Kecepatan perkembangan dunia sepak bola memaksa kita untuk mudah lupa. Dalam iklim yang demikian adanya, pekerjaan bagus seorang manajer bisa saja berakhir singkat dan berujung dibuang.
Maka dalam iklim yang demikian, sosok Avraham Grant atau orang mengenalnya Avram Grant menjadi pelaku sekaligus korbannya. Siapa mengenal Avram Grant? Untuk mengenal pelatih berkebangsaan Israel ini kita mesti mundur sebentar.
Daftar Isi
Pengganti Jose Mourinho
Tahun 2003, raksasa London, Chelsea kedatangan orang kaya dari Rusia. Kelak kita mengenalnya dengan nama Roman Abramovich. Abramovich datang dengan segudang duit. Tujuannya membangun dinasti di klub London tersebut.
Abramovich cerdik. Saat pertama kali mengakuisisi klub, tak berapa lama ia menunjuk Jose Mourinho. Pelatih kawakan yang belum lama mengantarkan Porto meraih dua trofi Eropa. Penunjukkan Jose Mourinho sangatlah tepat.
95 – José Mourinho became the first manager to win the Premier League title in his first season in charge in English football; Chelsea’s haul of 95 points in 2004-05 was a record until 2017-18. Special. #OptaPLSeasons pic.twitter.com/aVfk8OFNpx
— OptaJoe (@OptaJoe) April 8, 2020
Mantan penerjemah itu menyumbangkan trofi untuk Chelsea, termasuk trofi Liga Inggris 2004/05 dan 2005/06. Tapi pada September 2007, Jose Mourinho pergi dari Stamford Bridge. Kehilangan sosok pelatih sepertinya tidak membuat kapal Chelsea goyang begitu saja.
Abramovich tak ambil pusing untuk mencari penggantinya. Maka muncullah sosok yang disebut “The Unknown One”. Adalah Avram Grant, orang Israel yang pernah melatih Timnas Israel dan klub-klub Israel ditunjuk menggantikan Jose Mourinho.
Roman Abramovich has turned to former boss Avram Grant for advice on who to appoint as the new Chelsea manager. #cfc pic.twitter.com/ZcOa5f06g8
— Fool of Soccer (@foolofsoccer) February 19, 2016
Teman Dekat Roman Abramovich
Sesuai julukannya, “Yang Tak Dikenal”. Tidak ada yang mengenali pelatih Chelsea yang satu ini. Avram Grant, siapa pula dia? Siapanya Avram Glazer? Jelas, walaupun sama-sama meminjam nama “Avram”, Grant dan Glazer adalah orang yang berbeda.
Soal apakah Glazer dan Grant mempunyai hubungan darah, itu bisa dicari tahu lain waktu. Nah, kedatangan Avram Grant ini juga memicu pergolakan dari penggemar The Pensioners. Mereka merasa Grant bukan sosok yang tepat, apalagi labelnya pengganti Jose Mourinho.
Para penggemar The Blues tidak menerima kehadiran Avram Grant di ruang ganti Stamford Bridge. Soal mengapa penggemar Chelsea begitu tidak menyukainya, kita bahas nanti. Sebelum mengarah ke siapa Avram Grant, pertanyaan dasarnya adalah mengapa ia ditunjuk oleh Abramovich?
Avram Grant: “Before I joined, everybody spoke about Chelsea’s ugly football. After one month nobody mentioned it. If you look back, it was maybe their best football. Jose likes to be the centre of everything, the star. My approach is I am the director, the stars are the players” pic.twitter.com/aDtr3D8Ec6
— Majid 🇦🇪 (@MajidMheiri) May 21, 2020
Sejak diakuisisi Roman Abramovich, nama Avram Grant sudah ada di kepengurusan The Blues. Pada Juli 2007, pria Israel itu sudah ditunjuk sebagai direktur olahraga Chelsea. Baru dua bulan menduduki jabatan itu, Grant diangkat jadi manajer.
Ia ditunjuk bersama Steve Clarke sebagai asisten. Lalu pada Bulan Oktober, orang Belanda, Henk ten Cate masuk, juga menjadi asisten Avram Grant. Pelatih asal Israel itu tak memiliki CV pada umumnya pelatih tim Eropa. Ia ‘hanya’ aktif menjuarai kompetisi di Israel bersama dua klub Maccabi: Maccabi Tel Aviv dan Maccabi Haifa.
Akan tetapi, Grant sangatlah beruntung bisa mengenal Roman Abramovich. Grant dan Abramovich dekat sebagai teman pribadi. Kalau dalam bahasa Jawa, keduanya kanca kenthel.
Keduanya dipertemukan oleh agen super yang juga berkebangsaan Israel, Pini Zahavi. Oalah pantas saja. Ternyata ada aroma nepotisme di balik penunjukkan Avram Grant.
Tanpa Sertifikasi Pelatih
Dalam dunia kerja urusan nepotisme memang terlalu lumrah. Tapi untuk memilih pelatih, yang mana punya tanggung jawab besar, resiko, dan ada citra yang mesti dijaga, itu sulit dipahami. Terlebih Avram Grant gersang reputasi.
Bahwa ia adalah pelatih dan sudah punya gelar benar belaka. Tapi kenyataan bahwa Grant tak punya sertifikat kepelatihan di bawah UEFA, itu yang jadi persoalannya. Tatkala ditunjuk sebagai pelatih Chelsea, Grant belum punya sertifikasi pelatih yang disyaratkan UEFA, entah kepelatihan level “B” atau “A”.
Grant hanya mengantongi sertifikat kepelatihan dari negara asalnya, Israel. Sementara, mengutip Irish Times, UEFA belum menandatangani perjanjian pengesahan di mana negara tersebut dapat memberikan lisensi Pro. Akibatnya arus penolakan Grant sebagai manajer The Blues jadi sangat tinggi.
Terlebih setelah tiga hari ditunjuk, Chelsea keok dari Manchester United 2-0. Lalu, pada laga kandang pertamanya, Chelsea di tangan Grant hanya meraih hasil imbang 0-0 melawan Fulham. Sontak penggemar sangat keberatan Chelsea dilatih Avram Grant.
Rasis dan Antisemitisme
Protes dari penggemar Chelsea bahkan sampai pada titik yang sangat menyebalkan. Bukan hanya memprotes ketidakcakapan Grant dalam melatih Chelsea. Para fans juga melontarkan kata-kata rasis dan ejekan bernuansa antisemitisme pada Grant.
“Kami lebih suka Mourinho, daripada Yahudi”. Begitulah cacian yang dilontarkan para pendukung Chelsea pada Grant. Tampaknya protes itu benar-benar sudah mengarah ke antisemitisme, yaitu suatu sikap permusuhan kepada orang Yahudi.
Di tengah arus protes yang begitu deras, pihak Chelsea membela Avram Grant. Ketua Chelsea kala itu, Bruce Buck mengatakan, protes yang dilakukan penggemar Chelsea sudah melewati batas. Secara tidak adil cacian rasis dan antisemitisme itu mencoreng sebagian besar penggemar Chelsea yang tidak ingin ikut campur.
Dikritik Pemain, Dibela Kapten John Terry
Masalah berikutnya, Grant rupanya tak disenangi beberapa pemain Chelsea. Dilansir The Guardian, para pemain senior yang tidak disebutkan namanya mempertanyakan kualifikasi Grant untuk memimpin tim sekaliber Chelsea. Metode yang dipakai Grant dianggap ketinggalan zaman.
Beberapa staf pelatih juga menaruh keraguan pada orang Israel itu. Namun, kapten Chelsea, John Terry meyakinkan rekan-rekannya untuk percaya saja pada Avram Grant. Sebelum laga melawan Hull City di Piala Liga, Terry mengajak bicara rekan satu timnya.
Inti pertemuan itu Terry mengajak kawan setimnya mendukung Grant sebagai manajer baru. Sayangnya, pesan Terry tak diterima dengan baik. Sebab beberapa pemain masih bersikeras mengatakan Grant tidak cukup untuk melatih mereka. Taktiknya jadul, tidak mutakhir seperti Jose Mourinho.
Mengutip laporan yang sama, seorang anggota staf kepelatihan Grant bahkan memberi tahu teman-temannya. Jika tidak ada perubahan lebih lanjut dari manajemen, ia akan meninggalkan Chelsea. Tapi sepertinya hal itu batal terjadi.
I often think about Avram Grant’s one season in charge at Chelsea. So many “what if” moments…
— 😎🍊Orange Kayessidy🍊😎 (@KAY3_2SO) March 21, 2021
What if John Terry hadn’t slipped in the champions league final?
What if Chelsea beat Spurs in the League Cup final?
What if Chelsea won the league?#CFC pic.twitter.com/EyH0JPGpeY
Final Liga Champions 2008
Anjing menggonggong, Avram Grant tetap berlalu. Ia tak peduli badai kritik menghantamnya. Grant terus bekerja saja. Setelah menelan kekalahan di awal melatih, Grant justru membuat Chelsea tak terkalahkan dalam 16 laga di semua kompetisi, termasuk ketika menghancurkan Manchester City 6-0 pada akhir Oktober.
Catatan mentereng itu sampai Bulan Desember. Abramovich pun merasa Grant adalah sosok yang tepat. Ia berencana memperpanjang kontrak Grant hingga empat tahun mendatang. Bursa transfer musim dingin Januari 2008 jadi titik balik Grant.
Beberapa pemain ia datangkan, seperti Nicolas Anelka, Branislav Ivanovic, sampai Franco Di Santo. Chelsea pun makin luar biasa. Setelah memastikan kemenangan pertamanya di Liga Champions kontra Valencia 2-1 pada Oktober 2007, Chelsea dibawanya lolos ke fase gugur.
Chelsea lolos dengan status juara grup B dan tak terkalahkan. Tak disangka laju Chelsea di Liga Champions sangat mulus. Mengalahkan Olympiakos di 16 besar dan menghajar Fenerbahce di perempat final, Grant memastikan Chelsea menghadapi Liverpool di semifinal.
Liverpool lawan yang sulit, tapi Chelsea bisa menaklukkannya. Pasukan Grant mengalahkan The Reds lewat agregat 4-3. Di final Avram Grant ditantang Sir Alex Ferguson. Walau kalah, Chelsea asuhan Grant bisa merepotkan United.
Malahan di laga itu United ‘cuma’ bisa menang karena kesalahan John Terry. Andai sang kapten tidak terpeleset saat mengeksekusi penalti, mungkin Chelsea yang akan juara dan Avram Grant adalah pelatih Israel pertama yang meraih trofi Liga Champions.
Well, meski dengan kontroversi, pelatih asal Israel itu nyatanya sanggup mengantarkan Chelsea ke final Liga Champions. Ha gimana? Mau kita panggil lagi saja beliau buat melatih Chelsea?
Sumber: BBC1, BBC2, TheGuardian, TheseFootballTimes, TheGuardian2, DailyMail, TheAthletic, IrishTimes


