Malam Senin, tanggal 26 Mei 2024 jadi malam yang tak biasa bagi masyarakat Kota Bandung. Kota Kembang seketika menjadi lautan biru. Ribuan Bobotoh lengkap dengan atribut serba birunya tumpah ruah di jalanan Kota Bandung. Mereka berkeliling kota sambil merayakan kemenangan 3-0 Persib atas Madura United di leg pertama final Championship Series Liga 1 2023/24.
Ini jadi perayaan yang tak berlebihan, mengingat tiga gol akan menjadi keunggulan yang sulit dikejar oleh Madura United di leg kedua nanti. Dengan begitu, Persib hanya butuh hasil seri 0-0 untuk juara. Bahkan, jika kalah 2-0 pun, Persib masih bisa mengakhiri musim dengan titel di tangan.
Meski masih menyisakan satu pertandingan lagi, banyak pihak termasuk mantan pelatih Persib, Djajang Nurjaman percaya bahwa tahun ini akan menjadi tahunnya Bandung. Lantas, apa yang membuat publik yakin bahwa Persib akan kembali menjadi juara Liga 1 Indonesia?
Sebelum kita menjawab pertanyaan ini, alangkah baiknya kalian subscribe dan nyalakan lonceng terlebih dahulu agar tak ketinggalan konten terbaru dari Starting Eleven.
Daftar Isi
Konsisten di 4 Besar
Persib Bandung tim yang bisa konsisten bersaing di papan atas dalam beberapa tahun terakhir. Dalam dua musim terakhir saja, mereka selalu finis di zona tiga besar. Jadi, secara mental dan permainan, Persib sebetulnya layak untuk kembali menjuarai Liga Indonesia.
Meski sedikit kewalahan di awal musim, Persib menunjukan bahwa mereka masih berstatus tim kuat musim ini. Maung Bandung terus meningkatkan performa setiap pekannya. Menurut catatan Transfermarkt, Persib bahkan tak pernah keluar dari empat besar sejak pekan ke-14. Meski bukan yang terbaik, finis di urutan kedua sudah memenuhi target. Karena penentuan juara akan diperebutkan oleh empat tim teratas di Championship Series.
Kehadiran Bojan Hodak
Salah satu faktor utama dari keberhasilan Persib menembus Championship Series adalah keberadaan sang juru taktik, Bojan Hodak. Maung Bandung barangkali tak akan melangkah sejauh ini apabila tanpa pelatih berkepala botak itu. Anyway, sebelum Persib berada di titik sekarang, Starting Eleven Story sudah pernah membahas soal pelatih berkepala botak itu.
Tanpa fafifuwasweswos, Persib resmi daratkan mantan pelatih PSM Makassae & Kuala Lumpur City, 🇭🇷Bojan Hodak.
Pendapatnya, Bobotoh? pic.twitter.com/tJJZPfoFtR
— GARAGARABOLA (@garagarabola_) July 26, 2023
Dalam video yang berjudul “Persib Bandung Meledak Bersama Bojan Hodak”, Starting Eleven Story mengulas tentang sentuhan magis yang diberikan pelatih asal Kroasia tersebut. Hodak sendiri bukan nama baru di persepakbolaan Asia. Jauh sebelum melatih Persib, ia sudah malang melintang di Asia Tenggara, khususnya Malaysia.
Hodak telah membangun reputasi sebagai pelatih hebat di Liga Malaysia sejak tahun 2012. Berawal dari Kelantan FC, Hodak juga pernah menukangi Johor Darul Takzim, Kuala Lumpur FC, hingga Timnas Malaysia U-19. Prestasinya pun tak bisa dianggap remeh. Selama di Negeri Jiran, Hodak mengantongi delapan trofi, termasuk dua trofi Malaysia Super League musim 2011/12 dan 2013/14.
Selain Malaysia, Hodak juga pernah melatih klub Kamboja dan Indonesia. Ya, Persib bukan klub Indonesia pertama yang pernah dilatih Hodak. Sebelumnya, pelatih asal Kroasia itu pernah menukangi PSM Makassar pada tahun 2020. Sempat kembali ke Malaysia bersama Kelantan FC, musim ini Hodak kembali berkiprah di Indonesia bersama Persib Bandung.
Menariknya, Hodak bukan pelatih yang mempersiapkan tim sejak awal musim. Ia mewarisi skuad Luis Milla yang harus meninggalkan Persib saat Liga 1 2023/24 baru berjalan empat pekan. Di bawah Milla, Maung Bandung menjalani start yang buruk. Dari lima laga yang sudah dimainkan, mereka hanya mampu meraih satu kemenangan saja. Hasil itu membuat Persib terlempar dari papan atas dan hanya mampu bersaing di zona degradasi.
Nah, setelah adanya Bojan Hodak, Persib mulai kembali ke jalan yang benar. Kemenangan demi kemenangan mulai menghampiri. Dari 29 laga yang dipimpin Hodak, Persib hanya kalah tiga kali saja. Berkat tangan dingin pria berusia 53 tahun itu, Maung Bandung mengumpulkan 62 poin dan mengakhiri musim 2023/24 di urutan kedua.
Materi Pemain yang Mewah
Selain kejeniusan sang pelatih, materi pemain Persib juga jadi yang terbaik di Liga 1. Musim ini, skuad Maung Bandung didominasi oleh pemain berlabel tim nasional. Sebut saja seperti Putu Gede, Victor Igbonefo, Marc Klok, Ricky Kambuaya, Ezra Walian, Rachmat Irianto, Febri Haryadi dan masih banyak lagi.
Daftar susunan pemain #PERSIB di Final Championship Series malam hari ini.
Berjuang seperti petarung, tutup laga dengan kemenangan!
Filtered by Pria Punya Selera. #PERSIBDAY #WeArePERSIB #SatuBIRU pic.twitter.com/KKAT4FcAJh
— PERSIB (@persib) May 26, 2024
Selain itu, Persib juga punya pemain-pemain asing kualitas bintang lima. Di posisi bek, ada Nick Kuipers dan Alberto Rodriguez. Nah, khusus Rodriguez, dirinya punya cv yang cukup mentereng. Rodriguez sudah malang melintang di persepakbolaan Spanyol. Ia bahkan didatangkan langsung dari CD Lugo yang kala itu masih berlaga di kasta kedua Liga Spanyol.
Di sektor tengah sebetulnya ada Tyronne, pemain yang pernah membela Las Palmas. Namun, sang pemain memutuskan untuk hijrah ke Thailand pada jeda putaran kedua kemarin. Pengganti Tyronn, yakni Stefano Beltrame juga tak kalah hebat. Sang gelandang serang itu kenyang pengalaman di sepakbola Eropa, khususnya Italia. Tercatat dirinya pernah membela Sampdoria dan membantu Juventus meraih scudetto musim 2012/13.
Lini Depan Mematikan
Sementara di lini depan, kita semua tahu ada dua pemain asing asal Brazil yang memiliki segudang pengalaman di persepakbolaan Indonesia. Mereka adalah Ciro Alves dan David Da Silva. Ciro Alves pernah menjadi tulang punggung Persikabo selama bertahun-tahun, sedangkan DDS pernah jadi ujung tombak Persebaya Surabaya musim 2017/18 dan 2018/19.
Dua pemain ini membangun koneksi yang luar biasa di lini depan Persib Bandung. Bojan Hodak membuat keduanya bisa membagi tugas dengan baik. Jika DDS berperan sebagai target man, maka Ciro sebagai pembongkar lini bertahan lawan. Tak jarang dirinya melakukan tusukan dan penetrasi ke kotak penalti sehingga mampu menciptakan peluang bagi rekan-rekannya.
David Da Silva sendiri bahkan keluar sebagai top skor Liga 1 musim 2023/24 dengan torehan 26 gol. Unggul tiga gol dari pesaing utamanya, Flavio Silva dari Persik Kediri. Sementara Ciro sudah berkontribusi 16 gol dan 13 assist untuk Persib Bandung musim ini. Duo pemain Brazil ini menjadikan Maung Bandung tim paling produktif di Reguler Series dengan torehan 65 gol.
Dejavu ISL 2014
Di luar kualitas dan kesiapan tim dalam mengarungi musim 2023/24, sistem kompetisi yang baru juga menguntungkan Persib Bandung. Hal itu diungkapkan langsung oleh mantan pelatih Persib, Djajang Nurjaman. Menurut pelatih berusia 65 tahun itu, Persib punya riwayat juara ketika kompetisi menggunakan sistem play-off.
Adu penalti Persib Bandung dan Persipura Jayapura di Indonesia Super League 2014 adalah momen terakhir kali Persib meraih gelar. 😬 pic.twitter.com/RzKENX05CA
— PanditFootball.com (@panditfootball) March 14, 2024
Persib terakhir kali juara pada tahun 2014. Nah, di edisi tersebut untuk menentukan juara kompetisi juga menggunakan sistem play-off. Regulasi semacam ini cukup menguntungkan karena Persib tak harus jadi yang terbaik di sepanjang musim untuk menjuarai kompetisi.
Seperti halnya musim ini, Persib yang kala itu dikapteni Firman Utina juga finish di urutan kedua musim reguler Wilayah Barat. Dengan begitu, mereka berhak lolos ke fase gugur di mana akan ada empat tim yang bersaing. Di semifinal play off juara, Bandung bertemu Arema Cronus, tim yang juga diunggulkan kala itu. Namun, Persib berhasil menyikat Arema dengan agregat 3-1.
Sementara di final, Persib menang melalui drama adu penalti kontra Persipura Jayapura usai bermain imbang 2-2 di waktu normal. Jika dilihat dari ilmu cocokologi, situasi di tahun 2014 hampir sama dengan musim ini. Tak heran apabila Djanur, sapaan akrab sang pelatih yakin bahwa penantian gelar juara selama sepuluh tahun akan berakhir di tahun ini.
Sekarang, semua tergantung pada hasil laga leg kedua di Gelora Bangkalan, akhir Mei nanti. Kemenangan 3-0 di leg pertama jelas membuat Persib Bandung menempatkan satu kaki di tangga podium. Tugas mereka hanya satu. Jaga keunggulan dan jangan meremehkan Madura United.
Sumber: Bola, Gilabola, Bolasport, Bola Okezone


