Serius Hadapi Piala AFF 2024, Vietnam Ngejar Apaan Sih?!

spot_img

Dalam situasi ujian, entah itu Ujian Nasional atau tes masuk CPNS, pasti orang-orang di sekitar kita akan terbagi menjadi dua golongan. Golongan pertama berisikan orang-orang yang tidak begitu berambisi dan menganggap sebuah ujian hanyalah tolok ukur sejauh mana kita menyerap materi.

Sedangkan golongan kedua, berisikan orang-orang yang ambisius. Golongan ini menganggap ujian adalah hidup dan mati mereka. Maka dari itu, mereka juga mati-matian dalam mempersiapkan diri. Nah, dua golongan ini bisa diwakilkan oleh Indonesia dan Vietnam ketika menghadapi Piala AFF 2024.

Jika Indonesia terlihat santuy, maka Vietnam adalah kebalikannya. Mereka jadi golongan yang sibuk mempersiapkan ini itu. Memangnya apa yang sedang diincar oleh The Golden Stars di Piala AFF edisi kali ini? 

Laos dan Filipina Aja Santai

Menyebut Vietnam jadi tim yang paling serius menatap Piala AFF 2024 tampaknya tidak terlalu berlebihan. Karena jika melihat kontestan lain, kayaknya memang begitu. Seakan mengamini langkah Indonesia untuk tidak begitu mementingkan Piala AFF, beberapa negara lain juga begitu. 

Laos contohnya. Menjadi tim yang tak begitu diunggulkan dalam edisi kali ini, Laos justru nggak ngoyo buat membuktikan diri. Laos justru pilih ikut cara main Indonesia, yaitu dengan menurunkan pemain-pemain muda. Pada Piala AFF 2024 nanti, skuad Negeri Bumbu Dapur ini akan diperkuat pemain yang mayoritas masih berusia under 22 tahun. 

Dari daftar skuad yang sudah diumumkan, setidaknya ada 15 pemain dari Timnas Laos U-22 yang dipanggil oleh sang pelatih, Ha Hyeok-jun. Hmmm, mungkin karena sama-sama orang Korea Selatan ya, jadi Coach Ha berpikir tak ada salahnya juga meniru langkah dari kompatriotnya, Shin Tae-yong.

Selain Laos, Filipina juga diperkirakan tak akan berangkat dengan skuad terbaiknya. Bukan karena menomorduakan Piala AFF. Tapi, Filipina dikabarkan kesulitan untuk memulangkan pemain-pemainnya yang sedang memperkuat klub Liga Thailand. Klub-klub Thailand berencana akan tetap memakai pemainnya hingga Desember nanti. 

Itu berarti, pemain Filipina seperti Neil Etheridge dan Jefferson Tabinas yang bermain di Liga Thailand akan terlambat bergabung atau bahkan tidak bisa datang sama sekali. Menyikapi hal ini, Filipina pun nggak ambil pusing. Mereka mempersiapkan pemain-pemain lain. Seadanya saja.

Vietnam TC Ke Korea Selatan

Berkebalikan dengan dua negara itu, Vietnam sibuk menyusun rangkaian persiapan jelang kompetisi. Bahkan, Skuad The Golden Stars sampai repot-repot melakukan sesi latihan ke Korea Selatan untuk mendapatkan pengalaman, suasana, dan fasilitas yang jauh lebih mumpuni.

TC di Negeri Gingseng sendiri berdurasi sepuluh hari. Sebelum bertolak ke Korea Selatan, Kim Sang-sik memanggil 50 pemain untuk diseleksi menjadi 30 pemain guna dibawa ke TC. Ini termasuk seleksi besar, mengingat Shin Tae-yong saja hanya memanggil 33 pemain untuk diseleksi.

Dalam kurun waktu sepuluh hari itulah, Kim Sang-sik menggembleng anak didiknya. Ia mematangkan skema permainan dan meramu formasi terbaik. Tak lupa, sang pelatih juga memperbaiki apa yang perlu diperbaiki. Karena selepas ditinggal Park Hang-seo, Vietnam mengalami penurunan drastis dari segi kualitas dan mentalitas. 

Uji Coba dengan 3 Klub Korsel

Di Korea Selatan, Vietnam tidak hanya menjalani sesi latihan, tapi juga menggelar laga uji coba dengan klub-klub lokal. Ada tiga tim Korea Selatan yang dipilih menjadi lawan tanding The Golden Stars. Dua dari K-League, yakni Daegu FC dan Jeonbuk Hyundai Motors, dan satunya lagi merupakan tim divisi tiga, Ulsan Citizen.

Menghadapi tiga tim tersebut, Timnas Vietnam menuai hasil positif. Vietnam menutup rangkaian pemusatan latihan di Korea Selatan dengan mengalahkan Jeonbuk Hyundai Motors dengan skor 3-1. Ini menjadi kemenangan ketiga The Golden Stars setelah sebelumnya skuad arahan Kim Sang-sik sukses mengalahkan Ulsan Citizen dan Daegu FC dengan skor yang sama, yakni 2-0.

Dengan demikian selama TC di Korea Selatan, Timnas Vietnam meraih tiga kemenangan, mencetak tujuh gol dan hanya kebobolan satu kali. Rangkaian hasil positif pun membuat Kim Sang-sik jadi sedikit jumawa. 

Dirinya merasa puas dengan hasil latihan di Korea Selatan. Proses ini membuatnya kian percaya diri jelang menghadapi Piala AFF 2024. Menurutnya, sekarang tugas selanjutnya adalah bagaimana cara terbaik mengeluarkan kekuatan seluruh pemain dan memaksimalkan kekuatan tim.

Kim Sang-sik sadar ada tuntutan tinggi dari suporter Vietnam di kejuaraan antar negara se-ASEAN ini. Ia berharap dukungan semua pihak untuk meraih hasil terbaik di Piala AFF edisi kali ini.

Kebut Naturalisasi

Selain menyusun agenda latihan di luar negeri, Federasi Sepakbola Vietnam juga ikut turun tangan untuk memperkuat tim. Karena Rafaelson atau Xuan Son kabarnya tidak bisa dimainkan sejak awal turnamen, sebab ia belum genap lima tahun berkiprah di Vietnam. Federasi pun telah menyiapkan pemain baru, yakni Viktor Le. 

Pemain berusia 21 tahun itu bermain sebagai gelandang yang kini memperkuat klub kasta tertinggi Vietnam, Ha Tinh FC. Meski lahir di Rusia, Le punya darah Vietnam. Maka dari itu ia dapat menjalani proses perpindahan kewarganegaraan dari Rusia ke Vietnam. Meski masih muda, sepak terjangnya di dunia sepakbola cukup oke.

Memiliki orang tua asli Rusia, Viktor Le memulai karirnya di salah satu akademi sepakbola di Rusia, yakni Ak. Torpedo M. Sebelum akhirnya hijrah ke raksasa Liga Rusia, CSKA Moscow untuk bermain di tim mudanya. Bersama CSKA Moscow II, Le sudah mengantongi 25 penampilan dan mencetak dua gol.

Menariknya, Bola Okezone mewartakan bahwa bakat Victor Le pernah dipantau oleh beberapa klub top Eropa, salah satunya AC Milan. Itu tandanya Le ini bukan bocah sembarangan. Dia punya potensi. Sayangnya, sang pemain justru menolak untuk bergabung ke klub raksasa Serie A itu. Ia justru memilih melanjutkan karirnya di Vietnam.

Karena punya darah keturunan, maka Le tidak perlu menunggu lima tahun seperti Rafaelson. Dirinya bisa langsung dimainkan sejak laga pembuka melawan Laos. Dengan tambahan pemain keturunan, Kim Sang-sik akan menurunkan skuad terbaiknya. Tak heran jika Nguyen FC jadi tim dengan nilai skuad tertinggi di turnamen kali ini dengan banderol Rp128 miliar.

Target Vietnam

Dengan persiapan yang tertata dan sangat meyakinkan ini, apa target Vietnam di Piala AFF 2024? Lucunya, Kim Sang-sik tidak menargetkan juara. Minimal final. Urusan juara atau tidak, lihat nanti. “Target tim Vietnam dan saya pribadi adalah lolos ke final. Untuk mencapai tujuan tersebut, kami harus fokus ke setiap pertandingan. Raih kemenangan setiap pertandingan untuk mencapai final,” ujar Kim dikutip CNN Indonesia.

Menurutnya, lolos ke final seharusnya tidak menjadi beban berat bagi The Golden Star. Itu karena dalam tiga edisi Piala AFF terakhir, mereka telah berhasil mencapai final sebanyak dua kali. Yang mesti diperhatikan justru posisi di penyisihan grup. Coach Kim menargetkan lolos ke fase gugur lewat jalur juara grup. Itu berarti Vietnam harus mengungguli perolehan poin Indonesia yang sama-sama tergabung di Grup B.

Meanwhile in Indonesia

Jika ditarik kesimpulan, semua persiapan yang dilakukan Vietnam hanya untuk mengalahkan Indonesia. Karena di luar dari urusan teknis, Vietnam kabarnya juga menjual murah tiket pertandingan melawan Skuad Garuda pada tanggal 15 Desember nanti. Media Vietnam, The Thao, mengabarkan bahwa harga tiket termahal laga Vietnam vs Indonesia cuma Rp187 ribu.

Harga tiket itu jauh lebih murah dibandingkan saat Vietnam menjamu Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2026 babak kedua. Dalam laga di My Dinh Stadium itu, Vietnam membanderol harga tiket dua kali lipat, yakni Rp376 ribu. 

Tujuannya sudah pasti ingin memberikan tekanan pada tim Indonesia yang bertandang ke Vietnam. Di saat Vietnam grabak-grubuk persiapan, Indonesia hanya menjadi “a Chill Guy”. Padahal, targetnya sama, yakni masuk final.

https://youtu.be/OU0MLKR_EyA

Sumber: Sport Detik, Bola.com, CNN Indonesia, Bolasport 

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru