Tak terasa, dua bulan lagi tahun 2025. Sebagian umat manusia pasti sudah tidak sabar menanti perayaan Natal dan Tahun Baru. Tapi bagi sebagian fans sepakbola Asia Tenggara, mereka justru tak sabar menanti turnamen terbesar di ASEAN, Piala AFF. Atau kini lebih sering disebut dengan ASEAN Cup.
Turnamen yang bakal diselenggarakan pada awal Bulan Desember ini diikuti negara-negara terbaik di Asia Tenggara. Indonesia jadi salah satunya. Di saat Indonesia sedang fokus ronde ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026, tim rival yang punya banyak waktu luang sudah lebih dulu memulai persiapan.
Berbeda dengan Indonesia, mereka tampak sangat serius menghadapi Piala Ciki ini. Bahkan salah satu dari mereka, yakni Vietnam merasa Indonesia terlalu mengabaikan turnamen ini. Emang sejauh mana sih persiapan tim rival? Terus, respons Indonesia soal situasi ini bagaimana?
Daftar Isi
Indonesia Diminta Fokus Piala AFF
Vietnam bahkan dengan tanpa basa-basi menyindir kualitas Timnas Indonesia di ronde ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026. Melalui salah satu medianya, yakni Bongda24h, Vietnam beri sindiran keras pada Timnas Indonesia. Mereka menyarankan skuad racikan Shin Tae-yong untuk lebih memprioritaskan Juara Piala AFF 2024 ketimbang lolos Piala Dunia 2026.
Saran ini melihat dari hasil pertandingan saat melawan China yang berakhir 2-1. Padahal ini adalah kekalahan perdana Skuad Garuda usai menahan tiga tim kuat: Australia, Arab Saudi dan Bahrain. Media tersebut mengungkapkan kalau mimpi lolos Piala Dunia memang menjadi ambisi besar, namun piala AFF 2024 dinilai lebih realistis bagi Indonesia. Kualitas permainan Indonesia jauh dari cukup untuk mencapai Piala Dunia.
Turnamen yang akan dilaksanakan pada 8 Desember 2024 hingga 5 Januari 2025 ini bisa menjadi kesempatan emas bagi Indonesia untuk meraih kesuksesan yang selama ini gagal didapat. Bongda24h juga seolah menyinggung Indonesia yang sudah enam kali mencapai final Piala AFF, namun tak kunjung menjadi juara.
Keputusan Indonesia Masih Sama
Melihat situasi dan tekanan yang ada, PSSI kabarnya tetap pada pendirian awal. Erick Thohir tidak melihat Piala AFF sebagai prioritas Timnas Indonesia untuk saat ini. Dilansir Suara Merdeka, saking tidak memprioritaskan agenda Piala AFF, PT LIB tidak diminta untuk menghentikan kompetisi saat turnamen itu berlangsung.
Erick Thohir justru menegaskan agar Shin Tae-yong memprioritaskan pemain muda untuk diberangkatkan ke Piala AFF 2024. Pria yang juga menjabat sebagai Menteri BUMN itu juga mengaku tidak mempermasalahkan apabila negara pesaing menurunkan kekuatan utama di Piala AFF.
Sudah ada diskusi dengan tim kepelatihan Timnas Indonesia. Mereka semua percaya dengan kualitas pemain muda Indonesia. Toh, selama ini Timnas Indonesia untuk level senior juga mayoritas diisi oleh pemain muda. Bahkan ada rumor kalau Timnas Indonesia yang kemarin juara Piala AFF U-19 lah yang akan diberangkatkan.
Namun, ada wacana untuk memanggil beberapa pemain abroad untuk mendampingi skuad muda. Maarten Paes dan Jordi Amat diperkirakan jadi pemain yang paling masuk akal untuk dipanggil. Amat karena main di Liga Malaysia, sementara Paes kabarnya cukup luang di akhir tahun karena musim MLS 2024 sudah rampung.
Mengapa Demikian?
Menurut Erick, upaya ini dilakukan PSSI agar menciptakan generasi baru di Timnas Indonesia pada masa yang akan datang. Selain itu, Erick menginginkan Indonesia fokus untuk memperbaiki ranking FIFA. Piala AFF atau ASEAN cup sebetulnya bisa untuk meraup poin FIFA. Tapi poinnya tidak banyak.
Selain tidak masuk kalender FIFA, sampai saat ini FIFA juga tak mengkategorikan laga Piala AFF sebagai FIFA Match A, sebagaimana laga persahabatan dalam tajuk FIFA Matchday. Jadi, mau menjuarainya atau tidak, poinnya tetap sedikit sekali. Apabila Indonesia menahan imbang Jepang di Kualifikasi Piala Dunia 2026, poin yang didapat boleh jadi jauh lebih banyak dari memenangkan gelar AFF.
Thailand Targetkan Juara Lagi
Meski tidak berpengaruh banyak pada ranking FIFA, tim-tim Asia Tenggara lain terlihat serius dalam mempersiapkan diri. Thailand misalnya. Mereka memilih untuk melakukan persiapan dalam diam. Keseriusan Thailand untuk kembali meraih juara sudah terlihat dari perhelatan King’s Cup 2024.
Thailand menjadi juara King’s Cup setelah mengalahkan Suriah dengan skor 2-1 di final. Sebelumnya, Thailand mengalahkan Filipina terlebih dahulu sebelum akhirnya menembus final. Ini jadi gelar pertama bagi pelatih Masatada Ishii bersama skuad Gajah Perang.
Di bulan November, Thailand juga sudah menentukan lawan untuk dihadapi. Awalnya, skuad asuhan Masatada Ishii diagendakan bakal melawan Timnas Lebanon dan Timnas Yaman pada FIFA Matchday November 2024. Namun, karena Yaman mengundurkan diri, Thailand menggantinya dengan Laos.
Keputusan ini cukup mengejutkan, mengingat Laos bukan tim kuat di Asia Tenggara. Berdasarkan ranking FIFA, Laos jauh berada di bawah Thailand, Yaman, atau Lebanon. Per Oktober 2024, Laos saat ini berada di peringkat ke-187. Sedangkan Thailand kini berada di urutan 96 dunia.
Malaysia Pura-pura Sibuk
Sementara Malaysia lebih sibuk dari Thailand. Berusaha menyaingi Indonesia, kini Harimau Malaya sedang lembur mencari pemain keturunan. Setelah gagal mendapatkan Mats Deijl lantaran garis keturunannya yang terlalu jauh, Malaysia mulai mendata beberapa nama baru. Dilansir CNN Indonesia, FAM melakukan itu demi meningkatkan daya saing Malaysia di pentas internasional, sekaligus memotivasi talenta dalam negeri.
Sayangnya, belum ada nama konkrit yang segera merapat. Terakhir, muncul rumor kalau Malaysia akan menggaet Thomas Poll yang kini berseragam SC Cambuur. Namun, Thomas Poll malah menampik dirinya memiliki darah Malaysia. Poll justru dengan bangga menyebut punya darah Indonesia dari kakeknya yang berasal dari Bogor.
Yeee, gimana sih? Kebiasaan suka klaim budaya Indonesia jangan dibawa ke sepakbola dong!
Kesulitan juga dihadapi Malaysia saat mencari lawan tanding di jeda internasional. Setelah Oktober lalu menerima banyak penolakan dari negara-negara Oseania, kini Malaysia kembali kesulitan mendapatkan lawan di jeda internasional Bulan November. Maka dari itu, mereka sampai minta tolong ke India untuk dicarikan lawan tanding dari Asia Selatan.
Target Tinggi Singapura
Bergeser ke Singapura, meski cuma negara kecil, target mereka sangat besar di Piala AFF kali ini. Mereka ingin bangkit dari serangkaian hasil buruk di ronde kedua Kualifikasi Piala Dunia 2026. Dalam enam pertandingan di babak kualifikasi, Singapura hanya meraih satu poin saat menahan imbang China dengan skor 2-2.
Dengan beberapa tambahan pemain keturunan seperti Perry Ng dan Kyogo Nakamura, Singapura menargetkan hasil maksimal, yakni juara. Namun, persiapan yang dilakukan justru berkebalikan. Mereka hanya melakukan uji coba melawan klub lokal Singapura dan Johor Darul Ta’zim.
Di jeda internasional mendatang pun Singapura cuma cari lawan yang ecek-ecek, Myanmar misalnya. Meski persiapannya terlihat biasa-biasa saja, pelatih Singapura, Tsutomu Ogura yakin kalau mereka punya peluang. Apalagi di edisi sebelumnya, mereka bisa mencapai babak semifinal dan merepotkan Indonesia.
Vietnam Ingin Balas Dendam
Bukan cuma Singapura yang ingin bangkit. Negara yang suka nyinyirin Indonesia, yakni Vietnam pun punya tekad yang sama. Mereka ingin memutus rangkaian kegagalan yang sudah dimulai sejak awal tahun 2024. Vietnam bahkan tak ragu untuk menargetkan gelar juara di Piala AFF edisi kali ini.
Apalagi di Piala AFF nanti Vietnam akan kembali berhadapan dengan Indonesia di Grup B. Turnamen ini bakal jadi ajang pembalasan dendam The Golden Stars yang selalu kalah dari Indonesia selama tahun 2024. Lucunya, ambisi tinggi tidak diselaraskan dengan performa tim.
Performa skuad asuhan Kim Sang-sik tak kunjung membaik. Mereka belum pernah menang dalam empat pertandingan terakhir. Kalau persiapannya gini sih, kayaknya yang harus berpikir lebih realistis tuh Vietnam ya, bukan Indonesia.
https://youtu.be/Fw6tjU1PeL8
Sumber: Suara Merdeka, Sport Detik, Bola.net, Suara, CNN Indonesia


