain anyar, khususnya playmaker. Sejak ditinggal Hakan Calhanoglu, Milan masih gagal untuk mencari penggantinya.

Selain itu, posisi sayap kanan juga perlu di upgrade mengingat Samu Castillejo makin santer dikabarkan akan dijual ke Getafe. Ditambah lagi kabar miring soal gagalnya perpanjangan kontrak Frank Kessie.

Terlepas dari hasil undian yang cukup memberatkan, Milan seharusnya tetap melangkah dengan kepala tegak. Rossoneri dapat kembali tampil di Liga Champions musim ini setelah dengan luar biasa berhasil finish di peringkat kedua Serie A musim lalu.

Bila berkaca dari lawan-lawan mereka di babak grup Liga Champions musim ini, mampu finish di peringkat 3 dan lolos ke Liga Europa saja sudah jadi capaian bagus untuk Milan. Namun seperti yang kita tahu, sebagai tim besar, rossoneri punya gengsi tinggi.

Kemenangan mungkin akan sulit untuk diraih. Akan tetapi, segala daya dan upaya pasti akan ditempuh AC Milan untuk mampu lolos ke fase gugur. Rasanya, akan sangat memalukan bagi peraih 7 trofi Liga Champions tersebut apabila gagal lolos ke fase knockout apalagi bila mereka jadi juru kunci grup.

Jadi, mampukah Milan melangkah jauh di Liga Champions musim ini?

***
Sumber Referensi: UEFA, Sempre Milan, AC Milan, Sempre Milan 2.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rp109,000Rp125,000
Obral!
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rp109,000Rp120,000

Artikel Terbaru