Kekalahan telak 4-1 dari rival sekota Manchester City menyisakan beberapa masalah di tubuh Manchester United. Beberapa kabar di luar lapangan menyebutkan ada beberapa pemain yang memang sudah tidak punya semangat lagi untuk membela tim Manchester itu.
Dari beberapa pemain tersebut muncul kabar bahwa salah satu bintang muda mereka Marcus Rashford termasuk dalam daftar pemain yang bermasalah. Ia bahkan akhir-akhir ini mengisyaratkan semakin tidak betah tinggal di Old Trafford. Lantas, apa yang menyebabkan ia semakin tidak betah di Old Trafford?
Rashford & 3 Manchester United Players Unhappy With Ralf Rangnick Finally Revealed!
Congrats https://t.co/HBYb3vEYD8— Football Bests (@FootballBests96) March 8, 2022
Daftar Isi
Performa Menurun
Tidak dipungkiri performa Rashford musim ini bisa dinilai jauh dari kata baik. Ia mengawali musim dengan absen di beberapa laga karena harus menjalani operasi bahu yang dideritanya. Ia baru bermain melawan Leicester di Premier League sebagai pemain pengganti di musim ini pada Oktober 2021.
Performa Rashford setelah pulih dari cedera pun tidak spesial. Ia kerap bermain buruk dan cenderung kurang bersemangat dalam lapangan. Performa menurun ini terlihat drastis di masa kepemimpinan pelatih Ralf Rangnick. Pasalnya, di bawah Ole musim lalu, ia menjadi salah satu bagian penting MU meraih posisi runner up.
Di bawah Rangnick hingga sekarang performanya naik turun, seperti apa yang ia tunjukan ketika partai piala FA saat MU berhadapan dengan Aston Villa. Ia bermain buruk selama pertandingan bahkan sampai mendapat cemoohan dari fans setelah pertandingan, karena ia terlihat lesu saat mengejar bola muntahan yang bisa saja dikejar dan menjadi gol.
‘He’s really f***ing me off’: Manchester United fans furiously question Marcus Rashford’s desire during FA Cup clash with Aston Villa https://t.co/TpmqCBS2HO
— MailOnline Sport (@MailSport) January 11, 2022
Sejak dari itu publik MU berpendapat bahwa performa Rashford sedang tidak baik-baik saja musim ini. Selain efek cederanya, penampilan Rashford setelah kepergian Ole nampaknya dipengaruhi menit bermainnya yang terlihat kurang.
Faktor Menit Bermain
Faktor menit bermain Rashford di MU menjadi penyebab penting ia mulai tak betah tinggal di Theater of Dreams. Tentu kondisi itu harus ia terima akibat penampilannya yang belum prima dan mau tidak mau harus dicadangkan oleh pelatih.
Mengingat ia butuh menit bermain lebih untuk memulihkan kembali penampilannya ketika lama berkutat dengan cedera bahunya. Sejak Rashford bermain sebagai starter pada partai melawan Newcastle pada Desember 2021, dia hanya bermain tiga kali sebagai starter dari 11 pertandingan terakhir United.
Rashford menjadi starter pada leg pertama babak 16 besar Champions League di Atletico Madrid dan pertandingan Piala FA melawan Aston Villa dan Middlesbrough
Pada satu kesempatan dia tidak bisa bermain karena cederanya kambuh lagi, selebihnya ia hanya menghuni bangku cadangan. Kekalahan 4-1 dari Manchester City di Etihad adalah penampilan keenamnya dari bangku cadangan pada musim ini.
Marcus Rashford lost his place to Pogba (LW), Sancho & now Elanga even though Greenwood, Cavani, Ronaldo & Martial were unavailable for a derby, all in the space of 12 months!
Injury hasnt helped either so its a very shaky time for Rash. He must RISE AGAIN! Quickly. #mufc pic.twitter.com/RqwarqEJzU
— Pundit Jay (@pundit_jay) March 7, 2022
Seiring dengan belum pulihnya performa Rashford, menit bermain Rashford juga dihakimi sang pelatih Rangnick. Beda cerita di jaman Ole ketika Rashford kurang perform ia tetap dipakai sebagai starter di pertandingan selanjutnya.
Faktor kepercayaan pelatih sekarang ternyata berbeda. Tampaknya Rashford tidak dipercaya oleh Rangnick. Meskipun Rangnick mengatakan bahwa akan berbuat semampunya agar potensi Rashford bisa dimanfaatkan kembali.
Marcus Rashford is considering his future at Manchester United after growing unhappy with his game time under Ralf Rangnick.
Story: @FabrizioRomano, @JamieJackson___ and @DaveHytner https://t.co/qyqlpikrZm
— Guardian sport (@guardian_sport) March 8, 2022
Faktor Taktik Pelatih
Selain faktor kurangnya menit bermain, faktor penerapan posisi Rashford dalam skema taktik Rangnick juga menjadi penyebab tidak nyamannya Rashford di MU sekarang. Dengan pakem 4-2-2-2 atau 4-2-3-1 ala Rangnick, Rashford dinilai tidak cocok menjalankannya. Meski saat dilatih Ole, dengan skema 4-2-3-1, Rashford malah cocok dan bahkan menjadi kekuatan Ole di penyerang kiri musim lalu.
Skema counter attack Ole tampaknya lebih cocok bagi Rashford ketimbang permainan pressing Rangnick. Dalam membangun serangan seringkali terlihat Rashford selalu kebingungan dengan pakem baru Rangnick. Tak jarang ia juga sering dituntut Rangnick untuk sesekali terlibat dalam pertahanan ketika diserang lawan.
Di bawah Rangnick, ia kesulitan beradaptasi dengan filosofi gegenpressing. Kerja kerasnya untuk memahaminya selama dalam latihan selama ini belum terlihat. Disamping itu juga posisi nyaman Rashford di penyerang kiri sering diabaikan oleh Rangnick.
Rangnick akhir-akhir ini lebih sering memasang Jadon Sancho atau Paul Pogba di lini kiri penyerangan United. Rashford pernah dicoba di posisi penyerang kanan dan hasilnya kurang memuaskan. Sehingga Rangnick berputar otak untuk menampilkan seorang Anthony Elanga, pemain belia yang dipercaya dan berbuah hasil di lini kanan penyerangan United.
Man Utd’s Marcus Rashford rescue mission involving ex-target and Jadon Sancho masterplanhttps://t.co/Ixhneuk9aY pic.twitter.com/aBsiUWZgye
— Mirror Football (@MirrorFootball) March 10, 2022
Kehadiran sosok pemain baru seperti Sancho yang akhir-akhir ini kembali meningkat, semangat menggebu-nggebu dari anak muda seperti Elanga dan juga kehadiran seorang Ronaldo membuat Rashford luput dari sorotan dan cenderung kalah bersaing dengan mereka. Ia seperti tenggelam namanya dari skuad United akhir-akhir ini.
Beberapa rentetan penyebab seperti kurangnya menit bermain serta ketidaknyamanan posisi barunya, bisa saja menjadi kenyataan bahwa Rashford benar-benar geram dan memutuskan untuk meninggalkan Old Trafford musim depan. Mengingat hal itu didorong oleh keterikatan Rashford secara kontrak di United.
Kontrak Habis 2023
Pemain berusia 24 tahun itu memiliki kontrak hingga tahun 2023 dan United memiliki opsi untuk memperpanjang Rashford satu tahun lagi. Secara harga dipasaran Rashford juga masih tinggi jika dilepas manajemen United di musim depan, ketimbang pergi dengan status free transfer pada 2023. Namun, agaknya sampai sekarang hal itu urung dibicarakan manajemen United.
More on Marcus Rashford story. His contract expires in June 2023 but Man United have an option to extend for further season, I’m told. No decision made yet. 🔴 #MUFC
Sources tell me that he’s ‘concerned’ and bemused with his role within the team due to a lack of playing time. pic.twitter.com/tVGSf2uYfM
— Fabrizio Romano (@FabrizioRomano) March 7, 2022
Sekarang, bagaimanapun MU bersama Rangnick akan tetap bertugas sementara sampai akhir musim dan Rashford harus mempertimbangkan apakah dia mau bekerja keras untuk United dalam meningkatkan performanya guna dipercaya lagi oleh Rangnick.
Kurangnya menit bermain, membuat posisi Rashford di Timnas Inggris juga terancam. Penyerang United itu kemungkinan dicoret dari pertandingan persahabatan Inggris melawan Swiss dan Pantai Gading akhir bulan Maret 2022 ini.
Marcus Rashford is set to be dropped from the England squad, sources have told ESPN.
Full story: https://t.co/t2PpFDU4m3 pic.twitter.com/y8RJXAUGZ0
— ESPN UK (@ESPNUK) March 8, 2022
Rashford mau tidak mau harus bekerja ekstra keras untuk meningkatkan performa nya guna dipercaya kembali Southgate pergi ke Qatar 2022 bersama Timnas Inggris.
Bagaimanapun secara keputusan, Rashford tetap akan menanti setiap kejelasan yang akan diberikan oleh United. Di sisi lain keengganan Rashford untuk bertahan di Old Trafford juga semakin tinggi. Terlebih sudah ada beberapa tawaran dari klub lainnya seperti klub kaya baru Newcastle, Arsenal sampai PSG.
🗣 “Somewhere like PSG. I’ve got that down as a good move.”
Marcus Rashford has been urged to leave Old Trafford following reports that he is unhappy with the amount of game time at Manchester United 😥https://t.co/4Xmg1aUAig
— SPORTbible (@sportbible) March 9, 2022
Manchester United musim depan sedang dalam pencarian manajer permanen, dengan Mauricio Pochettino dan Erik ten Hag sebagai kandidat favorit. Kemungkinan Rashford untuk bertahan dan pergi dari United juga sedikit dipengaruhi faktor ini. Kebutuhan peran Rashford dalam skema pelatih baru akan cocok atau tidak bagi sang pelatih berikutnya.
https://youtu.be/CB3-dm6KyEE
Sumber Referensi : talksport, irishtimes, sportbible, fourfourtwo


