Kalau sepakbola Indonesia itu diibaratkan panggung hiburan, maka Patrick Kluivert adalah sutradara yang siap bikin Timnas Indonesia tampil layaknya film box office. Penuh kejutan, plot twist, dan ending yang diharapkan bisa bikin lawan geleng-geleng kepala. Belum apa-apa, jelang laga melawan China, Coach Patrick udah menyuguhkan sebuah kejutan duluan.
Setelah kita disuguhkan plot twist di laga melawan Australia, kini kejutan telah disisipkan di tengah pemanggilan pemain yang akan terlibat dalam pemusatan latihan. Beberapa muka lama yang sempat diasingkan kembali muncul dalam daftar. Seperti si kembar, Yance dan Yakob Sayuri, serta pemain yang terabaikan di era Shin Tae-yong, Stefano Jantje Lilipaly.
Lalu, beberapa nama yang kemarin jadi andalan pun kabarnya harus absen. Seperti Maarten Paes, Ragnar Oratmangoen, dan Marselino Ferdinan. Lantas, dengan materi pemain yang banyak berubah ini, bagaimana Patrick Kluivert akan menyusun line up di laga melawan China nanti?
Daftar Isi
Kiper
Situasi tak biasa akan mewarnai laga melawan China nanti. Kiper andalan kita, yakni Maarten Paes bisa dipastikan tak akan diturunkan. Alasan absennya adalah akumulasi dua kartu kuning yang ia terima selama babak ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026. Kartu kuning pertama didapatkan saat debutnya melawan Arab Saudi pada 6 September 2024, akibat dianggap mengulur waktu.
Lalu, kartu kedua diterima dalam pertandingan melawan Bahrain pada 25 Maret 2025. Dengan dua kartu kuning tersebut, Paes harus menjalani sanksi larangan bermain satu pertandingan. Sebagai pengganti, Patrick Kluivert memiliki beberapa opsi. Namun, Emil Audero yang sebelumnya menjadi cadangan, jadi opsi paling layak untuk mengisi posisi kiper utama.
Emil awalnya sempat diragukan bisa datang tepat waktu karena sedang fokus play off promosi ke Serie A bersama Palermo. Namun, Palermo justru kalah di tahap pertama babak play off. Meski itu adalah hasil yang tidak diinginkan oleh City Football Group, tapi itu adalah hasil yang diharapkan oleh fans Indonesia. Karena dengan begitu, Emil bisa punya waktu untuk mempersiapkan diri untuk laga lawan China.
Meski cuma jadi kiper Serie B, kita patut percaya pada kemampuan Emil. Ia dikenal karena ketenangan, kekuatan mental, dan refleks yang tajam. Ia juga punya kecepatan saat meninggalkan garis gawang untuk mengamankan bola. Kemampuan ini bisa memberikan rasa percaya diri kepada lini belakang Skuad Garuda.
Bek Tengah
Di posisi bek, Patrick Kluivert diperkirakan akan tetap mempertahankan skema tiga bek. Soal materi pemain, Coach Patrick tidak kehabisan opsi. Banyak nama-nama papan atas yang bisa diandalkan untuk bikin kaki pemain depan China pada kebas. Namun, untuk menciptakan pertahanan yang kokoh dan solid, Patrick harus pakai trio andalan.
Jay Idzes di tengah, Rizky Ridho bagian kanan, dan Justin Hubner di sebelah kiri. Ya, saat Tiongkok punya Tembok China, maka Indonesia punya trio JAJURI. Mereka bukan sekadar tiga pemain bertahan, melainkan satu kesatuan yang saling melengkapi. Trio ini bak tiga penjaga gerbang benteng yang masing-masing punya peran vital.
Tak bosan-bosan kita menyebut bahwa Jay yang berpengalaman di Serie A adalah otak dari pertahanan Indonesia. Ketenangannya saat menguasai bola dan kecerdasannya membaca permainan membuatnya layak disebut abang-abangan di lini pertahanan. Di sisinya, Ridho hadir sebagai sosok garang namun tetap cerdik dalam menghalau serangan lawan.
Sementara itu, Justin memberikan sentuhan modern. Dia fleksibel, cepat, dan berani. Ia bahkan rela mati demi tim nasional. Jika tak melakukan tekel konyol di kotak penalti, Justin adalah bek tengah kaki kiri terbaik yang dimiliki Timnas Indonesia.
Bek Sayap
Di posisi bek sayap, Patrick Kluivert seharusnya tak perlu pusing untuk menentukan pilihan. Sebab, di situ sudah ada calon pemain Borussia Monchengladbach, Kevin Diks di kanan dan kapten baru NEC Nijmegen, Calvin Verdonk di kiri. Dua pemain ini adalah pilihan terbaik yang dimiliki Indonesia.
Kevin dan Verdonk ini bukan bek sayap biasa. Mereka layaknya prajurit yang nurut sama perintah. Mau disuruh naik bantu serangan? Bisa. Diminta turun untuk cover ruang kosong? Aman. Selain fleksibel, keduanya juga punya kecepatan dan determinasi yang tinggi. Apalagi si Verdonk ya. Kalau udah disuruh lari sih, beeuhhh.. kayak lagi dikejar debt collector.
Namun, kondisi kebugaran Kevin masih dipertanyakan. Dilansir Bolasport, Diks sempat cedera dan perkiraan waktu pulihnya adalah akhir Mei, mepet banget sama match lawan China. Beberapa hari lalu sempat ada kabar bahwa Diks menunjukan perkembangan yang signifikan. Sehingga, ia bisa dipanggil ke tim nasional.
Tapi, kalau kondisinya tidak memungkinkan, tenang, masih ada Yakob Sayuri atau Sandy Walsh yang siap menggantikan.
Gelandang
Kalau udah ngomongin gelandang, mimin paling demen nih. Karena kita akhirnya punya kombinasi ciamik di lini tengah. Thom Haye nggak lagi gendong lini tengah sendirian semenjak kedatangan Joey Pelupessy yang mengawal dari belakang.
Kita bisa lihat, bagaimana kehadiran Joey di laga vs Bahrain begitu vital. Ia bisa mengcover area yang ditinggalkan saat Thom fokus membantu lini serang. Joey mungkin tidak menyajikan umpan membelah pertahanan kayak Kevin De Bruyne atau tekel-tekel keras macam Hariono.
Permainannya simpel tapi asyik untuk ditonton. Joey hanya melepaskan umpan-umpan pendek yang efisien. Menjauhkan bola dari kejaran lawan agar tim tetap bisa menjaga tempo permainan. Kalau kemampuan El Prof udah nggak usah dibahas lah ya, kalian tau sendiri gimana hebatnya pemain satu ini.
Pemain Sayap
Selain posisi penjaga gawang, posisi sayap jadi sektor yang juga mengalami banyak perubahan. Sebab, menurut penuturan PSSI, Marselino Ferdinan dan Ragnar Oratmangoen tidak bisa bergabung. Ragnar sedang mengalami masalah kebugaran. Kabarnya, ia mengalami sakit yang mengharuskannya mengambil jatah libur untuk beristirahat.
Sedangkan Lino berada di situasi yang sama dengan Maarten Paes. Punggawa Oxford United itu sedang menjalani sanksi larangan bermain karena akumulasi kartu. Dengan begini, Coach Patrick harus sedikit memutar otak untuk menemukan pengganti yang sepadan.
Menariknya, bukan Beckham Putra yang dipanggil, melainkan pemain yang sempat diabaikan Shin Tae-yong, Stefano Lilipaly. Pemain Borneo itu bisa menggantikan peran Ragnar di posisi sayap kiri. Meski sudah berusia 35 tahun, akselerasi dan kemampuan link up permainannya tak bisa diragukan. Sejak musim lalu, Lilipaly adalah pemain paling berpengaruh bagi Borneo.
Sementara di kanan, alangkah baiknya diisi oleh Egy Maulana Vikri. Pemain berusia 24 tahun itu telah berkontribusi dalam 19 gol Dewa musim ini. Akan jadi dosa besar bagi Patrick jika tak memberikan kesempatan pada pemain yang sedang gacor-gacornya bersama Dewa United itu.
Striker
Di posisi ujung tombak, pilihan terbaik tetap jatuh pada Ole Romeny. Meski diplot sebagai striker tengah, Ole adalah striker yang diizinkan bergerak bebas. Pergerakannya di lapangan bak sebuah tarian di ladang ranjau. Lincah, tenang, tapi bisa meledak kapan aja. Romeny bawa sesuatu yang beda ke lini depan Timnas Indonesia.
Jika di luar lapangan Ole piawai menentukan outfit yang menarik, maka di lapangan Ole piawai menentukan posisinya. Ole seperti tahu bola akan datang ke mana. Selama dua laga berseragam Timnas Indonesia, pergerakannya elegan tapi tetap efektif. Insting predatornya pun hidup. Bola liar? Dia sambut. Umpan cut back? Dia sudah di tempat. Umpan lambung? Dia siap loncat.
Ketajamannya di Timnas Indonesia dibuktikan dengan dua gol yang dicetaknya ke gawang Australia dan Bahrain. Berpadu padan dengan Lilipaly dan Egy, Romeny siap bikin pertahanan Timnas China kehilangan kepercayaan diri. Romeny tuh kayak bawang goreng di atas nasi. Bukan sekedar pelengkap, tapi menambah rasa. Ya, rasa percaya!
____


