Selama beberapa tahun di antara era 90-an akhir sampai awal 2000-an, rivalitas MU dan Arsenal adalah rivalitas yang paling panas di tanah Britania. Kedua tim sama -sama diperkuat oleh bintang top eropa dan secara bergantian menempati posisi teratas Liga Inggris. Rivalitas itu juga tidak hanya dari segi pemain dan klub, tapi juga kedua manajernya. Ferguson dan Wenger selalu menunjukan sikap untuk siap berperang setiap tim mereka berhadapan satu sama lain.
Namun, bagaimana rivalitas itu tidak bertahan sampai sekarang? yah, salah satu alasannya adalah performa Arsenal yang semakin menurun menjelang akhir era 2000-an dan tidak jadi pesaing United merebutkan juara liga inggris lagi. Tapi ada momen menarik yang terjadi pada akhir rivalitas Arsenal dan Manchester United. Yaitu ketika Fabregas berani-beraninya melemparkan Pizza ke wajah Ferguson.
Battle of the Buffet
Peristiwa itu terjadi saat Manchester United menjamu Arsenal di Old Trafford. Pertandingan itu adalah lanjutan laga pembuka Liga Inggris musim 2004/05. Arsenal sendiri datang ke Old Trafford dengan membawa rekor tak terkalahkan di 49 laga beruntun setelah menjalani musim invincible di musim sebelumnya. Tapi, Ferguson tentu saja tidak akan membiarkan rekor rivalnya itu berlanjut.
📜 #OnThisDay in 2004, Manchester United ended Arsenal’s 49-match unbeaten run with a 2-0 win at Old Trafford with goals from Ruud Van Nistelrooy and Wayne Rooney
🍕 The game was dubbed ‘Battle Of The Buffet’ after Cesc Fàbregas allegedly threw pizza at #MUFC boss Alex Ferguson pic.twitter.com/tWqUXPpaZ7
— ⚽️🏇⛳ Sports & Tips (@TipsandSport) October 24, 2020
Dan benar saja, Pertandingan berakhir dengan skor 2-0 untuk kemenangan setan merah. Salah satunya adalah gol dari titik putih setelah Sol Campbel melakukan pelanggaran di kotak penalti. Dan gol kedua dicetak dengan mudah oleh Wayne Rooney. Kemenangan itu tidak mengangkat peringkat United di klasemen, tapi anak asuh Ferguson tetap merayakannya dengan meriah. Mereka sudah puas setidaknya sudah menghentikan 49 pertandingan tak terkalahkan Arsenal yang sangat fenomenal itu.
Hasil ini tentu membuat pihak Arsene Wenger marah. Ia tidak terima dengan hasil pertandingan dan menyebutkan bahwa Wayne Rooney melakukan diving untuk mendapatkan penalti. Henry juga naik pitam, mengetahui man of the match laga itu jatuh kepada Rio Ferdinand, yang seharusnya diberikan kartu merah karena pelanggaran yang ia lakukan di pertandingan.
Setelah pertandingan usai, keributan masih saja tidak kunjung reda. Para pemain dari kedua belah tim terlibat perkelahian di terowongan saat memasuki ruang ganti. Keadaan semakin panas ketika dikabarkan sepotong pizza melayang tepat ke arah Ferguson. Meskipun pizza itu sepertinya disasarkan untuk mengenai wajah Fergie, tapi untungnya pizza hanya mengenai jaket Fergie. Tapi tetap saja ini membuat Fergie marah dan sampai hars ganti baju untuk melakukan interview.
Fabregas Sang Pelempar Misterius Itu
Bertahun-tahun kemudian, Cesc Fabregas mengakui bahwa dirinya lah yang melempar Pizza itu ke arah Ferguson. Fabregas mengaku ia sebenarnya ingin ikut ke tengah pertengkaran yang terjadi di terowongan itu. Namun, ia tidak berani karena pemain-pemain itu lebih besar dari dirinya. Jadi ia mengambil Pizza dan melemparnya ke arah Ferguson.
🍕 PIZZAGATE 🍕
Fabregas confirms he threw pizza at Sir Alex Ferguson during 2004 ‘Battle of the Buffet’
WATCH: https://t.co/uZqRZooXCS pic.twitter.com/bkX1uSKLFz
— Sky Sports Premier League (@SkySportsPL) October 4, 2017
Insiden itu menjadi insiden puncak rivalitas panas antara Manchester United dan Arsenal juga antara Arsene Wenger dan Ferguson. Setelahnya keadaan di antara kedua belah pihak mulai mereda. Ferguson sendiri mengakui kalau rivalitas mereka tanpa disadari menjadi toksik dan bukan persaingan yang sehat.


