Terheran-heran ketika ada klub yang sering gonta-ganti pelatih demi hasrat tidak kalahan ataupun menang trophy. Banyak klub yang tidak suka proses dalam mencapai jalur juara. Wajar saja sih, di era serba komersil ini klub kaya raya bisa seenaknya secara instan menempuh jalur juara.
Namun tidak bagi Liverpool, puasa gelar selama 30 tahun tidak membuatnya kapok setelah menunjuk jurgen Klopp seorang manajer yang belum terbukti di Liga Inggris. Musim demi musim dilalui Klopp dengan tidak selamanya mulus. Akan tetapi, manajemen sabar mempertahankannya.
📆 #OnThisDay October 8, 2015
Liverpool appoint Jurgen Klopp 🙌 pic.twitter.com/HZADZShDOI
— GOAL (@goal) October 8, 2019
Daftar Isi
Awal Kedatangan Klopp
Jurgen Klopp bergabung sebagai pelatih kepala Liverpool Pada 8 Oktober 2015. Klopp menyetujui kontrak tiga tahun untuk menjadi manajer The Reds. Proses penunjukkan Klopp terbilang unik. Selain background-nya yang cukup baik bersama Dortmund, Menurut El País, pemilik Liverpool, John W. Henry, tidak mempercayai pendapat publik dalam pemilihan pelatih.
Maka dari itu, ia menggunakan metode perhitungan matematika, persis yang ia pakai di klub bisbol miliknya, Boston Red Sox dalam meraih tiga kemenangan seri dunia. Seorang fisikawan Cambridge, Ian Graham, diminta John W. Henry untuk mencari manajer yang bisa membawa Liverpool memenangi Liga Champions Eropa dan Klopp-lah orang yang terpilih.
Hal itu tak membuat manajemen ragu untuk percaya sepenuhnya pada Klopp. Ia juga tak ragu terus memperpanjang masa jabatanya hingga sekarang kontraknya akan berakhir sampai tahun 2024.
Transfer Dan Strategi Musim Pertama Klopp
Menggantikan Brendan Rodgers sebelum paruh musim 2015/16, Klopp tercatat hanya membeli satu pemain yakni Marko Grujic pada bursa transfer Januari 2016. Meskipun hanya membeli satu pemain, Klopp berhasil mendongkrak performa Liverpool.
The Kop mampu melaju hingga final Piala Liga Inggris dan Liga Europa saat itu. Sayangnya mereka menelan kekalahan dari Manchester City dan Sevilla. Dengan skuad yang masih dalam pembentukan, Liverpool cuma dibawa ke posisi delapan klasemen akhir musim 2015/16.
Jurgen Klopp at Liverpool:
2016 League Cup final ❌
2016 Europa League final ❌
2018 Champions League final ❌ pic.twitter.com/JPny48p0r5— Ladbrokes (@Ladbrokes) May 26, 2018
Dari segi permainan, Liverpool dengan pemain warisan Rodgers mampu berubah sedikit demi sedikit. Intensitas pressing ala Klopp yang dijuluki gegenpressing itu mulai ditanamkan. Itulah pondasi awal yang ditanamkan Klopp atas bentukan strateginya.
Klopp mulai menanam filosofi dan pakem bermain di Liverpool. Sembari melakukan eksplorasi dan evaluasi untuk jangka panjang. Klopp disamping itu juga melakukan sentuhan dalam mendidik dan mengorbitkan pemain di Liverpool
Menyulap Pemain Biasa Menjadi Bintang
Klopp merupakan salah satu pelatih yang sering mengorbitkan pemain muda. Trent Alexander Arnold menjadi salah satu yang mentereng. Pemain akademi Liverpool ini melakukan debutnya pada 2017. Ia baru berusia 18 tahun saat debutnya. Hingga saat ini, Trent menjadi salah satu bintang andalan Klopp di sektor fullback kanan.
Happy 20th birthday, Trent Alexander-Arnold.
25/10/16: Liverpool debut
14/12/16: Premier League debut
09/05/17: LFC Young Player of the Season
15/08/17: First Liverpool goal
10/05/18: LFC Young Player of the Season
26/05/18: Champions League final
28/06/18: World Cup debut— Squawka (@Squawka) October 7, 2018
Klopp juga dikenal sebagai salah satu pelatih yang sering membuat pemain yang berasal dari klub semenjana menjadi pemain bintang. Nama yang paling menarik perhatian tentu saja bek kiri Liverpool, Andrew Robertson. Pemain asal Skotlandia ini didatangkan Klopp tahun 2017 dari Hull City. Saat ini, Robbo, adalah salah satu pemain kunci pembangun serangan dari sektor pertahanan kiri The Reds.
2009: Released by Celtic
2012: Plays in Scottish 4th tier
2013: Joins Dundee Utd
2014: Joins Hull City
2015: Relegated with Hull
2016: Promoted with Hull
2017: Joins Liverpool
2018: Named Scotland captain
2019: UCL winner
2020: Premier League winnerThe rise of Andy Robertson. pic.twitter.com/1Jb3smhYfC
— Squawka (@Squawka) June 25, 2020
Hal lain terjadi ketika Klopp mendatangkan Salah maupun Mane. Salah yang notabene dulu buangan Chelsea dan di Roma tidak terlalu moncer sebagai penyerang. Sedangkan Sadio Mane hanya dibeli dari klub medioker Soton dengan status pemain yang bukan bintang. Kini keduanya menjadi bintang dunia tulang punggung Liverpool di bawah Klopp.
Perjalanan Klopp Di Liverpool
Kisah perjalanan Klopp setelah adaptasi di musim pertamanya, musim berikutnya 2016/17 Klopp telah bergerak cepat membangun tim dengan mendatangkan beberapa pemain baru. Sadio Mane, Loris Karius, Joel Matip, Ragnar Klavan, Georginio Wijnaldum, hingga Alex Manninger menjadi rombongan pemain pertama yang dibeli Klopp untuk merombak skuad Liverpool saat itu.
Namun, kedatangan para pemain itu ternyata masih belum mampu memberikan Liverpool gelar juara. Di akhir musim, mereka hanya berhasil meraih tiket Liga Champions dengan menduduki peringkat keempat Liga Inggris.
Musim berikutnya 2017/18, Liverpool kembali harus belanja besar untuk memuaskan hasrat Klopp membangun tim impiannya. Mohamed Salah, Andy Robertson, Alex Oxlade-Chamberlain, hingga Virgil van Dijk bergabung ke Anfield saat itu.
Khusus untuk Van Dijk, Klopp memecahkan rekor pembelian termahal Liverpool saat itu. Mereka harus merogoh kocek hingga 75 juta poundsterling atau sekitar R 1,3 triliun.
Namun, harga mahal Van Dijk itu terbayar tuntas. Bek asal Belanda itu memperbaiki kinerja lini belakang Liverpool yang sebelumnya amburadul.
#4K | virgil van dijk
31 December 2017 . pic.twitter.com/ewwn0HIWqY— فان دايك | Van Dijk (@DIJKHQ) April 24, 2021
Secara hasil kembali apes, Klopp lagi-lagi gagal mempersembahkan trofi bagi Liverpool setelah insiden cederanya Mohamed Salah dan dua blunder Loris Karius membuat trofi Liga Champions terbang ke Real Madrid.
Real Madrid vs. Liverpool.
Rematch of the 2018 final.Ramos and Salah meet again. pic.twitter.com/sp7uO41sQY
— B/R Football (@brfootball) March 19, 2021
Meski belum memberikan trofi setelah menghamburkan dana besar, Klopp tetap mendapat kepercayaan besar dari pemilik Liverpool, John W Henry. Pengusaha asal Amerika Serikat itu terus mendanai pembelian pemain agar Klopp bisa membangun tim yang benar-benar tangguh. Hal itu menunjukan bahwa pemilik tersebut mau berproses.
Pada bursa transfer musim panas 2018/19, Liverpool bersama Klopp memboyong penjaga gawang Alisson Becker, Xherdan Shaqiri, Fabinho hingga Naby Keita. Alisson tercatat sebagai pemain yang sangat mahal. Hal itu dilakukan Klopp semata-mata dengan kalkulasi. Pos kiper adalah yang paling urgent ketika itu untuk dibenahi.
TRANSFER: Liverpool have signed Brazilian goalkeeper Allison for a record fee of £66 million. Making him the most expensive keeper in the world. #liverpool pic.twitter.com/sbhoFT5Mk3
— Premier League Transfer News (@transfer_league) July 21, 2018
Alisson juga dianggap sebagai kepingan terakhir yang dibutuhkan Klopp untuk mempersembahkan gelar juara bagi Liverpool. Benar saja, di akhir musim itu Klopp kembali berhasil membawa timnya ke final Liga Champions dan menang atas Tottenham Hotspur di partai puncak.
#OnThisDay 2019
Liverpool completed the International treble by winning the Club World Cup in Qatar.🌍👑🏆 UEFA Champions League
🏆 UEFA Super Cup
🏆 FIFA Club World CupThe Reds have been pretty busy since then….. pic.twitter.com/zUTELcqIgp
— The Anfield Wrap (@TheAnfieldWrap) December 21, 2020
Di Liga Inggris pada musim itu, Liverpool pun berhasil membuat juara bertahan Manchester City panas dingin. Penentuan juara harus dilakukan hingga laga pekan terakhir. Sayang, Liverpool kembali apes, mereka hanya mampu finish sebagai runner up dengan terpaut satu poin saja dengan Manchester City.
Berikutnya, di musim 2019/20, praktis tak ada pemain kunci yang dibeli Klopp. Dia hanya mendatangkan penjaga gawang Adrian dan pemain sayap Takumi Minamino
Yang membuat berbeda adalah Liverpool mampu tampil jauh lebih konsisten sejak awal musim. Semangat mereka terpompa untuk meraih gelar juara Liga Inggris setelah penantian lama selama 30 tahun. Ya, akhirnya penantian Klopp bersama Liverpool menjadi juara Liga Inggris terwujud di musim itu.
ON THIS DAY: In 2020, Liverpool were crowned Premier League Champions for the first time in 30 years following Chelsea’s 2-1 win against Man City.
The wait was finally over. 😅 pic.twitter.com/YaUiFdGGFx
— Squawka (@Squawka) June 25, 2021
Di musim berikutnya 2020/21 sebagai juara bertahan Klopp dilanda cobaan berat bernama cedera. Beberapa pemain penting di sektor belakang mengalami cedera panjang. Alhasil mereka terpuruk di papan 3 klasemen Liga Inggris dan gagal di babak perempatfinal Liga Champions. Klopp di musim itu hanya invest pemain seperti Thiago, Tsimikas maupun Jota.
Memasuki musim 2021/22 di saat pemain kembali dari cedera dan performa permainan ala Klopp berjalan sebagaimana mestinya. Kini pasukan Klopp menetap kembali era kesuksesannya kembali. Ia sudah mendapatkan gelar juara piala liga, masih bersaing di Liga Inggris sebagai juar. Kemudian masuk final Piala FA serta masuk semifinal Liga Champions.
Bagaimanapun, untuk mencapai itu semua sampai sekarang, Jurgen Klopp membutuhkan waktu yang lama untuk berproses membawa Liverpool meraih kesuksesan. Semua tidak instan, proses yang tidak mengkhianati hasil yang ditunjukan Klopp patut untuk dicontoh klub lain yang kadang tidak sabaran memecat pelatih yang dianggap gagal sesaat.
Sumber Referensi : skysports, fourfourtwo, transfermarket, liverpoolecho


