Tak sedikit pesepakbola yang tidak tampil di Piala Dunia, tentu karena negaranya tidak lolos. Di antara mereka bahkan berstatus pemain bintang di kompetisi domestik. Jadi memang sangat disayangkan karena kita tidak bisa melihat mereka tampil untuk membela negaranya di Piala Dunia.
Well, bagaimana jadinya jika pemain-pemain yang tidak ikut Piala Dunia Qatar membentuk satu Starting XI? Nah berikut ini adalah starting line up pemain yang tidak ikut Piala Dunia 2022 versi Starting Eleven. Bagaimana susunannya?
Daftar Isi
Penjaga Gawang
Mari kita memulainya dengan sektor paling belakang, yaitu penjaga gawang. Tak sedikit kiper yang tidak bisa tampil di Piala Dunia 2022. Tentu saja karena negaranya tidak lolos. Misalnya, kita tidak akan melihat penampilan kiper andalan Atletico Madrid, Jan Oblak di Piala Dunia 2022.
Negara yang dibela Oblak, Slovenia tidak lolos ke Piala Dunia 2022. Namun begitu, Starting Eleven tidak akan menaruh Oblak di line up pemain yang tidak ikut Piala Dunia. Alih-alih Jan Oblak, sosok Gianluigi Donnarumma rasa-rasanya lebih cocok masuk Starting XI.
Donnarumma.
Mchezaji bora wa mashindano ya EURO 2020. pic.twitter.com/BiFpz3UkCK
— Michezo.live (@Chezalive) July 12, 2021
Ya, Donnarumma adalah kiper andalan Timnas Italia. Betapa mengejutkannya ketika Gli Azzurri gagal ke Piala Dunia. Sebelumnya di babak play-off, pasukan Roberto Mancini takluk dari negara semenjana, Makedonia Utara.
Well, Donnarumma memang sangat layak masuk ke Starting XI ini. Apalagi ia adalah aktor penting di balik kemenangan Italia di EURO 2020 kemarin. Terlebih lagi penjaga gawang Paris Saint-Germain itu pada musim 2021/22 lalu menyabet Kiper Terbaik Ligue 1.
Bek Tengah
Setelah dari kiper, kita lanjut ke posisi bek tengah. Ada banyak kandidat, tapi Starting Eleven akan memilih dua nama. Bek Inter, Milan Skriniar dan bek yang suka angkat kursi di Real Madrid, David Alaba. Dua pemain itu berasal dari dua negara yang berbeda.
Alaba:”Jangan duduk di kursi kami!” pic.twitter.com/E0GUqBTFry
— Siaran Bola Live (@SiaranBolaLive) March 10, 2022
David Alaba berasal dari Austria. Yang mana Austria gagal ke Piala Dunia usai takluk atas Wales di babak play-off kualifikasi. Sementara itu, Slovakia, negaranya Skriniar bahkan tidak pernah memesan satu tiket pun di babak play-off kualifikasi.
Meski begitu keduanya adalah bek yang cukup tangguh. Jadi wajar ketika menyusun 11 yang tidak ikut Piala Dunia, Skriniar dan Alaba masuk. David Alaba sendiri tampil sangat apik ketika membela Real Madrid. Bersama Eder Militao, Alaba membentuk kerja sama apik di bek tengah El Real.
Sampai trofi Liga Champions pun ia raih. Sedangkan Milan Skriniar adalah bagian dari skuad Inter yang meraih scudetto. Tidak hanya itu, Skriniar adalah bek yang sudah diincar Real Madrid dan Paris Saint-Germain. Sayangnya, kedua pemain tak punya kesempatan untuk memperlihatkan tajinya di ajang internasional selevel Piala Dunia.
Bek Kiri
Beralih ke sektor bek kiri. Kalau ini tidak banyak kandidat. Namun, Starting Eleven menemukannya pada sosok bek kiri andalan Liverpool, Andy Robertson. Robo memang belakangan ini tidak cukup baik penampilannya. Namun, walau bagaimana Robo adalah andalan The Reds.
Usia 18 tahun, Robertson kerja di Hampden Park jadi penjaga loket dan ngetweet kalo susah nyari duit
8 tahun kemudian, dia bawa skotlandia lolos piala eropa sebagai kapten, setelah 22 tahun absen di turnamen internasional
Unreal scenario ✨❤️ pic.twitter.com/fJEelcWnQ4
— Podcast Retropus (@podcastretropus) November 14, 2020
Ia sudah menata reputasinya sebagai salah satu full back terbaik yang dimiliki Liverpool. Jurgen Klopp telah menyulap Robertson menjadi bek yang hebat. Kecepatan dan kreativitasnya membuktikan hal itu. Apalagi Robo juga membawa Liverpool juara Liga Champions dan Liga Inggris.
Jadi, Starting Eleven ingin melihat bagaimana Robertson tampil di Piala Dunia. Sayang, negaranya, Skotlandia gagal lolos ke Piala Dunia 2022. Anak asuh Steve Clarke gagal ke Piala Dunia usai takluk atas Ukraina di babak play-off.
Bek Kanan
Jika bek kiri adalah Andy Robertson, bagaimana dengan bek kanan? Apakah TAA? Ah ya tentu saja tidak. Arnold adalah pemain Timnas Inggris dan anak asuh Southgate akan tampil di Piala Dunia. Nah, yang cocok mengisi posisi ini adalah bek kanan Juventus, Juan Cuadrado.
Cuadrado termasuk pemain versatile. Ia bisa bermain di segala posisi di sebelah kanan lapangan. Entah itu bek kanan, tengah atau sayap kanan, maupun di lini depan sebelah kanan. Penampilan Cuadrado juga tidak buruk-buruk amat.
Sejauh ini ia sudah mencatatkan 61 assist selama berseragam La Vecchia Signora. Bersama dengan Timnas Kolombia, Cuadrado juga tampil oke. Sepanjang kualifikasi Piala Dunia, ia sudah mengemas 6 assist dan 2 gol dari 42 laga.
Sayangnya Kolombia gagal ke Piala Dunia, usai tampil buruk dan hanya finis di urutan ke-6 kualifikasi Zona CONMEBOL. Padahal Kolombia ini adalah juara ketiga Copa America 2021.
Perebutan Tempat Ketiga Copa America 2021
Kolombia 🇨🇴 3
(Cuadrado 49′, Dias 66′, 90+4′)
Peru 🇵🇪 2
(Yotun 45′, Lapadula 82′)Besok Final antara Brazil vs Argentina jam 07.00 WIB pic.twitter.com/0BHnpTFovE
— Counterattack Football Media (@cafootballmedia) July 10, 2021
Gelandang
Soal posisi gelandang, Starting Eleven tidak bisa tidak memasukkan dua nama dari Timnas Italia. Mereka adalah Jorginho dan Marco Verratti. Oh iya, ditambah satu lagi yang layak masuk Starting XI. Ia adalah Franck Kessie. Kita bahas dari Verratti terlebih dahulu.
Ia adalah gelandang pilih tanding. Verratti bahkan hampir sendirian mendominasi trio Casemiro, Toni Kroos, dan Luka Modric saat PSG menghadapi Real Madrid. Penampilan Verratti di EURO 2020 juga luar biasa.
Setelah pulih dari cedera, ia berhasil mengamankan tempat di skuad Italia. Sayangnya Gli Azzurri gagal ke Piala Dunia. Sementara Jorginho setali tiga uang dengan Verratti. Ia adalah sosok gelandang yang luar biasa di skuad Chelsea.
Raihan trofi untuk Jorginho di tahun 2021🏆🤩
Jorginho di Chelsea & Timnas Italia:
🏆 Piala dunia antarklub FIFA
🏆 Liga Champions UEFA
🏆 Piala Super UEFA
🏆 Euro 2020
🥇 Pemain Terbaik UEFATidak termasuk trofi bergengsi lainnya bersama Chelsea: Liga Europa UEFA pic.twitter.com/6HRKWw0sTP
— Jadwal, Hasil, dan Klasemen Liga Champions (@LigaChampions_) February 12, 2022
Penampilannya yang hebat membawa Chelsea meraih trofi Eropa dan Piala Dunia Antarklub. Sementara itu, penampilan Franck Kessie saat berseragam AC Milan tak diragukan lagi. Ia membawa Rossoneri scudetto.
Bisa dibayangkan jika tiga pemain ini mengisi posisi tengah. Kessie akan lebih menyerang, Verratti menjadi pengontrol bola dan otak permainan, sedangkan Jorginho tampil lebih ke dalam.
Sayap Kiri
Awalnya, Riyad Mahrez dari Algeria akan mengisi posisi ini. Namun, sayap enerjik Liverpool, Luis Diaz lebih menggoda. Diaz adalah pemain internasional Kolombia yang diangkut Jurgen Klopp ke Anfield dari FC Porto.
Penampilannya langsung melejit di Liverpool. Musim ini ia sudah mencetak 3 gol dari 6 pertandingan di Liga Inggris. Tidak hanya itu, ia juga sudah mengemas 1 gol dari 2 penampilannya di Liga Champions musim ini.
Dengan kualitasnya itu, wajar jika kita ingin melihat bagaimana Diaz di Piala Dunia nanti. Apalagi ia juga menjadi andalan Timnas Kolombia di Copa America.
Luis Diaz dengan Timnas Kolombia juga gagal lolos ke Piala Dunia setelah hanya menempati peringkat 6 Zona Conmebol.
Meskipun menang menghadapi Venezuela, namun di pertandingan lain, Peru juga menang atas tamunya Paraguay dan membuat keduanya hanya selisih 1 poin. pic.twitter.com/E0Z8bCo4PN
— Betakopites (@BetaKopites) March 30, 2022
Sayap Kanan
Lalu, siapa yang akan mengisi sayap kanan? Tentu saja, one and only, sayap eksplosif Timnas Egypt, Mohamed Salah. Kualitasnya sulit untuk dinisbikan. Salah selalu mendapat tempat di skuad Jurgen Klopp.
Ia juga tampil mengesankan di Piala Dunia 2018 lalu di Rusia. Dua gol Mesir di Piala Dunia sebelumnya berasal dari Salah seorang. Sayangnya, Piala Dunia tahun ini, Mesir gagal lolos. Salah dan kolega kalah atas Senegal yang diperkuat Sadio Mane di babak play-off.
Mohamed Salah kalah banyak tahun ini:
• kalah di Final AFCON
• kalah di playoff Piala Dunia
• kalah di perebutan Juara @premierleague
• kalah di Final #UCL
.
Gimana tahun depan?
.#MoSalah #Egypt #WorldCup pic.twitter.com/ZKr0yI8lKy— Bolbol Eleven (@bolboleleven) May 29, 2022
Penyerang Tengah
Nah terakhir di posisi penyerang tengah. Hanya ada satu nama, siapa lagi kalau bukan Erling Haaland. Ia sedang moncer musim ini. Haaland menjadi pembunuh di lini depan Manchester City. Tidak hanya itu, ketika berseragam Norwegia, Haaland juga tajam.
Erling Haaland for Norway 🇳🇴
🏟 22 games
⚽️ 21 goalsAnd that’s his 170th career goal 🤯 pic.twitter.com/WL6qTO30uY
— The Football Arena (@thefootyarena) September 25, 2022
Ia tampil di 22 pertandingan Timnas Norwegia dan sudah mengemas 21 gol. Dahsyat, bukan? Sayang sekali Norwegia tidak lolos ke Piala Dunia 2022. Kita tidak bisa melihat top skorer Liga Champions musim 2020/21 itu di Qatar nanti.
Well, jika disusun susunan tadi akan membentuk formasi 4-3-3. Empat bek di lini belakang adalah Robertson, Alaba, Skriniar, dan Cuadrado. Sementara, tiga di tengah ada Kessie, Verratti, dan Jorginho. Lalu, tiga di depan ada Luis Diaz, Salah, dan Haaland. Kipernya adalah Donnarumma.
Sedangkan di bangku cadangan ada Jan Oblak, Chiellini, Ibrahimovic, Naby Keita, Odegaard, Osimhen, dan Riyad Mahrez. Lalu, pelatihnya siapa? Tentu saja Roberto Mancini.
https://youtu.be/YcEld2GTHC4
Sumber: Goal, Talksport, SportingNews, FourFourTwo, UEFA, Transfermarkt


