“Robbed” Lewandowski, Pencurian Macam Apa Lagi Ini?

spot_img

Bukan sosok juara yang diinginkan.

Kalimat itu boleh jadi paling tepat kita sodorkan pada sosok Lionel Messi, yang kembali meraih Ballon d’Or. Pria Argentina yang baru saja merampungkan kepindahannya ke Paris Saint Germain itu mengukir sejarah dengan meraih sebanyak tujuh penghargaan Ballon d’or.

Walaupun Messi dianggap tidak layak mendapatkan penghargaan tersebut. Bukan karena dia bermain buruk atau tidak memiliki prestasi sama sekali. Namun, dalam perburuannya, terdapat nama Robert Lewandowski yang juga masuk nominasi dan lebih pantas naik ke podium juara.

Kebanyakan penggemar sepakbola, tentu saja yang aktif di media sosial, banyak menyampaikan kekecewaannya terhadap hasil ini. Bahkan tidak sedikit pula yang menganggap trofi Ballon d’Or hanya sebagai akal-akalan para jurnalis untuk memenangkan teman dekat mereka.

Pelatih Bayern Munchen, tempat Lewandowski menoreh prestasi, Julian Nagelsmann, turut menyampaikan kekecewaannya ketika Lewa gagal keluar sebagai pemenang.

“Dia telah menunjukkan konsistensi hebat selama tiga tahun lamanya. Tidak ada yang sepertinya” (via Bundesliga)

Selain itu, legenda Bayern, Oliver Kahn, juga tak ragu untuk menyebut Lewandowski sangatlah layak dinobatkan sebagai juara.

“Tidak ada yang lebih pantas mendapatkannya (Ballon D’or), dari dia (Lewandowski).” (via Bundesliga)

Kemarahan mereka tentu bukan tanpa alasan. Apalagi Lewandowski yang mengukir tinta emas hanya mendapat penghargaan penyerang terbaik saja. Padahal Lewandowski tampil mati-matian tidak hanya saat berseragam Die Roten, tapi juga saat membela Polandia.

Prestasi Lewandowski Layak Diapresiasi

Gelagat kemalangan Lewandowski mulai terlihat ketika dia tampil gemilang di tahun 2020, tapi tidak ada penghargaan Ballon d’Or. Hal itupun bikin banyak orang kecewa. Nah sekarang, saat momen ini seharusnya jadi milik penyerang The Bavarians, sebuah “pencurian” besar-besaran kembali terjadi, dengan menempatkan nama Lewandowski sebagai korban.

Padahal seperti yang dikatakan Julian Nagelsmann, Lewandowski adalah satu-satunya pemain yang tampil konsisten dalam tiga tahun terakhir. Tidak ada satu pun pemain yang bisa menandinginya, baik dalam hal prestasi individu maupun secara tim. Maka, lebih dari pantas bagi Lewandowski untuk meraih Ballon d’Or. Mari kita runtut satu per satu, mengapa Lewa begitu pantas membawa pulang Ballon d’Or.

Tahun 2020, Lewandowski berhasil menginspirasi Bayern untuk merengkuh gelar sextuple keduanya sepanjang sejarah. Dia menjadi aktor penting dalam kegemilangan Bayern yang mampu meraih trofi Bundesliga, Piala DFB Pokal, Liga Champions Eropa, Piala Super DFL, dan Piala Super Eropa.

Selain itu, Lewandowski juga menjadi pemain pertama yang tidak hanya memenangkan treble namun juga menjadi pencetak gol terbanyak dalam tiga kompetisi berbeda. Dia berhasil mencetak 34 gol dari 31 pertandingan Bundesliga, enam gol dari lima pertandingan di Piala Jerman, dan tak kurang dari 15 gol dari 10 pertandingan di kompetisi Liga Champions Eropa.

Seandainya, prestasi di tahun 2020 tidak terhitung dalam perebutan Ballon D’or, apalagi karena di tahun 2020 tidak terlaksana, maka tahun ini setidaknya Lewandowski juga tampil impresif dan konsisten di berbagai kompetisi.

Robert Lewandowski pada musim 2020/21 lalu saja berhasil menjadi top skor di liga Eropa dengan koleksi 41 gol dari hanya total 29 pertandingan. Selain jadi top skor, torehan itu juga sekaligus membuatnya memecahkan rekor Gerd Muller yang sudah bertahan selama 49 tahun lamanya.

Di kompetisi Liga Champions Eropa musim ini sendiri, ketika berhasil membawa Bayern menang 2-1 atas Dynamo Kyiv, Lewandowski menjadi pemain pertama yang memenangkan 21 pertandingan secara beruntun. Selain itu, dia berhasil mencetak sebanyak 29 gol dan hanya gagal mencetak gol di tiga pertandingan saja.

Di laga sebelumnya melawan Benfica, Lewandowski juga tercatat telah memainkan pertandingan Liga Champions ke-100 nya. Lalu apa spesialnya? Di pertandingan ke 100 di kompetisi Liga Champions itu, Lewandowski berhasil mencetak gol ke 79, 80, dan 81 nya. Lebih spesialnya lagi, tidak ada pemain lain yang mampu mencetak gol sebanyak itu dalam 100 pertandingan Liga Champions Eropa.

Lalu, di tahun 2021 ini, Lewandowski berhasil mencetak sebanyak 64 gol dan mempersembahkan trofi Bundesliga dan DFL Supercup buat FC Bayern. Kehebatan Lewa bukan hanya di level klub. Kendati belum pernah menyumbangkan trofi bergengsi untuk Polandia, namun penampilannya sepanjang tahun ini sangat layak mendapat sanjungan.

Di tahun 2021, Lewandowski berhasil mencetak 11 gol dalam 12 pertandingan yang dijalani, di mana tiga di antaranya, ia torehkan saat Piala Eropa 2020 kemarin. Lebih lanjut Lewandowski juga membawa Polandia berkesempatan tampil di turnamen Piala Dunia 2022 setelah negara itu dibawanya lolos ke fase play off.

Penilaian dan Menilik Prestasi Lionel Messi

Jika menilik kinerja individu dan tim di tahun 2021, bakat dan sportivitas pemain, serta karir pemain secara keseluruhan, Lewandowski bisa dibilang unggul dua poin dari Lionel Messi. Sementara, untuk karir pemain secara keseluruhan, orang-orang mungkin akan menempatkan Lewandowski di belakang pemain seperti Cristiano Ronaldo, Kylian Mbappe, dan Lionel Messi itu sendiri.

Sedangkan bila dilihat dari kinerja individu dan termasuk bakat sang pemain, telah disebutkan bahwa Lewandowski memainkan peran yang begitu luar biasa sepanjang tahun 2021. Jumlah gol, penghargaan individu, rekor yang dicatat, serta trofi yang didapat telah menunjukkan kalau Lewa memang layak disebut sebagai yang terbaik.

Sementara Messi, dia memang berhasil meraih trofi Copa America dan memenangkan sejumlah penghargaan. Namun, tidak sedikit khalayak yang mengatakan kalau pemain seperti Rodrigo de Paul dan Emiliano Martinez jadi yang lebih berperan dalam membawa Argentina juara.

Di level klub, cuma trofi Copa del Rey yang mampir ke lemari piala tahun lalu. Performanya terbilang mengalami penurunan. Bahkan dia terpaksa pergi dari Catalan ketika tim tengah membutuhkan bala bantuan. Bersama Paris Saint Germain, musim perdana Messi sendiri tergolong penuh perjuangan. Dia beberapa kali tampil mengecewakan, baik di kompetisi Ligue One maupun Liga Champions Eropa.

Mengutip ucapan legenda Lothar Matthaus, dengan segala hormat yang ditujukan kepada Messi dan pemain hebat lainnya, tidak ada yang lebih pantas mendapatkan penghargaan Ballon D’or tahun ini selain Robert Lewandowski.

Namun, kamu tentu tahu bahwa ini adalah gelar Ballon d’Or. Di mana statistik saja tidak cukup. Ada faktor lain yang membuat seorang pemain bisa membawa pulang penghargaan tersebut. Apalagi Ballon d’Or itu bentuknya bola, bukan sepatu. Jadi, catatan gol Lewandowski hanya sebagian kecil penilaian saja.

Sedangkan, Messi punya segalanya. Messi toh juga mencetak gol banyak, meskipun itu dulu. Selain itu, Messi juga unggul segalanya dari Lewandowski. Nama besar, ketertarikan media, dan tentu saja kolega. Jadi, mencuri gelar Ballon d’Or itu bukan perkara rumit bagi La Pulga.

Sumber referensi: Sportingnews, Sporf, Bundesliga

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru