4 Alasan Ini Bikin Serie A Musim Depan Makin Panas!

  • Whatsapp
4 Alasan Ini Bikin Serie A Musim Depan Makin Panas
4 Alasan Ini Bikin Serie A Musim Depan Makin Panas

Serie A Italia dulu pernah berjaya dan jadi kiblat sepak bola dunia. Sayangnya, dalam beberapa musim terakhir, Serie A sering terpinggirkan. Banyak orang lebih menikmati Premier League, La Liga atau Bundesliga.

Dominasi Juventus sering jadi alasan untuk enggan menikmati Liga Italia yang dulu pernah populer di era 90-an. Hingga akhirnya dominasi tersebut runtuh oleh Inter Milan musim lalu. Juaranya Inter membuat orang kembali tertarik dengan Liga Italia.

Bacaan Lainnya

Akan tetapi, bukan karena Inter atau dominasi Juventus yang telah runtuh yang membuat Serie A Italia musim depan kembali menarik untuk disimak. Serie A Italia punya cita rasa tersendiri yang membuatnya patut dinikmati kembali. Selain itu, musim depan, Liga Italia dijamin bakal makin panas.

Berikut ini starting eleven urai 4 alasan yang membuat Serie A musim depan makin panas!

 

1. Persaingan Para Kontestan Makin Ketat

Selama beberapa musim terakhir, persaingan di Serie A Italia semakin ketat. Sebelum Inter meruntuhkan dominasi Juventus, gap poin antara pemuncak klasemen dengan peringkat 2 dan 3 makin menipis.

Di musim 2018/2019 misalnya. Juventus menjadi juara dengan koleksi 90 poin. Di tempat kedua ada Napoli dengan 79 poin. Di musim berikutnya, Juventus memang kembali juara, tetapi jarak poin mereka hanya beda 1 poin saja dengan tim peringkat kedua.

Untuk musim 2020/2021, selain Inter yang mengkudeta Milan di paruh kedua, persaingan panas di Serie A juga ditandai dengan perebutan jatah tiket Liga Champions yang harus ditentukan di pekan terakhir. Sang juara bertahan Juventus nyaris gagal lolos ke Liga Champions. Untungnya, pesaing terdekat mereka Napoli hanya meraih 1 poin di pekan pamungkas.

Fakta tersebut menunjukkan bahwa persaingan di Serie A Italia makin merata dan tidak berfokus pada satu dua tim saja. Apalagi, banyak klub Italia yang kini dimodali pemilik asing dengan dana melimpah sehingga dapat mendatangkan pemain dan pelatih berkelas.

 

2. Musim Depan, Serie A Kedatangan Pelatih Top Eropa

Selain itu, hal yang membuat persaingan di Serie A musim depan bakal makin ketat adalah hadirnya pelatih-pelatih top Eropa yang kembali melatih di Italia. Tahukah kamu, tercatat ada 12 pergantian pelatih di Serie A jelang musim baru 2021/2022.

Salah satu yang paling menyita perhatian tentu kembalinya Jose Mourinho sebagai allenatore anyar AS Roma. The Special One sebelumnya pernah berjaya di Italia saat meraih treble winners bersama Inter Milan di periode 2010. Ia juga merupakan salah satu manager tersukses di Eropa dengan raihan 25 trofi.

Tak hanya Roma yang ganti pelatih. Rival sekotanya, Lazio juga terpaksa ganti nahkoda setelah Simone Inzaghi berlabuh ke juara bertahan Inter Milan. Pengganti Simone Inzaghi juga tak main-main, ia adalah Maurizio Sarri yang terkenal dengan taktik Sarriball. Sarri pernah juara Liga Europa 2019 bersama Chelsea dan bersama Juventus meraih juara Serie A 2020.

Juventus sendiri juga memutuskan memecat Andrea Pirlo dan kembali rujuk dengan Massimiliano Allegri. Sebelumnya, Allegri pernah membawa Si Nyonya Tua juara Serie A 5 kali beruntun. Pergantian pelatih juga dilakukan Napoli. Usai pisah dengan Gennaro Gattuso, I Partenopei menunjuk Luciano Spaletti sebagai suksesornya.

Spaletti juga pelatih jempolan. Ia pernah menjuarai Coppa Italia 2 kali bersama AS Roma dan 2 kali juara Liga Primer Rusia bersama Zenit Saint Petersburg. Kehadiran pelatih kelas dunia itu bisa saja mengguncang AC Milan dan Atalanta yang masih mempertahankan Stefano Pioli dan Gian Piero Gasperini.

 

3. Makin Banyak Bakat Muda Bermunculan dari Serie A

Selain pelatih jempolan, Serie A juga dihuni pemain-pemain berkelas, khususnya pemain muda berbakat alias wonderkid. Mereka tak hanya datang dari tim besar, tapi juga tim-tim medioker. Kehadiran mereka membuat kesan Serie A yang selalu diidentikkan dengan pemain tua sudah tidak relevan.

Salah satu tim yang terus menyumbang pemain muda berbakat adalah Atalanta. Di bawah asuhan Gasperini, La Dea tampil meledak dengan kombinasi pemain senior dan pemain muda. Salah satu yang paling bersinar adalah Cristian Romero yang terpilih sebagai bek terbaik Serie A musim lalu.

Rumornya, Romero yang baru juara Copa America 2021 tinggal selangkah lagi bergabung dengan Tottenham Hotspur di bursa transfer musim panas ini. Jika terlaksana, ia akan menyusul Pierluigi Gollini, kiper Atalanta dan timnas Italia yang sudah lebih dulu bergabung dengan Spurs.

