Buah jatuh tak jatuh dari pohonnya. Begitulah pepatah yang cocok menggambarkan Carlo Ancelotti dan Davide Ancelotti, sepasang anak bapak yang kini menjadi arsitek Real Madrid.
Tak sembarangan Ancelotti membawa anaknya ke Real Madrid sebagai asisten. Davide punya beberapa peran yang bisa membuat Los Merengues tambah perkasa. Davide Ancelotti juga punya track record dan kapasitas yang mumpuni di dunia kepelatihan.
Don Carlo and son, Davide Ancelotti.✨ pic.twitter.com/CvdkBTo7yx
— Juliet Bawuah (@julietbawuah) June 14, 2022
Daftar Isi
Mengenal Davide Ancelotti
Tak kenal maka tak sayang, Davide Ancelotti adalah salah satu anak kandung Carlo Ancelotti yang lahir pada tahun 1989 silam. Sejak muda Ancelotti sudah mengharuskan Davide menyelesaikan pendidikan akademiknya sebelum terjun ke dunia sepakbola.
Buktinya ia baru terjun ke dunia sepakbola pasca lulus dari kuliahnya. Sejak kuliah ia sudah punya modal cukup baik di dunia olahraga karena mengambil jurusan Sports Sciences. Sempat bimbang untuk terjun di dunia sepakbola, akhirnya pada 2012 dengan kompetensinya di bidang olahraga ia memberanikan diri ikut ayahnya menjadi pelatih fisik di PSG. Saat itu Davide masih berusia 22 tahun.
Hanya satu tahun di Paris, ia kemudian ikut ayahnya lagi melatih Real Madrid di tahun 2013. Perannya masih sama yakni sebagai pelatih kebugaran tim. Davide lah yang kala itu menangani CR7 dan kawan-kawan dalam hal menjaga kebugaran tiap harinya.
Treinamento | Davide Ancelotti e Cristiano Ronaldo pic.twitter.com/VlDDO9NvMV
— Real Madrid BRA (@GalaticosBR) April 19, 2014
Mulai Jadi Asisten Pelatih
Dari tahun 2013 hingga 2015, beberapa gelar sudah diraih Davide bersama ayahnya di Bernabeu. Namun Davide ingin lebih baik secara posisi di staf kepelatihan ayahnya. Ia kemudian menjalani serangkaian tes untuk mendapat lisensi kepelatihan dari UEFA.
🎖| Davide Ancelotti has a UEFA A license, it was obtained with a score of 13 out of 15. His career as a head coach is guaranteed, but he must first obtain the UEFA Pro license. @relevo pic.twitter.com/aTcatyy5aZ
— Madrid Xtra (@MadridXtra) August 17, 2022
Davide Ancelotti tak hanya sekadar ingin dipromosikan ke tingkat yang lebih tinggi hanya karena faktor ayahnya. Ia mengikuti setiap proses dan alurnya secara legal. Akhirnya pada tahun 2015, ia mendapatkan sertifikat UEFA Pro License. Hal ini menjadi modal bagus bagi karier Davide kedepannya.
Benar saja, ketika Ancelotti pindah melatih Munchen pada tahun 2016, Davide kemudian mulai dipromosikan menjadi asisten pelatih. Ancelotti juga bukan tanpa alasan mempromosikan anaknya sebagai asisten pelatihnya di Die Roten.
[#Bundesliga🇩🇪] Davide Ancelotti devient entraîneur adjoint au Bayern Munich ! Père et fils sont réunis. pic.twitter.com/o4nczoO1ZA
— Footballogue (@Footballogue) August 24, 2016
Ancelotti menilai Davide sudah mulai berkembang dan matang. Pengalaman yang telah dilaluinya sebagai pelatih kebugaran juga menjadi penilaian ayahnya. Selain itu, Ancelotti juga percaya dengan kemampuan bahasa Jerman yang baik dari Davide mampu banyak menolongnya. Menjadi asisten pelatih di usia 27 tahun, membuat Davide dinobatkan menjadi asisten pelatih termuda saat itu di Bundesliga.
Davide Di Munchen, Napoli, dan Everton
Lalu apa peran dari Davide ketika menjadi asisten pelatih ayahnya? Davide tak hanya jadi boneka dan nurut-nurut saja dengan ayahnya. Davide punya independensi dan kemampuan untuk memunculkan ide-ide baru kepada ayahnya.
Contohnya ketika di Munchen. Seperti dikatakan Diario AS, ia lebih sering dekat dengan para pemain di luar lapangan. Davide bahkan sering mengajak hangout pergi makan malam bareng dengan para pemain Bavarian.
Davide nampaknya ingin membangun kedekatan hubungan antara pelatih dengan pemain dapat terjalin dengan baik. Beberapa staf di Munchen pun menilai Davide adalah pemuda yang jujur, cerdas, serta unggul dalam hal hubungan komunikasi.
Ketika pindah ke Napoli pada tahun 2018, ia juga banyak membantu ayahnya di lapangan. Sebagai contoh ketika pertama kalinya Davide mengambil alih kursi kepelatihan ayahnya saat Ancelotti absen di laga kontra AS Roma pada bulan November 2019.
#Napoli, il saluto di Davide #Ancelotti https://t.co/AKFnY1jCee
— Gianluca Di Marzio (@DiMarzio) December 11, 2019
Awalnya Davide diragukan oleh direktur olahraga Napoli, Christian Guintoli. Meski hasilnya kalah 2-1, namun debut Davide menggantikan ayahnya tersebut dipuji oleh Guintoli karena kepiawaiannya meng-handle tim dari segi persiapan, jumpa pers dan instruksinya di dalam lapangan.
Lalu ketika di Everton, Davide mulai diberi kepercayaan lebih Ancelotti sebagai orang yang menangani lebih banyak sesi latihan tim. Ancelotti terkadang hanya menerima input akhir saja dari apa yang Davide jalani selama sesi latihan.
Dalam wawancaranya di Liverpool Echo, Davide mengatakan bahwa sebagai asisten pelatih ayahnya, ia sering memberikan beberapa masukan agar ayahnya tersebut terus berpikir maju. “Tugasku sebagai asisten pelatih tak hanya berkata “ya” kepada pelatih. Bahkan kalau tak sejalan, saya bisa menentang hal tersebut meski itu ayah saya,” kata Davide.
NOW: Davide Ancelotti joins us 👏
— talkSPORT (@talkSPORT) December 22, 2020
🗣️ The @Everton assistant manager will be talking about:
✅ Working with his dad
✅ His coaching journey
✅ How good is Calvert-Lewin?
✅ Much more!
Tune in now for the full interview!
📻 Listen → https://t.co/VJgUHnqdM1 pic.twitter.com/RkI1xAF7pB
Davide di Real Madrid
Setelah dari Everton, ia kemudian ikut lagi ayahnya yang ditunjuk sebagai pelatih Real Madrid lagi di tahun 2021. Perannya hampir sama seperti ketika di Everton. Porsi latihan juga masih sama seperti di Everton, lebih banyak dipegang Davide ketimbang Ancelotti. Terkadang juga selama sesi latihan di Real Madrid, sikap Davide lebih keras ketimbang ayahnya.
🚨🎖️| Davide Ancelotti’s idea is to stay with his father Carlo until his Real Madrid stint ends and then make a leap to be a coach himself. @relevo pic.twitter.com/03SuDY6kMX
— Madrid Xtra (@MadridXtra) December 26, 2022
Ada juga beberapa pengaruh spesifik dari sentuhan Davide Ancelotti selama di Los Blancos. Yang pertama ketika ia memberi masukan kepada Benzema jelang laga Derby Madrid melawan Atletico Madrid di bulan Desember 2021.
Karim Benzema & Davide Ancelotti.#RealMadridAtleti pic.twitter.com/A1xPjt39XW
— RealEspartaβ (@RealEspartaB) February 25, 2023
Ketika itu Davide tiba-tiba mendekati Benzema dan menyuruh striker Prancis itu untuk lebih bermain melebar dan membuka ruang. Karena dengan cara itu pertahanan Atletico Madrid bisa mudah runtuh. Terbukti El Real memenangkan Derby tersebut 2-0 dan Benzema berhasil cetak satu gol.
Selain itu, di laga pembuka musim lalu melawan Almeria, El Real juga diselamatkan oleh bisikan Davide Ancelotti. Di laga yang dihelat pada Agustus 2022 tersebut, awalnya Los Blancos tertinggal dulu 1-0 oleh Almeria.
Namun kemudian El Real sukses meraih tiga poin comeback 1-2 berkat gol David Alaba lewat tendangan bebas. Nah, salah satu pembisik agar Alaba mengambil tendangan bebas ketika itu adalah Davide Ancelotti.
Davide Ancelotti clave en el gol de David Alaba. 🤍 pic.twitter.com/liGvpVNSNF
— REAL MADRID ♥️ (@AdriRM33) August 15, 2022
Davide meminta Ancelotti menginstruksikan Alaba sebagai eksekutor. Padahal kala itu eksekutor tendangan bebas El Real adalah Benzema atau Toni Kroos. Hal itu diungkapkan sendiri Ancelotti ketika diwawancarai ESPN.
Masa Depan Davide Ancelotti
Setelah meraih berbagai gelar bersama ayahnya di Real Madrid, musim 2023/24 bisa saja menjadi musim terakhir bagi Davide Ancelotti di Bernabeu. Karena otomatis jika ayahnya hengkang musim depan ia akan mengikuti jejaknya.
Isu Ancelotti melatih Timnas Brazil sudah makin santer terdengar. Bahkan menurut kabar, Timnas Brazil sempat ingin mendatangkan terlebih dahulu Davide Ancelotti sebagai pelatih sementara Brazil sambil menunggu musim ini berakhir.
Well, masa depan Davide Ancelotti masih sangat panjang di dunia kepelatihan. Namun ia sudah meniti di jalur yang benar. Langkah demi langkah ia lalui dan tidak instan. Ia juga tak sekadar produk nepotisme belaka dari ayahnya. Terbukti kompetensinya diakui di mana-mana. Jadi, bukan tidak mungkin pada waktunya nanti ia akan sah menjadi penerus ayahnya sebagai pelatih hebat.
🚨🌕| Davide Ancelotti is NOT leaving Real Madrid, sources from the club have confirmed. @MarioCortegana #rmalive pic.twitter.com/0uN1oV7cng
— Madrid Zone (@theMadridZone) April 14, 2023
Sumber Referensi : en.as, transfermarkt, espn, marca


