Rival Ngiri, Mundurnya Piala AFF 2024, Indonesia Bisa Diuntungkan

spot_img

Pernah nggak sih kalian punya tetangga yang julid? Mereka yang hidupnya tuh selalu disibukkan dengan gosip dan ngomongin hidup orang lain. Bahkan tak jarang tetangga yang rese gitu, nggak suka dengan pencapaian-pencapaian kita. Kalau pernah, pasti rasanya tuh risih. Nah, kurang lebih begitulah yang sedang dirasakan oleh Indonesia.

Saat ini sepakbola Indonesia sedang jadi bahan gunjingan oleh negara-negara tetangga yang julid. Dari beberapa negara di Asia Tenggara, Vietnam bisa dibilang yang nggak ada capeknya ngomongin Indonesia. Yang terbaru, mereka katanya iri dengan Indonesia yang “dianak emaskan” oleh ASEAN Football Federation atau AFF dengan mengundur agenda Piala AFF 2024. Emangnya bener begitu?

Piala AFF Mundur

Soal Indonesia yang di anak emaskan oleh AFF masih bisa diperdebatkan. Tapi soal wacana bahwa penyelenggaraan Piala AFF yang diundur, itu benar adanya. Dilansir Bola.com, Piala AFF 2024 yang sedianya akan digelar November hingga Desember 2024, mundur menjadi Desember 2024 hingga Januari 2025.

Sebetulnya rentang waktu seperti ini sudah biasa dipakai oleh AFF. Pada edisi 2022 kemarin juga begitu. Berawal di akhir Bulan Desember 2022, Piala AFF menggelar pertandingan fase gugur di awal Bulan Januari 2023.

Mundurnya Piala AFF 2024 ternyata bukan karena AFF lebih sayang Indonesia, melainkan demi menghindari benturan dan konflik yang tidak diinginkan dengan klub-klub asal Asia Tenggara. Karena beberapa dari mereka akan berkompetisi di AFC Champions League Elite 2024/25 dan AFC Champions League 2 2024/25.

Jika Piala AFF 2024 digelar sesuai jadwal awal, klub-klub Asia Tenggara yang mentas di dua ajang tersebut disinyalir enggan melepas para pemainnya ke tim nasional masing-masing. Sebab, jadwal Piala AFF 2024 bentrok dengan matchday kelima dan keenam dua kompetisi antarklub se-Asia itu.

Hal tersebut kabarnya sudah dikonfirmasi langsung oleh AFF. Sayangnya, keputusan AFF ini justru menimbulkan gonjang-ganjing di sepakbola Asia Tenggara. Seperti kuda yang ditepok pantatnya, media Vietnam langsung menuding bahwa mundurnya Piala AFF akan menguntungkan salah satu pihak.

Media Vietnam Geger

Beberapa media Vietnam mulai dari TheThao247 hingga Bongda kompak berspekulasi soal alasan mundurnya jadwal Piala AFF 2024. Dari semua media Vietnam, yang paling epic adalah Soha. Mereka tanpa tedeng aling-aling menuding bahwa perubahan jadwal Piala AFF bisa menguntungkan rival Timnas Vietnam, yakni Indonesia.

Media Vietnam tersebut berdalih, jika sesuai jadwal, Indonesia tak punya banyak waktu untuk mempersiapkan Piala AFF. Apalagi tidak seperti Vietnam, Indonesia juga bermain di putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. Apalagi sebelumnya Federasi Sepakbola Indonesia sudah memastikan Shin Tae-yong akan tetap menjadi pelatih kepala di Piala AFF edisi kali ini.

Kepastian ini menepis wacana Nova Arianto atau Indra Sjafri yang akan menangani Skuad Garuda agar Coach Shin bisa fokus ke ronde ketiga. Apabila jadwalnya masih tetap, media Vietnam yakin Indonesia tidak akan memiliki persiapan yang cukup. Selain karena kelelahan dan konsentrasinya yang terpecah, kemungkinan Indonesia untuk diperkuat pemain-pemain abroad kecil. Karena pasti sulit mendapat izin dari klub induknya di Eropa. 

Di sisi lain, media Vietnam malah tidak melihat pengunduran jadwal Piala AFF 2024 sebagai keuntungan yang signifikan bagi kubu Timnas Vietnam. Itu karena Federasi Sepakbola Vietnam sudah punya kesepakatan khusus dengan klub lokal dan operator liga. Mereka bisa menyesuaikan jadwal V1 League dengan agenda tim nasional di Piala AFF 2024.

Tetap Pada Keputusan Awal

Nah, dengan mundurnya jadwal Piala AFF 2024, Timnas Indonesia bakal memiliki waktu lebih lama untuk mempersiapkan tim. Coach Shin punya waktu lebih dari dua minggu untuk mematangkan skema permainan dan mempelajari kekuatan calon lawan Indonesia di Grup B Piala AFF 2024.

Kabarnya dengan waktu segitu PSSI juga bisa mengupayakan untuk memanggil beberapa pemain abroad yang masih berkarir di Eropa. Pemain-pemain seperti Rafael Struick, Ivar Jenner, atau Ragnar Oratmangoen yang tidak memangku peran vital di skuad utama klubnya mungkin bisa diusahakan untuk membela Indonesia di Piala AFF 2024.

Meski mendapat waktu persiapan yang lebih lama, keputusan PSSI kabarnya akan tetap sama. Indonesia tidak akan menurunkan skuad utama di Piala AFF 2024. Itu sudah dikonfirmasi oleh Ketua Umum PSSI, Erick Thohir. Untuk turnamen sekelas Asia Tenggara, PSSI akan memprioritaskan pemain-pemain lokal dan U-23 untuk mengisi skuad. 

Tujuannya?

Selain agar pemain-pemain senior bisa fokus ke Kualifikasi Piala Dunia, membagi Timnas Indonesia menjadi dua akan memberikan peluang yang lebih besar kepada pemain-pemain lokal untuk unjuk gigi. Pemain-pemain macam Egy Maulana Vikri, Dimas Drajad atau Nadeo Argawinata yang mulai tersisih dari skuad utama bisa menunjukan pesonanya di turnamen ASEAN Cup 2024.

Selain nama-nama tersebut, pasti akan muncul pemain-pemain lain yang bisa menambah jam terbang di kancah Internasional. Karena dalam dua tahun terakhir, Indonesia sedang berlimpah talenta-talenta muda berbakat. Sebut saja seperti pemain-pemain yang kemarin berlaga di Piala Asia U-23 seperti Komang Teguh, Muhammad Ferrari, Ramadhan Sananta, atau mungkin Bagas Kaffa.

Bahkan jika Coach Shin berkenan, dirinya bisa mengambil beberapa pemain dari skuad yang menjuarai Piala AFF U-19 kemarin. Indra Sjafri pasti punya nama-nama yang dinilai layak untuk promosi ke skuad senior Piala AFF. Kalau boleh usul, Jans Raven, Dony Tri Pamungkas, dan Welber Jardim boleh dicoba sih Coach.

Pada akhirnya, skuad muda yang didaftarkan ke Piala AFF 2024 akan menjadi kerangka dari tim yang akan diberangkatkan ke SEA Games 2025. PSSI kabarnya memasang target tinggi di pesta olahraga se-Asia Tenggara itu. Tak tanggung-tanggung, Erick Thohir meminta medali emas untuk cabang olahraga sepakbola. Maka dari itu, tak ada salahnya menjadikan Piala AFF 2024 sebagai sarana penggemblengan skuad muda Indonesia.

Balasan PSSI

Soal persiapan sudah aman, kedalaman skuad Indonesia terbilang cukup baik untuk saat ini. Tapi PSSI apa ndak gemes dijulidin terus sama media asing? Sejauh ini, PSSI tidak begitu menghiraukan kritikan atau nyinyiran dari negara-negara tetangga. Mereka lebih ingin fokus pada pengembangan tim, baik secara kualitas permainan atau materi pemain.

Tapi kali ini tampaknya PSSI ingin sedikit memberikan shock therapy kepada Vietnam dengan cara memilih venue khusus untuk Piala AFF 2024 nanti. Biasanya Indonesia akan memainkan pertandingan internasional di Gelora Bung Karno. Tapi melansir Garuda Sport, kali ini PSSI kabarnya bakal menunjuk Jakarta International Stadium sebagai venue utama.

Kita semua tahu, JIS memiliki struktur stadion yang sedikit berbeda dari Gelora Bung Karno. Dengan tak adanya lintasan lari, maka jarak tribun ke garis pinggir lapangan akan semakin dekat. Dengan begitu, fans Indonesia bisa leluasa memberikan teror pada pemain-pemain The Golden Stars. Gimana, pasukan Nguyen, udah siap menghadapi teror Ultras Garuda dan La Grande Indonesia?

https://youtu.be/LjjuUM_bS2M

Sumber: Soha, MSN, Bola.net, Liputan6

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru