Stadion Highbury Yang Lebih Dari Sekadar Indah Bagi Arsenal

spot_img

Sumur kering masih menjadi topik bahasan bagi perburuan gelar Arsenal. Meski beberapa kali meraih gelar juara FA, tim yang saat ini diasuh oleh Mikel Arteta belum juga mampu menjadi raja di kompetisi Britania. Arsenal, yang terakhir kali menjuarai Liga pada tahun 2004 silam, masih terus berjuang untuk naik ke panggung juara. Berbagai cara telah mereka lakukan, seperti mengganti nahkoda hingga mendatangkan pemain bintang.

Ketika terakhir kali meraih gelar juara Liga Inggris, Arsenal merayakan trofi yang diangkat bukan di stadion Emirates, melainkan stadion Highbury yang sarat akan sejarah.

Highbury memang telah memberi banyak kegembiraan bagi Arsenal. Stadion tersebut jadi saksi bisu dari terciptanya sebuah perjalanan panjang tim di kawasan ibukota.

Nama Highbury sendiri diambil dari kawasan stadion tersebut berada. Awal mula pembangunan stadion ini terjadi setelah orang bernama Henry Norris, yang saat itu masih menjadi sebagai direktur Fulham, mengambil alih klub Woolwich Arsenal. Dia yang berencana menggabungkan klub tersebut dengan Fulham pun pada akhirnya ditolak oleh Liga Inggris.

Akhirnya, pria tersebut memilih untuk fokus mengembangkan Woolwich Arsenal yang kemudian berganti nama menjadi Arsenal. Bukan hal mudah baginya untuk membangun sebuah klub profesional pertama di London. The Gunners saat itu harus mengalami degradasi pada musim 1912/13, yang mana tahun tersebut menjadi yang terburuk bagi Arsenal sampai sekarang.

Demi membangun klub, sang pemilik lalu memiliki rencana untuk membangun sebuah stadion. Kandang tim yang semula bermarkas di Manor Ground pindah ke Highbury, yang ketika itu masih menjadi kawasan rekreasi.

Untuk merealisasikan rencananya, sang pemilik tentu mengalami kendala. Ada penolakan dari warga setempat, hingga tercapailah sebuah kesepakatan bahwa Arsenal tidak akan menggunakan stadion tersebut untuk bertanding di saat Natal dan Jumat Agung.

Seiring berjalannya waktu, Stadion tersebut mengalami banyak perubahan. Archibald Leitch yang juga merupakan sosok perancang stadion Old Trafford, Stamford Bridge, Goodison Park dan Anfield, turut menjadikan Highbury sebagai salah satu stadion terbaik ketika itu.

Dibangun pada tahun 1913, stadion Highbury mampu menampung setidaknya 9000 penonton. Meski ketika itu pembangun stadion belum selesai 100%, Arsenal sudah menggelar pertandingan pertama melawan Leicester City di divisi kedua Inggris.

Usai tahun tersebut, perkembangan kembali terjadi pada tahun 1930 an. Stadion bertambah kapasitas menjadi 4000 di tribun barat, dengan menggunakan jasa perancang Claude Waterflow dan William Binnie. Selain penambahan kursi penonton, fasilitas lainnya seperti kantor tim, pintu masuk utama, hingga tempat berkumpulnya para pemain juga sudah ditambahkan.

Namun pada era perang dunia kedua, Stadion Highbury pernah mengalami kerusakan akibat terkena ledakan bom. Meski tidak terlalu parah seperti yang menimpa stadion Old Trafford, tetap saja, harus ada dana yang dikeluarkan untuk merenovasi ulang.

Perlu diketahui bahwa pada saat itu, Highbury dijadikan sebagai barak pengungsian dan pertolongan pertama bagi korban perang.

Di tahun 1951, kemajuan mulai menghampiri Stadion Highbury. Setelah direnovasi pasca terkena lemparan bom, stadion tersebut mulai memasang lampu agar bisa digunakan bertanding pada malam hari. Klub Israel, Hapoel Tel Aviv, menjadi lawan pertama yang menjajal stadion Highbury di malam hari.

Namun pada tahun 1980 an, stadion ini pernah tidak lolos standar FA karena tidak memiliki pagar pembatas antara tribun dan lapangan. Entah apa alasan Arsenal tidak memasang fasilitas tersebut, yang pasti hal itu membuat mereka tidak bisa bermain di Highbury pada gelaran FA Cup.

FA meminta setiap klub untuk memasang fasilitas tersebut karena di era itu fenomena hooliganisme di Inggris masih berada pada puncaknya. Terdapat banyak sekali kerusuhan antar suporter hingga tak jarang membuat banyak pihak mengalami kerugian.

Seperti yang sudah disinggung di awal, era kejayaan Stadion Highbury berada pada puncaknya ketika Arsenal berhasil meraih status tak terkalahkan selama semusim penuh. Di era 2000 an, ketika tim gudang peluru masih sanggup duduk di posisi tertinggi, mereka juga pernah merengkuh gelar juara Liga pada musim 2001/02.

Sejak memakai stadion Highbury sampai setidaknya era 2000 an, Arsenal masih dikenal sebagai salah satu dari empat tim terkuat di kompetisi Premier League. Selain gelar liga, mereka bahkan sempat mempersembahkan Piala FA di musim 2004/05, sebelum akhirnya berganti kandang ke stadion Emirates.

Tepat di tahun 2006, Wigan Athletic menjadi lawan terakhir Arsenal di Stadion Highbury, dimana Thierry Henry yang mampu cetak tiga gol dalam laga itu menjadi pencetak gol terakhir di stadion yang penuh sejarah.

Kepindahan Arsenal ke Stadion baru yaitu Emirates didasari oleh keputusan mereka yang menginginkan kapasitas penonton lebih banyak. Ketika itu, kawasan terbatas yang dimiliki Stadion Highbury tidak memungkin Arsenal untuk melakukan perkembangan. Kini, Stadion Highbury telah sirna dan diganti dengan kawasan ruang terbuka.

Nama Stadion Emirates yang menjadi kandang baru Arsenal diambil dari kerjasama mereka dengan maskapai penerbangan terkemuka asal Uni Emirat Arab, Emirates. Stadion tersebut berkapasitas 60.260 dan menghabiskan dana pembangunan senilai 390 juta pounds atau setara 7 triliun rupiah.

Kapasitas tersebut jelas jauh lebih besar dari Highbury yang ketika itu hanya mampu menampung sekitar 38.419 penonton.

Meski sudah memiliki kandang baru, stadion Highbury akan selalu dikenang sebagai yang paling bersejarah bagi Arsenal. Salah satu pelatih legendaris Arsenal, Arsene Wenger, juga mengakui hal itu.

Wenger yang ketika itu menjadi pelatih Arsenal berhasil mengoleksi setidaknya 11 trofi di Stadion Highbury.

“Aku pindah dari Highbury, stadion yang tidak jauh beda dengan Anfield. Namun, aku bisa merasakan bahwa Highbury memiliki jiwa di dalamnya,” ujar Wenger (via bleacher report)

Menurut Wenger, dukungan suporter yang tidak bisa lagi dirasakan langsung oleh para pemain, karena terdapat sekat di Emirates, membuat Highbury akan selalu disebut sebagai stadion yang memberi spirit luar biasa dalam setiap pertandingan.

Menurut seorang jurnalis bernama Layth Yousif, atmosfer di Stadion Emirates juga berbeda dengan apa yang ia rasakan ketika mendukung Arsenal di Stadion Highbury. Dia menyebut bila selalu ada nuansa kemenangan di stadion Highbury. Para penggemar selalu memberi energi positif kepada para pemain hingga bisa membuat Arsenal mendominasi laga.

Tugas Arsenal saat ini masih sama, yaitu menjadi juara Liga Primer Inggris, di stadion baru bernama Emirates. Lebih dari itu, mereka juga diminta untuk membangun kejayaan serta ceritanya sendiri, agar para penggemar tidak terus larut dalam potret “kemewahan” Stadion Highbury di masa lampau.

[embedyt] https://www.youtube.com/watch?v=EQUH_GFc8T0[/embedyt]

 

Sumber referensi: dugout, gantigol, bleacher report

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru