Nestapa Wesley Sneijder dalam Perebutan Ballon d’Or 2010

spot_img

Dipilihnya nama Lionel Messi sebagai peraih penghargaan Ballon d’Or tahun ini banyak membuat orang mengernyitkan dahi. Sebagian besar penggemar sepakbola dan bahkan sejumlah pengamat mengatakan bahwa Robert Lewandowski lebih pantas mendapatkannya.

Cerita ini pun seolah menarik ulang memori tahun 2010 silam, ketika bintang asal Belanda, Wesley Sneijder, gagal mendapatkan penghargaan Ballon d’Or meski tampil mengesankan di level klub maupun timnas.

Tahun 2010 lalu, France Football justru memunculkan nama Lionel Messi, Andres Iniesta dan Xavi Hernandez sebagai tiga pemain terbaik di ajang Ballon d’Or. Setelah dilakukan proses pemilihan, nama Lionel Messi yang keluar untuk menyabet penghargaan bergengsi tersebut. Hasil itu membuat banyak orang tak percaya.

Banyak orang menilai kalau Messi tidak lebih hebat dari dua rekannya di Blaugrana. Messi mungkin mampu menelurkan 60 gol di tahun 2010. Dia juga mengantar FC Barcelona lolos ke fase semifinal Liga Champions Eropa 2010. Namun, baik Xavi maupun Iniesta juga melakukan hal yang sama. Meski tak unggul dalam jumlah gol, kedua pemain tersebut sukses menjadi sentral permainan Barcelona.

Boleh dibilang, kedua pemain memiliki andil dalam gol-gol yang dicetak Messi. Dengan kata lain, Messi hampir tidak mungkin mencetak gol seandainya duet Xavi dan Iniesta hanyalah mitos. Satu hal yang paling disorot lainnya adalah, Xavi dan Iniesta berhasil membawa timnas Spanyol menjuarai Piala Dunia di Afrika. Sementara, Lionel Messi justru mengantarkan Argentina ke titik nadir ketika dihajar Jerman 0-4 di perempat final.

Maka, perolehan 22,65% suara Lionel Messi dan 17,36% untuk Iniesta serta 16,48% buat Xavi Hernandez dianggap tidak adil. Ajang Ballon d’Or tahun 2010 juga seperti ada yang kurang. Nama Wesley Sneijder yang semestinya masuk tiga besar atau bahkan menang, justru hanya bisa bertepuk tangan.

Padahal Wesley Sneijder lebih pantas mendapatkan penghargaan Ballon d’Or 2010 ketimbang tiga pemain yang ketika itu membela FC Barcelona. Bila diminta untuk mengambil satu nama yang paling mendekati, maka Andres Iniesta lah orangnya. Bukan Lionel Messi yang bahkan performanya dinilai tidak setara dengan dua rekan setimnya di FC Barcelona.

Mengapa Wesley Sneijder Pantas Raih Ballon d’Or 2010?

Apa yang menjadi perdebatan tentang sosok Wesley Sneijder yang dianggap lebih pantas meraih penghargaan Ballon d’Or 2010 bukan tanpa alasan. Direkrut dari Real Madrid tahun 2009 silam, Wesley Sneijder langsung menjadi andalan pelatih Inter Milan kala itu, Jose Mourinho. Dia menjadi sosok kreatif yang keberadaannya selalu memudahkan rencana Mourinho untuk memenangkan pertandingan.

Didatangkan senilai 15 juta euro, Sneijder berhasil membawa Inter melewati paruh musim pertama Serie A dengan hanya catatan dua kekalahan. Wesley Sneijder sendiri absen saat Inter menelan dua kekalahan tersebut.

Berkat kejeniusannya, Sneijder menjelma sebagai motor serangan Inter Milan. Sneijder berhasil membawa Inter mempertahankan gelar Serie A dan meraih trofi Coppa Italia. Lebih spektakulernya lagi, dia menjadi pemain kunci dari keberhasilan I Nerazzurri yang menggondol trofi Liga Champions Eropa tahun 2010 silam. Praktis Sneijder tercatat sebagai pemain yang meraih tiga gelar bergengsi dalam satu musim kompetisi.

Performa Sneijder di kompetisi Eropa memang tak terbantahkan. Apalagi ketika Inter sukses melibas perlawanan FC Bayern di laga final. Meski kemenangan Inter lahir dari dwi gol yang dicetak Diego Milito, justru Sneijder lah yang kemudian dinobatkan sebagai pemain terbaik laga.

Sepanjang turnamen, Sneijder berhasil mencatat 6 gol dan 3 assist dalam 11 penampilan. Tidak hanya bersama Inter Milan, kegemilangan pria berpaspor Belanda di tahun 2010 juga terbalut rapi dalam seragam de Oranje. Dia berhasil mengadopsi kecemerlangannya sebagai seorang gelandang serang di timnas Belanda yang berlaga di ajang Piala Dunia 2010.

Tergabung di grup E bersama Kamerun, Denmark, dan Jepang, timnas Belanda berhasil dibawanya meraih poin sempurna. Sejak tampil di partai 16 besar melawan Slovakia, Sneijder selalu berhasil mencetak gol hingga babak semifinal. Penampilan terbaiknya tentu ketika dia berhasil mencetak dua gol untuk menghentikan langkah tim kuat Brasil di babak perempat final.

Sayangnya, meski menjadi pemain terbaik Belanda dengan raihan empat penghargaan Player of The Match serta catatan lima gol, Sneijder gagal membawa timnas Belanda meraih gelar juara usai di partai final takluk atas Spanyol berkat gol Andres Iniesta di menit ke 116.

Dari performa terbaik yang ditunjukkan di Afrika itu, seperti dikutip goal, Sneijder masuk dalam daftar sepuluh pemain terbaik versi Castrol Index. Dia menduduki ranking tujuh dengan index 9,56. Catatan itu bahkan unggul jauh dari Messi, Iniesta dan Xavi, di mana ketiga pemain yang disingkirkan Sneijder di babak semifinal Liga Champions Eropa itu tidak masuk dalam jajaran sepuluh pemain terbaik Castrol Index khusus Piala Dunia.

Sebuah petualangan yang begitu mengesankan bagi seorang Wesley Sneijder. Dengan torehan apik bersama Inter Milan maupun timnas Belanda, wajar bila kemudian banyak yang tidak menyangka saat nama Sneijder bahkan tidak masuk dalam tiga besar penghargaan Ballon d’Or 2010, tak terkecuali presiden Inter ketika itu, Massimo Moratti.

“Aku menganggap ajang tersebut sangat tidak adil. Sneijder memiliki musim yang fenomenal dan memenangi semua yang bisa diraihnya. Bagi ku, dia layak memenangi Ballon d`Or.”

Mengapa Sneijder Gagal Meraih Penghargaan Ballon d’Or?

Perubahan format penilaian Ballon d’Or di tahun tersebut bisa jadi salah satu alasan mengapa pada akhirnya Sneijder atau bahkan Iniesta gagal menduduki posisi terbaik. Gelaran Ballon d’Or di tahun tersebut memang merupakan gelaran pertama yang menggabungkan antara penghargaan Ballon d’Or dari majalah France Football dengan FIFA World Player of the Year.

Perubahan tersebut membuat voting tidak hanya berasal dari para jurnalis, namun juga melibatkan para kapten dan pelatih yang tersebar di seluruh dunia. Padahal seandainya saja voting masih menggunakan sistem yang lama yaitu hanya dengan melibatkan para jurnalis saja, Sneijder akan keluar sebagai pemenang dengan raihan 293 poin.

Unggul jauh dari Lionel Messi yang berada di posisi keempat dengan raihan 175 poin. Di posisi kedua ditempati oleh Andres Iniesta dan diikuti oleh Xavi Hernandez di tempat ketiga.

Dalam perjalanannya, sistem penentuan pemenangan Ballon d’Or kemudian dikembalikan seperti semula pada tahun 2016.

Terlepas dari kontroversi atau tidaknya Ballon d’Or tahun 2010 silam, harus diakui bila Messi, Xavi, dan Iniesta telah menunjukkan kontribusi mengagumkan buat FC Barcelona. Ketiga pemain tersebut telah menjadikan el Barca jadi tim paling menakutkan sejagad dengan konsistensi yang tidak bisa disepelekan.

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru