Roy Keane dan Kebenciannya Terhadap Sir Alex Ferguson

spot_img

Tegas, lugas, pemarah, dan tanpa kompromi. Itulah karakter yang jadi ciri khas Roy Keane. Gaya berbicaranya yang ceplas-ceplos sudah banyak menimbulkan korban, khsusunya mereka para penggawa Manchester United yang hampir tiap hari mendapat kritikan pedas darinya.

Roy Keane memang hobi mengkritisi penampilan, performa, bahkan attitude para pemain MU, baik saat mereka berlaga di atas lapangan maupun di luar lapangan. Semuanya Keane lakukan tanpa basa-basi.

Karakter seperti itu memang sudah jadi ciri khasnya jauh sebelum menjadi seorang pundit. Saat masih aktif sebagai pemain, Roy Keane malah jauh lebih keras. Namun, berkat karakter itulah yang membuatnya jadi seorang kapten panutan yang disegani dan ditakuti.

Roy Keane, Kapten Panutan Bergelimang Trofi

Lahir dari keluarga kelas pekerja di pinggiran kota Mayfield, Irlandia yang terkenal dengan julukan “Kota Orang Miskin” membuat Roy Keane yang lahir pada 10 Agustus 1971 itu tumbuh dan berkembang menjadi seorang yang berkepribadian keras.

Semasa jayanya, Roy Keane dikenal sebagai gelandang bertahan bertipikal keras. Etos kerja, kekuatan fisik, agresivitas, dan energinya yang berapi-api membuatnya mendapat reputasi sebagai salah satu gelandang bertahan terbaik di masanya.

Namun, yang membuat Roy Keane unik adalah karakter dan gaya bermainnya yang keras dan tanpa kompromi. Bertempramen tinggi, Keane tak segan menghajar lawan yang membahayakan wilayah perimeter pertahanannya dengan tekel-tekelnya yang sadis.

Tak jarang pula Roy Keane terlibat cekcok dengan pemain lawan. Dengan karakter dan gaya main seperti itu, maka tak heran jika 69 kartu kuning dan 7 kartu merah pernah Roy Keane dapatkan di sepanjang kariernya di Premier League. Bisa dibilang, ia adalah salah satu pemain “paling kotor” di masanya.

Meski memiliki watak yang keras, nyatanya Roy Keane adalah seorang kapten panutan. Kepemimpinan dan pengaruhnya di atas lapangan dan di ruang ganti MU begitu besar. Ia begitu ditakuti, tetapi juga disegani.

Selain itu, era di mana Roy Keane menjadi kapten Manchester United adalah salah satu era tersukses Sir Alex Ferguson di Old Trafford. Roy Keane bergabung dengan Setan Merah di musim panas 1993. 12 tahun ia berseragam Setan Merah dimana 8 tahun terakhir dihabiskannya sebagai seorang kapten tim.

12 tahun membela MU, 8 tahun menjabat kapten, 17 trofi berhasil Roy Keane persembahkan. Bersama Sir Alex Ferguson, Roy Keane 7 kali mengangkat trofi Premier League. Ia juga merupakan kapten MU saat Setan Merah merengkuh “treble winners” legendaris di musim 1999.

Dengan catatan mentereng tersebut, Roy Keane sangat layak disebut sebagai legenda sejati Manchester United. Ia bahkan disebut oleh beberapa pihak sebagai kapten terbaik Manchester United. Bahkan hingga hari ini, nama Roy Keane masih dijadikan role model oleh beberapa fans MU sebagai kapten panutan.

Akhir Tragis Roy Keane di “Theatre of Dreams”

Akan tetapi, setelah menikmati lebih dari satu dekade kesuksesan bersama Manchester United, karier Roy Keane di Old Trafford berakhir tragis. Sebelum meninggalkan Old Trafford di akhir musim 2005/2006, Keane mengaku tidak bahagia dan sulit berbaur dengan pemain muda MU kala itu.

Ironisnya lagi, hubungan Sir Alex Ferguson dengan Roy Keane malah berakhir dengan kebencian. Lewat buku autobiografi Alex Ferguson, terungkap kalau sifat dan karakter Roy Keane yang keras, temperamen, dan tanpa kompromi itulah yang kemudian membuatnya tersingkir dari skuad MU.

“Dia mengkritik rekan satu timnya. Kami tidak bisa merilis video itu. Itu berakhir dengan dua pemain muda dicemooh di Paris pada hari Rabu. Sepanjang karir saya, saya cukup kuat untuk menghadapi masalah seperti itu. Roy benar-benar melampaui batas. Tidak ada lagi yang bisa kami lakukan,” tulis Sir Alex Ferguson pada buku autobiografinya, dikutip dari SportBible.

Pernyataan tersebut keluar dari mulut Sir Alex Ferguson usai Roy Keane mengkritik habis penampilan pemain MU pada sebuah interview di MUTV. Peristiwa itu terjadi pada 29 Oktober 2005 di mana kala itu Manchester United yang tampil sangat buruk tumbang 4-1 di kandang Middlesbrough.

Seusai laga, MUTV mendatangi Roy Keane yang tidak tampil karena cedera. Di momen itulah Keane yang marah menghabisi rekan setimnya dengan kritikannya yang begitu kasar.

Van der Sar, John O’Shea, Alan Smith, Darren Fletcher, dan Kieran Richardson adalah beberapa nama yang secara eksplisit dikritik habis Roy Keane. Konon kabarnya, nyaris tidak ada pemain MU yang tidak ia kritisi. Salah satu kritik yang masih diingat hingga hari ini adalah kritikannya kepada Rio Ferdinand.

“Hanya karena Anda dibayar 120 ribu pounds seminggu dan bermain bagus selama 20 menit melawan Tottenham, Anda pikir Anda adalah seorang superstar,” kata Roy Keane dikutip dari SportBible.

Itu bukan kali pertama Roy Keane mengkritik rekan satu timya sendiri. Jauh sebelum itu, setiap hal yang dirasa tidak benar di mata Keane akan ia kritisi. Alhasil, siapapun bisa kena amarah Roy Keane yang temperamental. Sir Alex Ferguson, jajaran pelatih, bahkan staff MU saat itu semuanya pernah merasakan amarah Roy Keane yang meledak-ledak.

Akan tetapi, dampak dari insiden interview dengan MUTV di akhir Oktober 2005 itu sangatlah besar. Menurut Mirror, usai kejadian tersebut, MU berusaha menghancurkan semua salinan rekaman interview tersebut. Roy Keane sendiri kemudian dijatuhi denda 5 ribu poundsterling.

Namun, dampak yang lebih besar terjadi usai adanya pertemuan di kantor Sir Alex Ferguson. Usai kejadian tersebut, dilakukan pertemuan internal tim untuk mengkonfrontasi Roy Keane dengan tim pelatih dan para pemain yang ia kritik.

Berdasarkan kesaksian Wayne Rooney yang saat itu masih berusia belia, dalam pertemuan tersebut terjadi adu argumen hebat antara Roy Keane dengan Sir Alex Ferguson yang tidak senang dengan kelakuan anak asuhnya itu. Di akhir pertemuan, Rooney melihat Ferguson marah besar kepada Roy Keane.

“Ada pertengkaran antara Roy dan manajer, dan beberapa hal berbeda dikatakan dan saya melihat Alex Ferguson melompati mejanya. Saya hanya berpikir ‘wow ini gila’! Dia melompati meja dan harus ditahan. Lalu semua menjadi tenang, tetapi hari berikutnya Roy Keane datang ke pelatihan dan sekitar 30 menit kemudian kami melihatnya mengemudi dan merupakan yang terakhir kami melihatnya,” kata Wayne Rooney dikutip dari Pundit Arena.

Ya, setelah kejadian tersebut, Roy Keane tak pernah lagi bermain untuk Manchester United. Ia dan Sir Alex Ferguson terlibat pertengkaran hebat. Puncaknya, pada 18 November 2005, Roy Keane meninggalkan Manchester United dengan persetujuan bersama.

Dendam Kesumat Roy Keane Kepada Sir Alex Ferguson

Banyak pihak menduga kalau insiden MUTV jadi penyebab Roy Keane terdepak dari MU. Namun, dalam sebuah wawancara dengan Off The Ball pada September 2019 silam, Keane mengaku kalau penyebab dirinya pergi dari Old Trafford bukan disebabkan karena insiden MUTV belaka. Faktor usia dan ketegangan hubungannya dengan Sir Alex Ferguson dan asisten Carlos Queiroz juga jadi penyebabnya didepak dari skuad Setan Merah.

Hengkangnya Roy Keane dari Old Trafford kala itu jadi penanda puncak dari permusahan dan kebencian Roy Keane terhadap Sir Alex Ferguson. Ya, pada akhirnya, hubungan manajer dan pemain itu berakhir tragis dengan kebencian.

Setelah itu, dalam beberapa kesempatan Roy Keane secara terang-terangan kerap menyerang mantan manajernya. Bisa dibilang kalau mantan pemain timnas Irlandia itu memiliki dendam kesumat dengan Ferguson.

“Orang-orang mengatakan kalau dia mendukung saya di masa sulit. Namun ketika saya berusia 34 tahun, tiba-tiba dia bilang, ‘Pergilah, Roy’. Saya tidak yakin Ferguson selalu mengutamakan Manchester United, karena dia adalah orang yang mementingkan dirinya sendiri,” kata Roy Keane dikutip dari SetanMerah.net.

Dalam kesempatan lain, Roy Keane juga menyatakan ketidaksukaannya dengan cara Sir Alex Ferguson memperlakukan anak asuhnya, khususnya mereka yang telah membantunya merengkuh sukses besar di Theatre of Dreams.

“Orang-orang berbicara tentang man-management Ferguson. Jangan bercanda dengan semua itu! Saya berada di klub ketika Bryan Robson pergi, ketika Steve Bruce pergi, dua pelayan brilian untuk Manchester United, dan saya tidak suka cara mereka diperlakukan,” kata Roy Keane dikutip dari Givemesport.

Kini, sudah lebih dari 15 tahun Roy Keane meninggalkan Manchester United. Lalu, apakah ia masih dendam dengan Sir Alex Ferguson?

“Saya tidak akan memaafkan Ferguson. Media memutar balikkan fakta, betapa saya tampaknya membuat semua orang kesal, itu semua omong kosong. Saya tidak peduli apakah itu Alex Ferguson atau seorang Paus, Anda akan membela diri. Saya pikir ketika dia meminta maaf, saya mungkin akan menyapanya. Tapi saya tidak tertarik untuk berbicara dengan pria itu,” kata Roy Keane dikutip dari Mirror.
***
Referensi: Premier League, SportBible, PunditArena, GiveMeSport, Mirror, SetanMerah.

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru