Menitipkan Masa Depan Real Madrid pada Camavinga

spot_img

Fans Real Madrid di seluruh dunia pastilah terkejut dengan kedatangan Eduardo Camavinga ke Santiago Bernabeu. Apalagi dari awal, rumor yang beredar, pemain muda yang hendak didatangkan Real Madrid adalah Kylian Mbappe. Namun yang mendarat justru gelandang Stade Rennais.

Pemain yang November ini baru menginjak 19 tahun itu dikontrak Los Blancos dengan durasi enam tahun. Camavinga pun dihargai cukup mahal. Real Madrid mengucurkan 40 juta euro atau Rp 677,8 miliar ke Rennes untuk membeli Camavinga.

Namun tentu ini membuat semua orang terkaget-kaget. Harga yang dibayar Real Madrid tampaknya terlalu mahal untuk gelandang Timnas Prancis yang pada Euro 2020 kemarin saja tak tampil. Tak ayal banyak yang menyanksikan kemampuan Camavinga. Seberapa hebat wonderkid itu sehingga ia dilirik Real Madrid? Apa yang dia tawarkan untuk masa depan Real Madrid?

Perjalanan Camavinga

10 November 2002, sepasang suami-istri berkebangsaan Kongo harus merayakan kelahiran anaknya di sebuah kamp pengungsian di daerah Cabinda, Angola. Kelak si jabang bayi ini mengalahkan Kylian Mbappe untuk lebih dulu bermain di Real Madrid. Kita mengenalnya Eduardo Camavinga, kendati sanak keluarga, teman, dan kerabat memanggilnya Tacklevinga.

Dua tahun usia Camavinga, orang tuanya mesti pindah ke Prancis. Camavinga pun ikut ke Prancis. Mereka tinggal di Kota Lille sebelum akhirnya pindah ke Fougeres, suatu daerah yang letaknya 40 kilometer dari Kota Rennes. Awalnya Camavinga tidak begitu minat pada sepak bola. Ia lebih memilih berlatih judo saat di Fougeres.

Di mata Sofia, sang ibu, Camavinga justru dianggap punya potensi di dunia sepak bola. Ayah Camavinga, Celestino juga mengamini hal itu. Saat usia 7 tahun, oleh orang tuanya Camavinga dimasukkan ke klub lokal Drapeau de Fougeres. Sekejap saja Camavinga sudah melupakan judo dan mulai menikmati sepak bola di Fougeres.

Terlalu sering bermain bola sampai-sampai Camavinga dilirik scout dari Rennais. Scout Rennais kagum melihat cara Camavinga mempertahankan bola agar tetap di kakinya. Pun teknik dia dalam merebut bola. Menginjak umur 11 tahun Camavinga menerima tawaran uji coba di akademi Rennais, tentu saja dengan izin bapak-ibunya.

Ya, dari sebuah kamp pengungsian, Camavinga masuk ke akademi yang turut melahirkan Ousmane Dembele dan Blaise Matuidi. Tahun 2013 nasib buruk menimpa keluarga Camavinga, tempat tinggal orang tuanya di Fougeres terbakar. Ekonomi kedua orang tua Camavinga pun ikut mengalami keterpurukan karena hartanya ludes. Satu-satunya aset yang berharga adalah Camavinga itu sendiri.

Sama seperti generasi sandwich lainnya, Camavinga juga diberi beban berat oleh orang tuanya. Sang ayah mengatakan kalau Camavinga adalah satu-satunya harapan keluarga. Yang patut disyukuri, selama di akademi Rennais Camavinga memiliki progres yang signifikan.

Wajar ketika berusia 18 tahun, Camavinga sudah menandatangani kontrak profesional dengan tim utama Stade Rennais. Bersama Les Rouges et Noirs, karier Camavinga melejit. Ia memecahkan enam rekor pemain muda, di antaranya pemain termuda Timnas Prancis sejak 1914, pencetak gol termuda Rennais sepanjang sejarah, sampai pemain termuda yang pernah menghadapi tim dari lima liga top Eropa.

Banyak orang menyebutnya si bocah ajaib. Pesona Camavinga itu pun memikat tim-tim besar Eropa. Paris Saint-Germain dan Arsenal pernah tertarik pada Camavinga. Lalu, Manchester United yang begitu ngebet mendatangkan sang gelandang. Saat diasuh Zinedine Zidane, Real Madrid juga sudah memantau perkembangan Camavinga.

Direkrut Real Madrid

Di dunia ini bukan hanya Mbappe yang mendambakan bermain di Bernabeu. Camavinga pun memiliki ambisi yang sama. Sebab itu, lazim jika Camavinga ujungnya memilih mendarat ke Bernabeu. Justru yang tidak lazim jika Camavinga dibeli Manchester United. Untuk tahun ini, Camavinga perlu melambaikan tangan dan memperlihatkan foto surat kontraknya bersama Real Madrid ke Mbappe saat keduanya bermain untuk Timnas Prancis.

Camavinga yang direkrut Real Madrid tak sekadar memenuhi hasrat pemiliknya seperti PSG yang merekrut Messi. Pun tidak juga memenuhi hasrat para fans laiknya Cristiano Ronaldo ke Manchester United. Lebih dari itu, Camavinga adalah aset lini tengah Real Madrid.

Saatnya Los Galacticos membiarkan peraih Ballon d’Or, Luka Modric istirahat. Menaruh Camavinga di pos yang kemungkinan ditinggalkan pemain 36 tahun itu bisa jadi pilihan jitu. Sebagai gelandang pengangkut air, kemampuan Camavinga nyaris serupa Modric.

Mantan pemain Stade Rennais, Hatem Ben Arfa mengatakan bahwa Camavinga mumpuni untuk menghalau serangan lawan dan bertahan dengan apik. Camavinga pun bisa mengatasi bola-bola udara dengan sangat baik. Wonderkid ini terkenal dengan gaya permainannya yang elegan dan cerdas, serta ditopang kekuatan kaki kiri di atas rata-rata pemain di Indonesia.

Masuk Rencana Ancelotti

Ancelotti tidak akan membiarkan Camavinga kembali ke Rennais dengan status pinjaman setelah bertatap muka dengan dirinya. Sebab pemain muda itu masuk dalam rencana Carlo Ancelotti. Apalagi gelandang andalan Real Madrid, Luka Modric dan Toni Kroos memasuki usia emas untuk meninggalkan sepak bola atau memilih berkarier ke Asia Tenggara.

Don Carlo ingin mencari pelapis kedua pemain itu, dan dia menemukan sosok pelapis itu dalam diri Eduardo Camavinga. Ancelotti berniat memainkan Camavinga di musim 2021/22. Namun Camavinga mesti bersaing dengan Casemiro, Modric, dan Kroos untuk jadi Starting XI.

Kendati begitu, jalan mulus menanti Camavinga. Lebih-lebih pemain Brasil, Casemiro acap kali diragukan bisa tampil. Kemungkinan besar Camavinga akan menggantikan posisi Luka Modric dalam waktu dekat. Boleh jadi Don Carlo melihat kalau pemain Kroasia itu telah sampai waktunya.

Sebab itu Carlo Ancelotti memboyong Camavinga ke ibukota Spanyol. Camavinga disinyalir akan mewarisi peran seorang Luka Modric. Menyalurkan bola, menjaga ritme, membangun serangan, dan tentu saja mencegah agar pemain lawan tidak masuk ke wilayah teritorial Thibaut Courtois.

Boleh jadi Camavinga menjadi sosok pemain gelandang yang bisa diandalkan El Real. Dia adalah aset jangka panjang. Syaratnya, dengan bakat dan statistik yang bagus, Camavinga perlu mengasahnya lagi, dan itu adalah tugas Ancelotti. Don Carlo harus memberikan menit bermain pada Camavinga, itu jika ia tak mau pusing seumpama para gelandang kelas wahid tak lagi di Real Madrid.

Para fans Real Madrid tentu wajib percaya pada seorang Camavinga. Sebab mau ataupun tidak, mereka menitipkan masa depan sektor tengah Los Blancos pada pemain kelahiran kamp pengungsian.

Sumber referensi: talksport.com, givemesport.com, lifebogger.com, punditarena.com, espn.in, skysports.com

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru