Tahun Baru 2023, tapi Masalah AC Milan Masih Sama

spot_img

Tahun 2022 menjadi tahun yang indah bagi AC Milan dan para pendukung setianya. Setelah menunggu 11 tahun lamanya, Milan akhirnya kembali menjuarai Serie A Italia.

Keberhasilan Milan merengkuh scudetto ke-19 tersebut lalu dirayakan dengan sebuah parade juara yang memenuhi jalanan Kota Milan. Maklum, 11 tahun bukanlah waktu yang sebentar, apalagi scudetto musim lalu diraih usai melangkahi rival sekota, Inter.

Sayangnya, suka cita tersebut tak bisa terus dirayakan. Musim berganti, muncul masalah baru yang kembali menguji Stefano Pioli.

Masalah Milan di Awal Musim 2022/2023: Badai Cedera dan Rekrutan yang Gagal

Di akhir musim 2021/2022, usaha Milan untuk memperpanjang kontrak Alessio Romagnoli dan Franck Kessie tak menemui kata sepakat. Alhasil, keduanya pergi meninggalkan San Siro secara cuma-cuma. Bagai dejavu, kejadian tersebut sudah tak terlalu mengagetkan.

Di samping itu, raihan scudetto dan kelolosan ke Liga Champions membuat Milan dapat dana segar. Meski masih sangat perhitungan, 48,20 juta euro mereka keluarkan untuk mendatangkan 5 pemain anyar. Mereka adalah Divock Origi, Charles De Ketelaere, Malick Thiaw, serta Sergino Dest dan Aster Vranckx yang datang dengan status pinjaman.

Selain mereka, Milan juga mempermanenkan Alessandro Florenzi dan Junior Messias. Tomasso Pobega dan Yacine Adli juga kembali dari masa pinjaman.

Amunisi tambahan tersebut sempat memberi angin segar bagi Stefano Pioli untuk mempertahankan scudetto. Namun, masalah muncul saat para pemain anyar tadi tak mampu memberi kontribusi instan.

Origi dan De Ketelaere yang diharapkan akan mampu mempertajam lini depan justru tampil melempem. Begitu pula dengan Adli yang masih butuh waktu untuk adaptasi.

Belum selesai satu masalah, muncul masalah yang lebih berat. Di tiap pekannya, skuad Milan seperti terus digerogoti oleh badai cedera yang datang silih berganti. Dampaknya, Pioli terpaksa memainkan stok pemain yang ada. Kelelahan, sudah pasti.

Beruntung, mentalitas juara Milan belum pudar. Dengan skuad apa adanya, mereka berhasil mengakhiri tahun 2022 dengan finish di posisi kedua klasemen Serie A. Rossoneri juga berhasil lolos ke babak 16 besar Liga Champions.

Pencapaian tersebut jelas didapat dengan susah payah. Di awal musim, rossoneri agak terseok dengan 2 kali membuang poin penuh kala ditahan imbang Atalanta dan Sassuolo.

Davide Calabria dan kolega kemudian menelan kekalahan pertama mereka musim ini kala takluk 1-2 dari Napoli di San Siro. Sebuah kekalahan yang masuk diakal mengingat betapa ganasnya I Partenopei musim ini.

Namun, tidak dengan kekalahan di kandang Torino di giornata 12 dan hasil 0-0 di kandang tim juru kunci, Cremonese. Andai tidak membuang-buang poin, Milan sebenarnya bisa memangkas jarak dengan Napoli dan mengkudeta runner-up lebih cepat.

Rossoneri sudah mengkudeta runner-up sejak pekan ke-11. Namun, karena 2 hasil buruk di kandang Torino dan Cremonese tersebut, posisi Milan jadi rawan dikudeta.

