Dear Manchester United, Jangan Buru-Buru Pecat Ten Hag!

spot_img

Meraih trofi Piala FA di akhir musim adalah obat yang manjur untuk meredakan rasa nyeri di hati fans Manchester United. Namun, kalian para fans jangan terlalu larut dalam kebahagiaan. Karena ketika kalian sedang sibuk berpesta, kabar pemecatan Erik Ten Hag justru kian berhembus kencang

Jika pada akhirnya kalah dari Manchester City, memecatnya mungkin terlihat realistis. Tapi, yang terjadi justru sebaliknya. Ten Hag berhasil memberikan trofi bahkan di musim terburuknya. Selain itu, United sebenarnya punya banyak alasan untuk tidak memecatnya musim ini. Dan berikut adalah beberapa diantaranya. 

Rumor yang Beredar

Rumor tentang pemecatan Erik Ten Hag beredar di media hanya beberapa jam sebelum peluit kick off final Piala FA dibunyikan. Menurut laporan BBC, Ten Hag akan dipecat apa pun hasil dari laga melawan Manchester City. Tentu saja berita ini jadi trending topik di berbagai media sosial.

Beberapa menilai media terlalu kejam lantaran mempublikasikannya tepat sebelum laga final. Meskipun pada akhirnya United tetap menjuarai FA Cup, sejumlah fans pun sempat khawatir keberadaan berita itu dapat mengganggu mental dan psikologis ruang ganti Manchester United jelang laga final.

Performa buruk jadi alasan utama United mengeluarkan ultimatum tersebut. Musim 2023/24, MU cuma meraih 18 kemenangan dan 14 kali kalah dari 38 laga yang dimainkan. Hasil tersebut membuat United hanya mengoleksi 60 poin dan finis di urutan kedelapan. Di sisi lain, posisi kedelapan adalah yang terburuk sepanjang sejarah klub berkiprah di Premier League.

Mendengar itu, Ten Hag memilih untuk legowo. Ia merasa sudah melakukan tugasnya dengan baik. Jika United tak menginginkannya lagi, ia siap untuk hengkang dan memenangkan trofi di tempat lain.

Dua Trofi Dalam Dua Musim

Tunggu dulu, Ten Hag mengatakan bahwa dirinya sudah melakukan tugasnya dengan baik? Emang iya? Pernyataan itu tak sepenuhnya salah. Di musim perdananya, United berhasil menyudahi puasa gelar pada musim 2022/23. Musim itu Ten Hag menghadirkan trofi Carabao Cup. Itu jadi gelar pertama United sejak era Jose Mourinho tahun 2017.

Tak cuma itu, di musim yang sama, Ten Hag juga mengantarkan Setan Merah ke partai puncak Piala FA. Sayang, mereka digagalkan Manchester City. Nah, di musim keduanya, Ten Hag kembali menghadirkan trofi. Kali ini, Piala FA. Yang berarti, United berpeluang menambah satu trofi Community Shield musim depan. 

Dengan begitu, dalam kurun waktu dua musim saja Erik Ten Hag telah mengantarkan Setan Merah ke empat final, yang mana dua diantaranya berhasil dimenangkan.

Win Rate

Dalam dua musim pula, Erik Ten Hag mencatatkan rata-rata kemenangan yang sangat bagus, terutama di piala domestik. Ia memenangkan 90% dari 20 laga yang dimainkan baik di Piala FA maupun Carabao Cup. Itu lebih baik dari seluruh manajer setelah Sir Alex Ferguson. Dalam jumlah laga yang sama, Jose Mourinho bahkan hanya memiliki rata-rata kemenangan di angka 75%.

Sementara jika dihitung secara keseluruhan, Ten Hag sudah melakoni 113 pertandingan bersama United dan berada di urutan ketiga sebagai pelatih dengan rata-rata kemenangan terbaik setelah Ferguson dan Mourinho. Menurut Football365, Fergie mencatatkan 59,7% kemenangan, Mourinho 58,3% kemenangan, sementara Ten Hag berada di angka 57,5%. Not bad lah ya.

Taktik Ten Hag

Selain rata-rata kemenangan, taktik yang diusung Ten Hag juga jadi alasan mengapa dirinya tak layak dipecat. Mantan manajer Ajax Amsterdam itu bukan pelatih yang kolot jika bicara soal taktik. Sang manajer punya berbagai siasat dan strategi menyesuaikan kondisi tim. Tapi, ada satu pakem yang selalu ada di berbagai skema yang dipakai. 

Entah itu 4-3-2-1, 4-2-3-1, atau 4-2-2-2 sekalipun. Ten Hag selalu menginstruksikan pemainnya untuk pandai mencari celah dan melakukan serangan balik yang efektif. Contoh nyata dari suksesnya pola permainan Ten Hag bisa kita lihat di laga final kemarin.

United jarang melakukan serangan, tapi sekalinya nyerang, Alejandro Garnacho cs terlihat begitu tajam dan efektif. Pola serangan ini tentu saja mengingatkan kita pada identitas permainan Manchester United era Fergie. Ten Hag paham betul soal DNA United dan bagaimana cara memaksimalkan pemain yang ada.

Menaklukan Pep Guardiola

Catatan menarik lainnya, Ten Hag jadi pelatih pertama yang mengalahkan Pep Guardiola di final piala domestik Inggris. Sejak menukangi Manchester City pada tahun 2016, Pep tak pernah kalah jika sudah mencapai tahap final di Piala FA atau Carabao Cup. Dan rekor itu baru saja dipecahkan oleh pelatih yang sedang mengalami masa paceklik bersama United.

Merespons hal ini, Pep menjawab bahwa United tak bermain lebih baik dari City di Wembley kemarin. Lantas, apakah ini sebuah keberuntungan? Tentu tidak. Ini adalah bentuk kecerdasan Ten Hag dalam memanfaatkan sekecil apa pun kesalahan yang dibuat oleh lini bertahan The Sky Blue. Dalam laga final, tugas utamanya adalah memenangkan laga. Bukan bermain cantik setiap menit.

Statistik Apik vs Liverpool

Tak cuma unggul dari Pep Guardiola, Erik Ten Hag juga punya catatan apik kala menghadapi Liverpool. Sejak menukangi Manchester United tahun 2022, pelatih asal Belanda itu sudah menghadapi Liverpool sebanyak lima kali di seluruh kompetisi. Dari lima laga tersebut, United hanya kalah sekali. 

Ya, kekalahan 7-0 adalah satu-satunya hasil minor Ten Hag kala menghadapi Liverpool. Dalam proses mencapai final Piala FA kemarin, Ten Hag juga mengalahkan Liverpool di perempat final dengan skor 4-3. Bagi sebagian fans, statistik ini tentu sangat berharga. Mengingat rivalitas antara keduanya jadi salah satu yang terpanas di Britania Raya.

Hubungan Baik dengan Fans

Memenuhi harapan fans memang selalu diusahakan oleh Ten Hag. Sejak dirinya mendarat di Manchester, auranya sangat berbeda dari pelatih-pelatih sebelumnya. Ten Hag jauh lebih hangat dan pandai mengambil hati fans. Itu karena dirinya menganggap fans sebagai elemen yang sama pentingnya dengan pemain.

Pidato yang berapi-api di penghujung musim jadi salah satu cara Ten Hag berkomunikasi dengan fans. Dengan begitu, ia berharap dapat memangkas jarak dengan para fans. Tak heran jika pada akhirnya fans mulai memberi dukungan kepada Ten Hag saat rumor pemecatannya mulai muncul. 

The Sun mengungkap bahwa para penggemar Setan Merah yang hadir di Wembley kemarin telah menunjukan dukungan agar Ten Hag bertahan di Old Trafford. Begitu pun fans di media sosial yang terus menyuarakan agar United tak memecatnya musim ini. 

Pemain-pemain Muda

Erik Ten Hag juga dikenal sebagai pelatih yang memperhatikan masa depan klub. Hal tersebut ditunjukan dengan konsisten memberikan kesempatan pada pemain-pemain muda dari akademi untuk bermain di skuad utama. Kita semua bisa melihat bagaimana Manchester United era Ten Hag berkembang dengan mengandalkan pemain muda.

Sebut saja seperti Alejandro Garnacho, Kobbie Mainoo, hingga Willy Kambwala, ketiganya sudah teruji di skuad utama. Di saat Marcus Rashford mengalami masa sulit, di situ ada Garnacho yang tampil meledak-ledak. Lalu, ketika Casemiro mulai termakan usia, Mainoo muncul dengan gayanya yang flamboyan. 

Tak cuma itu, masih ingat saat United kehabisan stok pemain belakang jelang menghadapi Liverpool? Kambwala tampil solid dan membantu United terhindar dari kekalahan. Lihat, kurang apa lagi sih Ten Hag ini?

Kini, manajemen United sedang melakukan rapat besar untuk membicarakan masa depan Erik Ten Hag. Kabarnya, manajemen akan mempertahankan Ten Hag. Kita baru akan tahu kabarnya dalam beberapa hari ke depan.

Sumber: Football365, 90min, The Guardian, BBC

 

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rp109,000Rp125,000
Obral!
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rp109,000Rp120,000

Artikel Terbaru