Setelah Hampir Setengah Abad, Aston Villa ke 8 Besar UCL, Berkat DNA Madrid?

spot_img

Kalau mimin disuruh milih, mungkin pertandingan antara Real Madrid dan Atletico Madrid jadi yang paling seru di babak 16 besar Liga Champions musim ini. Namun, jika ditanya siapa tim yang paling mengejutkan di UCL musim ini, mungkin kita semua sepakat bahwa jawabannya adalah Aston Villa asuhan Unai Emery.

Tak seperti Real Madrid dan Bayern Munchen yang harus melewati babak play off terlebih dahulu, Villa justru duduk manis di urutan kedelapan dan berhak lolos langsung ke babak 16 besar. Dan kemarin, salah satu wakil Inggris itu mengamankan satu tiket ke babak delapan besar setelah mengalahkan Club Brugge dengan agregat 6-1.

Penampilan impresifnya di Liga Champions musim ini menimbulkan daya tarik tersendiri. Di saat tim-tim raksasa macam Liverpool, Juventus, dan AC Milan berguguran, Villa justru tetap stabil di jalurnya sendiri. Lantas, bagaimana cara Villa melakukannya? 

Jadi yang Pertama Sejak 44 Tahun

Sebelum berbicara lebih dalam tentang bagaimana resep rahasia Aston Villa di Liga Champions, kita akan memberikan apresiasi terlebih dahulu atas capaian mereka. Bermodalkan agregat 6-1 saat mengalahkan Club Brugge, Marcus Rashford cs berhasil mencapai babak delapan besar Liga Champions musim 2024/25.

Ini adalah kali pertama bagi Aston Villa setelah terakhir melakukan itu hampir setengah abad yang lalu, atau tepatnya pada Liga Champions musim 1982/83. 42 tahun lalu, klub yang bermarkas di Villa Park itu lolos ke babak 8 besar, setelah pada musim sebelumnya mencatatkan sejarah dengan menjuarai kompetisi tersebut. Namun sayang, sang juara bertahan bertekuk lutut di hadapan Juventus.

DNA Eropa yang Makin Kental

Riwayat di masa lalu itu yang bisa dibilang jadi bekal tambahan di Liga Champions musim ini. Dengan adanya DNA Eropa yang mengalir di diri Aston Villa, mereka sedikit banyak terbantu untuk melaju jauh di kompetisi antarklub terbaik di Eropa itu. Namun, bukan cuma itu saja. DNA Eropa Villa juga semakin kental musim ini. 

Mengapa demikian? Karena Villa baru saja mendatangkan Marco Asensio dari PSG. Loh, emang apa hubungannya? Sejauh ini, jika dibandingkan dengan rekan-rekan satu timnya di Aston Villa, Asensio jadi pemain paling berpengalaman di Liga Champions. Selain karena sudah mengemas 71 pertandingan di UCL, Asensio sudah meraih tiga gelar bersama Real Madrid.

Pengalaman dan DNA juara UCL yang dimiliki Asensio bisa sangat membantu tim untuk membangun mental bermain yang lebih baik. Pengalaman Asensio dalam menghadapi tekanan dan intensitas pertandingan yang lebih tinggi juga bisa ditularkan kepada para punggawa The Villans.

Selain Marco Asensio, musim ini Villa juga memiliki beberapa pemain lain yang berpengalaman di Liga Champions juga. Seperti Ian Maatsen yang musim lalu mengantarkan Borussia Dortmund ke final Liga Champions dan Marcus Rashford yang punya 35 caps di UCL bersama Manchester United.

Riwayat Manis Unai Emery di Eropa

Bukan cuma dari materi pemain, sang pelatih, yakni Unai Emery pun punya sepak terjang yang apik di kompetisi Eropa. Pelatih yang sering disama-samakan dengan Loki itu tercatat beberapa kali meraih prestasi di Europa League. Setiap tim yang dilatihnya, seakan memiliki jaminan untuk juara jika tampil di Europa League.

Hal tersebut dibuktikan dengan empat trofi Europa League yang diraihnya bersama dua klub Spanyol, Sevilla dan Villarreal. Tercatat, hanya Arsenal yang sudah diantarkan sampai Emery sampai final, tapi gagal menjuarai kompetisi kasta kedua Eropa tersebut.

Tapi kan prestasi Emery masih nol besar di UCL? Tidak salah juga. Pas sama PSG pun, Emery hanya mentok di babak 16 besar musim 2016/17 dan 2017/18. Tapi, setidaknya pelatih asal Spanyol itu pernah mengejutkan dunia ketika membawa Villarreal menembus semifinal Liga Champions musim 2021/22. 

Kedalaman Skuad

DNA Eropa yang kian kental di Aston Villa didukung dengan komposisi skuad yang seimbang. Di bawah kendali Monchi selaku direktur sepakbola, aliran transfer pemain Villa terlihat lebih rapi. Pemain yang keluar selalu digantikan oleh pemain yang memiliki kualitas yang sama, bahkan justru lebih baik.

Seperti ketika ditinggal salah satu gelandang terbaiknya, yakni Douglas Luiz ke Juventus, Villa mendatangkan Amadou Onana dari Everton. Secara kualitas dan gaya bermain, keduanya hampir sama. Onana yang berposisi sebagai gelandang bertahan juga memiliki naluri menyerang yang sangat baik, sama seperti Luiz.

Tak cuma itu, saat Villa kehilangan Jhon Duran di bursa transfer musim dingin, klub dengan cepat menemukan penggantinya. Marco Asensio dipinjam dari PSG untuk menggantikan Duran. Sadar akan persaingan ketat di UCL dan jadwal kompetisi yang semakin padat, Monchi juga memperdalam skuad. 

Pemain-pemain yang didatangkan pun bukan sembarangan. Contohnya seperti Donny Malen, Ian Maatsen, Cameron Archer, dan Marcus Rashford. Dengan begitu, Emery punya keleluasaan untuk meramu skuadnya.

Pertahanan Solid

Komposisi skuad yang baik saja tidak cukup untuk tahan lama di Liga Champions. Secara permainan pun harus lebih unggul dari yang lain. Lalu, apakah Aston Villa memenuhi unsur itu? 

Poin pertama yang perlu diperhatikan dari perjalanan Aston Villa di UCL adalah soal pertahanan yang solid. Dari sepuluh pertandingan yang sudah dilewati, Villa baru kebobolan tujuh gol. Dalam hal ini, keberadaan Emi Martinez tentu jadi faktor kunci.

Dalam sepuluh pertandingan, ia mencatatkan lima clean sheet. Ini catatan yang luar biasa untuk ukuran kiper yang sebelumnya baru dua kali tampil di Liga Champions. Emi juga mencatatkan presentasi penyelamatan yang luar biasa. Mengutip data Fotmob, ia telah melakukan 36 save dengan rata-rata kesuksesan di angka 83,7%

Bukan cuma Emi saja yang perlu diapresiasi. Kinerja para bek Villa juga tak kalah heroik. Berkat pertahanan berlapis yang diciptakan oleh Ezri Konsa, Tyrone Mings, Ian Maatsen dan Matty Cash membuat gawang Villa hanya menghadapi 43 tembakan tepat sasaran. Itu artinya, tim lawan rata-rata hanya mampu melepaskan 4,3 shot on target ke gawang Emi.

Sepakbola Adaptif

Yang tak kalah penting adalah perkara ego. Tak seperti Ruben Amorim yang harus ini, harus itu, Unai Emery justru cenderung pikir keri. Skema permainan dan materi pemain akan menyesuaikan siapa lawan yang akan dihadapi. Untuk urusan ini, Emery dibantu oleh tim analisisnya.

Contohnya saat menghadapi Bayern Munchen di babak penyisihan grup. Saat itu, Villa menang 1-0 meski hanya mengandalkan sepakbola bertahan. Saking bertahannya, penguasaan bola Villa hanya berada di angka 30%. Gol John Duran jadi satu-satunya yang tercipta di laga tersebut. 

Berawal dari umpan panjang dari Pau Torres, Duran langsung melepaskan tembakan first time dari luar kotak penalti. Bola melambung melewati Manuel Neuer yang jauh meninggalkan gawangnya. Ternyata, tim analis Villa yang digawangi Joseph Ure, Joe Bucknall, Victor Manas, dan Jose Antonio Romero telah memprediksi hal tersebut.

Tim analis Villa memahami bahwa posisi Neuer selalu tinggi. Jadi, peluang ini bisa dimaksimalkan. Lalu, di latihan terakhir jelang menghadapi Munchen, Emery meminta asisten pelatihnya untuk menambahkan porsi latihan tembakan first time kepada para pemain depan Villa. 

Begitu pun saat menghadapi Club Brugge di babak 16 besar. Villa sebelumnya pernah kalah dari wakil Belgia itu di penyisihan grup. Namun, kekalahan itu dijadikan bahan pembelajaran. Laga yang berakhir dengan 1-0 untuk Brugge dibedah oleh tim analis. Kesalahan yang terjadi pun diperbaiki. Alhasil, Villa bisa menang telak di fase gugur.

Di babak 8 besar nanti, PSG sudah menunggu. PSG jelas lebih berpengalaman di Liga Champions. Tapi, mau bagaimanapun, secara tim PSG belum pernah meraih juara. Jika mau beradu DNA UCL, Villa jelas lebih unggul.

Sumber: Fotmob, Sportstar, Bein Sport, Telegraph

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru