Bursa Transfer 2021: Mimpi Buruk Bagi Tim-tim Serie A

  • Whatsapp
Bursa Transfer 2021 Mimpi Buruk Bagi Tim-tim Serie A
Bursa Transfer 2021 Mimpi Buruk Bagi Tim-tim Serie A

Musim panas 2021 sepertinya layak untuk disebut sebagai bursa transfer paling gila dalam sejarah sepak bola Eropa. Di tengah situasi pandemi yang memukul telak perekonomian, beberapa klub besar Eropa justru jor-joran dalam belanja pemain baru.

Di bursa transfer musim panas ini, terjadi berbagai perpindahan pemain yang sangat menyita perhatian. Banyak kejutan tercipta seperti PSG yang mendapat jasa Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo yang memutuskan pulang ke Manchester United jelang penutupan bursa transfer.

Bacaan Lainnya

Berita kepindahan tersebut jelas membuat bahagia pendukung PSG dan MU. Pun sama dengan pendukung Real Madrid apabila mereka berhasil menggaet Kylian Mbappe yang santer dikabarkan sangat berhasrat untuk segera berbaju Los Blancos.

Ditinggal Para Bintangnya di Bursa Transfer, Serie A Gigit Jari

Tak bisa dipungkiri bahwa beberapa pendukung klub besar Eropa tengah berbahagia dengan aktivitas transfer klub kesayangan mereka. Namun sepertinya, hal tersebut tak berlaku untuk pendukung dan penikmat Serie A Italia.

Di tengah bursa transfer musim panas yg berjalan gila dan penuh kejutan, Serie A harus gigit jari. Beberapa pemain bintang Liga Italia musim lalu dipastikan hengkang musim ini setelah laris manis di pasar transfer.

Yang terbaru jelas Cristiano Ronaldo yang memilih meninggalkan Juventus yang sudah ia bela selama 3 musim terakhir. Kehilangan CR7 yang merupakan superstar lapangan hijau adalah kehilangan terbesar Serie A musim ini.

Suka atau tidak, kedatangan Cristiano Ronaldo membawa dampak positif. Salah satunya adalah kenaikan atensi kepada Serie A yang dalam beberapa musim terakhir seolah sepi peminat. Juventus jelas yang paling ketiban untung. Kenaikan pendapatan dan popularitas jadi efek positif yang didapat Si Nyonya Tua.

Sementara untuk Serie A, kedatangan Ronaldo juga memberi dampak positif terhadap sektor finansial, khususnya yang berasal dari hak siar TV. Selain itu, beberapa pemain top Eropa mulai berdatangan ke Italia pasca bergabungnya CR7 ke Juventus. Sebut saja Matthijs de Ligt, Zlatan Ibrahimovic, hingga Christian Eriksen.

Oleh karena itulah, perginya Cristiano Ronaldo jadi sebuah kehilangan besar bagi sepak bola Italia. Bisa dibilang, magnet terbesar mereka telah hilang. Namun, Ronaldo bukanlah satu-satunya bintang yang pergi.

Sebelum kehilangan CR7, Serie A telah lebih dulu ditinggal Romelu Lukaku yang juga memilih untuk kembali ke klub lamanya. Chelsea menawar bomber Inter Milan itu dengan mahar 115 juta euro. Tak perlu waktu lama bagi Lukaku untuk menyetujui proposal tersebut.

Selama 2 musim terakhir, Lukaku adalah salah satu bomber paling berbahaya di Liga Italia. ‘Big Rom’ mencatat 72 caps dan mencetak 47 gol di Serie A selama 2 musim berseragam Inter. Musim lalu, ia berhasil membawa La Beneamata menjuarai Serie A dan memutus dominasi Juventus.

Permasalahannya, 2 pemain tadi adalah salah satu penampil terbaik Serie A, khususnya selama 2 musim terakhir. Bahkan keduanya merupakan peraih penghargaan individu Serie A musim lalu.

Lukaku yang membawa Inter juara dinobatkan sebagai MVP Serie A musim lalu. Sementara itu, Cristiano Ronaldo yang jadi top skor dengan 29 golnya adalah peraih penghargaan Serie A Best Striker.

Daftar Bintang Serie A yang Hengkang Musim Ini

Akan tetapi, Serie A tak hanya kehilangan Cristiano Ronaldo dan Romelu Lukaku. Selain keduanya, bintang Serie A musim lalu sudah ada yang lebih dulu hengkang ke Premier League. Ia adalah Cristian Romero.

Romero dilego Atalanta ke Tottenham Hotspur dengan status pinjaman. Menurut keterangan Fabrizio Romano, Spurs memiliki jaminan pembelian permanen seharga 55 juta euro di tahun 2022. Romero adalah peraih penghargaan Serie A Best Defender musim lalu. Bek berusia 23 tahun itu juga hengkang ke Premier League tak lama setelah membawa Argentina menjuarai Copa America 2021.

Kedatangan Romero ke Spurs sekaligus menyusul rekan setimnya di Atalanta, Pierluigi Gollini. Musim lalu, kiper 26 tahun itu jadi salah satu kiper terbaik di Italia dengan catatan 9 kali clean sheets. Sama seperti Romero, Gollini juga pergi ke Spurs dengan status pinjaman + opsi pembelian di akhir musim.

Jauh sebelum mereka, Serie A sudah lebih dulu kehilangan Gianluigi Donnarumma. Donnarumma yang kontraknya tak diperpanjang AC Milan telah resmi berseragam PSG. Tak bisa dipungkiri bahwa kiper 22 tahun itu adalah kiper terbaik yang dimiliki Liga Italia. Musim lalu, ia berhasil mencatat 14 clean sheet yang membuatnya dianugerahi penghargaan Serie A Best Goalkeeper.

