Sosok Davide Ancelotti, Lebih Dari Seorang Anak Ancelotti

spot_img

Buah jatuh tak jatuh dari pohonnya. Begitulah pepatah yang cocok menggambarkan Carlo Ancelotti dan Davide Ancelotti, sepasang anak bapak yang kini menjadi arsitek Real Madrid.

Tak sembarangan Ancelotti membawa anaknya ke Real Madrid sebagai asisten. Davide punya beberapa peran yang bisa membuat Los Merengues tambah perkasa. Davide Ancelotti juga punya track record dan kapasitas yang mumpuni di dunia kepelatihan.

Mengenal Davide Ancelotti

Tak kenal maka tak sayang, Davide Ancelotti adalah salah satu anak kandung Carlo Ancelotti yang lahir pada tahun 1989 silam. Sejak muda Ancelotti sudah mengharuskan Davide menyelesaikan pendidikan akademiknya sebelum terjun ke dunia sepakbola.

Buktinya ia baru terjun ke dunia sepakbola pasca lulus dari kuliahnya. Sejak kuliah ia sudah punya modal cukup baik di dunia olahraga karena mengambil jurusan Sports Sciences. Sempat bimbang untuk terjun di dunia sepakbola, akhirnya pada 2012 dengan kompetensinya di bidang olahraga ia memberanikan diri ikut ayahnya menjadi pelatih fisik di PSG. Saat itu Davide masih berusia 22 tahun.

Hanya satu tahun di Paris, ia kemudian ikut ayahnya lagi melatih Real Madrid di tahun 2013. Perannya masih sama yakni sebagai pelatih kebugaran tim. Davide lah yang kala itu menangani CR7 dan kawan-kawan dalam hal menjaga kebugaran tiap harinya.

Mulai Jadi Asisten Pelatih

Dari tahun 2013 hingga 2015, beberapa gelar sudah diraih Davide bersama ayahnya di Bernabeu. Namun Davide ingin lebih baik secara posisi di staf kepelatihan ayahnya. Ia kemudian menjalani serangkaian tes untuk mendapat lisensi kepelatihan dari UEFA.

Davide Ancelotti tak hanya sekadar ingin dipromosikan ke tingkat yang lebih tinggi hanya karena faktor ayahnya. Ia mengikuti setiap proses dan alurnya secara legal. Akhirnya pada tahun 2015, ia mendapatkan sertifikat UEFA Pro License. Hal ini menjadi modal bagus bagi karier Davide kedepannya.

Benar saja, ketika Ancelotti pindah melatih Munchen pada tahun 2016, Davide kemudian mulai dipromosikan menjadi asisten pelatih. Ancelotti juga bukan tanpa alasan mempromosikan anaknya sebagai asisten pelatihnya di Die Roten.

Ancelotti menilai Davide sudah mulai berkembang dan matang. Pengalaman yang telah dilaluinya sebagai pelatih kebugaran juga menjadi penilaian ayahnya. Selain itu, Ancelotti juga percaya dengan kemampuan bahasa Jerman yang baik dari Davide mampu banyak menolongnya. Menjadi asisten pelatih di usia 27 tahun, membuat Davide dinobatkan menjadi asisten pelatih termuda saat itu di Bundesliga.

Davide Di Munchen, Napoli, dan Everton

Lalu apa peran dari Davide ketika menjadi asisten pelatih ayahnya? Davide tak hanya jadi boneka dan nurut-nurut saja dengan ayahnya. Davide punya independensi dan kemampuan untuk memunculkan ide-ide baru kepada ayahnya.

Contohnya ketika di Munchen. Seperti dikatakan Diario AS, ia lebih sering dekat dengan para pemain di luar lapangan. Davide bahkan sering mengajak hangout pergi makan malam bareng dengan para pemain Bavarian.

Davide nampaknya ingin membangun kedekatan hubungan antara pelatih dengan pemain dapat terjalin dengan baik. Beberapa staf di Munchen pun menilai Davide adalah pemuda yang jujur, cerdas, serta unggul dalam hal hubungan komunikasi.

Ketika pindah ke Napoli pada tahun 2018, ia juga banyak membantu ayahnya di lapangan. Sebagai contoh ketika pertama kalinya Davide mengambil alih kursi kepelatihan ayahnya saat Ancelotti absen di laga kontra AS Roma pada bulan November 2019.

Awalnya Davide diragukan oleh direktur olahraga Napoli, Christian Guintoli. Meski hasilnya kalah 2-1, namun debut Davide menggantikan ayahnya tersebut dipuji oleh Guintoli karena kepiawaiannya meng-handle tim dari segi persiapan, jumpa pers dan instruksinya di dalam lapangan.

Lalu ketika di Everton, Davide mulai diberi kepercayaan lebih Ancelotti sebagai orang yang menangani lebih banyak sesi latihan tim. Ancelotti terkadang hanya menerima input akhir saja dari apa yang Davide jalani selama sesi latihan.

Dalam wawancaranya di Liverpool Echo, Davide mengatakan bahwa sebagai asisten pelatih ayahnya, ia sering memberikan beberapa masukan agar ayahnya tersebut terus berpikir maju. “Tugasku sebagai asisten pelatih tak hanya berkata “ya” kepada pelatih. Bahkan kalau tak sejalan, saya bisa menentang hal tersebut meski itu ayah saya,” kata Davide.

Davide di Real Madrid

Setelah dari Everton, ia kemudian ikut lagi ayahnya yang ditunjuk sebagai pelatih Real Madrid lagi di tahun 2021. Perannya hampir sama seperti ketika di Everton. Porsi latihan juga masih sama seperti di Everton, lebih banyak dipegang Davide ketimbang Ancelotti. Terkadang juga selama sesi latihan di Real Madrid, sikap Davide lebih keras ketimbang ayahnya.

Ada juga beberapa pengaruh spesifik dari sentuhan Davide Ancelotti selama di Los Blancos. Yang pertama ketika ia memberi masukan kepada Benzema jelang laga Derby Madrid melawan Atletico Madrid di bulan Desember 2021.

Ketika itu Davide tiba-tiba mendekati Benzema dan menyuruh striker Prancis itu untuk lebih bermain melebar dan membuka ruang. Karena dengan cara itu pertahanan Atletico Madrid bisa mudah runtuh. Terbukti El Real memenangkan Derby tersebut 2-0 dan Benzema berhasil cetak satu gol.

Selain itu, di laga pembuka musim lalu melawan Almeria, El Real juga diselamatkan oleh bisikan Davide Ancelotti. Di laga yang dihelat pada Agustus 2022 tersebut, awalnya Los Blancos tertinggal dulu 1-0 oleh Almeria.

Namun kemudian El Real sukses meraih tiga poin comeback 1-2 berkat gol David Alaba lewat tendangan bebas. Nah, salah satu pembisik agar Alaba mengambil tendangan bebas ketika itu adalah Davide Ancelotti.

Davide meminta Ancelotti menginstruksikan Alaba sebagai eksekutor. Padahal kala itu eksekutor tendangan bebas El Real adalah Benzema atau Toni Kroos. Hal itu diungkapkan sendiri Ancelotti ketika diwawancarai ESPN.

Masa Depan Davide Ancelotti

Setelah meraih berbagai gelar bersama ayahnya di Real Madrid, musim 2023/24 bisa saja menjadi musim terakhir bagi Davide Ancelotti di Bernabeu. Karena otomatis jika ayahnya hengkang musim depan ia akan mengikuti jejaknya.

Isu Ancelotti melatih Timnas Brazil sudah makin santer terdengar. Bahkan menurut kabar, Timnas Brazil sempat ingin mendatangkan terlebih dahulu Davide Ancelotti sebagai pelatih sementara Brazil sambil menunggu musim ini berakhir.

Well, masa depan Davide Ancelotti masih sangat panjang di dunia kepelatihan. Namun ia sudah meniti di jalur yang benar. Langkah demi langkah ia lalui dan tidak instan. Ia juga tak sekadar produk nepotisme belaka dari ayahnya. Terbukti kompetensinya diakui di mana-mana. Jadi, bukan tidak mungkin pada waktunya nanti ia akan sah menjadi penerus ayahnya sebagai pelatih hebat.

Sumber Referensi : en.as, transfermarkt, espn, marca

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru