Kerja keras, doa, dan pasrah pada yang maha kuasa. Itulah salah satu caption yang ditulis di akun Instagram bek andalan timnas bernama Rizky Ridho Ramadhani. Sosok pemain muda, cerdas, dan nggak neko-neko dalam hidupnya.
Siapa sangka pemain yang lahir dari jalanan dan gang sempit ini bisa jadi andalan Shin Tae-yong hingga saat ini. Namun yang perlu diingat, perjalanan karier Ridho ternyata banyak dilalui dengan penuh perjuangan.
RIZKY RIDHO RAMADHANI!🇮🇩💫
Dari bermain bola di depan rumah.
Akhirnya diikutkan SSB Simo Putra oleh ayahnya.
Ayahnya selalu mengantar Rizky Ridho kecil untuk turnamen menggunakan motor dengan jarak yang jauh saat itu.
Saat memulai karir professionalnya, Gaji pertamanya di… pic.twitter.com/elmc9RbSXR
— FaktaBola (@FaktaSepakbola) June 11, 2024
Sebelum membahas perjuangan pemilik nomor 5 timnas Garuda tersebut, baiknya subscribe dan nyalakan loncengnya agar tak ketinggalan konten menarik dari Starting Eleven Story.
Daftar Isi
Dari Jalanan Hingga Jadi Striker
Rizky Ridho Ramadhani lahir dan besar di Surabaya, 22 tahun silam. Sejak kecil Ridho sudah menggilai sepakbola. Kalau kata ayahnya, Ridho rajin bangun pagi hanya untuk bermain bola. Ridho sering bermain bola di halaman depan rumahnya, di gang, bahkan sampai ke pinggir jalan raya.
Ayah Ridho pun sering khawatir jika buah hatinya tersebut main bola hingga pinggir jalan raya. Ayahnya takut jika Ridho terserempet motor atau mobil. Dari pada main di jalanan, ayahnya pun berinisiatif untuk memasukan Ridho ke SSB Simo Putra. Meski berprofesi sebagai pedagang pasar, sang ayah selalu menyempatkan waktu untuk mengantar dan menemani Ridho latihan.
FYI aja, saat Ridho mengawali karier sepakbolanya di SSB Simo Putra, awalnya berposisi bukan sebagai bek. Ridho sejatinya mengawali kariernya sebagai seorang striker. Namun saat jadi striker, pelatih sering memarahinya karena tak banyak cetak gol dan tak sering bantu rekan-rekannya saat bertahan. Maka dari itu, ia disuruh menjadi bek dan malah cocok.
Mengenal Rizky Ridho Ramadhani: Bek Timnas U-19 yang Mengawali Karier Sebagai Penyeranghttps://t.co/9iReKHCFOQ pic.twitter.com/lZOoUn3XH9
— Bolalob.com (@Bolalob) September 25, 2019
Peduli Orang Tua
Ridho termasuk pemain yang tekun. Ia tak pernah absen latihan di SSB. Pemain berzodiak Scorpio tersebut tak ingin mengecewakan ayahnya yang sudah banting tulang membiayainya masuk SSB. Ya, ridho dikenal anak yang patuh pada kedua orang tuanya. Ridho percaya doa orang tua mujarab bagi hidupnya kelak.
Terbukti, berkat kerja keras dan doa orang tuanya, pasca dari SSB, Ridho diambil oleh Persebaya U-19. Tepatnya pada tahun 2019, Ridho masuk ke tim Bajul Ijo junior. Ridho sangat senang, karena dari sana ia bisa menghasilkan uang. Saat gabung Persebaya U-19, gaji pertama yang diterima Ridho hanya Rp1 juta. Gaji yang tak seberapa tersebut diberikan kepada kedua orang tuanya.
Rizky Ridho Ramadhan Tak Mampu Lupakan Perjuangan Sang Ayah https://t.co/Ahpl88OLaS pic.twitter.com/OITegbpJOr
— GoNewsco (@GoNewsdotco) August 9, 2019
Dari Persebaya Menuju Timnas
Tak dipungkiri nama Rizky Ridho mulai dikenal luas setelah sukses masuk skuad Persebaya U-19. Bersama rekan seperjuangannya, Ernando Ari dan Koko Ari, Ridho menjadi bagian penting tim Bajul Ijo yang menjuarai Liga 1 U-20 tahun 2019.
Melihat Rizky Ridho memimpin tim Indonesia U-19, saya jadi teringat Rifki “Jepang” Afryan, rekan duetnya sekaligus kapten Persebaya U-20.
Awal musim 2020 dia sempat ikut seleksi Persela dan lolos sejatinya. Tapi, keluarga mendorongnya mendaftar jadi polisi. pic.twitter.com/Y69AZcyZcA
— miftakhul (@fim_mifta) October 20, 2020
Berkat penampilannya tersebut, Ridho pun dilirik pelatih Indonesia U-19 saat itu, Bima Sakti untuk membela timnas. Ridho kaget dan tersanjung. Ia seperti nggak nyangka di usia 18 tahun sudah bisa membela timnas.
Rizky Ridho Siap Bersaing Perebutkan Posisi Bek Timnas Indonesia U-19#TimnasIndonesiahttps://t.co/LMteXxdRGu pic.twitter.com/DatLEkgwpx
— SKOR.id (@skor__id) January 22, 2020
Debut Ridho bersama Timnas U-19 asuhan Bima Sakti terjadi di Piala AFF U-19 tahun 2019. Saat itu Coach Bima terkesan dengan ketenangan Ridho mengawal lini pertahanan. Bahkan sejak saat itu, Ridho dipercaya jadi kapten Timnas U-19 oleh Coach Bima.
Ketika pelatih Timnas U-19 beralih ke tangan Shin Tae-yong pada tahun 2020, Ridho masih dipakai. Saat Coach Shin diminta menyiapkan tim untuk Piala Dunia U-20, Ridho masuk daftar pemain pilihan.
Ya, dari situ hubungan baik Ridho dan Shin Tae-yong dimulai. Sejak bekerjasama dengan Ridho, Coach Shin sudah langsung percaya pada performa dan kualitasnya. Bahkan ketika Coach Shin membangun tim senior, Ridho turut mendapat panggilan. Ridho pun kesampaian menjalani debut bersama timnas senior pada Mei 2021 saat melawan Oman.
Pesona Rizky Ridho: 18 Tahun sudah debut senior, 22 tahun jadi kapten Timnas Indonesia!https://t.co/JU1AHHQmpj
— Bola (@Bolanet) June 12, 2024
Dari Persebaya Ke Persija
Karier mulus Ridho masuk timnas senior di usia muda dibarengi dengan mulusnya karier Ridho di level klub. Pada tahun 2020, Ridho sudah promosi ke tim senior Persebaya. Pelatih Persebaya saat itu, Aji Santoso terpukau melihat penampilan Ridho di level kelompok umur.
13 Maret 2020, jadi momen spesial Ridho di Persebaya. Ia melakukan debutnya di laga melawan Persipura. Meski sepanjang musim Liga 1 tahun 2020 hanya diturunkan sekali saja, Ridho mengaku sudah bangga karena dapat banyak ilmu dari senior-seniornya seperti Hansamu Yama maupun Abduh Lestaluhu.
Ridho baru jadi pemain reguler di Persebaya sejak Liga 1 tahun 2021. Sejak saat itu Ridho jadi andalan lini belakang Bajul Ijo sampai tahun 2023. Menurut Transfermarkt, ia telah mencatatkan caps bersama Bajul Ijo sebanyak 43 kali dengan torehan 3 gol.
📊 STATS: Rizky Ridho (21/DF) dalam angka bersama Persebaya
3️⃣8️⃣ Main
3️⃣ GolDebut kompetisi Rizky Ridho bersama Persebaya di musim 2020 setelah promosi dari tim muda. pic.twitter.com/kPTk55A6rv
— . (@Indostransfer) March 31, 2023
Tahun 2023 jadi lembaran baru bagi Ridho. Pasalnya di tahun tersebut, Ridho berganti kostum dari Persebaya ke Persija. Ridho mengatakan bahwa kepindahannya tersebut murni didasari pertimbangan dirinya dan orang tuanya.
Selain restu orang tua, Ridho pindah ke Macan Kemayoran tak lepas dari sosok Thomas Doll. Ridho mengaku ingin dilatih oleh mantan pelatih Dortmund tersebut agar kemampuannya makin berkembang.
Korban Konflik
Namun setelah pindah ke Persija, Ridho justru jadi korban konflik antara Persija dengan timnas. Ridho sempat dicoret dari daftar pemain Timnas U-22 yang akan dibawa Indra Sjafri ke Sea Games 2023 Kamboja.
Dicoretnya Ridho disebabkan oleh kengototan Thomas Doll yang menahan sang pemain. Menurut Doll, adaptasi Ridho di Persija bakal terganggu jika dipanggil timnas. Meski akhirnya dilepas pada last minute, peristiwa tersebut sempat membuat jengkel Indra Sjafri.
Tak hanya sampai di situ saja. Saat Shin Tae-yong memanggilnya untuk membela timnas U-23 di ajang Piala AFF U-23, Thomas Doll kembali melarang Ridho karena alasan Persija rugi kehilangan pemain andalannya.
Thomas Doll menyatakan bahwa enggan melepas Rizky Ridho ke TC Timnas U23 proyeksi Piala AFF U23 2023. Hal ini dikarenakan Persija sedang berada ditengah kompetisi yang padat, selain itu Ridho juga merupakan pemain inti yang tak pernah tergantikan. #Mediapersija pic.twitter.com/FOZQalMhVq
— Media Persija (@MediaPersija) August 11, 2023
Dua peristiwa pencoretan Ridho tersebut mendatangkan kekecewaan dari sang pemain. Ridho sempat kecewa pada Persija. Mimpinya berjuang bagi merah putih dipatahkan begitu saja.
Andalan Shin Tae-yong
Namun Ridho tak patah semangat. Ia tetap bersabar dan profesional. Ridho tak berontak. Lalu kesabaran Ridho pun berbuah hasil. Pasca Piala AFF 2023, Persija akhirnya legowo mempersilakan Ridho tampil di timnas.
Sejak saat itu Ridho terus jadi andalan Coach Shin. Ridho adalah salah satu pemain yang sering dimainkan Coach Shin di tengah gempuran pemain keturunan di posisi bek yang terus berdatangan.
Ridho tak pernah merasa minder dengan kualitas bek-bek keturunan tersebut. Ia justru semakin tertantang untuk membuktikan kualitasnya. Ia tak mau mengecewakan Coach Shin yang percaya padanya.
Ridho terus menjawab kepercayaan Coach Shin tersebut dengan performa apiknya. Satu gol pentingnya saat melawan Filipina, jadi gol krusial yang mengantarkan timnas mengukir sejarah lolos ke babak ketiga kualifikasi Piala Dunia.
Kasih rating guys berapa nilai untuk gol Rizky Ridho? 🤩🤩
Saksikan highlights Indonesia 🇮🇩 vs 🇵🇭 Filipina di Vidio!
📺 https://t.co/kW528yCdoo#SportsTerlengkapAdaDiVidio #TimnasDiVidio #TimnasIndonesia #TimnasDay #AsianQualifiers pic.twitter.com/3eyOPK9gI0
— Vidio Sports (@VidioSports) June 11, 2024
Cita-Cita
Ridho adalah sebuah fenomena di timnas. Berawal dari sepakbola jalanan, hingga sempat dicoret timnas, namun ia terus berjuang. Tak sembarangan pemain muda yang sanggup menjalani proses hidup seperti dirinya.
Masih panjang karier pemain berusia 22 tahun tersebut. Ridho pun masih punya banyak cita-cita dalam kariernya termasuk setelah pensiun nanti. Bak kacang yang tak lupa kulitnya. Ridho punya cita-cita jadi pelatih sepakbola di kampungnya. Ia merasa kesuksesannya berawal dari kampung.
Kisah Ridho ini layak dijadikan inspirasi bagi para pemain muda di tanah air yang sedang meniti karier sepakbolanya. Ingatlah quotes dari Ridho berikut ini, “Banggalah terhadap proses yang kamu lalui. Hargai dirimu yang terus berusaha jadi lebih baik, dan ucapkan terima kasih pada dirimu yang tidak pernah menyerah.”
Oalah Rizky Ridho rek 😭😭😭 pic.twitter.com/FovK5m5Se1
— Extra Time Indonesia (@idextratime) June 12, 2024
Sumber Referensi : kompas, kumparan, suara, onefootball, suara, tvonenews, transfermarkt, bola.net


