West Ham United memang menang atas Watford di rumahnya sendiri pada Rabu lalu. Namun, pemain West Ham, Kurt Zouma terkena caci-maki dari tribun penonton. Cacian itu belakangan diketahui karena Zouma sedang mendapat sorotan negatif usai videonya ketika menyiksa kucing peliharaannya sendiri viral.
Meski Kurt Zouma sudah meminta maaf atas tindakannya tersebut, bukan berarti masalah soal penyiksaan hewan ini rampung begitu saja. Sudah pasti terjadi efek domino yang akan menimpa mantan punggawa Chelsea itu.
Hal tersebut menimbulkan beberapa dampak negatif bagi bek West Ham United itu, apalagi Zouma juga banyak dirundung di media sosial. Sampai-sampai saudaranya, Yoan Zouma harus terlibat.
Peristiwa penyiksaan hewan ini akhirnya berbuntut panjang. Lalu, bagaimanakah konsekuensi yang harus diterima oleh Kurt Zouma?
Daftar Isi
Zouma Menyiksa Kucingnya
Media Inggris sudah menyatakan bahwa RSPCA (komunitas pecinta kucing di Inggris) telah menerima setidaknya satu keluhan tentang video viral milik Kurt Zouma itu. Bukti video tersebut dapat memberikan kelonggaran bagi badan amal itu untuk mengajukan tuntutan kepada Zouma.
Kabarnya RSPCA juga sudah mengamankan kucing-kucing milik Kurt Zouma setelah sebuah video yang cukup mengganggu muncul memperlihatkan Zouma memukul, melempar, dan menendang hewan peliharaannya di lantai dapur rumahnya. RSPCA juga merilis sebuah pernyataan yang mengatakan bahwa “kucing-kucing itu aman dan dalam perawatan kami”.
West Ham United pun menyatakan bahwa mereka sudah menjatuhkan denda kepada Zouma “semaksimal mungkin”. Denda itu diambil dari gaji Zouma selama dua minggu, yang akan disumbangkan kepada yayasan penyayang hewan di sekitar Kota London.
Bek West Ham berusia 27 tahun itu sudah menyatakan permintaan maaf. Namun, Polisi Kota Essex mengonfirmasi bahwa “penyelidikan mendesak” sedang dilakukan mereka, bekerja sama dengan RSPCA. Zouma pun bertindak kooperatif dan bersedia membayar denda atau mengikuti prosedur penyelidikan.
Kerugian Yang Dialami Zouma
West Ham pun akhirnya memutuskan untuk mendenda pemain tersebut dengan besaran 250.000 ribu pounds atau setara Rp 4,8 Miliar. Angka tersebut dirasa terlalu kecil karena hanya setara dengan dua minggu gaji Kurt Zouma.
Selain mendapat denda dari pihak West Ham, Kurt Zouma juga dilaporkan kehilangan sponsor olahraganya, Adidas. Manajemen mencopot status brand ambassador milik Kurt Zouma dari perusahaan olahraga yang identik dengan tiga garis itu.
Azab penyiksa kucing :
– Sosial medianya dibully pecinta kucing seluruh dunia
– Denda Rp4,1 miliar
– Kontrak diputus Adidas
– Vitality menangguhkan kerjasama sebagai mitra kesehatan resmi West Ham
– Seruan agar tidak lagi dipanggil Timnas PrancisDon’t f**k with cats.. 😾😾 pic.twitter.com/JURo4eTAzK
— Extra Time Indonesia (@idextratime) February 10, 2022
West Ham pun ikut terkena getahnya, The Hammers juga kehilangan salah satu sponsornya. Pada tanggal 9 Februari lalu, Vitality salah satu perusahaan asuransi hidup dan kesehatan menyatakan kekecewaannya terhadap pihak West Ham menyusul respon klub terhadap kasus yang dialami Zouma.
Kini pihak Vitality memutuskan untuk menangguhkan kerjasama mereka dengan West Ham hingga pihak klub London itu bisa lebih serius dalam mengatasi situasi saat ini.
Apakah Kasus Zouma Lebih Buruk Dari Kasus Rasisme?
Kasus yang menimpa Kurt Zouma juga menyita perhatian rekan satu timnya di West Ham, Michail Antonio. Kala diwawancarai seputar kasus Kurt Zouma oleh reporter Sky Sport, penyerang West Ham tersebut mengungkapkan pernyataan yang menyinggung isu rasisme di Inggris.
Michail Antonio pun mempertanyakan apakah kekerasan yang dilakukan rekan setimnya itu lebih buruk daripada rasisme?.
Ketika reporter Sky Sport berusaha menjawab dengan mengangkat perbedaan antara kedua situasi tersebut, Antonio melanjutkan dengan mengatakan, “Saya tidak memaafkan apa yang telah dia lakukan, saya sama sekali tidak setuju dengan apa yang Zouma lakukan”.
Michail Antonio merasa respon masyarakat terhadap Kurt Zouma berlebihan, ia menjadikan kasus rasisme sebagai tolak ukur. Menurutnya, perlakuan terhadap Zouma ini tidaklah sepadan dengan orang-orang yang melakukan rasisme.
“Do you think what Kurt Zouma has done is worse than Racism?” — Michail Antonio shares his thought on Sky Sport News pic.twitter.com/sldeEbUjd7
— Adekunle Sulaimon (M.Phil) (@su_providence) February 10, 2022
Lebih lanjut Antonio menjelaskan, bahwa orang-orang yang melakukan rasisme memang dihukum, tapi ia kemudian bisa bebas. Sementara, Zouma justru diperlakukan sangat tidak terhormat, termasuk desakan untuk memecat dan menjebloskannya ke penjara.
Reaksi fans terhadap kasus yang menimpa Zouma ini juga meningkat sepuluh kali lipat ketika manajer The Hammers, David Moyes memasukkan Kurt Zouma ke dalam starting eleven di kemenangan 1-0 mereka atas Watford pada Matchday ke 24 kemarin. Alhasil, sepanjang laga segala umpatan kasar dari para fans pun tertuju pada Kurt Zouma.
Seperti yang kita ketahui, isu rasisme di luar negeri khususnya Inggris dan dunia sepak bola, masih sangat masif. Sejak viralnya kasus Kurt Zouma saja, sudah ada lebih dari 165.000 orang menandatangani petisi online yang menuntut agar Zouma segera diproses hukum.
Respon yang cepat, kasar, dan sedikit berlebihan ini pula disinyalir memperkuat isu-isu rasisme yang tertuju kepada para pemain sepak bola berkulit hitam, termasuk kepada Kurt Zouma.
Apakah Kurt Zouma Bisa Dihukum?
Jika muncul pertanyaan apakah Kurt Zouma bisa di jebloskan penjara? Tentu jawabannya, bisa. Karena kasus penyiksaan terhadap hewan ini cukup dipandang serius oleh beberapa pihak. Pasalnya, untuk sebagian pihak khususnya para Cat Lovers, penyelesaian kasus ini tak cukup dengan hanya sebatas permintaan maaf.
Kurt Zouma juga tak lepas dari kecaman publik. Salah seorang pengacara yang bekerja untuk Yayasan La Fondation 30 Millions d’Amis, atau kelompok hak asasi hewan terbesar di Perancis, mengutuk tindakan keji yang dilakukan Zouma. Mereka pun berniat untuk membawa kasus ini ke meja hijau.
Dalam hukum Perancis juga sudah mengatur tentang tindak pidana internasional. Menurut pasal 113-6 KUHP Perancis, seorang warga negara Perancis dapat dituntut atas tindak pidana yang mereka lakukan di luar negeri.
Hal ini juga didukung dengan Undang-undang perlindungan hewan yang baru berlaku di Perancis pada tahun 2021. Yang mana menyatakan bahwa ”penganiayaan hewan” sekarang bisa mendapat hukuman hingga empat tahun penjara dan denda setara dengan 50.000 pounds atau sekitar Rp. 971 Juta. Jadi, bukan tidak mungkin bahwa karier pemain belakang Prancis ini bisa berakhir di Prison FC.
Apabila akhirnya Zouma akan mendapat hukuman, ia pun siap mempertanggung jawabkan perbuatannya itu. Namun, hingga dibuatnya berita ini, belum ada kabar selanjutnya mengenai kasus Kurt Zouma. We Will See…
https://youtu.be/bGOwqMxn_dU
Sumber: Sky Sport, Sporting News, Mirror, Daily Mail


