Sven Mislintat, Pemandu Bakat Si “Mata Berlian” Yang Jadi Rebutan Stuttgart & Dortmund

  • Whatsapp
Sven Mislintat, Si “Mata Berlian” Rebutan Stuttgart dan Dortmund
Sven Mislintat, Si “Mata Berlian” Rebutan Stuttgart dan Dortmund

Salah satu tim yang tampil mengejutkan di Bundesliga musim ini adalah Vfb Stuttgart. Datang sebagai tim promosi, Stuttgart tampil menawan dengan pasukan mudanya.

Stuttgart, juara Bundesliga 5 kali itu kembali promosi ke Bundesliga musim ini setelah jadi runner-up divisi dua liga Jerman. Mereka promosi bersama Arminia Bielefeld yang jadi juara divisi dua.

Namun, untuk sementara ini, performa Stuttgart jauh lebih baik ketimbang Arminia. Pasalnya, klub berjuluk Die Schwaben itu tengah menghuni peringkat 9 klasemen Bundesliga hingga pekan ke-28. Hasil tersebut didapat berkat 10 kemenangan dan 9 hasil imbang.

Hasil yang bertolak belakang dengan Arminia yang menghuni peringkat 15 dan terancam degradasi. Yang lebih mengejutkan, Stuttgart tampil di Bundesliga dengan skuad muda. Dilansir dari transfermarkt, rerata usia pemain Stuttgart adalah 24,3 tahun.

Banyak yang menyanjung Pellegrino Matarazzo dibalik sukses Stuttgart musim ini. Pelatih 43 tahun asal Amerika Serikat itu memang pelatih berbakat dan merupakan lulusan Hennes Weisweiler Akademie, seangkatan dengan Julian Nagelsmann.

Akan tetapi, Matarazzo tak akan mampu menjalankan seluruh taktiknya dengan baik bila tak didukung pemain yang mumpuni. Untuk itulah, dia mesti berterima kasih kepada sosok Sven Mislintat yang telah menyediakan amunisi bagus di dalam skuad Stuttgart.

Sven Mislintat pula yang menunjuk Matarazzo sebagai pelatih kepala Stuttgart pada Desember 2019. Lalu, siapa sebenarnya Sven Mislintat ini? Berikut ulasannya.

Restrukturisasi Stuttgart Pasca Degradasi di Tahun 2019

Perubahan besar Stuttgart di awali pada bulan Februari 2019, dimana terjadi pergantian di jajaran direktur Stuttgart. Michael Reschke, kepala direktur olahraga klub diberhentikan, lalu Stuttgart menunjuk legenda mereka, Thomas Hitzlsperger sebagai kepala direktur olahraga yang baru.

Hitzlsperger lalu membuat langkah besar berikutnya. Di bulan April 2019 dia menunjuk Sven Mislintat sebagai direktur olahraga. Mislintat hadir setelah pada bulan Februari sebelumnya baru saja dipecat Arsenal sebagai kepala pencari bakat.

Mulai aktif bekerja pada bulan Mei 2019, Mislintat dihadapkan dengan situasi sulit. Stuttgart terdegradasi ke divisi dua setelah kalah di playf-off relegasi melawan Union Berlin. Alhasil, Die Schwaben kehilangan banyak pemain andalannya yang memilih hengkang, seperti Benjamin Pavard, Santiago Ascacibar, dan Ozan Kabak yang terpaksa dijual ke klub rival.

Setelah itu, Sven Mislintat melakukan perombakan besar di Stuttgart. Pasca beberapa pemain seniornya dijual, Mislintat merekrut beberapa pemain muda berbakat ke dalam skuad.

Yang juga mengejutkan adalah keputusan klub memecat Tim Walter dari kursi pelatih pada Desember 2019 meski Stuttgart tampil cukup lumayan. Disitulah peran Mislintat yang berani menunjuk Pellegrino Matarazzo sebagai pelatih kepala.

Sebuah keputusan berani dari Mislintat. Pasalnya, Matarazzo belum pernah sekalipun memegang tim utama. Malang melintang di tim yunior berbagai klub Jerman, Matarazzo adalah asisten pelatih Hoffenheim sebelum ditunjuk sebagai pelatih kepala Stuttgart.

Namun ternyata, keputusan Mislintat tepat. Di bawah asuhan Matarazzo, Stuttgart tampil menjanjikan. Stuttgart di bawanya finish di posisi kedua dan promosi ke Bundesliga. Tak hanya itu, rekrutan muda yang didatangkan Mislintat juga mampu dimaksimalkan Matarazzo.

Penampilan apik dengan formasi 3-4-2-1 bersama skuad muda itu berlanjut di musim ini. Stuttgart mendapat sorotan, sebab starting eleven mereka didominasi para pemain muda. Bahkan, pemuncak daftar top skor dan top asis mereka masih berusia sangat muda.

Di daftar top skor ada striker 23 tahun, Sasa Kalajdzic dengan koleksi 14 gol. Di bawahnya ada Silas Wamangituka yang masih berusia 21 tahun dengan torehan 11 gol. Di daftar top asis, ada Borna Sosa, bek kiri yang masih berusia 23 tahun tapi sudah membukukan 10 asis.

Musim ini, Stuttgart sangatlah mengandalkan pemain muda, seperti Sasa Kalajdzic, Mateo Klimowicz, Silas Wamangituka, Wataru Endo, Gregor Kobel, Waldemar Anton, dan Philipp Forster. Dan otak dibalik semua perekrutan pemain berbakat itu adalah Sven Mislintat.

Dialah sosok dibalik restrukturiasi skuad Stuttgart pasca terdegradasi 2 tahun lalu. Kejelian Mislintat dalam mencium pemain muda berbakat berdampak baik ke performa klub. Tak hanya itu, kini beberapa rekrutan Mislintat, seperti Sasa Kalajdzic, Silas Wamangituka, dan Wataru Endo jadi incaran klub lain.

Sukses di Stuttgart, Sven Mislintat Diincar Borussia Dortmund

Kesuksesan Mislintat sebagai direktur olahraga Stuttgart mengundang decak kagum. Tak hanya itu, Mislintat kini tengah jadi buah bibir. Pasalnya, dia tengah diincar oleh Borussia Dortmund untuk mengisi jabatan direktur sepak bola yang akan ditinggalkan Michael Zorc di akhir musim nanti.

Melihat kejelian dan keberhasilannya di Stuttgart, wajar bila klub lain seperti Dortmund tertarik memakai jasa Mislintat. Apalagi, rasa-rasanya Mislintat bakal sulit menolak tawaran Dortmund. Sebab ini berkaitan dengan perjalanan karier Mislintat.

Sven Mislintat mendapat reputasinya dari Borussia Dortmund. Dia memulai kariernya sebagai pencari bakat di klub tersebut pada 2006 silam dan bekerja di bawah komando Michael Zorc.

Mislintat bekerja untuk Dortmund dari 2006 hingga 2017. Selama masa itu, dia 2 kali naik pangkat, yaitu menjadi kepala pencari bakat dan direktur pencari bakat Borussia Dortmund.

Mislintat adalah orang di balik layar yang membantu Jurgen Klopp membangun tim Borussia Dortmund. Saling bahu membahu bersama Klopp, Dortmund meraih 2 trofi Bundesliga, 2 trofi DFL-Supercup, dan 2 trofi DFL-Pokal saat Mislintat masih di Dortmund.

Dialah yang memberi Jurgen Klopp amunisi untuk meruntuhkan dominasi Bayern Munchen. Dari 2006 hingga hengkang pada 2017 silam, beberapa rekrutan terbaik Mislintat di Dortmund antara lain, Mats hummels, Robert Lewandowksi, Lukas Piszczek, Ousmane Dembele, Pierre-Emerick Aubameyang, Henrikh Mkhitaryan, Marco Reus, Ilkay Gundogan, Neven Subotic, dan Shinji Kagawa.

Seperti yang kita ketahui, sebagian besar rekrutan Mislintat tersebut sudah hengkang dari Signal Iduna Park. Mereka tadinya dibeli dengan harga murah, bahkan ada yang gratis, lalu sukses dijual ke klub lain dengan harga mahal.

Namun, momen yang sebetulnya mengubah hidup Mislintat terjadi pada tahun 2010 silam. Kala itu, Mislintat nekat bolak-balik 6 kali untuk menonton dan menganalisi pertandingan Cerezo Osaka. Di sana dia merekam dan memantau permainan Shinji Kagawa.

Pembelian gratis Kagawa terbukti jadi momen yang mengubah karier Mislintat. Sebab, Kagawa adalah salah satu kunci permainan Dortmund saat itu. Mislintat sendiri mengakui hal tersebut saat diwawancarai SoccerDays 2 tahun silam.

“Pemain kunci untuk karir saya adalah Kagawa. Jika Anda dapat menemukan pemain muda di divisi dua dan dia direkrut dengan sedikit bayaran, kemudian membuat dampak di Bundesliga, itulah momen penting yang dibutuhkan semua orang dalam karier mereka,” ujar Sven Mislintat dikutip dari bundesliga.com.

Momen itulah yang membuat Sven Mislintat mendapat julukan ‘Diamond Eye’ atau si ‘Mata Berlian’. Sebuah julukan yang masuk akal, sebab Mislintat terbukti jeli melihat dan mencium bakat-bakat terbaik sepak bola.

Akan tetapi, bakat Mislintat tidak hanya itu. Dialah yang mengawasi ‘Footbonaut’ Dortmund yang terkenal. Sebuah teknologi pelatihan inovatif yang menembakkan bola ke pemain dari berbagai sudut dan dengan kecepatan yang bervariasi untuk membantu meningkatkan kontrol, sentuhan, dan waktu reaksi.

Atas dasar itulah, Dortmund sangat menyadari betapa pentingnya kehadiran Sven Mislintat untuk mereka di masa depan. Dortmund jelas punya kedekatan emosional dengan Mislintat. Namun, posisinya di Stuttgart saat ini juga sedang tinggi-tingginya.

Stuttgart pasti mati-matian mempertahankan Mislintat. Namun, tak ada salahnya pendukung Dortmund berharap agar ‘Mata Berlian’ mereka mau kembali dan mengangkat prestasi Borussia Dortmund seperti sedia kala.

Jadi, mau ke mana Sven Mislintat musim depan? Bertahan atau menerima tawaran Dortmund? Mari kita tunggu jawabannya di akhir musim nanti.

***
Sumber Referensi: Goal, Bundesliga 1, Bundesliga 2, Transfermarkt, Liga Olahraga

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *