Peluit kick off Premier League memang belum ditiup. Namun, angin kepercayaan mulai berhembus kencang dari London Utara. Setelah dua musim berturut-turut hanya menjadi bayang-bayang Manchester City dan Liverpool, kini publik Emirates yakin. Bahwa inilah saatnya Meriam London meruntuhkan tembok yang menghalangi tim menuju tangga juara Premier League.
Kepercayaan itu bukan sekadar harapan kosong. Ini tumbuh dari pondasi yang kuat. Dari rekrutan pemain yang kian meyakinkan, kedalaman skuad yang semakin matang, dan semangat yang tak pernah padam. Di balik wajah tenang Mikel Arteta, tersimpan keyakinan bahwa tim ini telah belajar dari luka-luka masa lalu, dan siap menulis akhir yang berbeda di musim 2025/26.
Sudah tak ada alasan lagi bagi skuad asuhan Mikel Arteta untuk menjadi yang kedua lagi. Ini harusnya jadi momentum yang tepat untuk berjaya. Namun, mampukah Mikel Arteta mendirikan istana di atas pondasi yang sudah tertata rapi ini?
Daftar Isi
Geliat Transfer
Tanda-tanda bahwa Arsenal bakal juara Premier League musim depan dimulai dari geliat transfer di musim panas kali ini. Musim panas 2025 seakan jadi panggung pertunjukan bagi Arsenal. Mereka seakan berkelakar kalau bos mereka nggak pelit seperti apa yang sering dibicarakan oleh para haters.
Jika sebelumnya The Gunners dikenal hati-hati dan penuh perhitungan, kali ini mereka datang seperti predator lapar. Kalau membeli pemain mahal, mungkin semua klub bisa. Tapi, geliat transfer mereka bukan cuma soal belanja besar, tapi juga soal ketepatan. Arsenal benar-benar menunjukan keselarasan itu musim ini.
Dari lini belakang sampai depan, tak luput dari perhatian Mikel Arteta. Di sektor penjaga gawang, Arteta meminta klub untuk mendatangkan penjaga gawang yang sempat terbuang dari Chelsea, Kepa Arrizabalaga. Harganya pun murah, cuma 5 juta euro saja. Namun, kualitasnya tak bisa dipandang remeh. Mengutip catatan Fotmob, dari 134 tembakan yang dihadapi Kepa, 97 diantaranya berhasil ia mentahkan.
Hanya untuk pelapis David Raya, Kepa dirasa terlalu bagus. Tapi ini jadi bentuk keseriusan Arsenal menghadapi musim depan yang semakin padat. Di lini tengah, datang Martín Zubimendi dan Christian Nørgaard. Dua gelandang dengan karakter kontras tapi saling melengkapi.
Keduanya siap memperkaya dinamika permainan melalui kreativitas dan mobilitasnya. Sementara di lini depan, ada Noni Madueke dan Viktor Gyokeres. Madueke mungkin hanya akan jadi pelapis Bukayo Saka. Namun, jika berbicara soal Gyokeres, jelas. Dirinya akan menempati posisi ujung tombak.
Kedalaman Skuad
Dengan kedatangan pemain-pemain kaliber Martin Zubimendi dan Viktor Gyokeres, Arsenal bukan cuma sibuk menambal celah. Mereka tengah membangun barak militer, di mana barak itu akan berisi pemain-pemain yang siap berdarah-darah demi satu tujuan, yakni gelar juara di akhir musim.
Skuad Meriam London sekarang bukan lagi sekadar barisan para pemain medioker, tapi lebih mirip armada perang. Kalau dulu fans waswas tiap ada pemain yang cedera, kini yang lahir justru dilema. Siapa yang layak duduk di bangku cadangan, karena yang pantas jadi starter terlalu banyak.
Di musim lalu, kedalaman skuad memang jadi masalah bagi tim. Arsenal yang konsisten bermain di empat kompetisi hanya punya 11 pemain andalan. Seperti di sektor sayap misalnya. Musim lalu, Bukayo Saka tak memiliki cover yang sepadan. Itu membuatnya minim waktu istirahat. Menyikapi hal ini, Arsenal justru mendatangkan Raheem Sterling yang kualitasnya jauh di bawah Saka.
Posisi striker bernasib lebih parah. Di paruh kedua musim 2024/25, Arsenal bermain tanpa striker. Gabriel Jesus sakit-sakitan. Kai Havertz yang mulai menemukan form terbaik justru cedera. Arsenal kesulitan untuk menjebol lawan hingga akhirnya harus berharap pada Mikel Merino dan skema-skema bola mati.
Striker yang Ditunggu
Ngomong-ngomong soal lini depan, Arsenal memang kesulitan untuk mencari striker berkualitas dalam beberapa tahun terakhir. Setelah kepergian Robin Van Persie, mungkin pemain yang bisa diandalkan untuk terus mencetak gol setiap musim bisa dihitung jari. Terakhir kali Arsenal punya striker top cer adalah Pierre Emerick-Aubameyang.
Namun, konsistensinya tak bertahan lama. Tercatat, Auba mampu mencetak lebih dari 20 gol di dua musim saja. Musim 2018/19 dan 2019/20. Setelah itu, performanya menurun drastis. Ia hanya mencetak 10 gol di musim 2020/21.
Selepas kepergian Aubameyang, Meriam London membajak Gabriel Jesus dari Manchester City. Namun, hasilnya tak sesuai prediksi. Sang pemain justru lebih sering mengunjungi klinik kesehatan ketimbang kamp latihan. Permasalahan lini depan pun diperkirakan terselesaikan lantaran musim 2025/26 Arsenal sudah memiliki Viktor Gyokeres.
Pemain asal Swedia ini bak sebuah kepingan terakhir bagi skuad Mikel Arteta. Eks tangan kanan Pep Guardiola itu butuh pemain yang menjadi pusat permainan di lini serang. Arteta butuh striker yang bisa memaksimalkan sekecil apa pun peluang. Arteta butuh penyerang yang mampu mencetak gol dari segala situasi yang ada. Dan Gyokeres adalah pemain itu. Striker yang diprediksi bakal menggaransi 20 gol per musim.
Stabilitas dan Pertahanan Kuat
Selain dari sektor materi pemain, ada faktor lain yang bisa jadi kunci kejayaan Arsenal musim depan. Itu adalah pertahanan mereka. Mikel Arteta seakan ingin mengadopsi paham yang dipopulerkan oleh pelatih terbaik di Premier League, Sir Alex Ferguson. Bahwa permainan menyerang membuat tim memenangkan pertandingan namun bermain bertahan membuat tim memenangkan trofi.
Sudah dua musim terakhir, Meriam London mencatatkan jumlah kebobolan paling sedikit di Premier League. Musim lalu misalnya. Arsenal hanya kebobolan 34 gol. Lebih baik dari Manchester City yang kebobolan 44 gol dan Liverpool yang kebobolan 41 gol. Sebuah statistik yang tak lahir dari kebetulan, melainkan hasil dari sistem yang matang, komunikasi yang utuh, dan kedewasaan taktik dari Mikel Arteta.
Jika William Saliba tak pindah ke Real Madrid musim panas ini, ia akan kembali jadi andalan di lini belakang. Bersama Gabriel Magalhaes, duet ini bagaikan menara kembar. Saliba, dengan ketenangan selevel veteran, mampu membaca permainan lawan seolah sedang membaca novel yang sudah pernah ia tamatkan. Gabriel, di sisi lain, hadir dengan kekuatan dan determinasi. Keras saat dibutuhkan, tapi cerdas saat menahan diri.
Mikel Arteta Itself
Semua instrumen ini akan dikendalikan oleh sang mastermind, Mikel Arteta itself. Lima tahun lebih Arteta mengukir cerita di Arsenal, dan sekarang kisah itu nampak mendekati klimaks. Harapannya, Arteta tak perlu menjadikan musim 2025/26 sebagai tahun pembelajaran lagi.
Benih sudah ditanam sejak tahun 2019. Dan Arsenal siap memanen hasilnya di tahun 2026. Skuad Arsenal musim depan bukan hanya sekadar “hasil belanja”, tapi hasil pemurnian visi sang pelatih. Bahkan para pemain tahu, bahwa bermain di bawah arahan Arteta bukan cuma soal menunaikan pekerjaan, ini adalah kehormatan.
Selama lebih dari lima tahun pula, Arteta telah berevolusi. Di saat tekanan semakin tinggi, Arteta justru makin tenang. Ia tidak terlalu banyak berteriak di pinggir lapangan seperti tahun-tahun awal. Ia sekarang seperti pemain catur Magnus Carlsen di sebuah turnamen. Diam, berpikir, hanya mengeluarkan satu gerakan kecil, tapi dengan rencana sepuluh langkah ke depan.
Maka dari itu, jika nantinya Arsenal juara Premier League musim 2025/26, jangan cari satu momen ajaib. Lihat perjalanan panjang yang dilalui Mikel Arteta. Lihat bagaimana Arteta belajar dan memperbaiki setiap kesalahannya setiap tahun. Dan lihat bagaimana ia mengubah tim muda jadi tim bermental juara.
Potensi Ancaman
Sialnya, Arsenal bukan tanpa pesaing. Liverpool barangkali jadi yang paling merepotkan nantinya. Di saat Arsenal mulai menyusun puzzle, Liverpool justru semakin dar der dor di bursa transfer. Orang gila mana yang kepikiran untuk membuat trio antara Hugo Ekitike, Alexander Isak dan gelandang 125 juta euro, Florian Wirtz? Cuma Arne Slot.
Mereka bukan lagi ingin mempertahankan gelar juara. Liverpool lebih dari itu. Mereka ingin mendominasi. Layaknya Manchester United beberapa tahun lalu. Arsenal kini berdoa saja. Jangan sampai United ikutan gacor musim depan. Kalau Setan Merah udah kembali marah, Arsenal butuh lebih dari sebuah keajaiban untuk menjuarai Premier League.
____
Sumber: ESPN, Sky Sport, BBC, Football London