Kepergian Donnarumma juga terjadi di saat ia menampilkan performa terbaiknya. Sebelum diresmikan sebagai pemain anyar PSG, ia tampil sangat luar biasa untuk membawa timnas Italia menjuarai EURO 2020. Bahkan, ia dinobatkan sebagai Player of the Tournament.

Sebelum mendatangkan Donnarumma, PSG sudah lebih dulu mengamankan tanda tangan Achraf Hakimi. Tak bisa dipungkiri bahwa Hakimi adalah salah satu pemain besar di Serie A musim lalu. Meski hanya semusim, Hakimi mampu langsung tampil impresif dan mempersembahkan scudetto untuk Inter.

Kepergian mereka hanya menambah daftar panjang para pemain bintang yang memutuskan meninggalkan Serie A musim ini. Meski bukan jadi yang terbaik, Rodrigo De Paul adalah salah satu gelandang terbaik Serie A musim lalu. Sayangnya, penggawa timnas Argentina itu memutuskan hengkang dari Udinese setelah dibeli Atletico Madrid seharga 35 juta euro.

Akan tetapi, kepergian Ronaldo, Lukaku, Romero, dan Donnarumma jadi yang paling ironis. Pasalnya, keempat pemain tersebut baru saja dinobatkan sebagai pemain terbaik Serie A musim 2020/2021 pada bulan Mei lalu. Hanya berselang 1 dan 2 bulan kemudian, mereka kemudian meninggalkan Serie A di bursa transfer pemain.

Kini hanya tersisa 2 peraih penghargaan pemain terbaik Serie A musim lalu yang masih bertahan di klubnya. Mereka adalah Dusan Vlahovic dan Nicolo Barella. Vlahovic adalah peraih penghargaan Serie A Best Young Player. Musim lalu, bomber Serbia berusia 21 tahun itu sukses mengemas 21 gol.

Vlahovic sudah menyatakan diri bertahan di Fiorentina meski mendapat banyak tawaran klub besar Eropa di bursa transfer musim panas ini. Sementara itu, meski kondisi keuangan Inter sedang tidak baik-baik saja, manajemen La Beneamata tak memasukkan Nicola Barella dalam daftar jual dan memilih memagarinya dengan sangat rapat. Di Serie A musim lalu, gelandang timnas Italia itu terpilih sebagai Best Midfielder.

Daya Tarik Serie A Musim Ini

Masih bertahannya Vlahovic dan Barella jadi sinyal positif bagi Serie A. Setidaknya, masih terdapat beberapa pemain berlabel bintang yang masih menarik minat penonton untuk mengikuti Liga Italia.

Kehadiran Olivier Giroud dan Mike Maignan ke AC Milan, Tammy Abraham ke AS Roma, serta Denzel Dumfries ke Inter Milan juga jadi bukti bahwa Serie A masih punya daya tarik untuk para pemain top Eropa. Selain itu, Serie A yang dulu kerap dicap sebagai liga yang akrab dengan pemain uzur, kini telah bertransformasi sebagai liga yang ramah dengan pemain muda. Bahkan tak jarang banyak pemain muda terbaik dunia muncul dari Serie A.

Mungkin itulah konsekuensi yang mesti diterima Liga Italia. Dengan banyaknya pemain muda yang sukses mereka orbitkan, maka Liga Italia kini seolah jadi klub produsen pemain berbakat yang siap dijual ke luar Italia.

Serie A masih ada harapan dengan hadirnya pelatih top Eropa yang kembali melatih tim-tim Italia. Sebut saja Massimiliano Allegri yang kembali ke Juventus, lalu ada Maurizio Sarri yang kini melatih Lazio, dan tentu saja Jose Mourinho yang kini menukangi AS Roma.

Serie A mungkin kehilangan beberapa pemain bintangnya di bursa transfer musim panas ini. Namun, bukan berarti liga mereka sudah tak menarik untuk diikuti. Level persaingan di sepak bola Italia juga makin berimbang. Tumbangnya Juventus, kembalinya AC Milan ke Liga Champions, dan juaranya Inter di musim lalu adalah sedikit buktinya.

Kini, tugas dari klub-klub Serie A adalah menyehatkan keuangan mereka agar tak mudah menjual para pemain bintangnya dengan alasan ekonomi. Dengan keuangan yang sehat, tim-tim Serie A juga bisa dengan mudah memikat pemain bintang untuk memperkuat timnya.

Seperti kehadiran Ronaldo. Datangnya pemain bintang justru memberi dampak positif kepada sektor finansial klub. Adanya pemain bintang juga akan memudahkan klub dan liga untuk menggaet sponsor dengan nominal fantastis.

Selain itu, penting bagi wakil Serie A Italia untuk segera kembali bertaji di kompetisi Eropa, baik Liga Champions maupun Liga Europa. Klub-klub besar dari liga lainnya sudah makin kompetitif. Serie A mesti segera bangkit agar ranking koefisien mereka tak terlempar dari 5 besar Eropa.

Apa yang dibutuhkan klub-klub Serie A agar tak mudah kehilangan pemain bintang adalah sehat secara finansial dan meraih prestasi di kancah Eropa. Jika mampu melakukannya, maka momen bursa transfer pemain tak akan jadi mimpi buruk yang berulang bagi klub-klub Serie A.

***
Sumber Referensi: Goal, The Guardian, Football-Italia, Football-Italia 2, Republicworld.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *