Wanginya Aroma Spanyol Di Liverpool Era Rafael Benitez

spot_img

Liverpool sebelum era Klopp juga pernah merayakan fase-fase kejayaan. Periode ketika Liverpool diambil alih pelatih berpaspor Spanyol, Rafael Benitez. Yang spesial dari Benitez ketika menukangi The Reds adalah salah satu caranya yang unik.

Ia membawa para pemain dengan aroma tanah Spanyol ke Liverpool. Dengan cara itu terbukti membuahkan hasil bagi The Kop selama periode Rafa memimpin. Era kejayaan itu dimulai di Anfield ketika Liverpool secara resmi mengakhiri kerjasamanya dengan pelatih Prancis, Gerard Houllier.

Awal Mula Liverpool Kedatangan Benitez

Houllier yang mulai menukangi Liverpool sejak Juli 1998 tak terelakan memang pernah membawa beberapa gelar bagi Liverpool. Seperti pada musim 2000/01 meraih treble, yakni juara Piala FA, Piala Liga, dan Piala UEFA.

Namun setelah itu, Liverpool mengalami penurunan prestasi. Houllier pun sepakat berpisah dengan The Reds pada 24 Mei 2004. Liverpool kemudian bergerak cepat dengan mengkonfirmasi pelatih asal Spanyol, Rafael Benitez sebagai manajer baru mereka.

Benitez terbukti sebagai pelatih yang sukses setelah sebelumnya memenangkan gelar La Liga dan Piala UEFA bersama Valencia. Benitez, yang telah menyetujui kontrak lima tahun, menjelaskan bahwa dia bermaksud melakukan sesuatu dengan caranya sendiri dan dengan gayanya sendiri di Liverpool.

Benitez ditunjuk dan mengawali karier di Liverpool pada musim 2004/05. Di mana tahun sebelumnya Liverpool nihil gelar. Benitez dengan gayanya bergerak cepat menyusun rencana bagi skuad Liverpool untuk mengarungi musim perdananya.

Benitez beroperasi di bursa transfer dengan caranya sendiri. Ketika itu muncul trademark tersendiri bagi kedatangan Benitez di Anfield. Yakni membeli beberapa pemain berpaspor Spanyol di musim pertamanya.

Eksodus Pemain Asal Spanyol

Kebijakan unik Benitez ini disetujui oleh manajemen, dan Liverpool langsung kedatangan 6 pemain sekaligus asal Negeri Matador. 4 di antaranya dibeli di musim panas dan 2 di musim dingin.

6 pemain itu terdiri dari Josemi di posisi bek yang didatangkan dari Malaga. Lalu, gelandang Antonio Nunez yang datang dari Real Madrid sebagai bagian dari kesepakatan transfer Michael Owen ke Madrid. Ketiga, gelandang Xabi Alonso dari Real Sociedad yang menjadi salah satu kunci kesuksesan permainan Benitez.

Kemudian winger Luis Garcia, yang dibeli dari Barcelona. Dia juga tulang punggung penyerangan tim di era kesuksesan Benitez. Lalu ada bek Mauricio Pellegrino dari Valencia dengan status bebas transfer, dan striker Fernando Morientes dari Real Madrid.

Eksodus pemain Spanyol di Anfield tidak berhenti sampai di musim pertamanya saja. Musim berikutnya Benitez juga kembali membawa pemain aroma Spanyol ke Anfield karena terbukti sukses di musim pertamanya.

Liverpool kembali kedatangan tiga pemain Spanyol sekaligus di musim kedua Benitez. Yang pertama adalah seorang bek yang dibeli dari Sevilla, Antonio Barragan. Kemudian posisi kiper, Benitez yang kurang puas dengan performa Jerzy Dudek akhirnya mendatangkan Pepe Reina dari Villareal. Dan yang terakhir, seorang bek muda Miki Roque yang dibeli dari klub Lleida.

Lanjut pada musim 2006/07, kini Benitez hanya mendatangkan sepasang pemain Spanyol untuk melengkapi skuadnya yang sudah nyetel. Pemain itu adalah bek kanan, Alvaro Arbeloa yang dibeli dari Deportivo La Coruna. Arbeloa adalah salah satu pemain kunci bagi pertahanan Liverpool di era Benitez. Dan satunya yakni gelandang tengah yang didatangkan dari Malaga, Francisco Manuel Duran.

Berikutnya di musim 2007/08, ketika para striker Liverpool seperti Luis Garcia dan Djibril Cisse hengkang, Benitez memutar otak untuk mengisi slot striker sebagai mesin gol baru bagi Liverpool. Benitez kembali membawa pemain asal Spanyol untuk mengisi pos itu. Ia adalah Fernando Torres. Torres didatangkan Benitez setelah penampilan moncernya bersama Atletico Madrid.

Di musim 2007/08, sebenarnya tidak hanya Torres yang datang. Nama lain asal Spanyol yang datang ketika itu adalah para pemain muda yang masuk skuad reserve maupun U-23 Liverpool macam Mikel San Jose dari Athletic Bilbao. Kemudian Daniel Pacheco dari akademi Barcelona. Dan juga Daniel Ayala yang didatangkan dari akademi Sevilla.

Di musim 2008/09, Benitez hanya menambah satu pemain asal Spanyol. Dia adalah gelandang serang serba bisa Albert Riera. Riera didatangkan dari Espanyol di musim panas sebagai penerus spot posisi yang ditinggalkan Harry Kewell.

Dan pada musim terakhirnya, Benitez tidak lagi membawa pemain asal Spanyol yang diproyeksikan di tim inti. Praktis sisa-sisa tenaga Benitez untuk Liverpool di musim itu adalah mendatangkan pemain muda U-16 seperti Suso dari Cadiz.

Dalam mendatangkan pemain, Benitez tidak serta merta “pokoknya dari Spanyol”. Namun ia sangat tepat dalam mendatangkan pemain. Hal itu terbukti setelah beberapa prestasi turut mengiringi langkahnya.

Prestasi Liverpool Di Bawah Koneksi Spanyol Benitez

Tidak butuh waktu lama bagi Benitez untuk mengukir prestasi di tanah Inggris. Di musim pertamanya, pria Spanyol itu mampu mengguncang Eropa dengan tembus ke final Champions League. Meskipun di liga mereka hanya finish di posisi 5.

Liverpool bersama Benitez di final Champions League Istanbul 2005 melawan Milan mencatatkan prestasi yang menakjubkan. The Miracle Of Istanbul, sebuah kisah comeback dramatis yang akan selalu dikenang publik Liverpool bahkan dunia. Liverpool dibawa Benitez sebagai kampiun Eropa di musim pertamanya setelah melewati babak adu penalti.

Di Piala Liga, di musim yang sama, mereka juga hampir saja meraih trophy. Tapi naas, mereka yang sudah mencapai final harus takluk di babak extra time oleh Chelsea.

Pada musim kedua, Benitez membuat The Kop menyabet trofi lagi yakni juara Piala FA. The Reds bersama Benitez juga merebut gelar juara UEFA Super Cup dengan menaklukkan CSKA Moscow.

Di awal musim 2006/07, Liverpool bersama Benitez juga menambah satu lagi gelar yakni Community Shield setelah mengalahkan Chelsea. Di musim ini juga Benitez dengan Spanish Connection-nya kembali melaju hingga final Champions League. Mereka kembali menantang AC Milan di final. Akan tetapi, kali ini The Reds harus mengakui kehebatan Milan dan gagal menjadi juara.

Selanjutnya, kiprah Liverpool bersama Benitez di musim 2007/08 hanya mampu menjadi semifinalis Champions League setelah harus tersingkir oleh Chelsea. Pencapaian terbaik Liverpool dengan Spanish Connection-nya di Premier League datang pada musim 2008/09. Ketika The Reds diantarkannya menjadi runner up.

Dan pada akhirnya di musim 2009/10, era Spanish Connection Benitez berakhir. Pada musim itu Benitez terbukti sudah tak mampu mengangkat Liverpool dengan gaya Spanish Connection-nya.

Mereka hanya finish ke peringkat 7 klasemen. Beberapa konflik pun terjadi antara Benitez, manajemen, dan pemain. Yang menjadikan kondisi internal Liverpool tidak kondusif. Benitez pun diberhentikan, dan posisinya digantikan oleh Roy Hodgson di musim berikutnya.

Meski begitu, setidaknya, era Spanish Connection ala Benitez berhasil dengan beberapa gelar dan juga bercokolnya para top skor Liverpool dari Spanyol. Fernando Torres menjadi top skor Liverpool di musim 2007/08 dengan 34 gol dan 2008/2009 dengan 22 gol. Juga sebelumnya Luis Garcia di musim 2004/2005 dengan 13 gol.

Sumber Referensi : bbc, liverpoolecho, bleacherreport

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru