Serba-serbi Bursa Transfer: Regulasi, Jenis Transfer, dan Kriteria Penentu Harga Pemain

spot_img

Salah satu momen yang paling ditunggu para penikmat sepak bola adalah bursa transfer pemain. Pada periode ini, kedatangan pemain baru dengan status bintang ke klub kesayangan mereka atau dilepasnya pemain yang dinilai kurang berkontribusi jadi momen yang sangat dinanti.

Tak bisa dipungkiri bahwa perpindahan pemain jadi salah satu momen yang paling menarik dalam dunia sepak bola. Selain jual beli pemain, berita perpanjangan kontrak pemain bintang selama bursa transfer juga cukup menyita perhatian.

Regulasi dan Jadwal Bursa Transfer Pemain

Dalam satu kalender, bursa transfer dibuka dalam 2 jendela, yakni summer transfer yang berlangsung di masa pramusim dan winter transfer yang berlangsung di pertengahan musim. Tiap konfederasi punya jadwal bursa transfer masing-masing, tergantung dari jadwal kompetisinya.

Regulasi FIFA mengatur bahwa bursa transfer musim panas tak boleh berlangsung lebih dari 12 minggu. Sementara untuk bursa transfer musim dingin maksimal berlangsung selama 4 minggu. Di liga top Eropa, bursa transfer musim panas biasanya mulai aktif pada 1 Juli hingga 31 Agustus. Sementara untuk winter transfer umumnya dibuka tiap tanggal 1 Januari hingga 31 Januari.

Transfer atau perpindahan pemain diatur sangat ketat. Bahkan tiap negara regulasinya bisa berbeda-beda. Seperti di negara-negara Asia, jumlah pemain asing yang boleh didatangkan masih sangat dibatasi.

Pun sama dengan Inggris. Sejak resmi keluar dari Uni Eropa pada akhir 2020, pemain dari negara Uni Eropa dianggap sebagai pemain internasional. Jadi, mereka wajib memiliki visa kerja dan klub harus mengajukan izin sebelum jendela transfer ditutup.

Akan tetapi, salah satu aturan yang paling berpengaruh dan mengubah wajah bursa transfer adalah Bosman Rules yang mulai berlaku pada 15 Desember 1995. Aturan tersebut membuat pemain bisa langsung bernegosiasi dengan klub lain saat berstatus bebas transfer atau kontraknya tinggal sisa 6 bulan.

Klub hanya berhak menawarkan kontrak baru kepada pemain yang akan habis kontrak. Aturan itulah yang membuat free transfer terwujud. Selain free transfer, ada beberapa jenis transfer yang terjadi selama bursa transfer berlangsung.

Jenis Transfer: Peminjaman atau Pembelian Permanen

Yang lazim terjadi adalah pembelian atau transfer permanen. Transfer ini kerap memunculkan nominal yang fantastis. Untuk itulah klub sering menyiasatinya dengan pertukaran pemain untuk menurunkan harga beli.

Yang berikutnya adalah loan transfer. Durasi dari masa peminjaman biasanya berlangsung semusim atau bisa pula lebih dari 1 musim. Status kepemilikan si pemain juga tidak berubah yang artinya gaji si pemain tetap jadi tanggung jawab klub pemilik, bukan klub peminjam.

Terkadang, klub peminat juga perlu mengeluarkan uang untuk meminjam pemain, tetapi nominalnya cenderung murah. Peminjaman sendiri dibedakan menjadi 3 jenis, yakni peminjaman tanpa opsi beli atau dry loan, peminjaman dengan opsi beli atau loan with option to buy, dan peminjaman dengan kewajiban beli atau loan with obligation to buy.

Kesepakatan dalam jenis peminjaman ini biasanya diberlakukan dengan syarat tertentu, seperti berapa jumlah laga yang dimainkan atau jumlah gol yang dicetak. Bila gagal memenuhi syarat tersebut, kesepakatan pembelian di akhir masa peminjaman bisa dibatalkan.

Kriteria Penentu Harga Pemain

Berbicara soal bursa transfer maka kita akan dihadapkan dengan angka-angka. Wajar, transfer secara resmi terjadi saat 2 klub menyetujui negosiasi penjualan dan pemain menyetujui kesepakatan kontrak dengan klub peminatnya. Saat momen inilah kita sering mendengar nominal pembelian atau penjualan pemain yang terkadang di luar nalar.

Ada pemain yang dihargai murah, ada pula yang harganya dipatok sangat mahal. Seperti yang terjadi di bursa transfer musim panas ini. Nominal transfer Jack Grealish mencapai lebih dari 100 juta euro, sementara transfer Raphael Varane hanya menelan biaya 40 juta euro.

Lalu, faktor apa yang menentukan harga seorang pemain?

 

1. Sisa kontrak

Kriteria pertama adalah sisa kontrak pemain di klub lamanya. Apabila sisa dari durasi kontraknya masih banyak, maka harga pemain tersebut akan jauh lebih mahal ketimbang pemain yang sisa kontraknya tinggal sedikit.

Akan tetapi, hal tersebut menjadi tidak terlalu berarti apabila si pemain dipagari dengan release clause atau klausul pelepasan dalam kontraknya. Secara sederhana, klub peminat wajib memenuhi batas nilai klausul pelepasan untuk dapat membeli pemain tersebut. Namun terkadang, aturan tersebut justru jadi senjata makan tuan.

Seperti dalam kasus transfer Thomas Partey. Ketika Arsenal mengaktifkan release clause Thomas Partey senilai 45 juta poundsterling, takada yang bisa dilakukan Atletico Madrid selain melepas pemainnya. Hal itu sempat membuat Diego Simeone berang.

 

2. Usia dan posisi bermain

Kriteria berikutnya adalah usia dan posisi bermain. Pemain muda cenderung dihargai lebih mahal ketimbang mereka yang sudah berusia senja. Itulah mengapa klub mematok harga tinggi untuk pemain mereka yang berlabel wonderkid.

Posisi juga berpengaruh. Para penyerang cenderung dihargai lebih mahal ketimbang pemain bertahan atau kiper. Namun belakangan ini, nominal transfer yang terjadi sudah makin menggila tak peduli posisi bermain pemain tersebut.

 

3. Nilai potensial dan komersial pemain

Faktor berikutnya yang mempengaruhi harga seorang pemain adalah nilai potensialnya. Nilai tersebut diukur dari performa dan statistiknya selama bertanding, baik di level klub maupun di level internasional.

Jumlah gol, asis, akurasi umpan, atau jumlah penyelamatan adalah beberapa data yang dipakai untuk mengevaluasi nilai seorang pemain. Untuk urusan ini, seorang data analis, pemandu bakat, dan direktur olahraga klub akan bekerja sama sebelum tawaran resmi dilayangkan.

Nilai komerisal juga sangat berpengaruh terhadap harga seorang pemain. Ibaratnya seperti CV, makin banyak jumlah pengalaman dan prestasi yang diraih, makin besar pula nilainya di mata klub peminat. Hal tersebut erat kaitannya dengan popularitas dan nilai pemain di pasar global.

Sebagai contoh ada Cristiano Ronaldo yang didatangkan Juventus dengan harga 112 juta euro. Padahal, ia sudah berusia 33 tahun. Selain karena Ronaldo masih punya banyak sisa kontrak di Real Madrid, ia adalah superstar pemegang 5 trofi Ballon d’Or dan punya banyak penggemar dan pengikut di media sosial.

Oleh karena itu, harga mahal tersebut sepadan dengan pengaruh besar CR7 terhadap sektor komersial Juventus, baik di media sosial, penjualan merchandise, atau kesepakatan nilai kontrak dengan sponsor.

 

4. Kesehatan pemain

Kriteria selanjutnya adalah kesehatan pemain. Riwayat cedera akan jadi masalah besar, baik bagi si pemain atau klub pemiliknya. Mereka yang rentan cedera cenderung dijual lebih murah. Jika nekat mematok harga mahal, dijamin para klub peminat akan mundur pelan-pelan.

 

5. Stakeholders yang terlibat

Kriteria terakhir yang jadi penentu harga pemain adalah stakeholders yang terlibat dalam proses transfer. Umumnya ada 4 pihak yang terlibat, yakni klub pemilik, pembeli, pemain, dan agen pemain. Namun dalam beberapa kasus, keluarga pemain terkadang juga ikut campur dan menyebabkan proses transfer berbelit-belit.

Klub dari liga antah berantah cenderung akan mematok harga tinggi saat ada klub besar yang berminat kepada pemainnya. Asal liga dari klub tersebut juga berpengaruh. Seperti klub Inggris yang cenderung jual mahal.

Pemain juga punya bargain position. Ia bisa meminta untuk dijual atau menolak transfer. Di proses inilah agen pemain punya peran krusial untuk menjembatani keinginan kliennya dan mencarikan solusi terbaik. Yang membuat rumit adalah ketika agen pemain meminta komisi. Hal itu yang menjadikan biaya transfer yang dikeluarkan jauh lebih mahal dari yang terlihat.

Tes Medis dan Finalisasi Transfer yang Tak Semudah Dibayangkan

Itulah beberapa kriteria penentu harga pemain di bursa transfer. Apabila proses negosiasi harga dan gaji berjalan lancar, proses berikutnya yang wajib dilalui adalah tes medis. Jika gagal dalam tes medis, kesepakatan transfer bisa saja batal.

Beberapa tahapan yang lazim dilalui di dalam tes medis antara lain, Echocardiography atau pemeriksaan jantung, uji muskuloskeletal atau pemeriksaan otot dan tulang, pemindaan atau deep scanning, serta pengukuran berat badan dan tes lari.

Jika sang pemain dapat melewati tes medis dengan lancar, maka proses selanjutnya adalah tanda tangan kontrak. Fase ini tak semudah yang dibayangkan. Sebelum diresmikan sebagai pemain anyar, ada banyak dokumen yang harus diurus, termasuk dokumen pendaftaran pemain baru yang harus diserahkan tepat waktu kepada federasi.

Apabila dokumen transfer terlambat diserahkan, maka transfer tersebut tidak sah. Seperti kasus David de Gea pada 2015 silam. Gara-gara rusaknya salah satu mesin fax, Manchester United terlambat mengirim dokumen transfer ke Real Madrid. Alhasil, Madrid juga terlambat menyerahkan dokumen transfer De Gea kepada otoritas La Liga.

Itulah serba-serbi bursa transfer versi starting eleven. Tak bisa dipungkiri bahwa transfer pemain adalah salah satu momen yang dinanti para penikmat sepak bola. Meski jadi hiburan yang menarik bagi fans, bursa transfer adalah momen krusial dalam karier seorang pemain. Sementara bagi klub dan agen, transfer adalah sebuah transaksi bisnis yang perlu diperhitungkan secara matang dan tak semudah yang dibayangkan.


***
Sumber Referensi: Goal, Chelsea FC, Soccer Stories, Bola, Halodoc, Football-Tribe.

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru