Situasi pandemi yang mencekik perekonomian dunia sepertinya tidak menghalangi tim-tim Liga Primer Inggris untuk belanja besar di bursa transfer musim panas 2021. Sejak di buka pada 9 Juni dan ditutup pada 31 Agustus pukul 11 malam waktu setempat, banyak transfer besar yang tercipta di bursa transfer Liga Inggris.
Tak hanya tim ‘big six’ saja yang menggelontorkan dana berlimpah untuk membeli pemain anyar. Seluruh klub Premier League terhitung sangat aktif di bursa transfer musim panas ini. Klub Liga Inggris juga terlihat sangat superior dibanding klub dari liga top Eropa lainnya.
Dana lebih dari 1 miliar poundsterling telah dihabiskan klub Premier League sepanjang jendela transfer musim panas ini. Jumlah tersebut jadi yang terbanyak di antara liga top Eropa lainnya. Meski begitu, menurut analisis Deloitte, jumlah tersebut mengalami penurunan 11% dibanding musim lalu dan jadi pengeluaran terendah sejak 2015. Dampak pandemi terhadap kondisi keuangan klub disinyalir jadi penyebabnya.
💰 Total transfer fees spent by all 20 Premier League clubs.
Who stands out to you as the winners and losers of the transfer window? 🧐 pic.twitter.com/fAPawm0QII
— 101 Great Goals (@101greatgoals) September 1, 2021
Akan tetapi, jumlah pemain baru yang didatangkan klub Liga Primer Inggris meningkat dari 132 pemain di musim lalu menjadi 148 pemain di bursa transfer musim panas ini. Selain itu, jumlah pemain yang didatangkan lewat skema free transfer alias gratis juga mengalami peningkatan, dari 20% di musim lalu menjadi 22% di musim panas ini.
Lalu, klub mana yang paling aktif, paling boros, dan paling hemat di bursa transfer musim panas ini?
Klub promosi Norwich City jadi yang paling aktif di bursa transfer musim panas ini. Ada 28 pemain yang datang, baik lewat skema pembelian maupun peminjaman. Jumlah tersebut juga termasuk pemain yang baru kembali dari masa peminjaman. Sementara itu, ada 26 pemain yang dilepas The Canaries di musim panas ini. Namun total pengeluaran mereka bukanlah yang terbanyak.
Menurut catatan transfermarkt, Norwich City hanya mengeluarkan dana 66,15 juta euro untuk belanja pemain baru. Jumlah pengeluaran tersebut hanya menjadi yang terbanyak kesepuluh. Meski sangat aktif, Norwich bukanlah tim terboros. Predikat tim Premier League paling boros di bursa transfer musim panas ini disandang oleh Arsenal.
The Gunners menghabiskan dana lebih dari 150 juta poundsterling untuk mendatangkan sejumlah pemain baru, seperti Martin Odegaard, Ben White, Aaron Ramsdale, Nuno Tavares, Albert Sambi Lokonga, dan yang terakhir Takehiro Tomiyasu yang dibeli di hari penutupan bursa transfer. Jumlah tersebut juga menjadikan Arsenal tim paling paling boros di bursa transfer musim panas ini.
▪️Aaron Ramsdale 🏴
▪️Takehiro Tomiyasu 🇯🇵
▪️Ben White 🏴
▪️Nuno Tavares 🇵🇹
▪️Sambi Lokonga 🇧🇪
▪️Martin Ødegaard 🇳🇴We’ve now all waited till the end of the window, now it’s time to rate Arsenal’s summer transfer window out of 10. #AFC pic.twitter.com/ZXfP5UagcQ
— Afc things (@Gunner2Jasper) August 31, 2021
Masalahnya, dana sebesar itu dihabiskan Arsenal untuk membeli pemain baru yang mayoritas masih belum matang. Terbukti, rekrutan anyar Arsenal belum mampu memberi dampak positif kepada performa tim. Yang terjadi justru sebaliknya. Dalam 3 pertandingan awal Premier League musim ini, Arsenal tampil memalukan.
Beberapa pemain anyar sudah coba dimainkan Mikel Arteta, tetapi hasilnya nihil. The Gunners selalu menelan kekalahan dalam 3 pertandingan melawan Brentford, Chelsea, dan Manchester City. Hasil itu membuat pasukan Mikel Arteta jadi bahan tertawaan pendukung klub lain. Bagaimana tidak, The Gunners sudah kebobolan 9 gol tanpa mampu mencetak satupun gol. Alhasil, kini mereka terjerembab di dasar klasemen Premier League.
Bila Arsenal jadi klub paling boros, maka Everton jadi klub paling hemat di bursa transfer musim panas ini. Klub berjuluk The Toffees itu hanya mengeluarkan dana sebesar 2 juta euro untuk mendatangkan pemain anyar. Dana tersebut dipakai hanya untuk membeli 1 pemain baru, yakni Demarai Gray yang ditebus dari Bayer Leverkusen.
Selain itu, Everton juga mendatangkan 4 pemain baru lagi, tetapi keempat pemain tersebut datang lewat skema free transfer. Anggaran yang terbatas diakui manager anyar The Toffees, Rafael Benitez sebagai penyebab klubnya berhemat sepanjang jendela transfer musim panas ini.
Chelsea Brilian, Manchester United Untung Besar
Sementara itu, rekor pembelian pemain dipecahkan oleh Jack Grealish yang ditebus Manchester City dari Aston Villa seharga 117 juta euro. Nominal pembelian tersebut juga memecahkan rekor penjualan pemain di Liga Primer Inggris.
Pembelian Jack Grealish sempat menuai pro dan kontra. Namun dalam 3 penampilan pertamanya di Premier League bersama The Citizens, Grealish dapat dibilang tampil bagus. 1 gol dan 1 asis sukses ia torehkan.
What a performance from the boys! 5-0 = a perfect Saturday 💙⚽️ pic.twitter.com/yjn0r3rm1S
— Jack Grealish (@JackGrealish) August 28, 2021
Kedatangan Grealish dapat dibilang sangat menguntungkan untuk pasukan Pep Guardiola. Namun sayangnya, masalah utama The Citizens belum terpechkan. Mereka masih butuh striker anyar. Harry Kane yang diburu mati-matian akhirnya memutuskan bertahan untuk menghormati keputusan Tottenham Hotspur.
Kondisi serupa juga dialami sang rival sekota, Manchester United. Di bursa transfer musim panas ini, Setan Merah benar-benar ketiban untung besar. Drama transfer Jadon Sancho yang sudah diidam-idamkan sejak lama akhirnya terealisasi. Sancho sukses ditebus di harga 85 juta euro dari Borussia Dortmund.
Tak berselang lama, MU berhasil mendaratkan Raphael Varane dari Real Madrid dengan mahar 40 juta euro. Puncaknya, tanpa diduga-duga, Setan Merah berhasil memulangkan Cristiano Ronaldo ke Old Trafford.
Manchester United’s summer transfer business is done 🔥 pic.twitter.com/UJNS2Ybuwz
— utdreport (@utdreport) August 31, 2021
Kedatangan CR7 tak hanya membuat pendukung Setan Merah kegirangan. Ronaldo yang baru saja memecahkan rekor sebagai pencetak gol terbanyak di level tim nasional bakal jadi tambahan kekuatan yang mengerikan untuk pasukan Ole Gunnar Solskjaer. Tak bisa dipungkiri pula bahwa hadirnya Ronaldo ke dalam skuad Manchester United membuat Setan Merah jadi favorit juara Liga Inggris musim ini.
Manchester United sekilas terlihat sempurna setelah berhasil bereuni dengan Cristiano Ronaldo. Apalagi, mereka berhasil menyalip transfer tersebut dari sang rival Manchester City. Namun, meski sukses mendatangkan Ronaldo, tak lantas menyelesaikan masalah utama MU. Pasalnya, kebutuhan utama Setan Merah sejatinya adalah seorang gelandang bertahan baru yang mampu mengimbangi Bruno Fernandes.
Pendukung Manchester United bukan satu-satunya pendukung yang gembira dengan aktivitas klub kesayangan di bursa transfer musim panas ini. Masih ada Chelsea yang juga sukses menggemparkan jendela transfer kali ini. Chelsea dengan brilian berhasil mendatangkan Saul Niguez dari Atletico Madrid di detik-detik terakhir jelang penutupan bursa transfer.
Welcome to Chelsea! 💙#chelsea #cfc #transfers pic.twitter.com/rZPsbMpAWb
— The CFCTALK Podcast (@TheCFCTALKPod) September 1, 2021
Kedatangan Saul membuat lini tengah Chelsea terlihat tanpa celah. Sebelum kehadiran Saul, Thomas Tuchel sudah memiliki N’golo Kante, Jorginho, Mateo Kovacic, Mason Mount, hingga Kai Havertz. Belum lagi keberhasilan The Blues mendatangkan kembali Romelu Lukaku.
Hadirnya Lukaku yang dibeli dari Inter Milan dengan harga 115 juta euro seperti menjawab kebutuhan Chelsea akan adanya sosok bomber nomor 9 yang haus gol. Aktivitas transfer The Blues bakal sempurna apabila mereka berhasil mendaratkan Jules Kounde. Sayang, takada kata sepakat dengan Sevilla.
Tim-tim yang Mencatat Profit di Bursa Transfer 2021
Chelsea tak hanya brilian dalam mendatangkan pemain baru. Mereka juga mencatat profit di bursa transfer musim panas ini. Total penjualan mereka jauh lebih banyak ketimbang total pengeluarannya. Chelsea mencatat profit sebesar 2,35 juta euro. The Blues bukan satu-satunya tim yang mencatat profit.
Adalah Aston Villa yang jadi tim dengan keuntungan terbesar. Villa mencatat keuntungan sebesar 27,18 juta euro setelah total pemasukan mereka melebihi total pengeluarannya. Di bawah Villa ada Southampton dengan keuntungan 15,27 juta euro, Everton dengan 6 juta euro, Brighton dengan 5,5 juta euro, dan Wolverhampton yang juga sukses mencatat profit sebesar 5,20 juta euro.
Itulah rekap bursa transfer musim panas yang terjadi di Liga Primer Inggris. Sulit untuk menilai siapa yg layak mendapat predikat terbaik di bursa transfer musim panas ini. Masing-masing tim punya target yang berbeda-beda dan tak semua incaran sukses mereka datangkan.
Apalagi, bursa transfer musim panas 2021 banyak dijuluki sebagai bursa transfer paling gila yang pernah terjadi. Banyak drama yang tersaji sepanjang jendela transfer musim panas ini. Bahkan jelang penutupan, justru makin banyak kejutan tercipta.
Pada intinya, takada tim yg benar2 sempurna. Namun yang pasti, dari hasil bursa transfer kali ini kita dapat melihat bahwa persaingan di Premier League musim ini bakal makin panas dan kompetitif.
***
Sumber Referensi: Transfermarkt, Pain in the Arsenal, Football London, CNN Indonesia, Goal.