Atalanta sendiri jadi tim yang menyita perhatian selama Euro 2020. Pasalnya, banyak penggawa mereka yang tampil bagus di Piala Eropa. Salah satunya adalah Joakim Maehle yang mengantar Denmark hingga semifinal. Ada juga Robin Gosens dan Ruslan Malinovskyi yang tamapil apik bersama Jerman dan Ukraina.

Nyatanya, memang banyak pemain muda Serie A yang bersinar di Euro 2020. Salah satu yang masih panas dibicarakan adalah Mikkel Damsgaard. Penggemar Serie A sudah paham kehebatan Damsgaard sebelum ia tampil menawan bersama timnas Denmark. Damsgaard sudah semusim terakhir merumput bersama Sampdoria dan kini jadi incaran banyak klub top Eropa.

Salah satu pemain muda yang juga wajib disimak penampilannya di musim depan adalah Dusan Vlahovic. Striker Serbia itu adalah penerima penghargaan pemain muda terbaik Serie A usai mencetak 21 gol musim lalu. Vlahovic yang baru berusia 21 tahun disebut sebagai calon kuat pesaing Kylian Mbappe dan Erling Haaland.

Ada pula sosok Takehiro Tomiyasu, bek 22 tahun milik Bologna. Tomiyasu bisa dibilang sebagai wonderkid Asia terbaik di Serie A saat ini. Pemain timnas Jepang itu mampu bermain sebagai bek tengah dan bek kanan. Sejak 2 musim lalu saja, ia sudah jadi incaran banyak klub.

Sejak beberapa musim belakangan, memang semakin banyak klub Serie A yang mengandalkan pemain muda dalam skuadnya. Salah satu tim besar yang melakukannya adalah AC Milan. Musim lalu saja, rata-rata usia pemain mereka hanya 25,4 tahun.

Banyaknya wonderkid yang kini tengah merintis karier di Serie A menjadi bukti bahwa sepak bola Italia bukan hanya ramah kepada pemain uzur, tetapi juga ramah kepada para pemain muda. Selain bisa menghadirkan keuntungan lewat penjualan para pemain tersebut di masa mendatang, hal itu juga berimbas positif kepada prestasi timnas Italia. Seperti yang kita tau, Gli Azzurri baru saja juara Euro 2020 dengan anggota yang nyaris seluruhnya berasal dari klub lokal.

 

4. Jaminan Banyak Gol Tercipta di Setiap Laga

Selain diidentikkan dengan pemain uzur, Serie A juga kerap dicap membosankan. Tempo dan gaya main yang cenderung lambat membuat banyak orang mengira jika Serie A sudah ketinggalan zaman. Padahal faktanya, jumlah gol yang tercipta di tiap laga jauh lebih banyak dari Premier League dan La Liga.

Musim lalu saja, tercipta 1.163 gol dalam 380 pertandingan atau 3,06 gol perlaga. Jumlah ini meninggalkan Premier League yang menghasilkan 1.023 gol atau 2,69 gol perlaga dan La Liga yang hanya menghasilkan 953 gol atau 2,51 gol perlaga di musim lalu.

Banyaknya gol yang tercipta di tiap laga juga terjamin dengan kehadiran pemain-pemain haus gol. Faktanya, di Euro 2020 kemarin saja, Serie A jadi liga yang paling berjaya. Selain mereka jadi kampiun Piala Eropa, para pemain Serie A merupakan penyumbang gol terbanyak di Euro 2020.

Serie A menyumbang 37 gol di Euro 2020. Jumlah tersebut berasal dari 20 pemain yang merupakan jebolan klub Serie A Italia. Cristiano Ronaldo yang berstatus penggawa Juventus jadi top skor Euro dengan 5 golnya. Sementara Romelu Lukaku yang berasal dari Inter terpilih dalam skuad terbaik berkat 4 golnya. Mereka jadi bukti betapa suburnya Liga Italia yang dihuni banyak bomber berbahaya.

Itulah 4 alasan yang membuat Serie A musim depan makin menarik untuk ditonton. Selain itu, Liga Italia juga menghadirkan banyak derby panas. Selain Derby d’Italia yang mempertemukan Inter Milan dan Juventus, ada pula derby sekota yang rivalitasnya sudah mendarah daging.

Di kota Milan, ada Derby della Madonnina antara AC Milan vs Inter Milan. Sementara di kota Turin ada Derby della Mole, laga derby tertua yang masih berlangsung di Italia yang mempertemukan Juventus dan Torino.

Ada pula Derby della Lanterna yang menghadirkan rivalitas Genoa dan Sampdoria. Konon kabarnya, laga derby ini merupakan warisan Benito Mussolini. Namun, derby sekota terpanas di Italia jadi milik Derby della Capitale. Laga derby yang mempertemukan AS Roma dan Lazio itu kerap berlangsung ricuh dan harus dijaga ketat aparat keamanan.

Banyaknya laga derby panas memang jadi salah satu magnet utama dari Serie A Italia. Rivalitas mereka juga makin menambah ketat dan panas persaingan Serie A musim depan. Serie A musim 2021/2022 sendiri akan kickoff pada 22 Agustus nanti dan direncanakan berakhir pada 22 Mei 2022. Sudah siapkah kamu menyambut musim baru dari Serie A Italia?

***
Sumber Referensi: transfermakrt, Football-Italia 1, Supersport, Football5Star, Football-Italia 2.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *