Malangnya Qatar, Sudah Serius Persiapan Piala Dunia Malah Terjungkal

spot_img

Menyakitkan sekali sudah berjuang sekuat tenaga, tapi ujungnya harus menuai kegagalan. Ibarat seorang pria yang sudah berusaha semaksimal mungkin mendekati wanita, tapi pas waktunya menyatakan perasaan malah ditolak. Sedih. Hati pun bisa jadi seperti barang pecah belah.

Tidak peduli ada pepatah “Hasil tidak akan mengkhianati usaha”. Toh pada kenyataannya, hasil bisa saja mengkhianati usaha. Lihatlah bagaimana Qatar terkapar di Piala Dunia 2022! Padahal Qatar sudah berusaha semaksimal mungkin agar tim nasionalnya maju. Bahkan mereka sudah berusaha agar tampil di Piala Dunia.

Qatar Belum Pernah Bermain di Piala Dunia

Timnas Qatar dari garis keturunannya memang belum pernah tampil di Piala Dunia barang sekali saja. Edisi 2022 adalah untuk pertama kalinya Qatar bermain di ajang akbar empat tahunan tersebut. Selain itu, Qatar juga menjadi satu-satunya tim yang menjalani debutnya di Piala Dunia.

Piala Dunia 2022 memang ada Timnas Wales dan Kanada. Namun, dua tim itu sudah pernah bermain di Piala Dunia. The Dragons sudah pernah lolos ke Piala Dunia 64 tahun lalu, tepatnya pada 1958. Sedangkan Kanada sebelum ke Piala Dunia 2022 juga pernah tampil di Piala Dunia 1986.

Timnas Qatar beruntung bisa masuk ke Piala Dunia tanpa perlu melakoni babak kualifikasi. Dengan kekuatan yang bisa mencengkram dunia, Qatar bisa memenangkan perebutan menjadi tuan rumah Piala Dunia 2022 yang diumumkan setelah Piala Dunia 2010 lalu.

Giat Berbenah

Demi menyongsong tekad untuk bermain di Piala Dunia, Qatar sebetulnya sudah memulai proyek pengembangan sepakbola sejak 2004. Meski Negara Teluk tersebut sudah dikenalkan pada sepakbola oleh ekspatriat Inggris sekitar tahun 1948. Pada 2004, Qatar mulai gencar melakukan investasi di bidang sepakbola.

Duit yang tak kurang dari Rp15 triliun digelontorkan untuk membangun beragam fasilitas penunjang. Salah satunya akademi sepakbola bernama Aspire Academy yang ada di distrik Al Waab, Qatar. Singkat cerita, dari proyek itu, Timnas Qatar sudah memetik buahnya.

Tahun 2014, Timnas Qatar U-19 meraih titel AFC U-19. Lima tahun berselang giliran Timnas Senior Qatar yang menggondol trofi Piala Asia 2019 di Uni Emirat Arab. Ketika itu Qatar sudah ditangani Felix Sanchez, pelatih mereka di Piala Dunia 2022. Saat itu pulalah, Qatar untuk kali pertama mengangkat trofi Piala Asia.

Persiapan Jadi Tuan Rumah Piala Dunia

Qatar sempat diragukan menjadi tuan rumah Piala Dunia. Bagaimana mungkin negara yang tidak menempatkan sepakbola dalam sandi-sandi kehidupan masyarakatnya bisa jadi tuan rumah kompetisi sepakbola terbesar? Keraguan itu dijawab Qatar dengan persiapan serius.

Tak tanggung-tanggung, Qatar mengucurkan tak kurang dari 200 miliar dolar (Rp3,1 kuadriliun) untuk Piala Dunia sekaligus menyumpal mulut orang-orang yang meragukan Qatar sebagai tuan rumah. Qatar mendirikan segala infrastruktur yang dibutuhkan untuk Piala Dunia. Mulai dari stadion, hotel, tempat pelatihan, dan masih banyak lagi.

Tidak hanya mengorbankan ratusan miliar dolar untuk persiapan Piala Dunia, Qatar juga mengorbankan nyawa manusia. Kabarnya ada ribuan pekerja migran yang harus meregang nyawa sebagai tumbal proyek Piala Dunia.

Dengan pengorbanan yang beraneka ragam itu, Qatar menyongsong Piala Dunia dengan mantap. Apalagi bermodal sebagai juara Piala Asia dengan masih ditukangi pelatih yang sama, Timnas Qatar berambisi tidak hanya menjadi penyedia tempat.

Kekalahan Menyakitkan di Partai Pembuka

Qatar boleh berusaha, tapi Ekuador-lah yang menentukan. Sempat diterpa isu bahwa Qatar membayar di bawah meja agar Ekuador kalah di laga pertama. Tapi isu itu langsung kandas setelah Ekuador mempermalukan tuan rumah.

Harapan yang sudah dirajut selama 12 tahun sejak diumumkan menjadi tuan rumah. Pengorbanan yang tidak hanya fulus, tapi juga nyawa. Semua itu tidak ada artinya di hadapan pasukan Gustavo Alfaro. Enner Valencia memperlihatkan ke publik Qatar bahwa segalanya memang butuh uang, tapi uang bukan segalanya.

Kekalahan 2-0 di hadapan publik sendiri tentu menghancurkan mental yang sudah dipupuk sekian tahun. Apalagi Annabi harus tahu, bahwa mereka adalah tuan rumah yang buruk. Bukan soal fasilitasnya, tapi soal kualitas tim sepakbolanya.

Ketika tuan rumah seperti Afrika Selatan saja bisa menahan imbang Meksiko di laga pertama, Qatar malah keok. Sebab itu, Qatar jadi satu-satunya negara tuan rumah yang kalah di laga perdana Piala Dunia. Ini lebih dari cukup untuk memaksa Qatar makin hancur di tangan Senegal.

Di laga kedua, masih di rumahnya sendiri, Qatar ditaklukkan Senegal 3-1. Timnas Qatar makin hancur. The Maroon sudah dipastikan bakal menjadi penyedia tempat dan penonton saja di sisa-sia pertandingan Piala Dunia 2022. Jadi, apa yang bikin Timnas Qatar begitu buruk?

Belum Teruji

Buruknya Timnas Qatar bukan karena azab membiarkan ribuan migran tewas. Azab itu urusan Tuhan. Qatar, yang pembukaan Piala Dunia saja sudah melantunkan ayat suci Al-Qur’an mustahil terkena azab. Hancurnya The Maroon tidak lebih lantaran penampilan mereka memang buruk.

Timnas Qatar lolos ke Piala Dunia melalui jalur tuan rumah. Betul bahwa mereka menjuarai Piala Asia 2019. Namun, itu sudah tiga tahun yang lalu. Ada banyak perubahan di skuad Annabi. Lagi pula Qatar juga tidak bergelut di babak kualifikasi.

Dengan kata lain kualitas Timnas Qatar belum teruji betul. Persaingan yang sangat tinggi di Piala Dunia, barangkali belum cocok dengan kualitas Timnas Qatar. Sebelum Piala Dunia, Qatar memang sudah diuji di Piala Emas. Namun, hasilnya mereka hanya sampai ke semifinal dan kandas di tangan Amerika Serikat.

Permainan yang Buruk

Harus diakui, permainan Qatar di Piala Dunia 2022 memang buruk. Di laga kontra Ekuador misalnya. Felix Sanchez menggunakan formasi 5-3-2, sedangkan Ekuador menerapkan sistem 4-4-2. Dengan formasi itu, Qatar jelas ingin menguatkan sisi pertahanan mereka.

Namun, Felix Sanchez sepertinya keliru mengantisipasi kekuatan La Tri. Pasukan Gustavo Alfaro memiliki pemain-pemain dengan kecepatan yang luar biasa. Permainan umpan-umpan panjang terbukti sangat menyulitkan Qatar.

Moises Caicedo dan Jhegson Mendez bahkan beberapa kali mengeksploitasi ruang tengah. Sementara itu pertahanan Qatar sangat buruk. Annabi memang bisa menguasai bola. Penguasaan bolanya pun lumayan, yaitu 47% atau 6% lebih sedikit dari Ekuador.

Tapi Qatar gagal melahirkan sontekan ke arah gawang. Pemain andalan di Piala Asia 2019, Almoez Ali sulit menemukan bola. Ia gagal menciptakan peluang berharga di laga melawan Ekuador.

Kurang Semangat Juang

Timnas tuan rumah juga sepertinya tidak memiliki semangat juang yang berlebih. Bahkan kekurangan semangat juang. Permasalahan Annabi memang bukan cuma organisasi permainan, melainkan juga mental.

Mentalitas yang sudah kacau di laga pertama juga berimbas di laga kedua kontra Senegal. Para pemain Qatar seperti takut mendekati bola. Di laga kontra Senegal itu, pemain Qatar juga minim melakukan tekanan. Hanya Akram Afif yang coba melakukan ancaman.

Ketika tertinggal 2-0 oleh Senegal, Qatar mencoba menciptakan peluang. Mohammed Muntari berhasil memperkecil ketertinggalan menjadi 2-1. Namun, sekali lagi, kurangnya tekanan mudah bagi pemain Senegal mencetak gol untuk ketiga kalinya.

Kekalahan kedua atas Senegal memutus harapan Qatar untuk melangkah lebih jauh. Laga melawan Belanda tak lebih sebagai laga hiburan saja. Walau demikian, Timnas Qatar paling tidak bisa belajar bagaimana Belanda bermain bola.

https://youtu.be/B9Ss-ugVkx4

Sumber: Mathrubbumi, Themastermindsite, Reuters, Independent, AlJazeera, BBC, Sofascode, StartingEleven

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru