Kegagalan Menyakitkan Brazil di Lima Piala Dunia Beruntun

spot_img

Timnas Brazil kembali gagal mencapai babak semifinal di Piala Dunia 2022 usai takluk dari Kroasia melalui skema adu penalti. Setelah bola yang ditendang Marquinhos mengenai tiang dan justru menjauhi gawang, seketika itu pula teriakan kemenangan pemain Kroasia pun pecah.

Di sisi lain pemain-pemain Brazil tertunduk lesu. Raut wajah yang kurang mengenakan pun terlihat jelas. Bahkan sederet pemain tak kuasa menahan air mata dan mungkin yang paling disorot adalah Neymar, karena sang pemain sempat menyatakan kalau Piala Dunia 2022 bisa jadi yang terakhir baginya.

Kekalahan atas Kroasia kemarin telah memperpanjang daftar kegagalan menyakitkan Brazil di fase gugur Piala Dunia. Bukan sekali dua kali Brazil menelan pil pahit di lima fase gugur Piala Dunia secara beruntun. Lantas bagaimana kisahnya?

Takluk dari Prancis di 2006

Rangkaian kegagalan ini berawal di Piala Dunia 2006. Selecao yang datang ke Jerman dengan status juara bertahan pun mengemban misi untuk mempertahankan gelar juara dunianya. Namun nahas, di babak perempat final mereka justru kandas di tangan Prancis dengan skor tipis 1-0.

Brazil menuju Piala Dunia 2006 masih dengan sebagian besar skuad juara dunia 2002. Hanya saja ada beberapa penambahan pemain dan pergantian kursi kepelatihan. Meski bertabur bintang, Brazil tak bisa lepas dari kutukan juara bertahan yang terus menghantui.

Namun, Ronaldinho dkk mampu mematahkan kutukan tersebut, mereka berhasil lolos ke babak 16 besar dengan hasil meyakinkan. Bergabung dengan Australia, Jepang, dan Kroasia di Grup F, skuad asuhan Carlos Alberto Parreira menyapu bersih tiga pertandingan babak penyisihan Grup dan lolos sebagai pemuncak klasemen.

Di babak 16 besar, Brazil harus menghadapi Ghana. Skuad The Black Stars ternyata bukan halangan berarti bagi Selecao. Namun, setelah mengalahkan Ghana, Tim Samba kandas di babak perempatfinal oleh salah satu tim kuat lainnya, yakni Prancis. 

Tanpa menyampingkan performa ciamik Zinedine Zidane yang menari indah di lini tengah, Thierry Henry-lah yang menjadi mimpi buruk Timnas Brazil kala itu. Gol semata wayangnya di menit 57 berhasil memulangkan sang juara bertahan sekaligus memupuskan asa Selecao untuk mempertahankan gelarnya.

Kalah dari Belanda di Piala Dunia 2010

Empat tahun berselang, hal serupa tapi tak sama kembali dialami oleh Timnas Brazil. Berangkat ke Afrika Selatan dengan kekuatan terbaik, Selecao lolos ke babak 16 besar dengan meyakinkan. Dari tiga pertandingan yang mereka mainkan, skuad asuhan Coach Dunga berhasil mengantongi dua kemenangan atas Korea Utara dan Pantai Gading, serta satu hasil imbang kala menghadapi Portugal.

Tujuh poin sudah cukup bagi Brazil untuk memimpin klasemen Grup G guna melangkahkan kaki ke fase gugur. Bertemu Chile di babak 16 besar, tak membuat Dani Alves cs gentar. Mereka berhasil mengatasi perlawanan tim yang diperkuat Alexis Sanchez dengan mudah. Melalui tiga gol yang dicetak Juan, Luis Fabiano, dan Robinho, Brazil melangkah ke babak perempat final.

Petaka kembali menghampiri Brazil di babak perempat final. Menghadapi Timnas Belanda, skuad asuhan Dunga harus menelan pil pahit karena di-comeback oleh tim asuhan Bert van Marwijk. Meski sempat unggul lebih dulu melalui gol cepat Robinho, Belanda berhasil membalikan keadaan menjadi 2-1 di babak kedua.

Salah satu kesalahan Brazil saat itu adalah ketidakmampuan lini tengah meredam pergerakan Wesley Sneijder. Ia jadi pemain yang paling bersinar dalam pertandingan tersebut. Pergerakan dan kreativitas Sneijder mengobrak-abrik lini pertahanan Brasil. Bahkan dua gol De Oranje merupakan buah kerja keras Sneijder. Salah satunya melalui sundulan yang memunculkan selebrasi tepok jidat yang sangat ikonik waktu itu.

2014: Brazil Dipermalukan di Kandang Sendiri 

Tahun 2014 Brazil ditunjuk sebagai tuan rumah pesta sepakbola paling akbar tersebut. Mendapat keuntungan sebagai tim yang bermain di depan publik sendiri, Selecao menetapkan target maksimal yaitu juara. Mereka ingin meraih trofi Piala Dunia keenam di depan masyarakat Brazil.

Namun, kesulitan langsung hadir saat Neymar dan kolega mencapai sistem gugur. Tim Samba susah payah saat kembali bertemu Chile. Mereka hanya mampu menang lewat adu penalti, Kemudian Selecao hanya menaklukkan Kolombia dengan skor tipis 2-1 untuk mengamankan satu tempat di babak semifinal. Brazil bisa bernafas lega, setidaknya mereka tak lagi gagal di perempat final.

Namun bencana sesungguhnya bagi Brazil justru dibawa oleh tim kuat yang kala itu keluar sebagai kampiun, Jerman. Menghadapi Der Panzer di partai semifinal, Brazil babak belur dihajar Thomas Muller dkk dengan skor sangat telak 7-1. Kekalahan memalukan ini sekaligus mengakhiri perjalanan Tim Samba di Piala Dunia lebih dini dari perkiraan.

Lagi-lagi, kelemahan Brazil berada di lini tengah. Dilansir BRfootball, dua gelandang bertahan Brazil, Luiz Gustavo dan Fernandinho gagal menghentikan serangan yang dilancarkan Jerman. Terlebih Dante yang menggantikan peran Thiago Silva dirasa tak berjalan dengan baik. Performanya sangat buruk.

Kalah Dari Generasi Emas Belgia

Di Piala Dunia 2018 pun demikian. Meski kembali menjadi tim yang diunggulkan, nyatanya mereka tak mampu berbicara banyak. Perjalanan Brazil kembali mentok di perempat final setelah dikalahkan oleh tim nasional yang katanya sedang dihuni oleh para generasi emasnya Belgia.

Lagi-lagi Brazil dengan nyaman melenggang ke babak 16 besar sebagai juara Grup E Piala Dunia 2018 dengan mengumpulkan tujuh poin. Di babak 16 besar, Brazil bertemu dengan sesama wakil CONMEBOL, Meksiko. Menghadapi tim yang selalu gagal di 16 besar membuat anak asuh Tite tampil pede. Memusatkan serangan pada Neymar, Brazil berhasil memenangkan laga dengan mencetak dua gol tanpa balas.

Berkat kemenangan itu, Brazil melangkah ke perempatfinal dengan dihantui kegagalan di masa lalu. Dan benar saja, melawan generasi emas Belgia, Selecao keok. Laga yang dimainkan di Kazan itu kembali mendatangkan tangis bagi Tim Samba. Kecemerlangan Thibaut Courtois di bawah mistar dan Kevin De Bruyne di lini tengah membuat Brazil kembali mengemasi barangnya di babak perempat final.

Piala Dunia 2022: Kalah dari Kroasia 

Yang teranyar terulang di Piala Dunia 2022. Kembali berangkat dengan skuad termewah di Qatar, Brazil sudah pasti jadi unggulan di edisi kali ini. Mereka bahkan diprediksi bakal mencapai partai final dan menghadapi Argentina untuk memperebutkan gelar juara.

Sayangnya, Dewi Fortuna lagi-lagi enggan berpihak pada anak asuh Tite. Meski berhasil lolos sebagai pemuncak klasemen Grup G, nasibnya kurang mujur di fase gugur, terutama di babak perempat final. Bertemu tim kejutan edisi lalu, yakni Kroasia, Timnas Brazil dipaksa pulang kampung lebih cepat melalui drama adu penalti.

Kroasia berhasil memenangkan babak adu tos-tosan dengan skor 4-2 setelah tendangan penalti Marquinhos membentur tiang gawang. Vatreni pun lolos ke semifinal Piala Dunia 2022, sementara Brasil harus rela angkat koper dari Qatar. Mungkin Brazil bisa lolos dari kutukan juara bertahan, tapi tampaknya mereka belum menemukan solusi untuk menembus babak final dalam lima edisi Piala Dunia terakhir.

Sumber: Talksport, Bleacher Report, Goal, DW, Eurosport, The Guardian

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rp109,000Rp125,000
Obral!
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rp109,000Rp120,000

Artikel Terbaru