Tangan Emas Solskjaer: Apa yang Telah Dilakukannya Sejak Menangani Manchester United?

spot_img

Ole Gunnar Solskjaer sudah menjalani sesi perekaman iklan untuk tiket musiman Manchester United musim depan. Jika sudah begini, Solskjaer sendiri pun mengaku “akan sangat aneh” jika ia tidak menetap di Manchester.

Sejak mengambil alih kursi pelatih Manchester United pada 19 Desember 2018, ketika analisis ini ditulis, Solskjaer sudah mengawal Red Devils dalam 16 laga. Dalam kurun waktu tersebut, United memenangi 13 laga, dua kali imbang, dan sekali kalah.

Ia sudah memegang rekor sebagai pelatih pertama yang memenangi delapan laga awal, serta masih meneruskan rekor kemenangan tandang dalam delapan laga berturut-turut. Tak perlu analisis njelimet, Solskjaer bisa dibilang telah mengubah wajah United ketimbang saat ditukangi Jose Mourinho. Lantas, apa sebenarnya yang telah dilakukan Solskjaer?

Yang pertama, kita harus mengakui bahwa Solskjaer telah memberi kebahagiaan bagi para pemain. ia menciptakan suasana yang tak mengekang dibanding pendahulunya. Ucapan Anthony Matial dan Paul Pogba bisa menjadi testimoni.

Pada awal Februari, Martial berucap, “Mungkin lebih mudah bermain dengan gaya seperti ini, bukan gaya bermain yang Mourinho minta. Dia memintaku untuk lebih banyak menyerang.

Sementara itu, Pogba berujar, “Sebelum Solskjaer datang aku berada dalam gelap. Di bangku cadangan. Saat ini aku senang bermain kembali. Kini aku selalu tersenyum.” Pogba menuturkan ia mengenal Soslkjaer sejak di akademi dan tim cadangan. Benar, Solskjaer adalah pelatih yang memberi debut bagi Pogba di tim cadangan (U-23) dalam usia 16 tahun, serta pelatih pertama yang membawa Pogba tampil di Old Trafford pada 2010.

Ketika ditanya apa rahasianya mengembalikan performa Pogba dan kawan-kawan, Solskjaer hanya menjawab, ia menciptakan lingkungan yang membuat para pemain ingin datang ke latihan, agar para pemain menikmati latihan, agar pemain tak takut berimprovisasi, agar pemain mengekspresikan talentanya.

Hal kedua yang barangkali luput dari perhatian penggemar adalah, Solskjaer memulangkan kembali asisten pelatih Mike Phelan. Pria berusia 56 tahun tersebut adalah orang kepercayaan Sir Alex Ferguson. Ia bahkan disebut sebagai orang yang mengoperasikan taktik United dalam tahun-tahun terakhir Sir Alex yang sudah digerogoti usia hingga sempat menjalani operasi. Phelan membawa nuansa “juara” yang akrab dengan United di masa lalu.

Dari segi taktik, Solskjaer terlihat lebih mengutamakan kecepatan di lini serang. Sebelum tertimpa badai cedera, tiga pemain di pos paling depan adalah Anthony Martial, Marcus Rashford, dan Jesse Lingard. Kombinasi trisula tersebut menghasilkan 12 gol dan 6 assist. Bahkan ketika mereka cedera, Romelu Lukaku berhasil mencetak empat gol dalam dua laga terakhir sebagai starter. Kombinasi ini jelas lebih baik dari opsi serangan Jose Mourinho, yang menyebut “tim lawan berada dalam posisi sangat bahaya jika Maruoane Fellaini bemain”.

Pilihan Solskjaer di lini tengah, sekali lagi sebelum terkena badai cedera, adalah Nemanja Matic, Paul Pogba, dan Ander Herrera. Di lini belakang, terdapat Ashley Young dan Luke Shaw yang menjaga sisi sayap, serta Viktor Lindelof yang bergiliran didampingi Chris Smalling, Phil Jones, atau Eric Bailly. Dengan formasi 4-3-3, di tangan Solskjaer, semua pemain tersebut mampu menemukan performanya kembali.

Beberapa sentuhan sederhana yang membuatnya lebih dicintai di Old Trafford ketimbang pelatih-pelatih sebelumnya antara lain, berbicara dengan seluruh sektor di klub, seperti mengunjungi latihan kelompok usia tim wanita, atau berfoto dengan sebanyak mungkin orang tua pemain akademi. Selain itu, Solskjaer juga menjaga keharmonisan tim. Jika ia marah, ia akan tetap menyimpannya dalam internal tim. Jika ditanya media, ia hanya akan berkata “telah melakukan hairdryer treatment pada beberapa pemain.

Satu hal lagi, yang barangkali paling berpengaruh, adalah bahwa Solskjaer terus menjaga kontak dengan Sir Alex Ferguson. Ia telah mengundang Sir Alex datang ke sesi latihan klub dua kali ke Carrington sejak pertama kali jadi caretaker.

Jadi, rasanya manajemen Manchester United tak perlu repot mencari pelatih baru untuk musim depan …

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rp109,000Rp125,000
Obral!
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rp109,000Rp120,000

Artikel Terbaru