Sebenarnya, pencapaian Milan di akhir tahun 2022 mirip dengan apa yang mereka capai di musim lalu. Patokannya adalah hasil setelah 15 pertandingan pertama Serie A. Musim lalu, Milan meraih 35 poin, sedangkan musim ini meraih 33 poin. Pembedanya jumlah kemenangan, yakni 11 kemenangan berbanding 10 kemenangan.

Perbedaan gol dan kebobolan juga tipis. Musim lalu, 33 gol berhasil dicetak dari 15 pertandingan pertama. Meski menurun, musim ini Milan masih bisa menjaringkan 29 gol di Serie A.

Menariknya, meski tanpa kehadiran Mike Maignan di bawah mistar gawang, Rossoneri sukses mencatat jumlah kebobolan lebih sedikit. Gawang Milan yang dijaga Ciprian Tatarusanu baru kebobolan 15 gol, sedangkan musim lalu sudah kebobolan 18 gol hanya dari 15 pertandingan.

Perbedaan paling mencolok adalah jarak poin dengan pemuncak klasemen. Musim lalu, dengan catatan statistik seperti itu, Milan hanya berjarak 1 poin dari Inter. Namun, kini Milan yang duduk di peringkat kedua berjarak 8 poin dari Napoli.

Artinya, performa Napoli musim ini memang terlalu bagus bagi pesaingnya. Namun, bagi Milan sendiri, mau sampai kapan mereka terus mengandalkan stok pemain yang ada?

AC Milan: Tahun Baru, Masalah Lama

Apa yang dicapai Milan di awal musim ini sebenarnya modal yang bagus untuk mengarungi paruh kedua Serie A di tahun 2023. Apalagi, jeda kompetisi datang di waktu yang tepat, khususnya bagi penggawa Milan yang jarang istirahat karena minimnya rotasi akibat berkurangnya stok pemain yang tergerus cedera.

Di pekan terakhir Serie A sebelum jeda Piala Dunia, Milan punya 6 pemain yang tengah menepi. Mereka adalah Florenzi, Saelemaekers, Calabria, Messias, Maignan, dan Ibrahimovic. Waktu jeda tersebut bisa dipakai untuk memaksimalkan recovery.

Selain itu, jeda Piala Dunia yang hadir di tengah kompetisi juga dipakai Stefano Pioli untuk memantapkan persiapan jelang restart Serie A. Milan sudah memulai pertandingan uji coba pada 8 Desember 2022 dengan kemenangan 2-0 atas klub Serie D, Lumezzane.

Setelah itu, Milan mengikuti turnamen Dubai Super Cup. Mulai dari sinilah, kelemahan dan kekurangan Milan terekspos. Menghadapi lawan sepadan, yakni Arsenal dan Liverpool, Milan tumbang dengan skor 2-1 dan 4-1.

Pulang dari Dubai, pasukan Stefano Pioli kemudian menjalani laga uji coba terakhir di Belanda dengan menghadapi tuan rumah PSV. Secara mengejutkan, juara bertahan Serie A itu kandas 3 gol tanpa balas.

Kekalahan di kandang PSV adalah alarm merah bagi Milan. Bagaimana tidak, Milan menelan 3 kekalahan dari 4 laga uji coba yang mereka jalani. Ini membuktikan kalau tanpa Theo Hernandez, Rafael Leao, dan Olivier Giroud, pertahanan Milan keropos sementara lini serang jadi tumpul.

Kondisi tersebut kemudian diperparah dengan munculnya sebuah masalah. Bukannya hadiah Natal atau tahun baru, sebuah masalah lama membuat AC Milan harus menyambut tahun baru 2023 ini dengan kecemasan.

Masalah tersebut adalah kembali cederanya penggawa Milan. Sepulang dari Belanda, Ante Rebic divonis cedera aduktor paha kiri, sementara Fode Ballo-Toure mengalami dislokasi bahu yang membuatnya naik meja operasi.

Sebelumnya, Divock Origi sudah lebih dulu menepi karena cedera otot. Sementara kiper Mike Maignan yang diprediksi comeback di bulan Januari ini ternyata juga harus menepi lebih lama lagi. Cedera betis yang ia derita sejak akhir September 2022 butuh waktu tambahan untuk pulih. Maignan bahkan diprediksi akan melewatkan laga Supercoppa Italia dan leg pertama babak 16 besar UCL kontra Tottenham.

Situasi darurat itu membuat rencana Milan di bursa transfer Januari ini berubah. Tadinya, Milan baru akan belanja pemain jika Bakayoko terjual. Milan juga berencana meminjamkan Marko Lazetic dan Yacine Adli ke klub lain.

Memang, takeover Milan dari Elliot Management ke RedBird Capital Partners beberapa bulan lalu tidak mengubah kebijakan transfer Milan. Il Diavolo Rosso tetap perhitungan dan berusaha belanja seminimal mungkin.

Akan tetapi, kondisi darurat yang tengah terjadi membuat manajemen Milan tergoda untuk belanja pemain baru. Perpanjangan kontrak Bennacer dan Leao tetap jadi prioritas. Namun, di samping itu, Milan tengah berusaha mendatangkan kiper baru di Januari ini.

Penyebabnya adalah penampilan kurang meyakinkan duo kiper gaek mereka, Ciprian Tatarusanu dan Antonio Mirante. Milan sejatinya baru membeli Devis Vazquez dari klub Paraguay, Guarani. Namun, kiper 24 tahun itu kabarnya baru akan berseragam Milan di musim panas nanti.

Milan kini tengah menggoda Atalanta untuk melepas Marco Sportiello di bulan Januari. Tadinya, rossoneri baru akan membeli Sportiello saat kontraknya habis di akhir musim. Sementara menurut laporan Gianluca Di Marzio, Milan juga tengah menjajaki untuk meminjam kiper ketiga PSG, Sergio Rico.

Selain itu, cederanya Origi dan Rebic yang membuat stok penyerang Milan tinggal Giroud seorang membuat Lazetic dan Adli dikabarkan tak jadi dilepas. Charles De Ketelaere yang belum menunjukkan kualitasnya kabarnya juga akan dicoba sebagai false nine.

Jika kondisi makin mendesak, Milan dirumorkan siap mengeluarkan uang untuk membeli striker baru. Namun, jangan harap harganya mahal ya.

Serangkaian masalah ini telah membuat AC Milan memulai tahun 2023 dengan kondisi kurang ideal. Jelang lawatan mereka ke kandang Salernitana di giornata 16, Milan masih tanpa Florenzi, Ibrahimovic, Rebic, Origi, Ballo-Toure, dan Maignan.

Beruntungnya, Saelemaekers, Junior Messias, dan kapten Davide Calabria sudah pulih dari cedera. Theo, Giroud, dan Leao juga telah kembali. Terbukti, kehadiran mereka sangat mengubah Milan.

Meski banyak buang-buang peluang, Rossoneri sukses mengandaskan Salernitana dengan skor 2-1. Di laga tersebut Rafael Leao jadi pencetak gol pertama. Menariknya, dalam 3 tahun terakhir, Leao selalu jadi pencetak gol pertama Milan di awal tahun.

Akan tetapi, sekali lagi, mau sampai kapan Milan terus mengandalkan muka-muka lama mereka? Bagaimanapun, meski sukses mengawali tahun 2023 dengan hasil positif, paruh kedua musim 2022/2023 akan jauh lebih padat dan berat.

Ada trofi yang harus diperjuangkan dan ada titel juara yang harus dipertahankan. Jika Milan tak bisa menyelesaikan masalah lamanya, bukan tak mungkin trofi scudetto bisa lepas dari genggaman.

https://youtu.be/YVJ4jFDYCVI
***
Referensi: Transfermarkt, Football Italia, SempreMilan, SkySport, SkySport2, MilanReports.

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru