Training Center timnas Indonesia adalah salah satu program kerja yang dijanjikan Erick Thohir ketika terpilih sebagai Ketua Umum PSSI periode 2023-2027. Komitmen tersebut kembali ia tegaskan usai menggelar pertemuan dengan pengurus PSSI, Sabtu 18 Februari lalu.
Bak gayung bersambut, Presiden Joko Widodo mendukung penuh rencana tersebut. Dalam kunjungan kerjanya ke kawasan IKN, Jumat 24 Februari lalu, Presiden Joko Widodo ingin agar pusat latihan sepak bola untuk Timnas Indonesia dibangun di kawasan sub wilayah perencanaan 1B IKN.
Selain itu, kabar baik lainnya, pembangunan training center ini juga didanai FIFA. Rencananya, pusat latihan tersebut akan segera dibangun agar tahun depan sudah siap untuk mendukung kemajuan persepakbolaan Indonesia.
“Insyaallah kalau memang kita serius, tahun depan training center ini sudah paling tidak punya empat lapangan latihan dan mungkin juga tempat pemusatan latihan para atlet,” kata Erick Thohir dikutip dari Goal.
Ini jelas kabar baik bagi sepak bola nasional. Training Center Tim Nasional memanglah sangat krusial dan Indonesia memang tergolong tertinggal. Selain itu, sudah banyak negara yang menuai sukses usai memiliki pusat latihan khusus untuk tim nasional.
Prancis juara Piala Dunia 1998, Piala Eropa 2000, dan Piala Dunia 2018 usai membangun Clairefontaine. Spanyol juara back-to-back Euro 2008 dan 2012 serta menjuarai Piala Dunia 2010 usai membuka Ciudad del Futbol. Sementara Coverciano yang sudah dibuka sejak 1958 jadi kunci sukses Italia 2 kali menjuarai Piala Dunia dan Piala Eropa.
Sementara itu, meski belum mengangkat trofi lagi, tetapi prestasi Inggris membaik usai memiliki St. George’s Park. Contoh terakhir inilah yang paling menarik. Memang, kualitas sepak bola Inggris dan Indonesia bagai bumi dan langit. Namun, ada banyak pelajaran yang bisa kita petik dari pembangunan St. George’s Park yang penuh drama dan lika-liku.
St. George’s Park: Training Center Timnas Inggris yang Sempat Dibiarkan Mangkrak
Jika dibanding dengan negara besar Eropa lainnya, Inggris yang sudah jauh lebih maju liganya malah tergolong sangat terlambat soal training center tim nasional. Sejak tahap rencana, pembangunan St. George’s Park sudah menjadi polemik.
FA sejatinya sudah sadar akan pentingnya training center untuk The Three Lions. Lahan untuk pembangun St. George’s Park bahkan telah disiapkan sejak Februari 2001. Proyek ambisius itu diinisisi oleh Howard Wilkinson yang kala itu menjabat sebagai direktur teknis FA. Namun, ketika Howard Wilkinson dan CEO Adam Crozier meninggalkan FA pada 2002, proyek tersebut mangkrak.
Butuh kegagalan untuk kembali menyadarkan FA. Inggris gagal lolos ke Euro 2008. Kegagalan tersebut kemudian membangkitkan kembali proyek pembangunan St. George’s Park yang sempat dibiarkan mangkrak.
Adalah Sir Trevor Booking, direktur pengembangan FA kala itu yang cukup vokal dan mendesak proyek pembangunan St. George’s Park untuk segera dilanjutkan kembali. Kelanjutan proyek Pusat Sepak Bola Nasional pertama milik Inggris itu kemudian disetujui tak lama setelah Fabio Capello ditunjuk sebagai pelatih anyar The Three Lions.
Namun, meski sudah mendapat persetujuan dan diproyeksikan selesai pada 2010, nyatanya pekerjaan konstruksi proyek Pusat Sepak Bola Nasional Inggris itu baru dimulai pada Februari 2011. Dengan biaya £105 juta, FA menggandeng Red Box Design Group sebagai arsitek dan Bowmer & Kirkland sebagai kontraktor.
Akhirnya, setelah menanti 11 tahun penuh drama, St. George’s Park National Football Centre resmi dibuka pada 9 Oktober 2012. Kompleks mewah seluas 150 hektar itu langsung diresmikan oleh presiden FA serta Duke and Duchess of Cambridge.
Pusat latihan senilai £105 juta itu di bangun di area hutan Needwood yang terletak di kota Burton, Staffordshire dan menjadi rumah bagi 23 tim sepak bola nasional Inggris dari level junior hingga senior, baik timnas pria maupun timnas wanita. Tak hanya itu, St. George’s Park juga jadi rumah bagi timnas futsal dan tim sepak bola disabilitas.
Dengan luas 330 hektar, St. George’s Park memiliki 14 lapangan outdoor, termasuk sebuah lapangan replika yang sama persis dengan rumput Wembley, sebuah lapangan indoor 3G berukuran penuh, dan sebuah arena futsal.
St. George’s Park memang menyediakan fasilitas kelas dunia untuk kebutuhan timnas Inggris, baik sebelum pertandingan dan pasca pertandingan internasional. Di sini juga terdapat restoran kelas dunia, gym dan area rehabilitasi yang dilengkapi ruang hidroterapi canggih, kolam renang, jacuzzi, fasilitas analisis video, serta fasilitas ilmu kedokteran dan olahraga.
St. George’s Park juga jadi pusat pengembangan dan kursus kepelatihan pelatih nasional FA. Selain itu, di kompleks St. George’s Park juga berdiri Hotel Hilton yang menyediakan 228 kamar tidur yang dapat dipesan secara individu, kelompok, maupun tim. Fasilitas akomodasi tersebut juga menyediakan ruangan konferensi dan perjamuan olahraga atau bisnis.
Uniknya, St. George’s Park juga dapat disewa untuk klub, baik klub lokal maupun dari luar Inggris. Mereka menyewa fasilitas mewah itu untuk keperluan pre-season. Galatasaray, AS Monaco, Steaua Bucharest, Minnesota United, dan FC Barcelona tercatat pernah meminjam St. George’s Park. Tim Rugby Inggris dan Kriket Inggris juga pernah memakai fasilitas mewah ini.
Pelajaran Berharga dari Pembangunan St. George’s Park
Itulah sedikit kisah dari drama pembangunan St. George’s Park yang butuh waktu 11 tahun lamanya untuk bisa berdiri megah seperti hari ini. Memang, membayangkan Training Center Timnas Indonesia akan semegah St. George’s Park rasanya tidak rasional. Namun, dari drama pembangunan St. George’s Park, setidaknya ada 3 pelajaran berharga yang bisa kita petik.
Pertama, pemilihan lokasi training center yang mudah diakses. Kedua, perencanaan dan keseriusan yang matang sebelum mengeksekusi proyek training center tim nasional. Dan ketiga, eksekusi pembangunan sesegera mungkin.
Seperti yang sudah disingung, Training Center Tim Nasional rencananya akan dibangun di kawasan IKN. Sayangnya, jika berkaca dari kasus St. George’s Park, pemilihan lokasi ini menimbulkan pro dan kontra.
FA Inggris tak main-main dengan rencana mereka membangun St. George’s Park. Hal pertama yang mereka urus dan selesaikan adalah perkara lahan yang bahkan sudah dibereskan sejak 2001. Lahan yang dipilih FA di kota Burton, Staffordshire hanya berjarak kurang lebih 50 menit dari Birmingham, kota metropolitan terbesar kedua di UK. Ini sangat memudahkan timnas Inggris melakukan persiapan dan melakukan perjalanan internasional.
Sementara itu, meski IKN nantinya bakal jadi ibukota baru, tetapi saat ini pembangunan masih terus berlangsung. Artinya, fasilitas penunjung pun belum sememadai kota-kota besar lainnya.
Namun, kabar baiknya, proyek pembangunan Training Center Tim Nasional ini sudah disetujui presiden. Erick Thohir yang juga selaku Menteri BUMN juga sudah memastikan bahwa dana pembangunan proyek ini mendapat dukungan dari FIFA.
Sudah jadi rahasia umum jika di negeri ini banyak proyek besar yang mangkrak. Wisma Atlet Hambalang, Stadion Watubelah, Stadion Mattoanging, dan Stadion Barombong adalah beberapa proyek pembangunan sarana olahraga yang mangkrak di negeri ini. Semoga saja, dengan hadirnya dukungan dari PSSI, pemerintah, hingga FIFA, proyek Training Center Tim Nasional ini bisa terealisasi.
Belajar dari kasus St. George’s Park yang sempat mangkrak bertahun-tahun, jangan sampai PSSI dan pemerintah Indonesia memberikan janji palsu soal Training Center Tim Nasional. Apalagi membiarkannya mangkrak seperti proyek lain dan baru sadar ketika terjadi tragedi pada timnas seperti apa yang terjadi pada FA Inggris pada Euro 2008 silam.
Tentu, sulit membayangkan Training Center Timnas Indonesia akan bisa semegah dan semewah St. George’s Park milik Inggris. Namun, mau seperti apapun juga, proyek ini harus segera dibangun dan setidaknya, Training Center Timnas Indonesia harus jadi pusat latihan dan pengembangan sepak bola terbaik di tanah air.
Kini, tugas kita adalah mengawasi dan mendukung. Semoga saja, janji Erick Thohir soal 4 lapangan latihan dan pemusatan latihan untuk atlet yang dijanjikan jadi tahun depan bisa benar-benar terealisasi.
Referensi: Kompas, Goal, BBC, FA, Premier Construction News, Starting Eleven.


