Asia Menggila Lagi! Strategi Ajaib Iran Hancurkan Wales

spot_img

Martabat Iran remuk di pertandingan pertama Piala Dunia. Saat Arab Saudi meraih kemenangan atas Argentina dan Jepang menaklukkan Jerman, Iran justru hancur lebur di tangan Inggris. Skor 6-2 menjadikan Iran sebagai tim Asia dengan kebobolan terbanyak di matchday pertama.

Secara teori itu bikin mental anak asuh Carlos Queiroz pecah berkeping-keping. Akan tetapi, Iran bukanlah tim yang mudah hancur mentalnya hanya karena kebobolan 6 gol.

Sebaliknya, Iran memberi kejutan dengan mengalahkan Wales di pertandingan kedua. Tak main-main, Iran melumat Wales dengan skor bulat 2-0. Betul, Wales memang bukan tim kuat di Eropa, minimal tidak lebih kuat dari Jerman. Tapi kemenangan yang didapat setelah dibantai, itu yang membuat kemenangan Iran terasa istimewa.

Persiapan Piala Dunia yang Dahsyat

Iran datang ke Piala Dunia Qatar dengan modal yang lebih dari cukup. Timnas berjuluk Team Melli itu memuncaki klasemen di ronde ketiga Grup A kualifikasi Piala Dunia zona Asia.

Tergabung dengan Lebanon, Suriah, Irak, Uni Emirat Arab, dan Korea Selatan, Iran sukses mengumpulkan 25 poin. Total dari 10 laga di ronde ketiga kualifikasi Piala Dunia zona Asia Grup A, Iran meraih 8 kali kemenangan, 1 kali seri, dan 1 kali kalah.

Iran sempat dilanda keragu-raguan saat dilatih Dragan Skocic. Hasil kurang memuaskan didapat di pertengahan kualifikasi Piala Dunia. Ketidakpercayaan atas skema Skocic membuat Iran memecatnya. Keputusan untuk memulangkan kembali mantan asisten Sir Alex Ferguson di MU, Carlos Queiroz terbilang tepat.

Banyak Kelemahan Ketika Melawan Inggris

Akan tetapi, yang terjadi justru antiklimaks. Alih-alih menahan imbang Inggris atau minimal kalah hanya dengan satu-dua defisit gol, Iran justru kena bantai 6-2. Di laga itu, Carlos Queiroz menggunakan skema 5-4-1. Meski ada Sardar Azmoun dan Mehdi Taremi, Queiroz hanya memasang yang kedua.

Dengan formasi itu, Iran memang berhasil menutup lini tengah. Alhasil ruang gerak Harry Kane di babak pertama sukses dibatasi. Masalahnya di laga itu Inggris bermain sangat terbuka. Permainan terbuka memaksa Iran menggunakan pola pertahanan rendah.

Pasukan Queiroz memang bisa melindungi lini tengah mereka. Namun Iran gagal mengantisipasi permainan Inggris yang pada akhirnya memanfaatkan lebar lapangan. Dua gol Inggris di babak pertama berasal dari permainan terbuka lewat umpan-umpan silang.

Sementara itu, di babak kedua, Iran mencoba bermain terbuka. Anak asuh Queiroz melakukan pola pertahanan tinggi. Namun, itu justru menjadi malapetaka. Lini tengah Iran pada akhirnya mudah dieksploitasi oleh para pemain Inggris. Harry Kane, Sterling, dan Bukayo Saka bisa lebih leluasa bergerak.

Iran bukannya tanpa perlawanan. Mereka sesekali memanfaatkan lebar lapangan untuk melakukan serangan ke jantung pertahanan Inggris. Meski Iran sulit untuk menembus pertahanan Inggris.

Tapi gol pertama Mehdi Taremi menjadi bukti bahwa Iran bisa menjebol gawang Inggris. Para sayap Iran berhasil memancing pemain Inggris sehingga Taremi tidak terkawal.

Kepercayaan Diri Menghadapi Wales

Walaupun kalah 6-2 atas Inggris, tak ada sedikit pun tanda mental para pemain Iran bakal melemah. Sebaliknya, dengan menciptakan dua gol ke gawang Inggris bisa menjadi pelecut ketika menghadapi Wales di Ahmed bin Ali Stadium. Dua gol dari pemuncak klasemen meyakinkan para punggawa Iran bahwa mereka bisa bersaing dengan tim Eropa.

Saat menghadapi Wales, para pemain Iran sudah mulai mau menyanyikan lagu kebangsaan mereka. Sebelumnya, di laga kontra Inggris, para pemain Iran tidak melakukannya sebagai bentuk protes atas tragedi kemanusiaan di negaranya sekaligus sebagai bentuk solidaritas.

Alih-alih larut, para pemain Iran langsung fokus ketika wasit meniup peluit sepak mula. Para pemain Iran fokus pada pekerjaannya untuk memberikan perlawanan pada Timnas Wales. Dan itulah yang mereka tunjukkan dengan cara yang berbeda.

Taktik yang Berbeda

Benar. Carlos Queiroz memasang skema yang berbeda saat menghadapi Wales. Barangkali Queiroz tahu kekuatan Timnas Wales tidak sekuat The Three Lions. Formasi 4-3-3 pun dipasang Queiroz. Queiroz memasang Sardar Azmoun yang tidak masuk starting line up di laga kontra Inggris.

Carlos Queiroz memasang tiga pemain di depan. Mehdi Taremi tidak sendirian. Ia akan bersama Azmoun dan Ali Gholizadeh di lini depan. Namun, itu hanya formasi di atas kertas. Formasi Queiroz lantas berubah ketika berada di lapangan, terutama ketika mode bertahan.

Queiroz memakai 4-4-2 saat bertahan. Dengan hanya meninggalkan Azmoun dan Taremi di lini depan. Iran mencoba melakukan tekanan ekstra di lini depan saat menghadapi Wales. Taremi dan Azmoun bekerja sama melakukan itu.

Dua pemain tersebut bisa menutup suplai bola ke gelandang terdalam Wales, Ethan Ampadu dan Aaron Ramsey. Sementara baris kedua Iran tetap dalam posisinya. Inovasi skema Queiroz ini akhirnya bisa menjaga stabilitas permainan Iran. Bahkan bisa membuat para pemain Wales sulit berkembang.

Oleh karena itu, Wales hanya bisa menguasai bola. Total di laga kontra Iran, penguasaan bola pasukan Robert Page mencapai 62%, sedangkan Iran hanya 38%. Namun, The Dragon tidak rajin dalam melahirkan peluang berharga. Bale CS hanya melakukan 10 tembakan dan hanya 3 yang mengarah ke gawang.

Serangan Balik Iran Mematikan

Carlos Queiroz tidak meminta pemainnya menguasai bola. Ia membiarkan pemain Wales yang menguasai bola. Sebagai gantinya Queiroz meminta anak asuhnya untuk bertahan secara efisien, melakukan man-to-man marking, dan memotong jalur umpan antarpemain Wales.

Tentu saja bagi tim yang menyerang, gaya main bertahan ini sangat menyebalkan. Apalagi para pemain Iran sangat agresif dalam merebut bola. Tapi Queiroz percaya bahwa pertahanan bisa digunakan untuk membentuk serangan.

Efisiensi dalam bertahan itu membuahkan hasil. Lewat skema serangan balik, Iran kerap mengancam pertahanan Wales. Mehdi Taremi dan Sardar Azmoun sangat efektif di lini depan. Mereka mengintimidasi pertahanan Wales, melakukan akselerasi, dan bahkan melakukan progresi umpan.

Dengan taktik itu, Iran lebih sering melakukan tembakan. Ada 21 tembakan yang dihasilkan, 6 di antaranya mengarah ke gawang. Iran bahkan nyaris unggul lebih dulu di menit 15 jika saja gol Gholizadeh tidak dianulir. Bukti serangan balik Iran sangat berbahaya adalah di gol kedua mereka.

Wales yang Tidak Beres

Kemenangan Iran juga tidak lepas dari permainan Wales yang tidak beres. Gaya menekan yang berorientasi pada pemain, membuat pemain-pemain Wales terisolasi. Ruang melakukan progresi tertutup. Sebab opsi umpan terdekat selalu mendapat tekanan dari pemain Iran.

Anak asuh Rob Page tidak bisa keluar dari tekanan itu. Pergerakan Gareth Bale juga mati. Mantan pemain Tottenham Hotspur itu beberapa kali melakukan penetrasi di sisi kanan pertahanan Iran. Tapi tidak ada yang mendukungnya.

pergerakan-ramsey

Gelandang Wales seperti Aaron Ramsey tidak cakap membuka ruang. Pergerakannya justru stagnan. Ramsey punya kesempatan untuk bergerak di ruang kosong, tapi ia tidak melakukan itu. Wales pun kesulitan.

Kemenangan atas Wales menjadi sangat berharga bagi Iran. Selain memperpanjang nafas di Piala Dunia, kemenangan ini adalah sebuah pertanda. Betapa Timnas Iran tidak bisa diremehkan oleh bangsa Eropa.

https://youtu.be/hn_U4J_7Axo

Sumber: Philstar, Reuters, TFA, TheAthletic, CoachesVoice, 442, Transfermarkt, Bola

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru