Masalah demi masalah masih bertubi-tubi menghujam kubu Liverpool. Selain performa musim ini yang belum bangkit, mereka juga masih berkutat dengan berbagai permasalahan yang ada. Termasuk yang paling menyita perhatian yakni akan dijualnya The Reds oleh pemilik mereka sekarang Fenway Sports Group (FSG).
Belum juga laku, efek yang ditimbulkan dengan adanya isu penjualan ini sudah berimbas dengan mundurnya beberapa orang-orang penting di Liverpool. Dengan mundurnya beberapa orang penting itu, semakin menandakan bahwa akan ada reformasi besar-besaran di tubuh Liverpool mulai musim depan dengan pemilik baru.
Rumours of a potential takeover at Anfield have started to circulate 🔴
— GOAL News (@GoalNews) November 7, 2022
Daftar Isi
Resmi Dijual Oleh Pemilik FSG?
Dulu Liverpool dibeli oleh FSG pada tahun 2010 dengan harga sekitar 340 juta pounds dan kini dikabarkan nilainya sudah hampir mencapai 4,6 miliar pounds. Dengan harga itulah, Liverpool nantinya akan dilepas oleh FSG. Maklum, nilai jual yang melonjak tersebut murni karena 12 tahun ke belakang Liverpool banyak meraih prestasi di bawah FSG.
Liverpool have reportedly entered talks with Saudi Arabian and Qatari consortiums over a potential £3 BILLION takeover as the Fenway Sports Group set the wheels in motion for a sale at Anfield.#LFC #seanknows pic.twitter.com/gaSILpSsAs
— Sean Cardovillis (@seancardo) November 27, 2022
Kabar soal penjualan Liverpool oleh FSG memang sudah resmi dilontarkan oleh sang pemilik. Keputusan FSG tersebut kabarnya membuat para penggemar Liverpool “bergembira” karena tim kesayangannya akan lepas dari pemilik yang dinilai “pelit” oleh sebagian besar mereka.
Tentu, persoalan penjualan Liverpool juga bukan tanpa sebab. Menurut Daily Mail, setidaknya ada dua alasan yang menyebabkan pemilik “pelit” itu melepasnya. Yang pertama karena faktor Liga Super yang urung digelar. Kita tahu bahwa Liverpool termasuk yang mendukung adanya pundi-pundi uang baru yang mengalir dari diadakannya Liga Super.
Alasan yang kedua masih sama kaitannya dengan keuangan. Pendapatan dikala pandemi yang merosot tajam membuat FSG ketar-ketir untuk menutupinya di masa-masa mendatang. Dijual di saat sekarang akan lebih menguntungkan dari segi nilai. Terlebih prestasi Liverpool juga makin menandakan penurunan akhir-akhir ini.
Mundurnya Direktur Klub Michael Gordon
Simpang siur perdebatan penjualan Liverpool kini mulai kelihatan titik terangnya. Gerbong orang kepercayaan FSG, kini satu per satu mulai menyatakan sikap pengunduran dirinya. Semuanya bahkan bukan orang sembarangan di Liverpool.
Pertama ada Mike Gordon. Ia mundur dari tugasnya sebagai direktur klub. Dan sekarang ia akan bertugas hanya mengurusi sebagai perantara penjualan Liverpool ke pemilik baru. Sebagai salah satu orang penting di FSG, tentu saja Gordon tidak akan tinggal ketika pemilik yang baru datang.
Untuk yang belum tau siapa itu Gordon, Ia ini adalah orang yang paling dekat dengan Jurgen Klopp. Bahkan Klopp mengatakan bahwa Gordon adalah otak dari semua hal yang terjadi di Liverpool. “Kita bisa punya ide atau rencana, tapi Gordon lah yg menentukan di akhir, apakah iya atau tidak,” kata Klopp.
🚨🥈| Julian Ward, Jurgen Klopp e Mike Gordon estão agora em constante comunicação sobre a contratação do meio-campista. Eles não hesitarão se estiverem convencidos do jogador.
🗞️[Dominic King] pic.twitter.com/HzxMtof09t
— Conexão Liverpool (@conexaolfc) August 26, 2022
Gordon yang akan jadi perantara penjualan Liverpool, nantinya akan dibantu oleh pihak bank besar Goldman Sachs & Morgan Stanley. Kolaborasi tersebut ditunjuk untuk membantu proses penjualan secara lengkap dan rapi. Nah, kini tugas yang ditinggalkan Gordon sebagai direktur klub sementara akan digantikan oleh Chief Executive mereka Billy Hogan.
Mundurnya Direktur Teknik Julian Ward
Setelah Gordon, publik Liverpool kembali dikejutkan oleh statement sang direktur olahraga mereka Julian Ward. Ia berkata akan pergi dan akan mengambil istirahat dari sepakbola di akhir musim nanti. Tentu saja statement itu mengejutkan banyak pihak. Karena kita tahu Ward sendiri baru enam bulan menggantikan sang mentornya Michael Edwards sebagai direktur olahraga.
It’s a period of great change at Liverpool. The club is up for sale and now the search starts for a new sporting director. Stability and continuity have been replaced by upheaval and uncertainty. A look at why Julian Ward has decided to step down. #LFC https://t.co/3RDFNpdkYM
— James Pearce (@JamesPearceLFC) November 24, 2022
Meski baru bekerja enam bulan, tapi Ward telah menyelesaikan beberapa hal besar bagi Liverpool. Seperti memperpanjang kontrak para pemain penting seperti Mo Salah, berhasil mengikat kontrak Jurgen Klopp, dan juga memecahkan rekor transfer klub untuk Darwin Nunez.
Fokus Ward selama enam bulan belakang memang lebih banyak berkutat untuk mengikat para pemain. Dengan kontrak panjang Klopp, Mo Salah dan para pemain penting lainnya, menjadi jaminan aman yang diberikan oleh Ward untuk pemilik baru nantinya.
Mundurnya Direktur Riset Ian Graham
Belum berhenti di Ward, selanjutnya publik The Reds dikejutkan dengan statement pengunduran diri dari Ian Graham, sang direktur riset Liverpool. Graham adalah orang yang memimpin perihal riset dan analisis statistik kinerja para pemain.
Piece on Ian Graham.
Massive loss. The owners who fostered Liverpool’s analytics culture and the pioneer who created their data science department from scratch, both leaving.
Klopp now said to be more ‘hands-on’ with recruitment. Red flags everywhere.https://t.co/WsCuTNzcPl
— Josh Williams (@DistanceCovered) November 24, 2022
Memang sepenting apa direktur riset di Liverpool? Dan sehebat apa Graham ini? Saat Klopp datang pertama kali ke Liverpool, Klopp membawa catatan satu musim yang jelek di Dortmund. Bahkan media-media Jerman mulai meragukan Klopp.
Namun, Graham sebelumnya telah lebih dulu menganalisis beberapa pertandingan Dortmund di Bundesliga demi mengetahui apa yang salah dari musim buruk Klopp itu. Dan menurutnya, Dortmund tetap masih menjadi tim terbaik kedua di Jerman. Analisis itulah yang mengantarkan Klopp dipercaya FSG sebagai pelatih Liverpool.
Bagi yang belum tau, Graham ini awalnya datang ke Liverpool pada tahun 2011. Ia ini tadinya bekerja sebagai konsultan di Tottenham Hotspur bareng Michael Edwards yang dulu sempat jadi direktur olahraga Liverpool.
🚨 Liverpool director of research Ian Graham has resigned from his position & will leave club at end of the season. Gave notice earlier in year + #LFC process to find replacement under way. Graham a key figure who was close to Edwards & Ward @TheAthleticFC https://t.co/jxiIRPR6aB
— David Ornstein (@David_Ornstein) November 24, 2022
Selain bekerja sama dengan Klopp dan staf pelatih, tim Graham juga bekerja sama dengan tim para pencari bakat dalam memberikan data calon pemain yang akan diincar. Tim Graham juga memiliki data terperinci tentang ratusan ribu pemain di belahan dunia untuk dipantau. Itulah vitalnya peran direktur riset yang dipimpin Graham ini.
Sekarang kebayang bagaimana pentingnya andil Gordon, Graham & Ward di struktur Liverpool. Dengan kabar bahwa mereka akan pergi bersamaan pasti menjadi sebuah kerugian bagi klub. Ini juga menjadi pertanda awal dari era baru Liverpool di bawah pemilik baru nantinya.
‼️ With Michael Edward gone & Julian Ward going, it is anticipated Dr Ian Graham may also be leaving #LFC.
🔴 Is this the end of the much vaunted #FSG recruitment team?
🔴 What’s gone wrong Reds? pic.twitter.com/i2GXhhGX7h
— AnfieldIndex (@AnfieldIndex) November 24, 2022
Bisa dibilang saat ini klub sedang menjalani fase transisi menuju hal yang baru. Dan untuk pemilik baru, harus siap dan mempunyai rencana matang beserta orang-orang pilihan yang tepat pula. Seperti apa yg dilakukan FSG saat pertama kali datang ke Anfield.
Siapa Calon Kuat Pemilik Baru Liverpool?
Soal calon pembeli sendiri, kini sudah banyak mencuat ke beberapa media. Di antaranya yang terbaru adalah dari konsorsium Arab Saudi. Laporan itu menyebut bahwa FSG sudah membuka pembicaraan dengan kedua konsorsium Arab tersebut. Liverpool juga disebut akan dilepas dengan harga di sekitar tiga miliar pounds.
The Saudi government have spoken! 🇸🇦 pic.twitter.com/N6UckiTKvB
— Liverpool FC News (@LivEchoLFC) November 27, 2022
Dari timur tengah lainnya, Sheikh Khaled sepupu pemilik Manchester City Sheikh Mansour yang pernah gagal mengakuisisi Liverpool pada 2017 juga tertarik untuk kembali mengakuisisi kembali.
Sebelumnya bahkan ada orang terkaya kedelapan di dunia asal India, Mukesh Ambani, yang dilaporkan tertarik membeli Liverpool. Selain itu, tak ketinggalan juga taipan asal Amerika seperti Red Bird Capital yang juga investor AC Milan.
Liverpool owners, Fenway Sports Group, have announced that the club is up for sale. Forbes valued Liverpool at $4.45 billion.
There are three top candidates:
🔸 RedBird Capital Partners
🔸 Sheikh Khaled, the cousin of Man City owner
🔸 Sir Martin Broughton#LFC #PL #UCL #FSG pic.twitter.com/RqT0he9YuS— Noxwin (@noxwin12) November 8, 2022
Kini dengan gerbong FSG yang sudah mulai mundur teratur, Liverpool cepat atau lambat mungkin akan segera terjual. Jadi, untuk Liverpool fans, pilih mana nih pemilik dari Timur Tengah, India atau kembali dari Amerika?
https://youtu.be/7Rc-NOIntcY
Sumber Referensi : theathletic, theathletic, insider


