Tak Hanya 2022, Inilah Aksi Protes di Piala Dunia dari Masa ke Masa

spot_img

Siapa bilang di setiap penyelenggaraan Piala Dunia selalu berjalan mulus dan adem ayem. Tentu pro dan kontra pasti selalu menyelimuti di setiap hajatan empat tahunan tersebut. Tak hanya di Qatar, di penyelenggaraan Piala Dunia beberapa tahun ke belakang juga tak lepas dari aksi protes. Nah, berikut Starting Eleven merangkum beberapa kejadian aksi protes yang mewarnai Piala Dunia dari masa ke masa.

Piala Dunia 2002

Di tahun 2002, Asia akhirnya menjadi tuan rumah Piala Dunia untuk pertama kalinya. Korea dan Jepang adalah dua negara Asia yang beruntung bisa memenangkan tender sebagai “yang punya hajat”. Namun, siapa sangka di balik suksesnya Piala Dunia 2002, ada cerita perselisihan dalam proses penunjukan kedua negara tersebut sebagai tuan rumah gabungan.

Semuanya dimulai ketika Jepang dan Korea berlomba mengajukan diri sebagai tuan rumah. Jepang yang merasa maju dalam hal teknologi dan sumber daya optimis negaranya terpilih. Korea Selatan yang juga tak mau kalah, menyindir Jepang yang tak punya prestasi mentereng dibanding negaranya dalam hal sepakbola.

Perselisihan itu pun saling berbalas hingga akhirnya sampailah pada kesepakatan FIFA yang setuju kedua negara tersebut menjadi tuan rumah bersama. Namun, permasalahan kembali terjadi. Korea minta namanya didahulukan dalam tagline Piala Dunia 2002. Sedangkan FIFA sudah setuju Jepang jadi nama pertama dalam tagline tersebut, karena sesuai urutan abjad nama depan negara.

Polemik itu pun sampai menjalar ke aksi protes. Demonstran Korea pun ikut turun tangan. Di luar kedutaan Jepang di Seoul, para penggila bola Korea lancarkan aksi protes. Bahwa Jepang harus dicabut haknya sebagai tuan rumah, kecuali tulisan Korea berada di depan Jepang. Akhirnya FIFA dan Jepang pun luluh, dan FIFA menyepakati bahwa namanya sah menjadi Piala Dunia 2002 Korea-Jepang.

Piala Dunia 2006

Di Piala Dunia 2006 yang dihelat di Jerman aksi protes pun banyak terjadi. Di antaranya adalah aksi protes terhadap kelompok ekstrem kanan Jerman yang mendukung kampanye anti orang asing. Kita tahu di Jerman ada kelompok ekstrem kanan yang mempunyai partai di parlemen Jerman, yakni partai NPD.

Awal masalah dari protes itu adalah reaksi atas demonstrasi 200 anggota partai ekstrem kanan NPD. Mereka demo dengan mengenakan atribut negara Iran untuk mendukung Presiden Iran waktu itu, Ahmadinejad.

Dalam aksi protes yang akhirnya dibubarkan oleh polisi setempat itu, dibalas oleh ratusan orang yang berkumpul di Kota Nurnberg untuk memprotes pemimpin Iran menjelang pertandingan Piala Dunia antara Iran vs Meksiko.

Para pengunjuk rasa yang termasuk komunitas Yahudi lokal dan kelompok pengasingan Iran, mengecam Presiden Ahmadinejad yang dianggap telah menghancurkan Iran. Nah, dalam aksi tandingan tersebut, pemerintah Jerman turut ikut campur.

Ketua parlemen Jerman saat itu, Norbert Lammert mengimbau demonstran untuk memberikan sikap yang jelas mengenai kelompok ekstrem kanan. Ia menekankan, dalam Piala Dunia, Jerman akan tampil sebagai negara dengan wajah yang ramah dan terbuka bagi dunia luar. Sementara itu, partai NPD dituduh sengaja ingin menyalahgunakan Piala Dunia sebagai alat untuk menyebarkan ide anti orang asing.

Piala Dunia 2010

Pada perhelatan Piala Dunia 2010 yang pertama kali diselenggarakan di Benua Afrika, juga tak luput dari gelombang aksi protes. Kali ini aksi protes tersebut datang dari pekerja penjaga stadion. Di mana Afrika Selatan lewat perusahaan yang bernama Stallion banyak mempekerjakan sipil sebagai pasukan tambahan pengamanan stadion selain aparat.

Ribuan penjaga yang ditugaskan untuk memastikan keamanan di stadion kemudian protes dan melakukan pemogokan di Johannesburg, Durban, dan, Cape Town beberapa jam sebelum kick-off pertandingan Piala Dunia, dengan alasan perselisihan upah.

Para penjaga stadion tersebut mengatakan kepada BBC bahwa mereka sering bekerja dalam shift yang lebih. Dan mereka marah sekaligus menuduh perusahaan melakukan eksploitasi.

Para penjaga itu awalnya mengatakan bahwa mereka dijanjikan upah 194 dollar per shift, ketika menandatangani kontrak dengan perusahaan tersebut. Namun sebaliknya, mereka mengatakan hanya menerima 24 dollar per shift.

Mengetahui hal itu, pengurus perusahaan tersebut menolak mengomentarinya. Mereka tak peduli. Maka dari itu, beberapa aksi pun terjadi di jalanan. Para pekerja penjaga stadion berkumpul sekitar ribuan orang melampiaskan kemarahan mereka atas hal ini. Bentrokan dengan polisi anti huru-hara pun terjadi.

Piala Dunia 2014

Bentrokan dalam aksi protes pun terjadi dalam skala yang cukup masif menjelang Piala Dunia 2014 Brasil. Demo anarkis di beberapa kota seperti Rio De Janeiro, Brasília, maupun São Paulo menjadi cerita kelam bagi ajang empat tahunan tersebut.

Aksi protes tersebut akar masalahnya klasik, yakni ketidakadilan. Di mana pengunjuk rasa melihat pemerintah lebih memilih menghambur-hamburkan banyak uang untuk hajatan yang hanya sebulan, ketimbang memperhatikan kondisi sekitar masyarakat Brasil yang sedang krisis terutama dalam masalah kemiskinan maupun kesehatan.

Aksi turun ke jalan pun terjadi. Bentrok dengan polisi anti huru-hara pun tak terhindarkan. Bahkan aparat sampai melepaskan gas air mata. Aksi-aksi Vandalisme pun banyak mewarnai aksi protes ini.

Akibatnya, banyak para demonstran yang ditangkap pihak keamanan. Tercatat total lebih dari 128 orang ditangkap dalam kejadian ini di beberapa kota. Akibat dari keosnya situasi tersebut, akhirnya Presiden Brasil saat itu, Dilma Rousseff berjanji untuk menginvestasikan 25 miliar dollar untuk kerugian transportasi dan fasilitas umum, maupun tuntutan tertulis dari para demonstran.

Piala Dunia 2018

Pemandangan unik yang sering dikenal sebagai “Pitch Invader” terjadi di partai final Piala Dunia 2018 di Rusia. Bagaimana empat orang anggota kelompok Pussy Riot berlari ke tengah lapangan dengan menggunakan seragam keamanan Rusia.

Untuk yang belum tau, Pussy Riot itu adalah sebuah gerakan kelompok seni pertunjukan yang protes pada aksi feminis Rusia dengan balutan musik punk rock yang provokatif. Mereka yang beranggotakan beberapa wanita itu juga termasuk gerakan penentang kebijakan Presiden Putin.

Dikatakan kepada BBC, keempat orang yang masuk stadion tersebut murni sebagai bentuk aksi protes ketika seni pertunjukan dipakai oleh Putin untuk lahirnya pelanggaran hak asasi manusia di Rusia. Akibat ulah keempat orang tersebut, akhirnya pihak keamanan menahan keempatnya selama 15 hari untuk dimintai keterangan secara lengkap.

Piala Dunia 2022

Sampailah pada Piala Dunia Qatar 2022. Piala Dunia yang penuh dengan gelombang aksi protes dan kontroversi. Dari mulai aksi protes tentang kematian beberapa buruh migran di Qatar, aksi para pendukung Iran, maupun aksi mendukung LGBT.

Beberapa pekerja migran di Qatar yang terbukti meninggal akibat Piala Dunia Qatar disorot serius dunia internasional. Beberapa negara serta aktivis yang konsen terhadap hak asasi manusia pun serius menentang masalah ini. Salah satunya Jerman. Jerman yang sangat vokal dalam hal ini sering berkampanye dengan slogan Human Rights.

Begitupun dengan isu LGBT yang dipermasalahkan Qatar. Timnas Inggris, Jerman, Denmark, Belgia, Belanda maupun Wales yang ingin protes dengan menggunakan ban kapten “One Love” akhirnya dikecam dan dilarang FIFA.

Aksi protes lain juga terjadi ketika pendukung Iran memprotes tentang kematian seorang wanita, Mahsa Amini yang meninggal hanya karena jilbabnya terlalu longgar. Protes tersebut dilakukan di luar maupun di dalam stadion oleh pendukung Iran yang konsen terhadap isu keadilan di negaranya tersebut.

https://youtu.be/lHviIM-ulnQ

Sumber Referensi : theguardian, bbc, bbc, bbc, en.as

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru