Sejarah Wasit Wanita di Sepakbola Pria

spot_img

Upaya gerakan kesetaraan gender telah dilakukan di berbagai bidang kehidupan, tidak terkecuali di dunia sepakbola. Dalam hal ini, FIFA selaku induk sepakbola dunia telah melakukan berbagai upaya agar permainan ini tidak bias gender. Bukti bisa dilihat dengan adanya turnamen Piala Dunia Wanita yang digelar sejak 1991 sampai sekarang.

Sudah bukan rahasia umum lagi kalau permainan sebelas lawan sebelas itu nggak hanya buat kaum pria saja, kaum hawa pun boleh ikut andil berperan. Keikutsertaan kaum hawa dalam sepakbola tidak hanya sebagai pelaku atau pemain utama di atas lapangan, tapi juga sebagai petugas pengadil lapangan. Dalam dunia sepak bola saat ini seorang wasit wanita memang mulai mendapatkan tempat sebagai pengadil di lapangan.

Lebih menariknya lagi, wasit wanita saat ini nggak cuma memimpin pertandingan sepakbola wanita, pertandingan di sepakbola pria pun wasit wanita juga sudah berperan serta.

Awal Mula Wasit Wanita Memimpin Laga Sepakbola Pria

Lantas bagaimana awal mula wasit wanita memandu jalannya laga di sepakbola pria? sebuah pertanyaan yang mungkin tidak terpikirkan di benak kalian selaku pecinta olahraga ini.

Sejarah mencatat wanita telah berpartisipasi secara aktif, meskipun sebagian besar dari pinggir lapangan, dalam dunia sepak bola pria selama hampir satu abad. Petra Tabarelli, seseorang yang mengklaim dirinya sebagai “pakar terkemuka dunia dalam evolusi Hukum Permainan dan sejarah wasit wanita dalam sepak bola pria” telah meneliti secara menyeluruh subjek tersebut dan membuat database komprehensif tentang wasit wanita yang dia perbarui secara teratur.

Menurut Tabarelli, Edith Klinger dari Austria, yang aktif dari tahun 1935-1938, adalah wasit wanita pertama yang memimpin pertandingan pria dan wanita.

Namun demikian, terlepas dari adanya banyak bukti yang mendokumentasikan pencapaian Edith Klinger, pada 2018 silam FIFA mengakui bahwa Drahşan Arda dari Turki sebagai wasit sepak bola wanita pertama di dunia.

Arda memimpin laga pertamanya pada tahun 1968 pada sebuah pertandingan sepakbola pria di Istanbul dan dia menjadi wasit selama tiga puluh tahun di Turki dan Jerman.
Pada dekade 70-80an, wanita tidak banyak yang menjadi wasit pertandingan sepakbola, namun kemajuan wasit wanita dalam sepakbola mulai menunjukkan sinarnya mulai era 90-an.

Ketika FIFA mengadakan Piala Dunia Wanita pertama kalinya di China tahun 1991, FIFA mengundang Ingrid Jonsson (Swedia) dan lima asisten wasit wanita lainnya untuk memimpin jalannya laga-laga di Piala Dunia Wanita 1991.

Beberapa tahun kemudian, Sonia Denoncourt dari Kanada menjadi wanita pertama yang ditunjuk sebagai wasit resmi yang terakreditasi FIFA. Jumlah wasit wanita dari masa ke masa pun makin bertambah.

Pada Piala Dunia Wanita 1999 saja, terdapat 31 wasit wanita. Itu artinya, FIFA sebagai organisasi sepakbola internasional memiliki komitmen untuk menjadikan sepakbola tidak hanya dimiliki kaum lelaki saja, tetapi perempuan juga berhak berperan aktif.

Geliat wasit wanita semakin berkembang pada milenium baru. Hal itu terjadi karena organisasi sepakbola, seperti FIFA dan UEFA memberikan kesempatan luas bagi wanita untuk memimpin laga sepakbola pria.

Siapa saja mereka? dan Bagaimana Kiprahnya?

Salah satu wasit wanita yang kualitasnya tak perlu diragukan lagi adalah Nicole Petignat. Perempuan yang sekarang berusia 55 tahun ini berasal dari Swiss yang menjadi wasit wanita pertama yang memimpin pertandingan UEFA ketika dia ditugaskan untuk tiga pertandingan babak kualifikasi Piala UEFA antara 2003 dan 2009.

Selanjutnya ada nama Bibiana Steinhaus, yang mulai bekerja sebagai wasit di Bundesliga 2 pada 2007. Dia mengukuhkan namanya sebagai wasit wanita pertama dalam sepak bola profesional pria Jerman. Segudang pengalaman sudah diperoleh. Dia adalah wanita pertama yang memimpin pertandingan Bundesliga pada tahun 2017.

Sementara, di tingkat internasional Steinhaus melaksanakan tugas sebagai wasit di final Liga Champions Wanita pada tahun 2017 serta final Piala Dunia Wanita pada tahun 2011 dan pertandingan perebutan medali emas sepakbola wanita di Olimpiade London 2012.

Berkat kemampuannya dalam memimpin pertandingan, Bibiana Steinhaus sukses memenangkan penghargaan sebagai wasit wanita terbaik dunia dalam dekade 2011-2020. Berdasarkan penilaian Federasi Internasional Sejarah dan Statistik Sepak Bola (IFFHS), ia memperoleh skor tertinggi yakni 171 poin.

Nama selanjutnya yang tidak kalah menterengnya adalah Stephanie Frappart, wasit wanita asal Prancis. Dia pernah beberapa kali memimpin pertandingan sepakbola pria. Salah satunya adalah dia memimpin laga Piala Super Eropa antara Liverpool versus Chelsea pada Agustus 2019. Dan itu adalah pertama kalinya laga Piala Super Eropa dipimpin oleh wasit wanita.

Pada Oktober 2020, Stephanie juga pernah berkesempatan menjadi wasit pertandingan Liga Europa, mengawasi jalannya pertandingan antara Leicester dengan Zorya Luhansk. Dia juga tercatat sebagai wasit utama di Kompetisi Ligue 1 Prancis.

Pencapaian berikutnya bagi seorang Stephanie Frappart adalah ia dilibatkan dalam laga di Piala Eropa 2020. Dia membuat sejarah karena menjadi wasit perempuan pertama di Piala Eropa.

Stephanie memang tidak ditugaskan sebagai wasit utama, namun ia juga memiliki peran penting sebagai ofisial pendukung, wasit keempat, dan asisten wasit cadangan selama turnamen yang dimenangkan Italia tersebut.

Sebelum itu, Stephanie telah mencetak sejarah sebagai wasit wanita pertama di Liga Champions Eropa. Kala itu, ia memimpin pertandingan Liga Champions putra saat Juventus menjamu Dynamo Kyiv, Kamis 3 Desember 2020 silam.

Wanita pembuat sejarah lainnya adalah Kateryna Monzul. Kateryna Monzul, yang asal Ukraina bersama dengan dua asistennya, Maryna Striletska dan Svitlana Grushko menjadi pengadil lapangan pada laga Kualifikasi Piala Dunia 2022 Zona Eropa antara Andorra vs Inggris. Sejarah tercipta karena Kateryna menjadi wasit wanita pertama yang memimpin laga timnas putra Inggris.

Selain di belahan Eropa, wasit wanita juga makin berkembang di benua lain, seperti yang terjadi di Amerika Selatan pada ajang Copa Libertadores antara Defensa y Justicia dari Argentina, dan Independiente del Valle dari Ekuador. Pertandingan tersebut dipimpin oleh wasit dan perangkat pertandingan yang semuanya diisi kaum hawa.

Sejarah wasit wanita di sepak bola Pria juga tercipta di Asia, tepatnya di Yordania. Tim wasit wanita telah membuat sejarah setelah memimpin pertandingan sepak bola untuk pertama kalinya di Yordania. Rekor ini dibuat saat Sahab SC dan al-Baqa’a club bertanding di final kejuaraan Jordan Pro League pada 2 November 2021 lalu.

Di Piala Afrika 2021 yang tuntas beberapa waktu lalu, wasit wanita juga ikut berperan serta. Di adalah Salima Mukansanga, wanita pertama yang menjadi wasit di pertandingan Piala Afrika.

Tidak itu saja, wanita asal Rwanda itu dibantu oleh tiga wanita hebat lainnya, yakni asisten wasit Fatiha Jermoumi dari Maroko dan Carine Atemzabong dari Kamerun. Sedangkan Bouchra Karboubi dari Maroko ditugaskan di bagian VAR.

Lalu bagaimana dengan perkembangan wasit wanita di Indonesia? Di negeri yang kita cintai ini, wasit wanita sepak bola belum terlihat geliatnya. Alasan utama tentu saja tidak adanya kompetisi sepakbola wanita. Namun, Indonesia bukan tanpa wasit wanita.

Tercatat sejak tahun 2017, Indonesia telah memiliki satu perempuan yang berhasil mendapatkan lisensi dari FIFA. Menurut informasi dari Instagram resmi PSSI, wasit wanita pertama Indonesia yang mendapatkan lisensi FIFA adalah Deliana Fatmawati Kaban.

Itulah sekilas sejarah dan kiprah wasit wanita dalam pertandingan sepakbola pria. Dengan semakin menjamurnya wasit wanita yang memimpin jalannya pertandingan sepakbola pria, membuktikan bahwa kini sepakbola adalah milik bersama, bukan hanya kaum lelaki saja yang dapat berperan serta, kaum hawa pun memiliki kesempatan yang sama.

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru