Sepak Terjang Vigit Waluyo di Persepakbolaan Indonesia

spot_img

“Siapa yang berani taruhan dengan saya? Tahun ini, yang akan menjadi juara adalah Persija!”

Itulah perkataan dari legenda sepakbola Indonesia, Rocky Putiray.

Dirinya menyebut bahwa sepakbola Indonesia sudah tidak sehat.

“Untuk apa capek-capek bermain jika pada akhirnya sudah diketahui siapa yang akan keluar sebagai juara.” begitu lanjutnya.

Sepakbola Indonesia dikejutkan dengan fakta bahwa banyak dari pertandingan yang dimainkan sudah diatur jalannya. Fakta itu keluar dari mulut sang mantan runner pengaturan skor di Indonesia. Pada sebuah acara ternama di televisi Indonesia, Bambang Suryo, membuka semua borok yang terjadi di persepakbolaan Tanah Air.

Satu dari sekian fakta bahwa sepakbola Indonesia memang digerogoti oleh kasus pengaturan skor. Dirinya juga menyebut bahwa ada beberapa pihak yang ikut ambil untung dalam aib ini, diantaranya, pemain dan pelatih dari sebuah kesebelasan, wasit, maupun pengurus federasi sepakbola Indonesia.

Dari sekian nama yang dicatut jadi dalang di balik suramnya sepakbola Indonesia, menyeruak nama Vigit Waluyo.

Di acara tersebut juga hadir anggota Exco PSSI, Gusti Randa. Namun dirinya mengaku bahwa ia tak kenal dengan nama Vigit Waluyo. Sontak, hal itu membuat Bambang tertawa dan menyebut bahwa Gusti Randa adalah ‘orang baru’ di persepakbolaan Indonesia.

“Vigit Waluyo sudah ada di ranah ini sejak lama. Anda pasti orang baru,” ungkap Bambang.

Perkenalan Vigit dengan sepakbola dimulai pada era 1970-an silam ketika kompetisi Galatama berputar di Indonesia bersamaan dengan ajang Perserikatan.

Semenjak itu, lelaki kelahiran Sidoarjo tersebut identik dengan beberapa kesebelasan, mayoritas dari Jawa Timur. Hal ini terjadi karena Vigit ikut ‘masuk’ ke dalam lingkaran manajemen kesebelasan. Contohnya saja di Deltras Sidoarjo, Persewangi Banyuwangi, dan PSIR Rembang.

Kini, Vigit tercatat sebagai salah satu orang penting di PS Mojokerto Putra. Terlebih, Mojokerto Putra kini tengah disorot karena diduga ikut terlibat dalam pengaturan skor di Liga 2. Dugaan itu muncul saat Mojokerto Putra melawan Aceh United pada Grup A babak 8 besar Liga 2 2018. Ketika itu, Mojokerto Putra sejatinya mendapat peluang emas menyamakan skor saat tertinggal 2-3 setelah mendapat hadiah penalti. Tapi, sang eksekutor gagal menjalankan tugasnya. Anehnya dia malah sujud syukur. Kegagalan itu membuat Mojokerto Putra gagal ke semifinal.

Selain itu Bambang juga menyebut,

“Bandar dari Bet365, laman judi sepakbola, berhubungan langsung dengan Vigit. PSSI pun tahu soal ini. Mustahil PSSI tidak tahu.”

Dan anehnya, hingga saat ini PSSI tidak pernah mencoba memanggil Vigit untuk menyelidiki atau sekadar meminta informasinya. Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI, Ratu Tisha Destria mengaku tidak mengenali sosok Vigit. Tisha pun berharap pemerintah, dalam hal ini Kementerian Pemuda dan Olahraga, ikut bekerja sama dalam memberantas match fixing.

“Saya tidak kenal dan tidak pernah bertemu dengan Vigit Waluyo,” ujar Tisha

Seiring berjalan nya waktu, nama Vigit Waluyo semakin sering dicatut sebagai otak dari berbagai kasus pengaturan skor yang terjadi dalam sepakbola nasional. Baik yang muncul dari kasta teratas maupun yang berasal dari level yang lebih rendah.

Bobroknya tata kelola kompetisi di Indonesia jadi lubang lebar yang sangat mudah untuk dimanfaatkan Vigit ataupun mereka yang bergerak di jalur serupa.

Seperti beberapa tim yang bermasalah dengan gaji pemain akan mudah diiming-imingi uang dalam jumlah banyak agar mau mengalah dari lawannya. Praktik ini bisa dilakukan secara halus maupun terang-terangan. Dengan situasi terpepet semacam itu, bukan hal sulit bagi kesebelasan tersebut untuk ‘mematuhi’ permainan para mafia, hal ini dikarenakan mereka butuh dana untuk membayar upah para pemain bahkan pelatihnya.

Setelah mencuat nya kabar menggegerkan itu, nama Bambang Suryo yang menjadi pembeber borok sepakbola Indonesia mengaku mendapat ancaman serius dari pihak Vigit. Dirinya menyebut bahwa ada banyak orang yang mengirim teror terhadapnya, mulai dari telefon, sms, hingga ancaman pembunuhan.

“Setelah saya menyebut nama Vigit Waluyo, saya banyak dihubungi orang. Premannya Vigit juga sempat hubungi saya. Mengancam saya akan dikarungi dan segala macam.”

“Saya biasa saja. Justru masih ada level mafia yang tingkatanya di atas Vigit dan bermain mengatur skor di Liga 1. Panggilannya JP. Tapi itu bukan inisial namanya, melainkan panggilannya. Orang bola pasti sudah tahu kok siapa yang dimaksud.”

Meski munculnya nama Vigit sebagai mafia sepakbola Indonesia bukan hal yang mengagetkan lagi, publik sepakbola nasional meyakini bahwa mafia sepakbola Indonesia tidak terhenti di sosok Vigit saja. Masih ada puluhan atau bahkan ratusan mafia yang berkeliaran guna mencari keuntungan untuk dirinya sendiri.

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rp109,000Rp125,000
Obral!
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rp109,000Rp120,000

Artikel Terbaru