Nasib 6 Pemain yang Pernah Bergelar The Next Messi

spot_img

Sejak Messi menjalani debut profesional bersama Barcelona, dirinya sudah menjadi sensasi di dunia sepakbola. Dan setiap kali ada pemain yang bertubuh kecil, lincah, dan jago menggiring bola pada era itu, sang pemain langsung kena julukan “The Next Messi”. Tapi ini wajar, publik sepakbola selalu ingin menjadi saksi munculnya bintang baru. Bahkan ketika Messi debut di tahun 2004, ia dijuluki sebagai “The Next Maradona”.

Memang beban yang berat untuk Messi saat itu. Tapi, Messi bisa memenuhi ekspektasi orang dan kini menjadi salah satu pemain terbaik yang pernah ada. Namun, bagaimana dengan nasib pemain-pemain yang pernah dibandingkan dengan Messi? Berikut daftar nasib 5 pemain yang bergelar the next messi

Bojan Krkic

Bojan Krkic mungkin jadi pemain pertama yang pernah mendapat julukan “The Next Messi”. Bojan sudah berada di bawah bayang-bayang Messi bahkan sejak Messi baru dua tahun berkarir di Barcelona. Banyak media saat itu sudah melabeli dirinya dengan sebutan “The Next Messi” bahkan ketika dirinya masih di akademi.

Wajar, Bojan memang merupakan produk dari La Masia. Dan tidak hanya itu, catatannya di La Masia juga cukup menjanjikan. Ketika usianya baru 16 tahun, Bojan sudah mencetak 10 gol di 22 pertandingan bersama Barcelona B. Dan satu tahun setelahnya, Bojan menjalani debut bersama tim senior Barcelona.

Sudah mendapat julukan “The Next Messi” sejak masih di akademi nyatanya sangat membebani Bojan. Ia tidak pernah bisa tampil maksimal di Barcelona. Meskipun mencetak beberapa gol, tapi performanya menurun setiap tahunnya. Ia tidak bisa bersaing di line up utama Blaugrana. Sialnya bagi Bojan, Barca terus kedatangan penyerang hebat seperti Villa, Ibra, dan Sanchez saat itu membuat Bojan semakin tersingkirkan.

Karirnya naik turun setelah itu. Tapi seringnya, performa Bojan tidak pernah konsisten dan ia selalu gonta-ganti klub. Ia sudah berpindah klub seperti AS Roma, AC Milan, bahkan sampai ke Ajax, ia tetap jadi pemain yang sangat biasa-biasa saja. Sampai akhirnya di tahun 2014, ia dikontrak permanen bersama Stoke City. Ia bertahan sekitar lima tahun di Stoke. Setelahnya, ia pindah ke klub MLS, Montreal Impact untuk bergabung hanya semusim. Sempat menganggur tidak punya klub untuk beberapa saat, sekarang Bojan bermain untuk tim Liga Jepang, Vissel Kobe.

Gai Assulin

Beberapa musim setelah Bojan melakukan debut, muncul kembali pemain yang disebut “The Next Messi”. Kali ini pemain muda dari Israel bernama Gai Assulin. Thiago Alcantara pernah menyebut Gai Assulin sebagai pemain terbaik di La Masia yang pernah ia lihat. Gai memang tampil mempesona di Barcelona B. Dirinya membantu Barcelona B meraih piala pertama mereka dan membuat Pep Guardiola diangkat sebagai pelatih kepala di tim utama Barcelona.

Gai Assulin pun ikut dibawa Pep ke tim utama. Ia sempat menjalani debut bersama barcelona pada ajang Copa del Rey, tapi tak pernah lagi tampil setelahnya. Ia akhirnya dibuang ke Manchester City. Tapi dirinya tidak pernah bisa menembus tim utama City. Ia pun kembali dibuang pada musim 2011/12. Nasib Gai Assulin tidak semakin membaik. ia berpindah pindah klub semenjana dan semakin tidak terlihat karirnya mau dibawa kemana.

Pada tahun 2021, ia memutuskan pindah ke italia. Tapi tidak untuk bermain bersama tim Serie A atau bahkan Serie B. Ia berlaga di Serie D, kompetisi kasta keempat liga Italia, bergabung bersama klub Crema. Nasibnya begitu tragis mengingat ia punya andil dalam prestasi Pep ketika menjadi pemain muda Barcelona

Iker Muniain

Berbeda dengan Bojan, Iker Muniain menjalani debut tim seniornya bersama dengan Athletic Bilbao. Saati itu umurnya baru 16 tahun, ia sudah mendapat julukan “Messi from Bilbao” atau Messi dari Bilbao. Musim-musim pertamanya pun berjalan manis bagi Muniain, saat itu bahkan ia sempat dikabarkan akan pindah ke Manchester United.

Ia sempat merasakan partai final Copa del Rey dan megahnya final Europa League pada musim 2011/12. Musim itu mungkin jadi musim paling sibuknya. Ia tampil sebanyak 58 kali namun hanya mencetak sembilan gol dari semua kompetisi bersama Bilbao.

Muniain juga sempat mengangkat trofi Supercopa Spanyol di musim 2020/21 setelah mengalahkan Barcelona di partai final. Mungkin Muniain jadi satu satunya “The Next Messi” yang karirnya paling mending. Ia masih nyaman bermain untuk Bilbao sampai saat ini.

Ryo Miyaichi

Ryo Miyaichi dulu adalah pemain muda berbakat asal Jepang. Dan itulah yang membuatnya mendapatkan julukan “Japanese Messi” atau Messi dari Jepang. Jika berada di bawah bayangan Messi masih tidak cukup membebani, Ryo juga dibandingkan dengan legenda Barcelona lainnya, Ronaldinho dan mendapatkan julukan “Ryoninho”.

Ryo mendapatkan kontrak dari Arsenal sejak usianya masih sangat muda. di musim 2020/11, ia pun dipinjamkan ke Feyenoord untuk mendapatkan lebih banyak menit bermain. Hasilnya cukup memuaskan. Dari 12 penampilan, ia mencetak tiga gol dan lima assist.

Namun, setelah itu nasibnya tidak semakin baik. Ia tak kunjung mendapatkan tempat di skuad utama Arsenal. Ryo malah kembali dipinjamkan ke klub Inggris lain, Bolton dan Wigan Athletic. Ia sempat menjalani masa jaya di Bolton. Meskipun Bolton terdegradasi, tapi Ryo dinilai sudah tampil mengesankan.

Meskipun Ryo mampu membuktikan ia punya skill menggocek bola seperti Messi, tapi kakinya rapuh seperti kaca. Musim musim setelahnya, ia lebih sering duduk dibangku operasi daripada merumput di lapangan. Ia pun akhirnya hengkang dari Arsenal dan bergabung bersama klub divisi dua liga jerman, St. Pauli. Namun, cederanya tambah parah. Dalam tiga musim bersama St. Pauli, ia hanya mampu sekali bermain selama 90 menit penuh. Pada Juli 2021, Ryo pulang kampung ke Jepang untuk membela Yokohama F. Marinos. Tapi cedera masih menghantuinya hingga saat ini.

Alen Halilovic

Sebelum dijuluki sebagai “The Next Messi”, Halilovic tampil memukau bersama Dinamo Zagreb. Tapi momen yang membuat semua mata tertuju padanya adalah pada pertandingan melawan Rijeka pada awal tahun 2014. Saat itu Dinamo Zagreb masih tertinggal 2-0 dari Rijika. Sampai akhirnya Halilovic yang masih berusia 17 tahun saat itu mencetak dua gol penyeimbang dan menghindarkan Dinamo dari kekalahan.

Kabar penampilannya yang apik itu sampai ke telinga direktur sepak bola Barca, Raul Sanllehi. Tidak butuh waktu lama baginya untuk memboyong Halilovic ke Catalan. Dan ketika seorang wonderkid datang ke Barcelona pada tahun itu, sudah jelas ia akan dibandingkan dengan siapa. Apalagi Halilovic saat itu punya gaya rambut yang sama dengan rambut gondrong yang pernah Messi miliki.

Tapi, sama seperti kisah “The Next Messi” lainnya, Halilovic tidak bisa bersaing di Barcelona. Dua musim bersama Barca, ia hanya bermain dua kali, ia lebih sering bermain di laga tidak resmi Barca. Halilovic pun akhirnya dijual ke Hamburg di tahun 2016. Sihir Halilovic juga tidak terasa di Jerman, dan ia dipinjamkan ke Las Palmas selama 18 bulan.

Ia sempat pindah ke AC milan ketika usianya baru 23 tahun. Di usia itu, harusnya jadi usia potensial seorang pemain untuk megembangkan bakatnya. Tapi, tidak bagi Halilovic. Ia tidak masih saja tidak bisa tampil maksimal dan itu membuatnya kembali dipinjamkan ke beberapa klub. Sampai akhirnya kakinya berpijak di Birmingham pada November 2020.

Meskipun mendapat cukup menit bermain bersama Birmingham, ia memutuskan untuk pindah ke Reading di musim setelahnya. Sekarang di usianya yang masih 26 tahun, ia pulang kampung ke Kroasia untuk bermain bersama Rijeka.

Martin Odegaard

Martin Odegaard masih berusia 15 tahun ketika dirinya menjalani debut profesional bersama klub liga Norwegia, Stromsgodset. Dengan kelincahannya, permainan penuh skill, dan berkaki kidal, dirinya langsung dikaitkan dengan Lionel Messi. Dan tidak butuh waktu lama bagi Real Madrid mendapatkan tanda tangannya. Tapi, dengan usia yang sangat muda dan pengalamannya yang minim, Odegaard dimasukan ke dalam tim sekunder Real Madrid Castilla.

Odegaard hanya bermain dua musim di Castilla sampai akhirnya dipinjamkan ke banyak klub Eropa. Sampai di tahun 2021, Odegaard mendapat kepercayaan untuk memperkuat Arsenal. Odegaard pun sepertinya sudah cocok dan mulai menunjukan kualitasnya di Arsenal. Ia bahkan digadang-gadang bakal ditunjuk Arteta sebagai kapten Arsenal di masa depan. Tapi itu semua masih bergantung pada performa Odegaard, mengingat usianya masih 23 tahun, jalan karirnya masih sangat panjang.

 

Sumber referensi: ESPN, Goal, Sun, Planet, B/R, Guardian

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru