Setelah 11 Tahun! Kutukan Membuat Dominasi Bayern Munchen Terhenti

spot_img

Malang benar nasibmu Munchen. Klub raksasa penguasa sepakbola Jerman tersebut musim ini lunglai tak berdaya. Taji mereka yang selalu ditakuti lawan, seketika hilang. Ada yang menganggap FC Hollywood musim ini telah terkena kutukan. Sehingga satupun trofi tak mampu mereka genggam. Ya, sangat mengenaskan sekali. Apakah ini juga musim terburuk bagi Munchen?

Sebelum membahasnya, baiknya subscribe dulu dan nyalakan loncengnya agar tak ketinggalan konten menarik dari Starting Eleven Story.

Dominasi Terhenti

Kalau jadi tim sekelas Bayern Munchen, malu nggak sih jika di akhir musim gagal meraih gelar satupun? Pasalnya, tahu sendiri betapa kuatnya Munchen. 11 musim terakhir mereka selalu jadi kampiun Bundesliga. Saking dominannya Die Roten, bahkan sampai ada semboyan, “semua akan Munchen pada waktunya”.

Namun musim ini berbeda. Dominasi Munchen tersebut runtuh oleh tim penuh kejutan, Bayer Leverkusen. Tak main-main, Munchen gagal juara Bundesliga dengan selisih poin yang jauh dari Die Werkself. Malu-maluin nggak sih?

Lalu di ajang DFB Pokal, Munchen dalam sedekade terakhir terbukti mendominasi dengan meraih lima gelar. Namun musim ini pencapaian mereka sungguh memalukan. Mereka terhenti di putaran kedua oleh klub antah berantah dari liga tiga Jerman, FC Saarbrücken.

Lalu di UCL. Meski sedekade terakhir bisa raih dua trofi si kuping besar, namun musim ini mereka gagal total. Mereka dipecundangi oleh “King UCL” Real madrid di semifinal.

Ya, musim ini Munchen benar-benar nelangsa. Tak pantas rasanya klub seperti Munchen mengakhiri musim dengan mengenaskan seperti ini. Namun jangan heran, dalam perjalanannya ternyata The Bavarian sempat lho, pernah ditampar oleh kenyataan tak bisa raih trofi dalam semusim.

Pengulangan 2012

Kenangan buruk Munchen puasa gelar dalam semusim, terakhir terjadi di musim 2011/12. Saat itu Munchen di bawah asuhan Jupp Heynckes, menjelma menjadi mister runner up. Tiga gelar di depan mata yakni Bundesliga, DFB Pokal dan UCL semuanya raib di akhir musim.

Di Bundesliga, gelar Munchen kembali dirampas oleh Dortmund. Di Final DFB Pokal, mereka memalukan saat dibantai Dortmund. Lebih menyakitkan lagi di Final UCL. Munchen keok secara dramatis oleh Chelsea di markas mereka sendiri.

Ya, musim ini bak seperti dejavu bagi FC Hollywood. Kenangan buruk itu ternyata kembali terulang. Mereka kini juga tak bisa mengelak bahwa musim ini merupakan musim terburuk mereka dalam sedekade terakhir.

Lebih Buruk

Pasalnya secara pencapaian di tiga kompetisi berbeda musim ini, hasilnya jauh lebih buruk dari apa yang dicapai di tahun 2012. Lihat saja, musim ini di Bundesliga mereka gagal juara ketinggalan jauh poinnya. Di DFB Pokal gagal di putaran kedua. Lalu di UCL juga sudah kandas di semifinal. Beda dengan pencapaian tahun 2012 yang semuanya serba “hampir”.

Tak hanya itu saja indikator musim terburuk Munchen. BBC mencatat beberapa diantaranya. Termasuk rekor kekalahan terburuk Munchen dalam sedekade. Rekor kekalahan pasukan Thomas Tuchel musim ini adalah 24%. Sementara, terakhir kali Munchen catatkan rekor kekalahan terburuk yakni di tahun 1992. Saat itu Die Roten ditangani pelatih Soren Lerby dengan persentase kekalahan 41%.

Lalu dari catatan rekor kemenangan. Munchen musim ini memiliki persentase kemenangan terendah dalam sedekade terakhir yakni 63%. Terakhir kali persentase kemenangan terendah Munchen terjadi di era Louis van Gaal tahun 2011 dengan 61%.

Kutukan Harry Kane

Bagaimanapun pencapaian buruk tersebut tak seharusnya dialami oleh tim sebesar Munchen. Apalagi dengan materi semewah itu. Ditambah di awal musim mereka sudah menyiapkan tim dengan matang. Termasuk merekrut mesin gol Inggris, Harry Kane.

ESPN pernah mewawancarai secara khusus Kane saat saga transfernya ke Allianz Arena terwujud. Saat itu Kane mengatakan sangat berambisi meraih trofi pertamanya dalam karier sepakbolanya. Ia mengaku tepat memilih Munchen yang selalu meraih trofi tiap musimnya.

Namun harapan Kane tersebut nyatanya semu. Kane boleh saja menikmati musim terbaiknya debut di Munchen dengan torehan 44 gol dari 45 laga. Namun di akhir musim, toh nyatanya torehan tersebut tetap saja sia-sia karena Die Roten puasa gelar.

Ada yang bilang bahwa memang itulah nasib tim yang dibela Kane. Ia seperti pembawa kutukan bagi tim yang dibela. Saat membela Timnas Inggris pun sama kejadiannya. The Three Lions sampai sekarang belum satupun raih trofi.

Namun tak serta merta juga semua kesalahan hanya dilimpahkan pada Kane. Menurut Rio Ferdinand di TNT Sports, Kane terus berusaha memberikan yang terbaik musim ini bagi Munchen untuk meraih trofi. Ia tak sepatutnya disalahkan sebagai salah satu faktor kegagalan Munchen musim ini.

Kutukan Pemecatan Nagelsmann

Selain kutukan Kane, kambing hitam lain yang jadi alasan pencapain musim terburuk Munchen musim ini adalah kutukan memecat Julian Nagelsmann. Masih ingat? Tak ada angin tak ada hujan tiba-tiba Nagelsmann yang sedang berlibur dikabari bahwa dirinya telah dipecat sebagai pelatih Munchen?

Padahal saat itu Nagelsmann masih on the right track menangani Die Roten. Munchen masih memimpin klasemen Bundesliga dan masih bertahan di babak perempat final Piala DFB dan UCL.

Secara track record, prestasi Nagelsmann di Munchen juga tak buruk-buruk amat. Buktinya Nagelsmann masih mampu membawa Die Roten menjuarai Bundesliga dan DFB Pokal tahun 2022.

Namun entah kenapa, saat itu pihak manajemen FC Hollywood seakan tidak puas dengan pencapaian Nagelsmann. Beberapa konflik yang sempat terjadi di dalam tubuh Munchen saat itu juga menjadi alasan manajemen mendepak Nagelsmann.

Namun pilihan manajemen Munchen menunjuk pelatih “pecatan” Chelsea, Thomas Tuchel ternyata tak seindah yang diharapkan. Hampir saja lho mereka gagal raih gelar Bundesliga musim lalu kalau Dortmund bisa menang melawan Mainz.

Ya, menghentikan di tengah jalan Nagelsmann adalah dosa besar bagi Munchen. Ditinggal Nagelsmann bukannya lebih baik, malah tambah rungkad. Munchen seperti kualat memecat Nagelsmann yang sebenarnya masih tergolong baik-baik saja dalam mengangkat prestasi Munchen.

Tanda Tanya Musim Depan

Entahlah…. Apakah kutukan Kane dan kutukan Nagelsmann tersebut masih akan berlanjut di musim depan atau tidak? Untuk menghadapi kutukan tersebut sampai-sampai ada cenayang yang menyuruh Munchen melakukan beberapa hal.

Cenayang terkenal asal Brasil, Athos Salome, menilai ada hambatan metafisik dalam diri Kane yang membuatnya gagal berprestasi. Salome kepada Daily Star mengungkapkan bahwa Kane ini harus lebih banyak melakukan meditasi dan ritual guna membebaskan diri dari segala kendala spiritual.

Salome mengingatkan kepada Munchen untuk segera menyuruh Kane lakukan hal tersebut agar kejadian serupa tidak terulang. Atau kalau tidak, Kane harus disingkirkan dari tim karena hanya akan membawa beban kutukan yang besar. Hmmm.. gimana nih Munchen, Kane harus bertapa dulu atau dibuang nih?

Musim depan masih tanda tanya, apakah Munchen bisa bangkit atau masih tak bisa menghindar dari kutukan. Munchen kini harusnya sih sudah bisa move on dari musim terburuk ini. Oh iya, ada catatan menarik bagi Munchen. Saat terakhir kali mereka puasa gelar yakni tahun 2012, tahun berikutnya 2013 mereka malah bisa dapatkan treble winner. Nah, apakah musim depan akan serupa kejadiannya?

https://youtu.be/76CfwGM8QVA

Sumber Referensi : bbc, sportbrief, talksport, espnfc, goal.com, espnfc

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru