Perjalanan Panjang Jurgen Klopp Membangun Liverpool

spot_img

Terheran-heran ketika ada klub yang sering gonta-ganti pelatih demi hasrat tidak kalahan ataupun menang trophy. Banyak klub yang tidak suka proses dalam mencapai jalur juara. Wajar saja sih, di era serba komersil ini klub kaya raya bisa seenaknya secara instan menempuh jalur juara.

Namun tidak bagi Liverpool, puasa gelar selama 30 tahun tidak membuatnya kapok setelah menunjuk jurgen Klopp seorang manajer yang belum terbukti di Liga Inggris. Musim demi musim dilalui Klopp dengan tidak selamanya mulus. Akan tetapi, manajemen sabar mempertahankannya.

Awal Kedatangan Klopp

Jurgen Klopp bergabung sebagai pelatih kepala Liverpool Pada 8 Oktober 2015. Klopp menyetujui kontrak tiga tahun untuk menjadi manajer The Reds. Proses penunjukkan Klopp terbilang unik. Selain background-nya yang cukup baik bersama Dortmund, Menurut El País, pemilik Liverpool, John W. Henry, tidak mempercayai pendapat publik dalam pemilihan pelatih.

Maka dari itu, ia menggunakan metode perhitungan matematika, persis yang ia pakai di klub bisbol miliknya, Boston Red Sox dalam meraih tiga kemenangan seri dunia. Seorang fisikawan Cambridge, Ian Graham, diminta John W. Henry untuk mencari manajer yang bisa membawa Liverpool memenangi Liga Champions Eropa dan Klopp-lah orang yang terpilih.

Hal itu tak membuat manajemen ragu untuk percaya sepenuhnya pada Klopp. Ia juga tak ragu terus memperpanjang masa jabatanya hingga sekarang kontraknya akan berakhir sampai tahun 2024.

Transfer Dan Strategi Musim Pertama Klopp

Menggantikan Brendan Rodgers sebelum paruh musim 2015/16, Klopp tercatat hanya membeli satu pemain yakni Marko Grujic pada bursa transfer Januari 2016. Meskipun hanya membeli satu pemain, Klopp berhasil mendongkrak performa Liverpool.

The Kop mampu melaju hingga final Piala Liga Inggris dan Liga Europa saat itu. Sayangnya mereka menelan kekalahan dari Manchester City dan Sevilla. Dengan skuad yang masih dalam pembentukan, Liverpool cuma dibawa ke posisi delapan klasemen akhir musim 2015/16.

Dari segi permainan, Liverpool dengan pemain warisan Rodgers mampu berubah sedikit demi sedikit. Intensitas pressing ala Klopp yang dijuluki gegenpressing itu mulai ditanamkan. Itulah pondasi awal yang ditanamkan Klopp atas bentukan strateginya.

Klopp mulai menanam filosofi dan pakem bermain di Liverpool. Sembari melakukan eksplorasi dan evaluasi untuk jangka panjang. Klopp disamping itu juga melakukan sentuhan dalam mendidik dan mengorbitkan pemain di Liverpool

Menyulap Pemain Biasa Menjadi Bintang

Klopp merupakan salah satu pelatih yang sering mengorbitkan pemain muda. Trent Alexander Arnold menjadi salah satu yang mentereng. Pemain akademi Liverpool ini melakukan debutnya pada 2017. Ia baru berusia 18 tahun saat debutnya. Hingga saat ini, Trent menjadi salah satu bintang andalan Klopp di sektor fullback kanan.

Klopp juga dikenal sebagai salah satu pelatih yang sering membuat pemain yang berasal dari klub semenjana menjadi pemain bintang. Nama yang paling menarik perhatian tentu saja bek kiri Liverpool, Andrew Robertson. Pemain asal Skotlandia ini didatangkan Klopp tahun 2017 dari Hull City. Saat ini, Robbo, adalah salah satu pemain kunci pembangun serangan dari sektor pertahanan kiri The Reds.

Hal lain terjadi ketika Klopp mendatangkan Salah maupun Mane. Salah yang notabene dulu buangan Chelsea dan di Roma tidak terlalu moncer sebagai penyerang. Sedangkan Sadio Mane hanya dibeli dari klub medioker Soton dengan status pemain yang bukan bintang. Kini keduanya menjadi bintang dunia tulang punggung Liverpool di bawah Klopp.

Perjalanan Klopp Di Liverpool

Kisah perjalanan Klopp setelah adaptasi di musim pertamanya, musim berikutnya 2016/17 Klopp telah bergerak cepat membangun tim dengan mendatangkan beberapa pemain baru. Sadio Mane, Loris Karius, Joel Matip, Ragnar Klavan, Georginio Wijnaldum, hingga Alex Manninger menjadi rombongan pemain pertama yang dibeli Klopp untuk merombak skuad Liverpool saat itu.

Namun, kedatangan para pemain itu ternyata masih belum mampu memberikan Liverpool gelar juara. Di akhir musim, mereka hanya berhasil meraih tiket Liga Champions dengan menduduki peringkat keempat Liga Inggris.

Musim berikutnya 2017/18, Liverpool kembali harus belanja besar untuk memuaskan hasrat Klopp membangun tim impiannya. Mohamed Salah, Andy Robertson, Alex Oxlade-Chamberlain, hingga Virgil van Dijk bergabung ke Anfield saat itu.

Khusus untuk Van Dijk, Klopp memecahkan rekor pembelian termahal Liverpool saat itu. Mereka harus merogoh kocek hingga 75 juta poundsterling atau sekitar R 1,3 triliun.
Namun, harga mahal Van Dijk itu terbayar tuntas. Bek asal Belanda itu memperbaiki kinerja lini belakang Liverpool yang sebelumnya amburadul.

Secara hasil kembali apes, Klopp lagi-lagi gagal mempersembahkan trofi bagi Liverpool setelah insiden cederanya Mohamed Salah dan dua blunder Loris Karius membuat trofi Liga Champions terbang ke Real Madrid.

Meski belum memberikan trofi setelah menghamburkan dana besar, Klopp tetap mendapat kepercayaan besar dari pemilik Liverpool, John W Henry. Pengusaha asal Amerika Serikat itu terus mendanai pembelian pemain agar Klopp bisa membangun tim yang benar-benar tangguh. Hal itu menunjukan bahwa pemilik tersebut mau berproses.

Pada bursa transfer musim panas 2018/19, Liverpool bersama Klopp memboyong penjaga gawang Alisson Becker, Xherdan Shaqiri, Fabinho hingga Naby Keita. Alisson tercatat sebagai pemain yang sangat mahal. Hal itu dilakukan Klopp semata-mata dengan kalkulasi. Pos kiper adalah yang paling urgent ketika itu untuk dibenahi.

Alisson juga dianggap sebagai kepingan terakhir yang dibutuhkan Klopp untuk mempersembahkan gelar juara bagi Liverpool. Benar saja, di akhir musim itu Klopp kembali berhasil membawa timnya ke final Liga Champions dan menang atas Tottenham Hotspur di partai puncak.

Di Liga Inggris pada musim itu, Liverpool pun berhasil membuat juara bertahan Manchester City panas dingin. Penentuan juara harus dilakukan hingga laga pekan terakhir. Sayang, Liverpool kembali apes, mereka hanya mampu finish sebagai runner up dengan terpaut satu poin saja dengan Manchester City.

Berikutnya, di musim 2019/20, praktis tak ada pemain kunci yang dibeli Klopp. Dia hanya mendatangkan penjaga gawang Adrian dan pemain sayap Takumi Minamino

Yang membuat berbeda adalah Liverpool mampu tampil jauh lebih konsisten sejak awal musim. Semangat mereka terpompa untuk meraih gelar juara Liga Inggris setelah penantian lama selama 30 tahun. Ya, akhirnya penantian Klopp bersama Liverpool menjadi juara Liga Inggris terwujud di musim itu.

Di musim berikutnya 2020/21 sebagai juara bertahan Klopp dilanda cobaan berat bernama cedera. Beberapa pemain penting di sektor belakang mengalami cedera panjang. Alhasil mereka terpuruk di papan 3 klasemen Liga Inggris dan gagal di babak perempatfinal Liga Champions. Klopp di musim itu hanya invest pemain seperti Thiago, Tsimikas maupun Jota.

Memasuki musim 2021/22 di saat pemain kembali dari cedera dan performa permainan ala Klopp berjalan sebagaimana mestinya. Kini pasukan Klopp menetap kembali era kesuksesannya kembali. Ia sudah mendapatkan gelar juara piala liga, masih bersaing di Liga Inggris sebagai juar. Kemudian masuk final Piala FA serta masuk semifinal Liga Champions.

Bagaimanapun, untuk mencapai itu semua sampai sekarang, Jurgen Klopp membutuhkan waktu yang lama untuk berproses membawa Liverpool meraih kesuksesan. Semua tidak instan, proses yang tidak mengkhianati hasil yang ditunjukan Klopp patut untuk dicontoh klub lain yang kadang tidak sabaran memecat pelatih yang dianggap gagal sesaat.

Sumber Referensi : skysports, fourfourtwo, transfermarket, liverpoolecho

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru