Piala Dunia telah usai. Kenangan manis maupun buruk pastilah tertinggal di dalamnya. Tak semua harapan tim yang berlaga di Piala Dunia terwujud. Termasuk para pemain yang diharapkan negaranya mampu tampil moncer. Berikut tim Starting Eleven merangkum beberapa pemain yang seharusnya menjadi harapan negaranya, namun malah performanya tak sesuai ekspektasi.
Daftar Isi
Manuel Neuer
Dari posisi kiper ada Manuel Neuer. Ketidaklolosan Jerman dari fase grup salah satunya disebabkan karena tembok pertahanan mereka rapuh. Mempunyai kiper kawakan dan berpengalaman seperti Neuer harusnya mampu menjamin pertahanan Der Panzer solid. Namun kenyataannya tidak, 5 gol yang bersarang ke gawangnya menjadi bukti.
The linesman checked Germany captain Manuel Neuer’s armband before the kick-off against Japan!! 👀 🇩🇪🇯🇵
📸 @Football__Tweet #FIFAWorldCup #QatarWorldCup #FIFAWorldCup2022 #Qatar2022 #Germany #GERJPN #OneLove pic.twitter.com/jW3tGj4M4u
— Khel Now World Football (@KhelNowWF) November 23, 2022
Fokus kampanye di luar hal teknis sepakbola, disinyalir membuat sang kiper tak mampu tampil maksimal. Menurut catatan statistik Whoscored, ratingnya bahkan merosot tajam dengan apa yang ia peroleh sebelumnya saat membela Jerman di Nations League. Rating 5,94 menjadi rating terendahnya dalam tiga pertandingan.
Matthew Cash
Dari posisi bek kanan ada Matthew Cash. Bek polandia hasil naturalisasi dari Inggris. Ia sangat diharapkan membawa pengaruh besar bagi komposisi bek Polandia. Namun agresivitasnya di sisi kanan seperti di Aston Villa tak terlihat.
Bermain selama 90 menit selama empat kali, ia tak mencatatkan assist maupun peluang berbahaya. Artinya dimensi serangan baru yang diharapkan Polandia dengan naturalisasi Cash, terbukti belum berhasil.
Footballer Mathew Cash, whose mother is of Polish origin, has now received his Polish citizenship and has become Mateusz Gotówka.
🇬🇧🇵🇱 pic.twitter.com/bWwAbdakfk
— Visegrád 24 (@visegrad24) October 27, 2021
Meskipun mampu mengantarkan dua kali clean sheet dan lolos ke 16 besar, Cash masuk daftar eretan pemain terburuk menurut L’equipe. Ia dinilai sebagai bek kanan terburuk dalam ajang ini dengan rating hanya 3.50.
Joao Cancelo
Di posisi bek kiri ada Joao Cancelo. Penampilannya tak usah diragukan lagi di Manchester City. Di City ia menjelma salah satu bek cerdas terbaik yang terkadang bisa memerankan posisi Inverted Full Back dalam sistem Pep.
Layak jika dirinya diharapkan Fernando Santos untuk mengawal posisi Full Back Portugal. Bermain tiga kali selama 90 menit penuh tanpa membuat assist maupun peluang penting bagi tim, membuatnya menerima ganjaran di babak knockout.
🇵🇹 Joao Cancelo estime qu’il n’est pas correctement évalué par le sélectionneur portugais Fernando Santos. Il se sent “incompris” par l’entraîneur de l’équipe nationale et pense que la pression externe a joué un rôle dans son remplacement par Diogo Dalot.
(via @Record_Portugal) pic.twitter.com/19hjWUle9P
— Blue Moon (@FRBlueMoon) December 8, 2022
Cancelo tiba-tiba dicadangkan karena alasan teknis di laga melawan Swiss maupun Maroko. Melihat catatan dari Whoscored, benar, performanya secara rating di tiga pertandingan yang dilakoninya menurun di angka 6,92.
Matthijs De Ligt
Di posisi Center Back, ada Matthijs De Ligt. Salah satu pilar penting yang dibeli mahal Munchen musim ini dari Juventus. Ia diharapkan jadi duo menara yang kokoh bagi pertahanan belanda bersama Van Dijk. Namun, kepercayaan yang diberikan Van Gaal kepadanya tak mampu dijawab.
Harapan untuk kembali tampil reguler di lini belakang De Oranje pupus setelah di match kedua melawan Qatar, ia digantikan oleh Jurrien Timber. De Ligt hanya pasrah main sekali di Piala Dunia ketika melawan Senegal. “Hal ini tak membuat saya kecewa atau bahkan frustrasi. Ini murni selera pelatih,” kata De Ligt.
De Ligt: “Maybe someone like Timber is more suited for the role Van Gaal is demanding. I am not a right back, but today I had to play as a right back. This was different for me, especially because at Bayern I play from the left. Especially against a winger it’s difficult.” [vi] pic.twitter.com/vSCHTIYOmk
— 𝐀𝐅𝐂 𝐀𝐉𝐀𝐗 💎 (@TheEuropeanLad) November 21, 2022
Niklas Sule
Lalu sesama Center Back ada Niklas Sule. Bek tinggi besar Dortmund tersebut jadi salah satu pilar yang diharapkan mengawal palang pintu Jerman selain Rudiger. Namun disinyalir pemanggilan Sule ke timnas kurang tepat dibandingkan pemain berpengalaman lainnya seperti Matt Hummels.
Diharapkan menjadi pilar kokohnya tembok Jerman, ia malah mengalami beberapa kecerobohan terutama ketika melawan Jepang. Penghakimannya pun dilakukan langsung oleh Flick.
Bermain di bukan posisinya, membuat Sule tampil tidak maksimal. Ia ditaruh Flick di posisi bek kanan. Kelambatanya sering dimanfaatkan lawan. Dipindahkan ke posisi sebenarnya di Center Back saat lawan Spanyol dan Kosta Rika, ia tak mampu menutupi kesalahan fatal dirinya ketika melawan Jepang.
Germany defender Niklas Sule has been branded the ‘German Maguire’ by a former a Real Madrid star after the side’s FIFA World Cup exit.
Read more: https://t.co/ghVJdCYv2c pic.twitter.com/OtbWI1mEFN
— Soccer Laduma (@Soccer_Laduma) December 3, 2022
Thomas Muller
Berikutnya ada rekan Sule di timnas Jerman, Thomas Muller. Pemain berjuluk The Raumdeuter itu diharapkan mampu menularkan tuah gol-golnya di Piala Dunia edisi-edisi sebelumnya. Namun dengan usianya yang menua, Muller tak sehebat dulu.
Muller terbukti tidak bisa mencetak gol maupun assist. Dua kali dipasang sebagai False Nine juga tak berjalan dengan lancar. Expected Goal-nya menurut Sofascore hanya di angka 0,31. Ia kini dianggap sudah habis masa jayanya. Dilansir Mirror, ia juga dikabarkan sudah memberikan gelagat untuk pensiun setelah 12 tahun lamanya membela timnas.
Thomas Muller hinted that he could retire from international football after Germany’s exit.
Muller said in his post-match interview: ‘We have had many great moments together. Thank you for everything.’
FT: Germany 4-2 Costa Rica #FIFAWorldCup pic.twitter.com/gg0QSrDBYA
— Mihigo Saddam “Mkude” (@mihigosadam) December 2, 2022
Gavi
Kemudian ada wonderkid Spanyol yang digadang-gadang akan bersinar di Piala Dunia, Gavi. Pemain yang baru saja menerima penghargaan Kopa Trophy dan Golden Boy 2022 itu, kontribusinya bagi tim dianggap kurang.
Dengan usia yang masih sangat belia, ia tampaknya belum siap menanggung beban berat di lini tengah La Furia Roja. 4 kali dicoba jadi starter, dirinya hanya membuahkan satu gol. Gol yang merupakan rekor baginya sebagai pencetak gol termuda Spanyol di Piala Dunia.
Namun itu hanyalah rekor, kontribusinya yang dibutuhkan tim tak terlalu terlihat. Menurut Sofascore, dari 4 pertandingan yang dilakoninya sebagai gelandang, umpan kuncinya hanya 0,3. Sementara nilai penguasaan bola yang lepas dari kakinya yakni di angka 9,0. Itu buruk bagi peran seorang gelandang.
Gavi flying back to Spain pic.twitter.com/tt5s02QsJZ
— Twilight (@the_marcoli_boy) December 6, 2022
De Bruyne
Yang berikutnya tak disangka ada seorang Kevin De Bruyne. Ia menjadi pemain yang penampilannya di luar ekspektasi. Belgia dibuatnya tersingkir di fase grup. Ia tidak terlihat seperti pemain yang menjadikan Liga Inggris taman bermainnya selama beberapa tahun terakhir.
Dia tidak memiliki gol maupun assist, dan hanya 2 dribel sukses dalam tiga pertandingannya di fase grup. Sementara, akurasi operannya hanya 73%. Harapan yang tinggi padanya untuk menggendong tim ini telah berbuah kegagalan. Selain itu, De Bruyne juga dikabarkan terlibat dalam friksi di tubuh Timnas Belgia.
Kevin De Bruyne on whether Belgium can win the World Cup:
“No chance, we’re too old.”
[via The Guardian] pic.twitter.com/4KwX8G21Fk
— Footy Accumulators (@FootyAccums) November 26, 2022
Darwin Nunez
Di posisi striker ada Darwin Nunez dari Uruguay. Striker Liverpool yang digadang-gadang
akan menjadi bintang masa depan tersebut kembali menunjukkan kemandulannya ketika membela negaranya di Piala Dunia. Tak satu pun gol ia sarangkan ke gawang lawan.
Secara data Expected Goal pun rendah, hanya di angka 0,38. Duetnya bersama Suarez maupun Cavani di lini depan La Celeste terbukti gagal membawa Uruguay lolos dari lubang jarum fase grup. Dilansir Mirror, dirinya pun meminta maaf atas performa buruknya kepada rakyat Uruguay.
Liverpool star Darwin Nunez issues emotional apology after Uruguay World Cup exit#LFC https://t.co/Jqq5KPhy4V
— Liverpool FC News (@LivEchoLFC) December 3, 2022
Gareth Bale
Berikutnya ada Gareth Bale, pemimpin Timnas Wales di Piala Dunia 2022 kali ini. Bale yang diharapkan bisa membawa Wales seperti layaknya pencapaian di Euro 2016 yang mencapai semifinal, ternyata kini sudah tak sanggup lagi.
Menuanya generasi pemain Wales dan tak adanya generasi muda yang menonjol, menjadi salah satu faktor kegagalan Wales. Dirinya pun kini menurut L’equipe menjadi salah satu pemain terburuk di Piala Dunia 2022.
Gareth Bale is among the worst players of World Cup 2022 according to L’Equipe. #Bale #WorldCup2022 #WorldCup #Wales pic.twitter.com/DGh71x5Cof
— Football Moments (@FootManiea) December 20, 2022
Namun dilansir BBC, dirinya menolak untuk mengakhiri pengabdiannya pada Wales. Di usianya yang kini menginjak 33 tahun, ia berniat untuk terus bermain bagi timnas. “Bukan berarti ini adalah akhir dari sebuah era. Aku akan terus berjalan selama aku bisa dan selama aku menginginkannya,” kata Bale.
Cristiano Ronaldo
Lalu ada Cristiano Ronaldo. CR7 juga dikatakan Sofascore menjadi salah satu pemain terburuk di Piala Dunia 2022, dengan rating hanya di angka 6,46. Sungguh menyesakkan bagi karir seorang GOAT yang satu ini. Meskipun mencetak satu gol, ia tak mampu menyamai pencapaian Leo Messi sebagai “The Real Goat” berkat gelar juara dunianya.
Cristiano Ronaldo has been named in the World Cup worst XI, along with Argentina star and Premier League man. pic.twitter.com/Wbt5xPm25t
— SPORTbible (@sportbible) December 20, 2022
Banyak masalah menyelimuti GOAT yang satu ini jelang Piala Dunia. Masalah dengan klubnya, dicadangkan di partai Swiss dan Maroko, serta beberapa sikap yang kurang pantas diperlihatkan CR7 selama kompetisi.
CR7 kini menyudahi perjalanan lima Piala Dunianya dengan menyedihkan. Saat dia sudah berusia 37 tahun, sebagai salah satu GOAT, ia belum bisa mewujudkan gelar Piala Dunia bagi tanah airnya yang ia cintai.
Sumber Referensi : goal, goal, bayernstrikes, sofascore, sofascore, dailymail, express, mirror, mirror, bbc, thesun


