Nama Cristiano Ronaldo, di usia yang terbilang tua, memang masih jadi andalan Juventus. Dia bahkan menjadi salah satu andalan klub asal Italia itu untuk dapatkan gelar. Meski harus diakui kualitasnya, Ronaldo yang didatangkan dengan harapan mampu membawa Juve raih gelar di Eropa belum juga berhasil mewujudkan itu semua.
Ronaldo hanya mampu torehkan gelar domestik. Bahkan, pada musim lalu dirinya gagal membawa Juventus pertahankan gelar Serie A. Di kompetisi Liga Champions Eropa sendiri, seperti yang sudah dijelaskan, dia selalu gagal membawa Juve melaju lebih jauh. Menempatkan Juve di babak perempat final pada musim debutnya, pria 36 tahun ini lantas hanya mampu membawa Juve sampai ke babak 16 besar dalam dua musim berikutnya.
“In Italy, we’re going through an era where we’re losing our identity. We used to be known foe defending and look at Juve giving away easy goals (vs Porto).”
– Alessandro Del Piero pic.twitter.com/txNPuVJyvQ
— Italian Football TV (@IFTVofficial) March 21, 2021
Kini, di tengah kabar yang menyebut bila Juve bakal melakukan perombakan di bawah pelatih Massimiliano Allegri, nama Ronaldo santer dilaporkan tidak masuk ke dalam rencana.
According to multiple reports in Italy, Cristiano Ronaldo could join PSG in a swap deal with Mauro Icardi, if Kylian Mbappé signs for Real Madrid. https://t.co/AFgBixJBGW #Juve #Juventus #SerieA #Calcio #Transfers
— footballitalia (@footballitalia) July 23, 2021
Sekali lagi, di usia yang memang seharusnya tinggal nikmati masa istirahatnya, Ronaldo memang layak untuk berhenti dari segala hiruk pikuk sepakbola. Diluar kegagalannya membawa Juve raih gelar Eropa, dunia tetap menganggap dirinya merupakan salah satu nama fenomenal dalam sepakbola. Prestasi serta kualitasnya di atas lapangan tidak akan pernah terlupa.
Bila memang benar-benar harus berhenti dari dunia yang telah membesarkan namanya, siapa kira-kira pemain yang cocok teruskan kejayaannya? Berikut starting eleven berikan daftarnya.
Daftar Isi
Joao Felix (Atletico Madrid)
Nama Joao Felix mungkin sedikit tenggelam ketika putuskan untuk bergabung dengan Atletico Madrid. Bintang muda asal Portugal itu disebut belum keluarkan seluruh kualitasnya sebagai seorang pemain bintang. Namun hal itu tidak lantas jadi kekhawatiran berlebih. Pasalnya usia nya masih tergolong muda, dengan dirinya masih bisa terus mengembangkan bakatnya bersama Los Rojiblancos.
Selain itu, jangan lupakan torehan briliannya ketika dia masih tercatat sebagai pemain Benfica. Tepat pada musim 2018/19, nama Joao Felix berhasil mencetak 15 gol dan 7 assist dalam 21 penampilannya. Dari seluruh gol yang dicetaknya bersama Benfica, Joao Felix juga pernah ciptakan rekor luar biasa.
Tepat pada April 2019 lalu, dia berhasil mencetak tiga gol saat membantu Benfica menang dengan skor 4-2 atas Eintracht Frankfurt, pada laga leg pertama babak perempat final Liga Europa. Rentetan gol yang ditorehkan di laga itu membuat Felix tercatat sebagai pemain termuda sepanjang sejarah Liga Europa yang bisa membuat hattrick. Saat itu, usianya baru menyentuh 19 tahun dan 152 hari.
Namanya sebagai wonderkids asal Portugal pun kian melambung. Dia disebut sebagai penerus era kejayaan Cristiano Ronaldo berkat capaian mengagumkan itu. Bahkan, apa yang telah ditunjukkannya membuat banyak klub Eropa, seperti Juventus, Real Madrid, Barcelona, Manchester City hingga Manchester United menginginkan jasanya.
Akan tetapi, Atletico Madrid lah yang justru berhasil mendapatkannya setelah menebus sang pemain dengan mahar sebesar 2 triliun rupiah.
Seperti yang sudah disinggung di awal, meski penampilannya belum maksimal, Felix tetap mampu membawa aura kebintangannya ke klub tersebut. Dia telah diturunkan pelatih Diego Simeone dalam 76 pertandingan dengan berhasil mencetak sebanyak 19 gol.
Menarik dinanti kiprah Joao Felix bersama Atletico Madrid maupun timnas Portugal selanjutnya, yang berpotensi gantikan peran Ronaldo sebagai bintang sepakbola.
João Félix 18/19:
🦅43 games, 20 goals & 11 assists for Benfica
🇵🇹senior international debut
🏆Liga NOS
🏆UEFA Nations League
🥇Liga NOS Breakthrough Player Award
🥇Europa League Squad of the Season
🥇Golden Boy Award
💰transfer to Atletico Madrid for 126M€Incredible year. pic.twitter.com/VHmAEcpf4o
— Football Talent Scout – Jacek Kulig (@FTalentScout) July 13, 2021
Jadon Sancho (Manchester United)
Jadon Sancho baru saja merampungkan kepindahannya menuju Manchester United. Klub yang bermarkas di Old Trafford itu resmi dapatkan jasa Sancho setelah menebusnya dari Borussia Dortmund dengan mahar sebesar 800 miliar rupiah.
Sudah bisa disaksikan bagaimana peran Jadon Sancho ketika masih tampil bersama Die Borussen. Dia yang mulanya jadi pemain buangan Manchester City, justru berhasil mengambil alih peran di sisi sayap Dortmund. Bersama klub yang berkompetisi di Bundesliga itu, Sancho berhasil catatkan 50 gol dan 64 assist dalam 137 penampilan.
Jadon Sancho merupakan tipe pemain yang banyak mengandalkan kecepatan dan tendangan akurat dari sisi sayap. Persis seperti yang biasa dilakukan Ronaldo ketika beraksi di atas lapangan.
Bergabung dengan MU tentu berpotensi membuat nama Sancho jadi bintang baru klub tersebut. Terlebih, Sancho berpotensi jadi penerus CR7, mengingat fakta yang menyebut bila posisi sayap merupakan bagian penting dari skuad Setan Merah untuk menebar ancaman kepada para tim lawan.
Meski disana ada nama Mason Greenwood yang juga tampil mengesankan, Sancho dipercaya lebih cocok untuk menempati posisi sayap United.
Kira-kira, mampukah nama Jadon Sancho teruskan kejayaan CR7 di Old Trafford?
🎩 @Sanchooo10‘s record in the Bundesliga:
👤 Apps – 99
⚽ Goals – 36
🅰️ Assists – 43
🏹 Shots/90 – 1.8
🔐 Key Passes/90 – 2.6
🤤 Dribbles/90 – 3.4
🌡️ WS Rating – 7.49🥳 Sancho turns 21(!) today pic.twitter.com/2bM9i8lpE6
— WhoScored.com (@WhoScored) March 25, 2021
Federico Chiesa (Juventus)
Sepakbola Italia tengah menikmati kembalinya masa kejayaan mereka, usai trofi Piala Eropa sukses dibawa pulang.
Salah satu nama yang bersinar dalam membawa Gli Azzurri berjaya adalah Federico Chiesa. Bintang Juventus ini berhasil menjawab tantangan yang diberikan pelatih Roberto Mancini di gelaran akbar tersebut. Berada satu tim dengan Ronaldo di Juventus tampak membuat Chiesa mempelajari banyak hal.
Di gelaran Piala Eropa kemarin, selain persembahkan gelar, Chiesa juga sukses ciptakan rekor, yaitu berhasill mencetak gol di gelaran Euro seperti sang ayah. Ya, Federico Chiesa berhasil mencetak gol untuk timnas Italia dalam laga melawan Austria di babak 16 besar. Sementara itu, sang ayah, Enrico Chiesa, juga pernah mencetak gol di gelaran Euro, 25 tahun lalu. Praktis, ini membuat rekor baru ketika ayah dan anak sama-sama berhasil membukukan gol di era masing-masing dalam sejarah Euro.
Sepanjang turnamen itu sendiri, Chiesa yang tampil dalam 7 laga berhasil ciptakan dua gol.
Sementara bersama Juventus musim lalu, dia juga sukses catatkan raihan yang tak kalah gemilang. Chiesa, yang masih berusia 23 tahun mampu torehkan delapan gol dan delapan assist dari 30 penampilan.
Meski masih butuh banyak capaian luar biasa, keterampilan bermainnya di atas lapangan membuat Chiesa layak disebut sebagai calon bintang masa depan. Kecepatan, kelincahan, serta akurasi tendangan yang baik juga membuatnya layak dimasukkan ke dalam calon penerus kejayaan Cristiano Ronaldo.
Federico Chiesa 💯. Don’t often see right footed wingers play well on the right flank. He is good pic.twitter.com/RIngVW6Euk
— Dan (@DynamicDan3) July 18, 2021
Erling Braut Haaland (Borussia Dortmund)
Sulit untuk menjabarkan betapa hebatnya sosok Erling Haaland saat ini. Pemain muda bertalenta itu sudah terlihat sebagai calon bintang masa depan. Dibekali fisik mumpuni dan insting mencetak gol tinggi, membuat Haaland banyak diincar oleh klub-klub besar Eropa.
Secara teknik, dia juga tak kalah hebat kala mengobrak abrik pertahanan lawan. Kecepatannya tak jarang membuat lawan kalang kabut. Selain itu, kepandaiannya dalam mencari ruang juga seringkali membuat timnya mendapat keuntungan. Sejak muncul sebagai salah satu bakat muda terbaik dunia, Haaland sudah banyak ciptakan rekor.
Setidaknya sampai pertengahan 2020 lalu, Haaland telah bermain dalam 150 pertandingan dengan membukukan 91 gol di klub yang pernah dibelanya, yakni Bryne FK, Molde, Salzburg, dan Dortmund, serta Timnas Norwegia.
Dengan torehan tersebut, dia mampu menjadi pemain termuda yang catatkan 10 gol di Liga Champions Eropa, untuk kemudian berhasil dilengkapinya jadi pemain termuda yang catatkan 20 gol di Liga Champions Eropa setahun berselang.
Bersama Borussia Dortmund, dia juga berhasil catatkan rekor berupa selalu mencetak gol di laga debut dalam tiga ajang (Bundesliga, Liga Champions, serta DFB-Pokal). Dia bahkan hanya membutuhkan waktu 60 menit untuk mencetak 5 gol di ajang Bundesliga.
Saat membela RB Salzburg di paruh musim 2019/20, Haaland juga berhasil mencetak hattrick dalam debut penuhnya di ajang Liga Champions. Catatan itu membuatnya jadi pemain termuda kedua yang bisa mencetak hattrick di ajang tersebut setelah Wayne Rooney.
Meski tak mampu membawa Norwegia lolos ke ajang Piala Eropa 2020 lalu, Haaland tetap torehkan catatan spektakuler bersama Borussia Dortmund musim lalu. Dirinya mampu mengakhiri musim dengan raihan 41 gol dalam 41 penampilan di semua kompetisi. Lebih lanjut, pemain berusia 20 tahun itu juga membantu tim yang bermarkas di Signal Iduna Park memenangkan trofi DFB-Pokal dan lolos ke ajang Liga Champions musim depan.
Di usia yang baru menginjak 21 tahun namun sudah terlihat sangat berbahaya di depan gawang, Erling Haaland dianggap tak akan kesulitan untuk ciptakan rekor yang mungkin bisa melebihi raihan CR7.
20 – Borussia Dortmund’s Erling Haaland has now scored 20 goals in 14 UEFA Champions League appearances; the quickest a player has ever reached 20 goals in the competition, and in 10 fewer appearances than the previous record holder (Harry Kane, 24). Astonishing. pic.twitter.com/jaUCwVmIks
— OptaJoe (@OptaJoe) March 9, 2021
Kylian Mbappe (Paris Saint-Germain)
Kylian Mbappe disebut sebagai nama yang paling berpotensi teruskan kejayaan Cristiano Ronaldo. Meski dirinya punya pesaing yang cukup kuat dalam diri Erling Haaland, pembuktian dari segi gol maupun trofi membuat nama Mbappe unggul dari sosok asal Norwegia itu.
Mbappe yang masih berusia muda bahkan sudah berhasil meraih trofi Piala Dunia, sebuah capaian yang sampai saat ini belum bisa dipersembahkan oleh Cristiano Ronaldo. Bahkan Lionel Messi sekalipun!
Meski saat ini dirinya belum mampu menjuarai trofi Liga Champions Eropa, usianya yang masih tergolong muda bisa menjadi kesempatan besar bagi Mbappe untuk terus berkembang dan mencoba seluruh kesempatan yang ada.
Muncul sebagai bintang dengan berhasil memenangkan trofi Ligue One bersama AS Monaco, Mbappe kemudian berhasil melanjutkan capaiannya itu bersama Paris Saint Germain selama tiga tahun beruntun. Selain itu, trofi domestik di luar liga juga telah berhasil ditumpas lebih dari sekali.
Secara permainan, Mbappe memang pantas disebut sebagai penerus CR7. Kecepatan luar biasa serta penyelesaian mengagumkan menjadi ciri khas seorang Mbappe. Tidak heran bila dalam 234 pertandingan yang dilakoni bersama AS Monaco maupun Paris Saint Germain, sebanyak 162 gol dan 79 assist berhasil ia bukukan.
Saat ini, di tengah situasinya yang tidak menentu bersama Paris Saint Germain, raksasa Spanyol Real Madrid berniat memboyongnya untuk dijadikan sebagai penerus tahta CR7, yang merupakan sosok idolanya semasa kecil.
21-year old Kylian Mbappe:
Ligue 1 ✅
Euro U19 Championship ✅
World Cup ✅
4th place in the Ballon d’Or ✅
Ligue 1 Golden Boot ✅
Golden Boy Award ✅And now he’s going to play in the Champions League final. ✅ pic.twitter.com/QjMdAOAyrf
— FootballFunnys (@FootballFunnnys) August 18, 2020


