Setahun Newcastle Dipegang Sultan Arab, Ngapain Aja?

spot_img

Selamat ulang tahun yang pertama Newcastle. Ucapan ulang tahun itu bukan tentang hari kelahiran klub, melainkan 1 tahun kepemilikan baru Newcastle United di bawah pemilik baru asal Arab Saudi yaitu Public Investment Fund (PIF). Segala perubahan drastis sekarang terjadi di Newcastle. Tentu, tak dipungkiri juga PIF juga terus akan merumuskan rencana sesudah beberapa pencapaian pada satu tahunnya ini.

Revolusi Oktober 2021

Sejak 1 tahun yang lalu tepatnya pada hari Kamis, 7 Oktober 2021, sejarah terjadi. Bak terangkat dari masa kelam selama berpuluh-puluh tahun, Newcastle akhirnya keluar dari bayang-bayang rezim Mike Ashley.

Terhitung sejak 7 Oktober tersebut, Newcastle sudah 80% dimiliki PIF, 10% dimiliki oleh RB Sports and Media, dan sisa 10% lainnya dimiliki PCP Capital Partner milik pasangan suami istri Amanda Staveley dan Mehrdad Ghodoussi.

Antusias para fans pun tak henti-hentinya merayakan dengan suka cita pengambilalihan ini seperti layaknya menjadi juara. Publik Newcastle terasa seperti lepas dari kerangkeng rezim yang katanya tak becus urus klub.

Bak rejeki nomplok bagi publik Newcastle. Timnya diakuisisi oleh bukan orang sembarangan. Diketahui bahkan pemilik mereka yang baru merupakan yang terkaya. Namun, publik Newcastle tampaknya tetap harus bersabar menanti hasil yang tak instan dari sang pemilik baru.

Rencana Transfer Pada 3 Tahap Musim Panas

Yang paling mencolok ke publik yakni seberapa besar pengaruh pemilik baru ini dalam bursa transfer. Newcastle punya cara yang berbeda. Alih-alih menghabiskan dana ratusan hanya untuk 1 atau 2 pemain bintang saja, Newcastle lebih memilih para pemain non bintang yang potensial.

Mereka mengatakan, butuh minimal sampai 3 kali bursa transfer musim panas untuk menjadi tim yang siap untuk bersaing, minimal untuk masuk ke zona Eropa terlebih dahulu. Kini satu tahap telah dilalui. Mereka telah menghabiskan sebanyak total 211 juta pounds untuk mendatangkan 8 pemain.

Dari mulai Trippier, Targett, Burn, Wood, Guimaraes, hingga yang terakhir Botman, Pope, dan Isak. Itu baru tahap pertama, masih ada beberapa tahap lagi sesuai target. Kini dengan transfer tahap pertamanya itu, kondisi Newcastle United pelan-pelan mulai menunjukkan perkembangan.

Rencana 5-10 Tahun Untuk Menjadi Tim Besar

Sejak dipegang Sultan Arab Saudi, Newcastle juga sebenarnya memiliki target yang lumayan lama untuk menjadi klub yang benar-benar kompetitif dari segala aspek. Memang, untuk bisa menjadi tim besar di Inggris bahkan dunia bukanlah perkara mudah.

Namun, mereka tak main-main untuk menuju ke arah itu. Mereka menyusun rencana dengan matang, paling tidak untuk 5-10 tahun ke depan. Pasalnya, Newcastle ini butuh waktu lama untuk membenahi peninggalan yang sudah kadung carut marut bersama Ashley di berbagai sektor. Mulai dari infrastruktur, market, komersial, maupun teknis klub.

Kini, satu tahun telah berlalu. Bukan tidak mungkin seiring perkembangan yang semakin cepat, mereka bisa melampaui target. Bisa jadi tak lagi membutuhkan sampai 10 tahun. Mungkin cukup 3-5 tahun saja untuk menasbihkan Newcastle sebagai tim papan atas di Liga Inggris bahkan di Eropa.

Rencana Penambahan Investasi Dari PIF

Selain itu, gubernur PIF, Yassir Al-Rumayyan pada refleksi satu tahun pengambilalihannya ini sudah berbicara kepada publik bahwa ia akan segera mengubah nilai akuisisinya, yang semula senilai 305 juta pounds menjadi 3,1 miliar pounds.

Sebuah perubahan angka yang fantastis. Hal ini membuat Newcastle bakal bertambah nilainya. Baik dari kesehatan keuangan klub, maupun dana segar untuk membangun tim ke depannya. Bukan tidak mungkin juga nilai akuisisi itu akan terus bertambah tiap musimnya seiring dengan peningkatan prestasi tim.

Percaya Pada Proyek Pelatih Eddie Howe

Untuk prestasi tim sendiri, pemilik kini masih pada level percaya pada seorang Eddie Howe dan kawan-kawan. Sejak ditunjuk menggantikan Steve Bruce, mantan pelatih Bournemouth ini sempat diremehkan untuk memimpin era perubahan di Newcastle.

Namun ternyata sebaliknya. Ia pandai mengubah tim secara bertahap. Semangat dan motivasi pelatih muda Inggris itu juga perlahan terbukti hasilnya. Gaya permainan menyerang milik Howe juga berpengaruh pada ke mana Newcastle akan dibawa ke masa depan.

Howe tidak sendirian, ia juga dibantu dengan penunjukan Dan Ashworth sebagai direktur olahraga, dan Darren Eales sebagai kepala eksekutif. Kolaborasi yang sampai sekarang paling tidak sudah memperlihatkan dampak positifnya meskipun perlahan.

Pembangunan Fasilitas Latihan Yang Layak

Atas desakan Howe dan tim, pemilik mau untuk berinvestasi pada fasilitas pelatihan. Termasuk menghabiskan 1 juta pounds untuk membangun dan memelihara unit kolam hidroterapi yang baru. Kolam yang meniru apa yang dipunyai City dan Chelsea di kamp latihannya.

Selain itu, proyek pembangunan fasilitas lainnya pun sudah kentara. Seperti yang terjadi di ruang ganti pemain, ruang dokter dan physio terbaru, ruang presentasi dan lounge baru, ruang fitnes gym yang baru, serta masih banyak lagi.

Nasib Nama Stadion St James Park

Dari beberapa fasilitas itu, tentu induk utamanya tetap stadion. Stadion mereka St James Park merupakan salah satu stadion bersejarah yang selalu penuh tiap pekannya oleh para pendukung Toon Army. Namun di sisi lain, keberadaan investor untuk menambah pundi-pundi uang dengan mengganti nama stadion menjadi bagian yang tak terelakan.

Alih-alih untuk menerima dana segar dari salah satu investor macam Etihad maupun Emirates yang menjadikan namanya sebagai nama stadion, pemilik Newcastle kini lebih ingin membicarakannya dulu kepada para fans. Seberapa penting hal itu dilakukan.

Rencana sang pemilik dalam refleksi ulang tahun pertamanya ini justru mempertimbangkan nama St James Park tetap menjadi nama stadion yang penuh sejarah bagi publik Newcastle.

Sisi Komersial Yang Diperbaiki

Hal penamaan stadion tersebut tentu masuk dalam segi komersial tim. Selain itu soal bisnis komersial, Newcastle juga memperbaikinya, termasuk pada jalinan Sports Washing yang sudah dua kali mereka dijalankan.

Para pemain dan pelatih Newcastle dikirim ke kamp pelatihan pribadi di Arab Saudi untuk beruji coba dengan tim lokal sekaligus jumpa penggemar. Kabarnya, pada masa jeda Piala Dunia pada November nanti, mereka juga kembali akan melaksanakannya. Jadi, para pemain yang tidak membela negaranya di Piala Dunia bisa ikut.

Semua perkembangan perlahan sudah terlihat. Rencana konkret masa depan yang realistis di era satu tahun kepemilikan Sultan Arab ini pun membuat Newcastle berada di jalan yang benar. Masa depan yang indah pun cepat atau lambat akan dipetik hasilnya. Kelak kita semua pasti akan melihat, bahwa Newcastle United adalah salah satu tim besar yang ada di dunia ini.

https://youtu.be/31HCh2NbiJw

Sumber Referensi : theathletic, themag.co, shieldgazette, nufc.co

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru