Sejarah Logo Garuda Di Dada Seragam Timnas Indonesia

1 min read

Bicara tentang jersey tim nasional sepakbola seluruh dunia, banyak dari mereka yang menggunakan logo dari federasi sepakbola masing-masing. Lalu, mengapa Indonesia malah menggunakan lambang negara sebagai simbol yang terletak di dada pemain sepakbola kita?

Lambang Garuda membuat Indonesia semakin dikenal dunia. Arti gagah dan penuh perjuangan menjadikan sosok Garuda pantas digunakan sebagai simbol untuk membawa nama besar bangsa. Dalam hal ini, FIFA sebagai federasi sepakbola dunia juga tidak melarang penggunaan lambang negara pada jersey tim nasional. FIFA hanya mengatur peletakan logo saja, tidak untuk apa-apa yang akan digunakan sebagai simbol kebesaran setiap tim nasional.

Saat ini hanya Indonesia, Spanyol, Austria, Turkey, Slovakia dan Hungaria yang masih memakai lambang negaranya di jersey tim nasional nya. Untuk tim nasional negara lain, mereka lebih memilih untuk menyertakan logo federasi ketimbang lambang negaranya sendiri. Hal ini dilakukan karena beberapa alasan, salah satunya adalah mereka yang merasa tak lagi dibiayai oleh negara, dan sepakbola yang berada di naungan FIFA terpisah dari tugas negara.

Kembali ke pembahasan mengapa Indonesia lebih memilih untuk memakai lambang negara.

Pemakaian lambang Garuda di jersey timnas sendiri adalah perintah langsung dari Presiden Soekarno di tahun 1954 silam. Saat itu, Timnas Indonesia tengah mempersiapkan diri berangkat ke Cekoslovakia untuk menggelar laga persahabatan.

Bung Karno menganggap bahwa lambang Garuda bisa memberi aura positif kepada para pemain. Garuda memiliki karakter kuat dan sangat percaya diri, sebab itulah Presiden pertama kita meminta Timnas sepakbola Indonesia untuk menyematkan lambang Garuda pada jersey yang mereka kenakan.

Dalam hal ini, Bung Karno memiliki peran penting dalam aksi penyematan lambang Garuda di dada para pemain sepakbola.

Pada waktu itu, Soekarno juga berharap lambang ini digunakan oleh seluruh atlet Indonesia di semua cabang olahraga. Oleh karena itu, lambang Garuda mulai dipakai oleh semua cabang olahraga di Indonesia sejak Olimpiade 1956 silam.

Garuda Pancasila yang disempurnakan oleh Bung Karno pada 1950 ini pun pada akhirnya diharapkan menjadi identitas bangsa Indonesia di manapun para atletnya berlaga.

Sempat terjadi polemik pada tahun 2010, banyak warga yang meminta lambang negara tersebut dilepas dari jersey timnas Indonesia dengan alasan mereka bisa saja merusak atau mengotori lambang yang menjadi harga diri bangsa tersebut. Akan tetapi gugatan itu ditolak oleh Pengadilan Negeri Jakarta Pusat setelah enam bulan polemik ini bergulir.

Menurut Pasal 52 huruf E Undang Undang No 24 Tahun 2009 (UU 24/2009) tentang Bendera, Bahasa, Lambang negara serta Lagu Kebangsaan memang menyebut Warga Negara Indonesia (WNI) yang sedang mengemban tugas negara di luar negeri boleh memakai lambang negara sebagaimana disebut di Pasal 1 angka 2, yakni Garuda Pancasila dengan diikuti semboyan negara Bhinneka Tunggal Ika.

Hal ini sesuai dengan timnas Indonesia yang sedang mengemban tugas negara. Itu berarti bahwa sah-sah saja jika tim sepakbola kita memakai lambang negara.

Meski begitu, jika  suatu saat nanti logo seragam Timnas Indonesia tidak lagi memakai Garuda Pancasila, atau dengan kata lain PSSI membuat logo yang turut menyertakan nama mereka, hal tersebut sangat diperbolehkan. Hal ini pernah dilakukan oleh federasi sepakbola Jerman, Deutshcer Fussball-Bund (DFB). Mereka menjadi salah satu negara yang melakukan ini ketika burung yang menjadi lambang negara Jerman diselipkan tulisan Deutshcer Fussball-Bund.

Terlepas dari segala kontroversi yang ada, tinggal bagaimana kita menyikapi hal tersebut. Jika kita selalu berpikiran positif terhadap apa yang dilakukan oleh suatu pihak demi memajukan bangsa, maka hal positif juga akan menghampiri orang-orang itu, begitu pun kita.

Garuda bukan hanya sekedar simbol, Garuda adalah harga diri bangsa!